Tags

, , ,

“aku menyesal kenapa seohyun tidak datang lebih awal dan menikah dgnmu!”
“apa maksudmu eomma?”
“kalau saja seohyun tidak pergi keluar negri, kalian pasti sudah bertunangan, benar bukan?”
Wajah siwon mengeras. Namun ia mengakui kalau kata2 ibunya itu benar.
“sudahlah ajhuma, oppa kau makan apa? Biar kumasakkan sesuatu, atau kau mau makan spagetti? Itu makanan kesukaanmu bukan?”
“seohyun ah, kau masih ingat apa saja yg disukai wonnie?”
“tentu saja ajhuma,”
“ah, kau benar2 gadis yg baik. . .”
Tanpa mereka sadari, seseorang melihat mereka dari balik pintu. Air mata young ri jatuh perlahan. . .

“sedang apa kau disini?” tanya jung soo sambil menatap young ri bingung.
Gadis itu sedang duduk ditepi jalan dibawah pohon sambil memeluk lututnya. Saat itu jung soo baru saja pulang dari rumah sakit, ia akan mampir kesebuah minimarket tapi tidak sengaja melihat young ri.
Young ri mengangkat wajahnya dgn tatapan sedih “dokter, aku sedang bingung, maukah kau membelikanku ice cream? Saat aku galau eomma selalu membelikanku ice cream, tapi sekarang aku sendirian. . .”
Jung soo tertegun menatapnya. Kenapa gadis ini sangat berbeda dgn yg sebelumnya. Tapi ia tau, saat ini bukan waktunya bertanya.
“ayo, kau boleh makan ice cream sepuasmu!” kata jung soo sambil mengulurkan tangannya.
“jjinjayo?”
“ne. . .”
Young ri tersenyum kemudian menerima uluran tangan jung soo.
Jung soo membawa young ri ketoko ice cream. Young ri memakan ice creamnya dgn lahap.
“jadi. . . Apa yg membuatmu bingung?” tanya jung soo.
“aku hanya memikirkan apa yg benar dan apa yg tidak benar!” jawab young ri yg masih sibuk dgn ice creamnya.
“tentang?”
“pernikahanku!”
Jung soo mengerutkan keningnya “ada apa dgn pernikahanmu?”
Young ri menghentikan makannya “aku. . . Aku hanya tidak ingin membuat siwon menyesal. . .”
“kenapa ia harus menyesal?”
“dokter, saat kau bilang aku sedang hamil, aku tidak percaya, kau tau kenapa?”
“karna kau tidak pernah bercinta dgn laki2 manapun!”
“itu benar. . .” gumam young ri “aku tidak tau kenapa aku bisa hamil, aku bingung. . . Pernikahanku dgn siwon hanyalah kebetulan. . .”
“kebetulan?”
“kami kebetulan bertemu dan saat itu keadaannya sedang kacau, ia perlu seorang gadis untuk dinikahi dan aku memerlukan seorang suami untuk status!”
“kau benar2 tidak pernah melakukan sex?”
Young ri menggeleng pelan “karna itu juga aku diputus oleh pacarku, karna aku tidak mau tidur dgnnya sebelum menikah, tapi tiba2 saja aku hamil, dan terpaksa menikahi siwon, tapi sekarang aku takut. . . Aku takut siwon menyesal karna sudah menikahiku, karna aku tau, gadis yg disukainya sudah kembali, kau tau seohyun bukan?”
“seohyun kembali??” tanya jung soo kaget.
Young ri mengangguk pelan.
“young ah, aku memang tidak bisa membantumu, tapi kalau kau merasa sedih atau galau, datanglah kepadaku karna mulai saat ini, kau tidak sendirian lagi. . . ”
“dokter. . .”
Jung soo tersenyum lembut “nah, sekarang apa yg bisa kulakukan untuk membuatmu tersenyum atau marah seperti saat itu lagi?! Lihat ini!!”
Jung soo menutupi mangkuk ice young ri dgn kedua tangannya “tiup tanganku!”
“untuk apa?”
“sudah lakukan saja!”
Walau bingung young ri meniupnya juga. Kemudian jung soo menarik tangannya.
“yaaak!! Kau apakan ice creamku???” pekik young ri saat melihat mangkuk ice creamnya bersih tak ternoda sedikitpun.
Jung soo tertawa kecil “kau ingin aku mengembalikannya? Tiup lilin ini dulu!” jung soo me mendekatkan gelas lilin pada young ri dan gadis itu meniupnya hingga padam.
“kau harus ingat, jika kau merasa hidupmu saat ini gelap, kau harus percaya suatu saat kau pasti akan menemukan ini,” jung soo menjentikan jarinya diatas lilin itu dan lilin itu kembali menyala, “cahaya yg akan menerangimu, jadi jangan takut lagi, araseo??”
Young ri meneteskan air mata sambil mengangguk2 pelan namun bibirnya tersenyum.
“nah, sekarang akan kukembalikan ice creammu! Berikan tanganmu!”
Young ri mengulurkan kedua tangannya dan jung soo meletakkan tangan young ri diatas mangkuk ice cream itu seperti yg dilakukannya tadi.
“sekarang, aku yg akan meniupnya!” jung soo meniup tangan young ri lembut “lihatlah,”
Young ri menarik tangannya dan senyumnya mengembang seketika “bagaimana kau melakukannya??”
“kau tau apa yg disebut magic?!”

“dari mana saja kau? Kenapa pergi tidak membawa ponsel?” tanya siwon masam.
“kau tidak perlu cemas, aku baik2 saja!!” jawab young ri riang.
“apa kau sudah makan?”
Young ri terdiam sejenak “sudah. . . Siang tadi!”
“jadi kau belum makan malam??”
Young ri menggeleng pelan.
“duduklah, kubuatkan sesuatu!” kata siwon sambil berjalan kearah dapur.
Young ri melahap ramyun buatan siwon dgn semangat.
“kau mau tambah?” tanya siwon.
Young ri mengangguk2 riang “ini sangat enak!”

“hoeeek. . .”
Lagi2 siwon terbangun saat mendengar suara itu.
“kau mual lagi?” tanyanya saat young ri muntah2 dikamar mandi.
“kurasa aku kebanyakan makan. . .” jawabnya lemah.
Siwon membantunya kembali kekamar “tunggu sebentar, kubuatkan kau teh hangat!”
Siwon pergi sejenak kemudian kembali dgn secangkir teh hangat. Young ri meminumnya setengah.
“bagaimana?” tanya siwon.
“perutku benar2 tidak enak. . .” keluh young ri.
“kau mau memelukku?”
“ye?” tanya young ri kaget.
“bukankah mualmu hilang kalau mencium aromaku?”
“ta. . .tapi. . . Apa kau tidak keberatan? Aku juga lelah dan mengantuk. . .” gumam young ri.
“kalau begitu bergeserlah!”
“apa yg kau lakukan?” tanya young ri saat melihat siwon naik ketempat tidur.
“dgn begini kau bisa memelukku sambil tidur!”