Tags

, , ,

“hyo, kau tidak perlu takut, apa kau tidak tau kebahagiaan seorang wanita saat tau dirinya hamil, kau akan dipanggil ‘eomma’, dan dgn begitu kau bisa menjadi istri yg sempurna. . .”
Hyo ra termenung memikirkan kata2 kedua temannya. Eomma. . . Selama ini tidak ada seorang wanita yg pernah dipanggilnya eomma. Tiba2 rasa bersalah menyergap hati hyo ra.
Hyo ra menatap taman bermain itu sambil termenung. Disitu ada beberapa anak yg sedang bermain. Tiba2 ada sebuah bola yg menggelinding mengenai kakinya. Dipungutnya bola itu, kemudian seorang anak perempuan kecil menghampirinya.
“mianhamnida. . . Putriku mengganggu anda,” ucap seorang wanita yg perutnya agak besar.
“oh gwenchana, putri anda sangat manis, anda sedang mengandung?” tanya hyo ra.
“benar, sudah enam bulan!”
“ah selamat,”
“kamsahamnida,”
Hyo ra menatap wanita itu, ia terlihat sangat cantik dgn senyum yg menghiasi bibirnya. Ia benar2 bodoh, kenapa ia harus takut? Apa yg ia takutkan?! Tiba2 saja ia tersentak saat menyadari hari hampir gelap. Ia belum belanja, cepat2 ia beranjak dari duduknya dan berjalan pergi.

“yaak kenapa kau masih disini??” teriak hyuki saat melihat kyuhyun yg asyik memainkan pspnya.
“cepat pulang sana!”
Kyuhyun hanya diam saja tidak menggubris. Dgn kesal hyuki merebut psp itu.
“yaak apa yg kau lakukan??” pekik kyuhyun.
Hyuki berjalan keluar “membuang pspmu!”
“mwo???” langsung dikejarnya hyuki yg sudah diluar apartement.
“berikan kepadaku!” kyuhyun merebut psp itu, tapi hyuki mendorongnya dgn keras dan langsung masuk kedalam apartement.
“yaaak, lee hyuk jae, buka pintunya!” kyuhyun menggedor2 pintu apartement hyuki keras2.
“pulanglah! Selesaikan masalahmu, kalau sudah aku akan mengembalikan pspmu!”
“mwoya?? Apa kau benar2 ingin mati??” kyuhyun terus menggedor2 pintu tapi tidak dibukakan, akhirnya ia menendang pintu itu dgn kesal “mati kau!!”
Kemudian kyuhyun pergi kerumah donghae, ternyata donghae sedang pergi bersama siwon dan rae ki keacara ulang tahun perkawinan orang tua pacar siwon. Akhirnya kyuhyun pulang kerumah appanya. Tapi ternyata appanya sedang makan malam bersama calon eommanya dan mengusirnya.

Hyo ra membuka pintu apartement dan melihat keadaannya masih sama seperti tadi pagi. Kenyataan bahwa apartement itu kosong tiba2 saja membuatnya sesak. Ia berjalan pelan menuju dapur sambil menahan tangis dan mulai membuat sesuatu untuk makan malam.
Tiba2 pintu apartemen terbuka. Hyo ra tersentak kaget dan menoleh. Kyuhyun ada disana, mereka saling bertatapan sejenak. Tiba2 saja hyo ra merasa lega luar biasa mendapati kyuhyun pulang kerumah.
“kau sudah makan kyu? Mau kubuatkan jjajangmyeon?”
“ya. . .” jawab kyuhyun pendek sambil berjalan kekamar mandi.
Walaupun jawaban kyuhyun terdengar dingin, hyo ra lega karna kyuhyun mau pulang.
Mereka makan dalam diam dan cepat. Kyuhyun masih belum mengatakan apapun. Setelah makan hyo ra mencuci piring kemudian mandi, sedangkan kyuhyun berkutat dgn laptopnya diruang tengah.

Hyo ra duduk ditempat tidurnya dgn gelisah. Bagaimana caranya untuk minta maaf pada laki2 itu?? Dihampirinya rak buku dan kaset berharap menemukan sesuatu untuk dijadikan bahan pembicaraan.
“apa yg kau lakukan?” tanya kyuhyun tiba2 membuat hyo ra terlonjak kaget hingga menyenggol rak dgn keras.
Braaak bruuk. . .
Beberapa buku tebal dan kaset berjatuhan mengenai kepalanya.
“aduuuh. . .”keluhnya sambil meringis.
“kau baik2 saja?” tanya kyuhyun sambil menarik tangan hyo ra yg memegangi kepalanya.
“appo~”
“duduklah dulu!” kyuhyun membawa gadis itu ketempat tidur “maaf membuatmu kaget” ucap kyuhyun sambil mengusap2 kepala hyo ra “sudah lebih baik?”
Hyo ra mengangguk pelan.
“sekarang tidurlah, sudah malam! Biar aku yg membereskan!” kata kyuhyun sambil beranjak dan berjalan menghampiri buku2 dan kaset yg berjatuhan tadi.

Kyuhyun berjongkok dan memungutnya satu persatu. Tiba2 gerakan tangannya terhenti saat seseorang merengkuhnya dari belakang. Memeluknya erat.
“mianhae. . .” bisik hyo ra sambil membenamkan wajahnya keleher kyuhyun.
“tidak apa2,” jawab kyuhyun pelan “jangan khawatir, tidurlah. . .”
“mianhae. . .” ucap hyo lagi sambil terisak.
“aku mengerti hyo, tidak perlu meminta maaf,”
Kyuhyun melepaskan pelukan itu kemudian berbalik menghadap hyo ra yg sedang menunduk.
“kenapa menangis? Ssst. . . Tidak apa2, tidak perlu cemas!” diusapnya air mata gadis itu kemudian menariknya untuk berdiri. Dipeluknya gadis itu “tidak apa2, aku mengerti, jangan menangis lagi!”
Hyo ra melepaskan pelukannya “mianhae. . .”
“sudahlah, jangan ucapkan kata itu lagi, atau aku akan marah!”
“gomawo. . .” bisik hyo ra pelan kemudian mengecup bibir kyuhyun dan melumatnya.
Kyuhyun mengerjap kaget tapi kemudian membalas ciuman itu dgn lembut.
“ngh. . .” hyo ra mendesah pelan, membuat kyuhyun semakin merapatkan pelukannya. Nafas kyuhyun mulai berat, kemudian dilepasnya ciuman itu dan membalik tubuh hyo ra, memeluknya dari belakang.
Dikecupinya tengkuk hyo ra “mmh. . . .hhh. . .”
Hyo ra merasakan tangan kyuhyun yg menyusup masuk kedalam bajunya, mengusap perutnya, tubuhnya terasa lemas, ketakutannya mulai hilang. . .
–SKIP–

Hyo ra mengerjap pelan. Tubuhnya terasa sakit smua. Ia menatap wajah kyuhyun kemudian tersenyum, disentuhnya wajah itu dgn lembut.
“aku benar2 tampan bukan?!” kata kyu dgn mata masih terpejam.
“yaak kau sudah bangun??” teriak hyo ra.
Kyuhyun mempererat pelukannya dibawah selimut “terima kasih untuk yg semalam. . .” bisik kyuhyun lalu melumat bibir hyo sebelum ia sempat menjawab

Fin