Tags

, ,

“pantas saja kau disukai banyak gadis, kau sangat pintar!”
“termasuk dirimu?”
“mungkin. . .”
Hae terdiam menatap boa. Apa gadis ini sungguh2?
“kenapa menatapku seperti itu?” tanya boa.
“kau sungguh2 akan menyukaiku?”
Boa tergelak “hae ya, tentu saja aku menyukaimu, kau baik dan pintar, apakah ada alasan untukku membencimu??”
Donghae tersenyum sipul. Rupanya begitu “ayo, selesaikan soal2mu, sudah hampir sore!”
***

Boa berlari2 kecil. Ia ingin bertemu donghae, tadi ia mendapat nilai delapan untuk fisikanya.
Dicarinya namja itu kekelasnya, ternyata tidak ada. Kelas itu sudah kosong, semua murid sudah pulang. Lalu kemana namja itu??
Boa berjalan pelan menuju ruang music. Seharian ini ia tidak melihat donghae sama sekali. Dibukanya pintu ruang music itu pelan dan tertegun saat melihat namja itu ada disana, duduk disebuah bangku dan menelungkupkan kepalanya keatas meja, tidur.
Perlahan boa menghampirinya. Ditatapnya donghae yg sedang tertidur pulas. Disentuhnya ujung rambut donghae lembut, kemudian matanya menatap sebuah kertas dibawah lengan namja itu. Diambilnya pelan2. Ternyata itu lagu key of heart. Memang masih belum ada liriknya tapi sepertinya not2 lagu itu sudah selesai. Boa berjalan menghampiri piano dan memainkannya.

Donghae mengerjapkan matanya saat samar2 didengarnya dentingan piano. Dan suara itu semakin lama semakin jelas. Ia melihat sosok boa yg sedang memainkan piano. Apakah ia sedang bermimpi? Akhirnya ketika nada itu memelan dan berhenti, boa tersenyum menatapnya “kau sudah bangun?”
Donghae tersentak dan langsung bangun “ini bukan mimpi?” tanyanya bingung.
Boa tertawa sambil menghampirinya “apa aku harus memukulmu?”
Donghae tersenyum sambil menggaruk2an kepalanya.
“hae ya, kau tau, hari ini aku mendapatkan nilai 8 untuk fisikaku! Ini pertama kalinya aku memperoleh nilai setinggi itu, gomawo. . .”
“kalau begitu kita harus merayakannya! Kajja!!” donghae langsung menarik tangan boa mengajaknya keluar.
“mwo? Kita mau kemana??”
Ternyata donghae mentraktir boa makan ice cream. Saat ini mereka sedang menikmati ice cream itu sambil duduk diayunan taman bermain.
“sebentar lagi ujian, kau akan melanjutkan kemana?” tanya boa.
“aku menyukai fotografi, mungkin aku akan belajar menjadi fotografer, kalau kau?”
“tiga bulan lagi akan ada audisi dari SM entertaiment, aku akan mengikutinya karna aku ingin jadi penyanyi!”
“kau ingin menjadi penyanyi?”
“ya, kau mau mendengarkanku bernyanyi?” boa mulai bernyanyi sebelum donghae sempat menjawab.
Satu hal lagi yg diketahui donghae, ia punya suara yg merdu. . .
***

Ujian semakin dekat. Donghae dan boa juga semakin dekat. Mereka lebih sering belajar bersama, pulang bersama, dan tanpa mereka sadari, mereka saling membutuhkan satu sama lain, hingga saat ujian itu tiba.

Boa ikut bersama kerumunan anak2 yg lain. Hari ini adalah hari pengumuman kelulusan. Ia sedang mencari namanya dipapan pengumuman. Ia mejerit senang begitu menemukan namanya ada, kemudian dicarinya nama donghae, ternyata nama laki2 itu ada jauh diatas nama boa. Boa keluar dari kerumunan itu kemudian berlari mencari donghae dan menemukan namja itu sedang mengotak atik kameranya dibawah pohon.
“donghae yaaa!!!” teriaknya.
Donghae menoleh dan tersenyum “kenapa berlari2 seperti itu?” tanya donghae saat melihat gadis itu dgn nafas naik turun.
Boa tersenyum kemudian memeluk donghae erat “chukaee!! Kita berdua lulus!!” ucap boa senang.
Tiba2 donghae menjepretkan kameranya kewajah boa yg sedang tersenyum “chukae!” balasnya.
“ayo kita berfoto!” kata boa riang.
Akhirnya mereka berfoto2 bersama.
“aku harus pulang, eomma dan appa belum tau hal ini!”
“baiklah, hati2! Temui aku diruang music nanti jam 7 malam, kutunggu disana!”
“araseo! Anyeong!!” boa berlari pergi sambil melambai2kan tangannya.
Donghae hanya bisa tersenyum menatapnya, kemudian dirogohnya saku jasnya dan mengeluarkan dua buah kalung yg sama, berbandul love dengan huruf U ditengahnya. Ia tersenyum menatap kalung itu.
***

Boa berlari kecil menyusuri koridor sekolah yg sepi itu. Ia mengatur nafas sejenak didepan pintu ruang music itu. Kemudian dibukanya perlahan. Seketika ia terpana. Ada begitu banyak lilin diruangan itu. Kemudian suara dentingan piano mulai mengalun, disusul dgn suara donghae.
Boa hanya bisa terpaku ditempatnya. Ia tidak menyangka donghae bisa bernyanyi. Ditatapnya terus laki2 itu. Hingga akhirnya lagu itu memelan dan berhenti.
Donghae menatapnya dan tersenyum. Ia beranjak dan menghampiri boa
“key of heart, sejak awal, lagu itu untukmu. . .”
Boa menatap tertegun tidak tau harus berkata apa.
“jauh sebelum kita bertemu, aku sudah menyukaimu kwon boa ssi, kau gadis yg memegang kunci hatiku!”
“donghae ya. . .”
“dulu aku tidak pernah berani untuk berbicara padamu, kurasa sekaranglah waktu yg tepat untuk mengatakannya. . .
Aku menyukaimu kwon boa, bersediakah kau menjadi pemegang kunci hatiku selamanya? Saranghaeyo. . .”
Boa tidak bisa mengatakan apapun, ia hanya menatap donghae tidak percaya.
Donghae meraih tangan boa dan meletakkan sebuah kalung disana “ini adalah kalung yg sama dgn yg kupakai sekarang, kau boleh membuangnya kalau kau tidak besedia!”
Boa menatap kalung itu “bisakah kau memakaikannya untukku?” tanya boa pelan.
“kau. . .”
“nado saranghae. . .” bisik boa lirih.
Donghae langsung menarik gadis itu kedalam dekapannya “saranghae. . .” Donghae melepaskan pelukannya, mengambil kalung itu dan memasangkannya keleher boa bersamaan dgn wajahnya yg semakin mendekat hingga akhirnya bibir mereka bersentuhan dgn lembut. . .

Tbc