Tags

, , ,

“jadi kau akan pergi keamerika lagi?” tanya young ri kecewa.
“ne, appa hyuki membuka cabang perusahaan disana, jadi hyuki mengajakku untuk ikut, aku juga ingin belajar memperluas toko buku ini!” saut yoon hye.
“berapa lama?”
“entahlah. . . Aku belum tau! Kau tidak apa2kan?”
“tidak apa2, hanya saja nanti aku jadi sendirian. . .”
“mianhae. . .”
“tidak apa2, tidak perlu khawatir, ah aku harus kerumah sakit sekarang, kenapa siwon belum menjemput?! Sebentar,” young ri mengeluarkan ponselnya kemudian menghubungi namja itu.
“yeobseo??”
Tubuhnya membeku seketika saat mendengar suara gadis itu.
“yeobseo??” ulang gadis itu.
Young ri menutup ponselnya.
“waeyo?”
“tidak diangkat! Mungkin sedang sibuk,” jawabnya berbohong.
“mau kuantar?” tawar yoon hye.
“kau tidak sibuk?”
“aniyo, kajja!”

Siwon keluar dari kamar mandi dan heran melihat seohyun diruangannya.
“sedang apa kau disini?”
“oppa, kau ada waktu? Temani aku jalan2, sudah lama aku tidak melihat korea!” pinta seohyun.
“tapi aku_”
“ayolaaah. . . Hari ini saja! Jebal!!”
Siwon mendesah pelan “baiklah!!”
“gomawo. . .” ucap seohyun senang.
Mereka berdua pergi nonton film kemudian mampir kerestoran sushi.
“oppa apa kau ingat? Dulu kita sering kemari!”
“ne!” jawab siwon pelan “aku ketoilet dulu!” kata siwon sambil beranjak dari duduknya.
Tidak lama kemudian ponsel siwon diatas meja bergetar. Seohyun mengambil dan menjawabnya. Tidak ada jawaban, kemudian terdengar suara telphone terputus. Seohyun hanya tersenyum sinis dan meletakkan ponsel itu dimeja lagi.
***

Young ri baru saja memeriksakan kandungannya. Kata dokter bayinya sehat, ia harus menjaga kondisi tubuhnya.
Saat ini ia sedang berjalan menyusuri koridor.
“young ah??”
Young ri menoleh dan melihat jung soo menghampirinya.
“dokter??” sapanya ceria.
“sedang apa kau disini? apa kau sakit??”
“aniyo. . . Aku baru saja memeriksakan kandunganku!”
“sendirian?”
Raut wajah young ri berubah “ne, ” jawabnya pelan.
“sekarang kau mau kemana?”
“aku lapar, mungkin aku akan mampir kerestoran sebentar!”
“ayo kutemani, lagipula sekarang sudah jam lima sore, jam kerjaku sudah habis! Kau tunggu sebentar aku mau menukar pakaianku!”
“mmm, ” young ri mengangguk pelan.

“kau ingin makan apa?” tanya jung soo sambil menyetir.
“aku ingin sushi. . .”
“baiklah, aku tau tempat makan sushi yg enak!”
Jung soo membelokkan mobilnya kesebuah restoran sushi dan mengajaknya masuk.
Tiba2 langkah young ri terhenti.
“dokter. . . Bawa aku pergi dari sini. . .” ucap young ri pelan.
“ada apa?” tanya jung soo bingung tapi kemudian paham saat melihat seohyun ada disana sedang menyuapi siwon.
“ayo, kita pesan jalan saja” jung soo mengajak young ri kembali kemobil dan memesan sushi lewat mobil kemudian pergi.
Mereka memakan sushi itu dalam diam. Hari sudah gelap tapi mereka berdua masih duduk dibangku taman itu.
“kalau ingin menangis, menangislah. . .” kata jung soo.
“kenapa aku harus menangis?” balas young ri.
Jung soo menatap gadis itu diam.
Young ri menoleh padanya, air mata gadis itu jatuh “apa aku punya alasan untuk menangis?” tanyanya dgn suara bergetar, air matanya semakin deras “jadi kenapa aku harus menangis?” isaknya.
Tanpa bicara apapun jung soo meraih gadis itu dan memeluknya.

Siwon mendecak frustasi. Kenapa young ri tidak menjawab telphonenya?! Tadi ia sudah pergi ketoko buku yoon hye, teman young ri, tapi gadis itu tidak disana. Kemudian ia juga pergi kerumah sakit, tapi tidak ada juga. Ia mengutuk dirinya sendiri kenapa sampai lupa kalau hari ini jadwal young ri chek kandungannya. Dan hingga kini gadis itu belum pulang?! Kemana gadis itu malam2 begini? Kenapa belum pulang?!
Tiba2 bel apartemennya berbunyi. Dgn cepat siwon membukanya dan terpaku seketika saat melihat young ri ada dalam gendongan jung soo.
“dimana kamarnya?” tanya jung soo sementara siwon masih membeku.
“kenapa dia?” tanya siwon.
“dia hanya tertidur! Cepat tunjukan dimana kamarnya!”
Siwon berjalan dan membukakan pintu kamarnya bukan pintu kamar young ri.
Jung soo membawa gadis itu ketempat tidur dan menidurkannya.
“kenapa dia bisa bersamamu?” tanya siwon.
“kita bicara diluar!” jawab jung soo.
Siwon mengikuti jung soo keluar dan menutup pintu kamarnya.
“kenapa dia bisa bersamamu?” ulang siwon.
Jung soo berdiri menatap siwon tajam “aku tau seohyun sudah kembali!”
Siwon membeku menatap jung soo.
“aku juga tau tentang hubunganmu dgn young ri! Jika kau benar2 menyesal sudah menikahinya dan ingin kembali pada seohyun, serahkan young ri kepadaku, atau aku yg akan merebutnya jika kau selalu menyakitinya, aku tidak keberatan untuk menjaganya bahkan mencintainya!”
“mwo??” siwon mengerjap kaget tapi jung soo sudah berjalan keluar dan menutup pintu apartement.
“aiiish jjinja!!” maki siwon sambil menendang bantal yg ada dilantai.
Ia masuk kedalam kamarnya dan menatap gadis yg tertidur pulas itu. Ia tidak mengerti kenapa, tapi ia ingin selalu melindungi gadis itu. Sebenarnya seberapa dekat ia dgn jung soo? Kenapa jung soo bisa tau semuanya? Apa yg tidak diketahuinya?
Tiba2 saja young ri bergerak dalam tidurnya. Sepertinya gadis itu ingin muntah tapi ditahan, wajahnya terlihat gelisah dan sedikit pucat.
Siwon merangkak naik ketempat tidur, menarik tubuh young ri hingga menghadap kearahnya dan memeluknya. Wajah young ri mulai kelihatan tenang, ia membenamkan wajahnya pada dada siwon dan tidur dgn tenang.
“mianhae. . .” bisik siwon “tidurlah dgn tenang, malaikat selalu menjagamu, amien” bisik siwon pelan kemudian ikut tidur.
***

Tbc