Tags

, , ,

Jantung young ri berdetak begitu cepat. Ditatapnya lekat2 wajah namja yg sedang menggendongnya itu. Rahangnya kaku, ekspresi wajahnya mengeras. Tanpa bicara apapun ia membuka mobil dan mendudukkan young ri, kemudian ia berjalan cepat dan masuk kedalam mobil. Diinjaknya gas kuat2 dan mobil itupun melesat pergi.
Masih dalam suasana hening. Young ri masih menatap siwon. Lama2 siwon menyadari hal itu “ke. . .kenapa melihatku seperti itu??” tanyanya gugup.
“entah ini benar atau hanya perasaanku saja kalau kau tadi terlihat seperti pangeran dari negri dongeng?!”
Mendengar itu siwon langsung tersenyum “tentu saja benar, apa kau baru tau kalau aku ini seperti pangeran?!”
Young ri mencibir sambil mengalihkan tatapannya “itu hanya dalam waktu beberapa menit yg lalu! Sebelumnya kau terlihat seperti evil yg menyebalkan! Jangan lupa kau masih berhutang 3 hal kepadaku!”
“araseo!!” jawab siwon kesal “kau sudah mengatakan itu ribuan kali!”
Tiba2 young ri tersenyum misterius “won ah, aku ingin melihat pantai!!”
“mwo?? Ini sudah malam!!”
“aku tidak mau tau! Permintaan pertamaku, jadi hutang yg tersisa tinggal dua, bagaimana??”
Siwon mendesah “baiklah. . .” jawabnya sambil memutar mobil.

Siwon hanya tersenyum melihat young ri yg berteriak2 dipinggir pantai. Gadis itu benar2 menarik. Terkadang ia keras kepala, menyebalkan tapi juga menurut. Siwon tidak pernah bosan melihat ulahnya.
Tiba2 ponsel siwon bergetar. Seohyun. . .
“ya?” jawab siwon begitu benda itu menempel ketelinganya.
“oppa, apa kau baik2 saja??” tanya seohyun cemas.
“aku baik2 saja. . .”
“hhh. . . Syukurlah, aku mencemaskanmu, ajhuma sangat marah pada kalian, orang itu membatalkan kerja sama dgn ajhusi, dan ini bisa berakibat buruk untuk perusahaan, apa yg akan kau lakukan??”
Siwon sedang berfikir saat melihat young ri berlari2 kecil menghampirinya sambil menenteng higheelsnya “akan kupikirkan itu besok!!” jawabnya kemudian langsung menutup telp.
“siapa yg menelphone?” tanya young ri begitu tiba ditempat siwon.
“appa,” jawab siwon sambil tersenyum “dia mencemaskanmu!”
Wajah young ri berubah murung “tidak seharusnya aku melakukan itu pada saengi bukan? Orang tuamu pasti malu!”
Siwon melepaskan jasnya “aniyo. . . Kau melakukan hal yg benar!” jawab siwon sambil memakaikan jasnya pada young ri, membuatnya terpana.
“bagaimana dgnmu? Apa kau baik2 saja? Dia mendorongmu tadi,”
Young ri tersenyum sambil menggeleng pelan “aku tidak apa2!”
“ayo pulang, kau tidak boleh terlalu lelah!”
“apa yg kau lakukan?” tanya young ri bingung saat melihat siwon berjongkok didepannya.
“ayo naiklah, kakimu bisa bengkak kalau terus berjalan, kandunganmu semakin tua!”
Young ri tersenyum kemudian memeluk leher siwon.
“kau tau, dulu ayahku sering menggendongku seperti ini!”
“aku bukan ayahmu!” saut siwon kesal sementara young ri terkikik pelan.
***

Jung soo berjalan pelan menuju lapangan tenis. Tapi langkahnya terhenti saat ia berpapasan dgn seseorang.
“lama tidak bertemu oppa. . .” sapa seohyun “ternyata kau masih sering bermain tenis!”
“kenapa kau kembali kemari?” tanya jung soo langsung.
Seohyun mengusap keringatnya dgn handuk yg melingkar dilehernya “apa hakmu melarangku untuk kembali?!”
“aku tidak suka kalau kau mengganggu rumah tangga orang lain!”
Seohyun tersenyum tipis “bagaimana kau tau kalau aku ingin kembali pada siwon? Apa kau cemburu? Bukankah kau yg menyuruhku untuk bertunangan dgnnya?”
“pada akhirnya kau menolak hal itu dan pergi keluar negri, jadi jangan merusak kehidupannya!” saut jung soo sambil berjalan melewati seohyun.
“kenapa kau selalu perduli kepadanya??” teriak seohyun, membuat jung soo berhenti melangkah “kau selalu memikirkan perasaan siwon oppa, kau tidak pernah memikirkan perasaanku! Dgn mudahnya kau menyerahkanku kepadanya, apa aku sama sekali tak berarti untukmu?? Jadi kalau sekarang aku mendekatinya kau tidak berhak untuk ikut campur! Bukan aku yg mengakhiri hubungan kita dulu!!!” suara seohyun bergetar hebat, mati2an ditahannya air matanya agar tidak jatuh.
“aku tidak perduli pada choi siwon, aku hanya perduli pada istrinya!!” jawab jung soo tanpa menoleh kemudian meneruskan langkahnya.
Seohyun membeku ditempatnya. Air matanya jatuh. “apa sekarang ada gadis lain dihatimu oppa?? Kenapa aku begitu bodoh, hingga kinipun hanya ada kau dihatiku. . .”

Jung soo memukul bolanya sekuat tenaga. Ia mencintai seohyun, itu benar. Tapi ia juga menyayangi siwon. Sejak kedua orang tuanya meninggal, orang tua siwonlah yg merawatnya, alasan kenapa saat itu ia mengakhiri hubungannya dan menyerahkan seohyun pada siwon adalah akan ada banyak orang yg kecewa dgn hubungannya itu. Ia tidak ingin menyakiti siwon yg sudah ia anggap sebagai adik dan membuat org tua siwon kecewa. Tapi ternyata seohyun tidak bisa melakukan hal itu dan memutuskan untuk belajar keluar negri.
Jung soo mengayunkan raketnya dgn kuat. Saat ini, apa alasannya untuk melarang seohyun mendekati siwon, apa memang karna young ri atau karna seohyun?? Ia tidak tau. . .
Ia ingat saat pertama kali bertemu seohyun ditempat ini, ternyata mereka memiliki hobbi yg sama, bermain tenis. Dan kebetulan seohyun juga satu jurusan dgn siwon diuniversitas. Mereka menjadi dekat hingga akhirnya menjalin sebuah hubungan. Tapi itu tidak berjalan lama karna siwon ternyata juga menyukai seohyun, bahkan orang tua keduanya berniat menjodohkan anak mereka. Lalu apa yg bisa dilakukan jung soo? Ia tidak mau menyakiti banyak orang, tapi ternyata seohyun membuat keputusannya sendiri.
Dan young ri, entah kenapa ia merasa mulai menyayangi gadis itu. . .

Tbc