Tags

, , ,

Perbuatan siwon dan young ri dipesta berakibat fatal untuk perusahaan. Siwon benar2 harus bekerja keras untuk mengatasinya. Tiga bulan terakhir ini ia sangat sibuk. Meskipun diapartementpun ia tetap bekerja, bahkan ia sampai lupa makan.
Young ri benar2 kasihan melihatnya. Ia tidak mengusik siwon sama sekali, bahkan mereka sangat jarang berinteraksi. Ibu siwon sangat marah kepadanya, setiap bertemu young ri, ia pasti akan marah2. Namun young ri hanya diam saja, dan jung soo-lah yg menjadi tempatnya berkeluh kesah. Ia selalu mengeluarkan semua kekesalannya. Ia menjadi lebih sering kerumah sakit, sekalian memeriksakan kandungannya yg sudah 7 bulan lebih.
“kau tidak sarapan dulu?” tanya young ri.
“tidak sempat, aku ada meeting pagi ini! Aku pergi!” jawab siwon sambil buru2 keluar rumah.
Young ri hanya bisa menatap kasian. Tiba2 saja ia berfikir untuk membuatkan siwon makan siang. Young ri tersenyum kemudian cepat2 pergi kesupermarket.

Ini pertama kalinya young ri pergi keperusahaan siwon. Ia tersenyum sambil menatap makanan yg dibawanya untuk siwon. Setelah bertanya pada receptionis dimana ruangan siwon, ia langsung pergi kesana.
Young ri naik lif menuju lantai 13. Kemudian berjalan menyusuri koridor. Tiba2 saja langkahnya terhenti saat melihat seohyun. Ia menundukkan kepalanya sedikit.
“apa yg kau lakukan disini?” tanya seohyun.
“aku hanya ingin bertemu siwon, kau sendiri?”
“apa oppa tidak pernah bilang kalau aku bekerja disini untuk membantunya?! Ia sangat sibuk sekarang,”
“kau bekerja disini? Sejak kapan?”
“sejak insiden dipesta ulang tahun perusahaan yg menyebabkan ajhusi kehilangan investor!”
Wajah young ri berubah. Ia tahu betul kalau itu kesalahannya “apa aku bisa bertemu dgnnya sekarang?”
“tidak! Ia sedang menemui klien saat ini!”
“kalau begitu bisa kau berikan ini kepadanya? Aku sudah membuatkannya makan siang!”
“baiklah!” ucap seohyun sambil mengambil makanan itu.
“kamsahamnida!” ucap young ri kemudian pergi.

“oppa kau sudah selesai meeting?” tanya seohyun saat masuk kedalam ruangan siwon.
“ya, dan dia ingin melihat proposal kita, karna itu aku harus cepat menyelesaikannya!”
“tapi kau harus istirahat dulu! Ini sudah waktunya makan siang, dan aku sudah membawakanmu makanan!”
“sebentar lagi!” jawab siwon masih sibuk dgn laptopnya.
“berhentilah dulu! Atau. . . Kau mau aku suapi??”
Siwon terdiam kemudian menatap seohyun yg tersenyum manis “tidak perlu! Ayo kita makan dulu!”

Siwon pulang kerumah saat tengah malam. Begitu sampai apartement ia langsung menuju lemari es dan meneguk air langsung dari botolnya. Saat akan berjalan menuju kamarnya, tanpa sengaja ia melihat meja makan. Ada semangkuk makanan disana, kemudian dicicipinya. Rasanya sama dgn yg dimakannya tadi siang. Kemudian ia tersenyum manis. . .
***

Young ri sedang minum saat bell apartemennya berbunyi. Ternyata seorang kurir yg mengantarkan barang. Young ri menatap kotak ditangannya itu bingung, kemudian dibukanya. Sebuah syal berwarna biru tua ada didalamnya bersama sebuah kartu. Dibacanya kartu itu.
‘terima kasih untuk makanannya kemarin, syal itu untukmu, sudah akan musim dingin, jangan sampai kau sakit, araseo?!
Choi siwon’
Young ri tersenyum membacanya kemudian cepat2 mengambil ponselnya.

Siwon yg sedang berjalan dikoridor berhenti saat ponselnya bergetar. Ia tersenyum saat melihat nama si pemanggil “kau sudah menerimannya?” tanya siwon begitu telp. Itu tersambung.
“ya, terima kasih. . .”
“kenapa kemarin kau tidak menemuiku? Kau datang keperusahaan bukan?”
“ya, aku takut mengganggumu!”
“lain kali tidak perlu takut, terima kasih, masakanmu sangat enak!”
“benarkah?”
“ya, tentu saja! Baiklah aku harus kerja sekarang, nanti kuhubungi kau lagi!”
Siwon memasukkan ponselnya kesakunya lagi dan meneruskan langkahnya. Tanpa disadarinya ada seseorang yg menatap kesal padanya dari balik dinding. Kim seohyun. . .
***

Young ri membukakan pintu apartement saat didengarnya bel.
“dimana oppa?” tanya seohyun yg langsung masuk tanpa permisi.
“dia sedang mandi!” jawab young ri sambil masuk kamar. Ia mendengar siwon sedang bercakap2 dgn seohyun, sepertinya membicarakan tentang dokumen.
Tiba2 saja tenggorokannya terasa kering. Ia keluar kamar untuk mengambil air minum. Siwon tidak ada,tapi begitu melihat sandaran kursi yg kosong ia heran “apa kau melihat syal biru disini?” tanyanya pada seohyun.
“sudah kubuang, apakah itu syal bekas? Benar2 terlihat jelek!” saut seohyun tanpa menoleh sambil menatap sebuah lukisan.
“apa? Kau membuangnya?” tanya young ri terkejut “kenapa kau lancang sekali menyentuh barang2 disini?? Apa kau tidak memiliki sopan santun?!”
Tiba2 saja seohyun melihat siwon dan ia menjatuhkan dirinya sendiri “young ri ssi, kenapa kau mendorongku?? Apa salahku??”
“apa?” young ri mengerjap bingung.
“yaak young ri apa yg kau lakukan??” tanya siwon sambil menghampiri seohyun yg pura2 menangis.
“mianhae oppa, aku tidak tau kalau istrimu tidak menyukaimu, seharusnya aku tidak kemari! Aku tidak menyangka dia sekasar itu,”
“apa? Apa yg kau katakan??” bentak young ri.
“young ri cukup!!” bentak siwon “kenapa kau selalu bicara serampangan?? Tidak bisakah kau menahan emosimu? Tingkahmu itu benar2 membuatku susah!”
Young ri merasa tertohok. Air matanya jatuh begitu saja “maaf. . . Maaf kalau aku selalu menyusahkanmu! Tapi aku hanya tidak suka orang lain membuang barangku tanpa ijin, apalagi itu barang yg berharga. . .” ucap young ri pelan kemudian langsung melangkah pergi.
Siwon tertegun, apa maksud gadis itu?
“oppa bantu aku,”
Dgn bingung dibantunya seohyun berdiri.

Tbc