Tags

, , ,

“maaf. . . Maaf kalau aku selalu menyusahkanmu! Tapi aku hanya tidak suka orang lain membuang barangku tanpa ijin, apalagi itu barang yg berharga. . .” ucap young ri pelan kemudian langsung melangkah pergi.
Siwon tertegun, apa maksud gadis itu?
“oppa bantu aku,”
Dgn bingung dibantunya seohyun berdiri.
“kau tidak apa2??” tanya siwon.
“gwenchana,” jawab seohyun.
“duduklah, kuambilkan kau air!”
Siwon berjalan menuju lemari es. Dibukanya pintu lemari es itu kemudian tertegun. Ia melihat syal biru milik young ri ada ditempat sampah. Kemudian ingat kata2 gadis itu. Diambilnya dgn cepat syal itu “seohyun apa kau yg membuang syal ini?”
“ah ne oppa, itu sangat jelek, tidak cocok untukmu!!”
“kau pikir ini milikku?? Bahkan jika ini milikkupun kau tidak berhak membuangnya!! Kenapa kau begitu lancang??”
“o. . .oppa. . .” seohyun terlihat shock.
“lebih baik kau pulang! Urusan kita sudah selesai!” kata siwon dingin sambil menyambar kunci mobilnya dan berjalan keluar.
Dicarinya young ri, ia benar2 merasa bersalah pada gadis itu. Siwon mengedarkan pandangannya disepanjang jalan, kemudian dilihatnya gadis itu disana, berjongkok didepan box telp. Umum. Siwon memutar mobilnya dan menepikannya. Kemudian ia turun dari mobil. Tapi tubuhnya membeku saat melihat jung soo yg agak jauh didepannya menghampiri young ri kemudian mereka berpelukan?? Siwon mengeram marah. Ia masuk kedalam mobil lagi kemudian menginjak gas kuat2 dan melesat melewati mereka. Tujuannya hanya satu. Club itu!

Young ri berjalan sambil terisak. Hatinya terasa sakit. Ia tau, siwon pasti lebih melindungi seohyun, orang yg pernah dicintainya dulu, sedangkan young ri bukan apa2nya. Dari awal mereka memang tidak ada hubungan apa2, setelah anak ini lahirpun mereka akan bercerai, jadi apa hak young ri meminta lebih?!
Young ri menatap sekitarnya dgn bingung. Ada dimana ia sekarang? Ia tidak membawa apapun. Uang bahkan ponsel. Yg dia temukan hanya uang logam disaku roknya. Kemudian ia melihat box telp. Umum dan memutuskan untuk menghubungi jung soo.
Setelah menelphone namja itu, young ri berjongkok didepan box telp umum menunggunya. Tubuhnya menggigil, dadanya terasa sesak.
“young ah ada apa??”
Young ri mengangkat wajahnya kemudian berdiri perlahan.
“dokter. . . Aku merasa sakit sekali sekarang, apa kau bisa menyembuhkannya??” isak young ri “apa kau punya magic yg bisa menyembuhkanku? Hatiku terasa sakit. . .”
Jung soo hanya menatapnya sendu kemudian didekapnya gadis itu “menangislah. . .” bisik jung soo pelan dan young ri-pun terisak dalam pelukannya.

“kau yakin akan pulang?” tanya jung soo saat berada didepan gedung apartement siwon.
“ya. . . Aku tidak punya tempat lain. . .”
“kau bisa tinggal diapartementku,”
“aniyo. . . Aku tidak ingin merepotkanmu!!”
“aku sama sekali tidak keberatan young ah. .”
“aku tau dokter,”
“berhentilah memanggilku dokter, percuma saja bukan aku yg bisa menyembuhkanmu!”
Young ri tersenyum “walaupun tidak bisa menyembuhkannya tapi kau menghilangkan rasa sakitnya, terima kasih. . .”
“young ah, jika kau tidak tahan lagi, pergilah kepadaku, aku akan menjagamu!”
“gomawo oppa, kau sangat baik! Biar kuselesaikan dulu masalahku!”
“baiklah. . .”
“aku pulang dulu, anyeong!”
“anyeong!”
Young ri menghela nafas pelan saat akan membuka pintu apartement itu. Ia masuk kedalam dan kosong. Hatinya terasa miris, sudah pasti siwon pergi bersama gadis itu.
Tiba2 pintu apartement terbuka dan siwon masuk kedalam. Mereka saling bertatapan sejenak. Kemudian young ri melangkah menuju kamarnya tapi siwon meraih tangannya dan menariknya kedalam pelukannya.
“won ah??” ujar young ri terkejut.
“mianhae young ah. . . Mianhae. . .” bisik siwon.
“ka. . . Kau mabuk??” tanya young ri saat mencium bau alkohol.
Siwon melepas pelukannya dan memegang wajah young ri dgn kedua tangannya “ani, aku masih sadar, benar2 sadar!! Aku benar2 minta maaf, tapi bisakah kau tidak menemui jung soo hyung lagi? Aku tidak suka!”
“mwo??” tanya young ri kaget, dan lebih kaget lagi saat merasakan sesuatu yg lembut menyentuh bibirnya, melumatnya pelan, bibir siwon.
“aku tidak suka melihatmu bersamanya young ah,” bisik siwon kemudian melumat bibir gadis itu lagi “sangat tidak suka. . .”
“mmmh. . . “young ri mendesah pelan.
Siwon semakin menekan bibirnya dalam. Membasahi bibir young ri dgn salivanya dan berusaha memasukkan lidahnya kedalam mulut young ri. Rasanya manis dan hangat. . .
***

Young ri menggeliat pelan dgn mata terpejam. Kesadarannya mulai kembali.
“pagi jjagi. . .” bisik seseorang tepat ditelinganya.
Seketika mata young ri terbuka lebar dan menoleh kesamping. Wajah siwon tepat didepannya dgn senyuman yg manis.
“aku pasti bermimpi. . .” gumam young ri.
“kau tidak sedang bermimpi!” balas siwon sambil mengecup bibir gadis itu, membuatnya shock lagi.
“aku yakin ini mimpi!!” young ri mengepalkan tangannya didepan dada kemudian menatap langit “ya tuhan kumohon padamu, biarlah aku hidup didunia nyata saja, mimpi ini terlalu indah!”
Siwon terkikik sambil merapatkan pelukkannya “ini nyata jjagi!”
“diam kau setan sialan, aku tidak akan tergoda olehmu! Tunjukkan muka aslimu atau aku akan marah!” bentak young ri.
Siwon tergelak “kau benar2 tidak percaya?”
“bagaimana aku bisa percaya? Choi siwon yg kukenal menyukai seohyun, bukan aku!”
Wajah siwon berubah, ia melepaskan pelukannya dan memandang langit2. “itu dulu young ah. . . Dulu. . . Dan sekarang aku sadar kaulah yg kubutuhkan!”
“mwo??”
“saranghae han young ri!!”
“apa benar ini kau?” tanya young ri sambil mencubit2 pipi siwon.
“ini aku!! AKU!! Aiish. . ”

Tbc