Tags

,

dont hate me please

~prolog~

Aku tidak akan pernah bisa memaafkan orang yang telah membuatnya menangis. . . tapi bagaimana jika orang itu adalah aku?? Untuk pertama kalinya aku membenci profesi yang sedang kujalani. . . kalau saja aku boleh memilih, aku berharap untuk tidak dilahirkan menjadi seorang penyanyi terkenal. . .
==============

Park jung soo. . . laki-laki 28 tahun itu sedang berjalan dipinggir jalan sambil memeriksa gambar-gambar dikamera yang dibawanya. Dengan memakai topi rajutan dan kaca mata hitam, ia berharap semoga saja tidak ada fans yang mengenalinya. Ya, dia adalah leeteuk, seorang penyanyi terkenal, leader dari sebuah boyband terkenal dikorea, super junior. Rutinitasnya yang begitu padat dengan jadwal-jadwal show-nya, membuatnya begitu lelah. Dan ketika mendapatkan waktu kosong hari ini, ia benar-benar memanfaatkannya untuk menyegarkan kembali otaknya.
Hari ini ia memilih untuk berjalan-jalan dipinggiran kota seoul. Ia menyusuri jalanan yang sepi dan teduh oleh pohon-pohon palem disepanjang jalan. Dijepretkan kameranya begitu ada hal yang menarik perhatiannya. Tiba-tiba tetesan air dari langit jatuh satu persatu. Gerimis. . .
“sial. . .” runtuknya pelan sambil melindungi kameranya dengan tangannya agar tidak terkena tetesan air hujan itu. Ia berlari kecil sambil mengedarkan pandangan ke sekelilingnya mencari tempat untuk berteduh. Tidak lama dilihatnya sebuah bangunan putih ditengah sebuah taman yang bisa digunakannya untuk berteduh. Ia mempercepat larinya menuju bangunan itu.
“yaak awaaaaasss!!!!”
Jung soo otomatis menghentikan larinya dan terkesiap sesaat. Dan sebelum ia menyadarinya seorang gadis yang tengah menaiki sepeda mini menerjang kearahnya.
“woo. . .aaaarrrgh. . . .”
Gubraaaak. . .bruuk. . . .
Gadis itu menabrak jung soo, menyebabkan keduanya jatuh diatas rumput. Jung soo mengerang pelan, ia merasakan punggungnya sakit.
“ah maaf. . .maafkan aku. . .” gadis itu cepat-cepat berdiri dan membungkukkan badannya berkali-kali “aku benar-benar tidak sengaja, maafkan aku. . .”
Jung soo menatap gadis itu sejenak. Cantik. . . rambutnya yang hitam lurus tergerai indah, sangat kontras dengan gaun putih selutut yang dipakainya. Dan usianya kira-kira masih sekitar 24 tahun. Kemudian ia tersadar, kaca mata yang dipakainya terjatuh. Dengan panik ia mencari kacamatanya dan menemukannya tergeletak diatas rumput dengan keadaan pecah. gawat. . .desisnya dalam hati.
“ah, kaca matamu rusak, maaf. . .aku tidak sengaja. . .” ucap gadis itu lagi.
Jung soo mencoba menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. “tidak apa-apa. . .” jawabnya pelan.
“kenapa dengan wajahmu?? Apa kau terluka?? Apa berdarah?? coba kulihat!!”
“ti. . .tidak usah, aku tidak apa-apa!!” jung soo mencoba mengelak saat gadis itu ingin melihat wajahnya.
“biar kulihat, kalau terluka harus diobati!!” gadis itu tetap memaksa dan menarik kedua tangan jung soo. Akhirnya mereka saling bertatapan sejenak. Jung soo menelan ludah dan berdo’a semoga saja gadis ini bukan salah satu dari fansnya.
“tidak ada yang terluka, syukurlah. . .” ucapnya sambil tersenyum. Senyum yang manis. . .
“bisakah kau melepaskan tanganku??” pinta jung soo pelan.
Gadis itu tersentak dan langsung melepaskan pegangannya “maaf. . .maafkan aku. . .” ia membungkuk lagi berkali-kali.
“tidak apa-apa, tidak masalah. . .” jawab jung soo sambil membenarkan letak topinya. Sepertinya gadis ini bukan fansnya, rasanya aman.
Tiba-tiba saja hujan yang semula gerimis itu menjadi lebat. “michi!!!” gadis itu memekik pelan sambil menyambar sebuah keranjang didekat sepedanya yang terguling diatas rumput dan membawanya berlari menuju bangunan putih itu. sementara jung soo cepat-cepat menyambar kameranya dan ikut berlari menuju bangunan putih itu.
Bangunan itu tidak terlalu luas, seperti aula yang kecil namun terkesan antik. Pilar-pilar yang menyangganya diukir dengan indah. Jung soo memeriksa kamera yang dibawanya, ia takut ada yang rusak. Setelah dipastikan kamera itu baik-baik saja, ia menghembuskan nafas lega, dan matanya tidak sengaja melihat gadis itu lagi.
Gadis itu sedang membuka tutup sebuah keranjang yang ternyata didalamnya ada seekor kucing putih. Ia membelai-belai bulu kucing itu. pemandangan yang bagus. . . tanpa sadar jung soo mengangkat kameranya dan memotretnya. Saat mendengar suara kamera itu, gadis itu menoleh.
“yaak kenapa memotretku??”
Untuk sejenak jung soo menatap bingung “maaf. . . kupikir itu tadi adalah hal yang bagus. . .”
“hmm. . .baiklah, karna tadi aku hampir mencelakaimu, jadi kumaafkan. . .” ujarnya sambil tertawa kecil.
“maaf, boleh aku bertanya satu hal??” tanya jung soo.
“apa itu?”
“apa. . .kau tidak mengenalku??”
Gadis itu mengerutkan alisnya “apa seharusnya aku mengenalmu?? Aku tidak pernah merasa pernah berkenalan denganmu. . .”
Jung soo tersenyum “ah, tidak. . . mungkin saja kau pernah melihatku sebelum ini. . .”
“kau benar-benar sangat percaya diri!!” gadis itu tertawa kecil sambil bermain lagi dengan kucingnya. Dan jung soo terus menjepretkan kameranya kearah gadis itu.
Sudah lumayan lama, namun hujan itu masih belum reda. Jung soo duduk dilantai sambil melihat-lihat kembali gambar yang telah diambilnya.
“apa yang kau lihat??” tanya gadis itu tiba.
“kemarilah. . . fotomu sangat bagus!!”
Gadis itu menggendong kucingnya kemudian duduk disamping jung soo, ikut melihat gambar-gambar yang telah diambil jung soo.
“kau pandai memotret. . . apa kau fotografer??”
Jung soo hanya tertawa kecil.
“ah siapa mereka??” tanya gadis itu tiba-tiba saat melihat sebuah foto sekumpulan laki-laki.
“mereka para member super junior. . . kau tau super junior??”
“aku membenci mereka. . .”
Jung soo menoleh dan menatap tertegun pada gadis itu. wajahnya terlihat muram, seolah ada kenangan pahit yang diingatnya kembali.
“kenapa??” tanya jung soo.
“sebenarnya, aku membenci semua aktor ataupun penyanyi. . .”
Jung soo semakin terperangah “apa yang membuatmu membencinya??”
“mereka semua membuat orang jatuh cinta pada mereka meskipun tau mereka tidak akan bisa membalas cinta itu. . . menurutku itu sangat kejam!! Rasa suka yang tidak terbalas itu sangat menyakitkan. . .”
“bukankah itu sudah resikonya? Bukankah sejak awal mereka tau kalau cinta itu tidak akan dibalas??” sanggah jung soo.
“tapi harapan itu tetap ada!! Para penyanyi dan aktor-aktor itu tetap memberikan harapan. . . bahkan ada seseorang yang mengatakan kepadaku ‘siapa tau aku orang beruntung yang dipilih untuk menemani hidupnya. . . tidak ada yang bisa menebak takdir bukan?!’ cih, itu kata-kata terbodoh yang pernah aku dengar!!”
Jung soo tak mampu berkata apa-apa. mata gadis itu penuh dengan sarat kebencian. “bagaimana ia bisa berfikir seperti itu?? bagaimana ia bisa mengharapkan bintang yang disukai berjuta-juta orang memilihnya?? Bagaimana ia begitu mencintainya hingga akhir. . .???” lanjutnya dengan suara bergetar, dan sebulir air mata jatuh dari kelopak matanya yang indah. . .
“siapa dia??” tanya jung soo yang masih terpaku ditempatnya.
Gadis itu menghapus air matanya dengan cepat “saudara kembarku. . .” ia menatap lurus kedepan.
“apa yang terjadi??”
“kau tau. . .ia begitu mencintai seorang penyanyi. . .apa saja dilakukannya, mulai dari mengumpulkan semua foto-fotonya, hingga datang disetiap konsernya. . .sampai suatu saat dia divonis menderita kanker otak stadium akhir. . .”
Gadis itu berhenti sejenak. Air mata itu jatuh lagi mengalir melewati pipinya. “saat itu. . . tiba-tiba saja ia jatuh pingsan dan kami langsung membawanya kerumah sakit. Disaat ia sadar dari koma-nya, ia meminta kepada ayah dan ibu untuk bertemu dengan penyanyi itu. . . lalu ayahpun pergi ketempat agency penyanyi itu. . . tapi disana, ia malah diusir. . .” ada nada kemarahan dalam suaranya.
“saat ayah tidak berhasil membawa penyanyi itu, saudara kembarku, dengan nekat berlari keluar dari rumah sakit untuk menemuinya sendiri sebelum ia pergi dari dunia ini. . . tapi hal itu justru membuatnya semakin cepat pergi. . .” air mata itu mengalir semakin deras “ia . . . ia. . . ia tertabrak mobil saat akan menyebrang jalan menuju tempat agency itu. . .” gadis itu membenamkan wajahnya kedalam tubuh kucing yang digendongnya sementara jung soo masih terpaku ditempatnya.
“sejak itu aku membenci semua penyanyi dan aktor, aku membenci mereka yang hanya bisa memberikan harapan dan cinta yang tidak berbalas. . . aku benci hingga tidak pernah menonton tv, bahkan menyingkirkan benda itu jauh-jauh. . .”
“kapan itu terjadi??”
“lima tahun yang lalu!!”
Untuk pertama kalinya, jung soo tau kalau didunia ini, ada seseorang yang begitu membenci pekerjaannya. Dan ia tidak bisa berbuat apa-apa. . .
“maaf. . .” gadis itu mengangkat wajah dan mengusap air matanya “tidak seharusnya aku mengatakan semua itu kepadamu. . .” katanya dengan suara yang sengau.
“tidak apa-apa. . . aku senang kau membaginya denganku. . .”
“kau orang pertama yang ku beritahu perasaan ini. . . perasaan menyedihkan ini. . .”
“sepertinya kau sangat menyayangi saudaramu. . .” tebak jung soo.
Gadis itu menoleh kemudian tersenyum. Hidungnya memerah setelah menangis tadi “ya. . .” jawabnya pelan “dia adalah belahan jiwaku. . . dia kakak tempat untukku berbagi. . .”
“seperti apa dia??” tanya jung soo lagi.
“dia gadis yang ceria. . . ramah dan penuh perhatian. . . sangat berbeda denganku yang ceroboh ini. . . dia juga punya suara yang indah. . . dan kami sama-sama mencintai music. . .”
“kau suka music??”
“ya. . .”
“itu artinya kau suka mendengarkan music?? Tapi kau membenci penyanyi-penyanyi itu bukan??”
“aku tidak pernah mendengarkan music mereka!!” nada bicara gadis itu berubah agak tajam.
“aku tidak mengerti. . .” gumam jung soo.
“aku selalu mendengarkan lagu-lagu ciptaan kami sendiri. . . kami suka menulis lagu dulu. . . ia yang bernyanyi dan aku yang memainkan piano, kau mau mendengarnya??”
Gadis itu mengeluarkan ipod-nya dan memasangkan salah satu headsetnya ketelinga jung soo. Lagu itu mengalun perlahan. Sederhana tapi manis. . . suaranya memang sangat merdu. . .
“bagaimana menurutmu??” tanya gadis itu ketika nada itu mulai berakhir.
“kalian benar-benar hebat!!” ujar jung soo kagum.
“kau tau, lagu ini diciptakan olehnya untuk penyanyi itu. . . tapi semuanya sia-sia. . .”
“maaf. . .” ucap jung soo tanpa sadar.
“ya? Kenapa meminta maaf??”
Jung soo tersenyum sambil menggeleng pelan. seandainya saja gadis ini tau siapa dirinya yang sesungguhnya, bagaimana reaksinya??
“oh ya, apa kau fotografer disalah satu agency?? Sepertinya kau sering memotret para artis. . .”
Jung soo terdiam sejenak “ya. . . aku seorang fotografer. . .” jawabnya kemudian. Biarlah gadis ini tidak tau siapa dia yang sebenarnya.
“ah, sudah hampir sore, aku harus pergi sekarang. . .”
“kau sering kemari?” tanya jung soo. Entah kenapa ia merasa waktu cepat sekali berlalu, bahkan ia tidak sadar kapan hujan berhenti.
“ya, biasanya aku mengajar music disekolah TK itu!!” gadis itu menunjuk sebuah bangunan sekolah tidak jauh dari taman.
“baiklah, nanti aku kemari lagi!!”
Gadis itu tersenyum “terima kasih sudah mendengarkan ceritaku. . . anyeong. . .” ia membungkuk pelan kemudian meletakkan michi, kucingnya dikeranjang dan berlari menghampiri sepedanya.
“hei, aku belum tau namamu!!” teriak jung soo.
“han soo ra!! Namaku han soo ra, dan kau???” gadis itu balas berteriak.
“park jung soo!!!”
Dan hari itulah, pertama kalinya mereka bertemu. . .

Sejak saat itu jung soo selalu mengunjungi soo ra saat jadwalnya kosong. Ia suka memotret soo ra yang sedang mengajari anak-anak bermain musik dan menyanyi. Dan mereka juga sering bermain bersama anak-anak itu. seperti hari ini, saat jadwalnya kosong, ia langsung pergi ketempat soo ra.
Didapatkannya satu foto bagus saat ia melihat soo ra yang sedang tertawa sambil menggandeng seorang anak laki-laki kecil. Tersadar ada yang memotret, gadis itu menoleh kemudian tersenyum lebar. “park jung soo ssi!!!” ia melambai-lambaikan tangannya.
Jung soo tersenyum kemudian menghampirinya “apa aku mengganggu??”
“tidak. . .aku baru saja selesai mengajar. . . “
“bagaimana kalau kita cari minum sambil jalan-jalan??” tawar jung soo.
“ayo!!” balas gadis itu ceria.
Mereka berdua berjalan dipinggir jalan yang sepi. Langit terlihat mendung, dan cuaca sedikit dingin.
“jung soo ssi__”
“panggil aku oppa!!” potong jung soo.
Soo ra terdiam sejenak kemudian tersenyum “jung soo oppa, bagaimana pekerjaanmu?? Apa tidak melelahkan??”
“tentu saja melelahkan, tapi setelah melihatmu tertawa rasa lelah itu hilang semuanya, bagaimana kedengarannya??”
Soo ra tertawa kecil “itu aneh. . .”
“ya, itu aneh. . .” desah jung soo pelan “karna itu, kau harus selalu tertawa untukku, tidak boleh sedih ataupun menangis lagi, karena jika kau baik-baik saja akupun akan baik-baik saja!!”
Gadis itu berhenti melangkah dan menatapnya heran. Jung soo mengerutkan keningnya. Apa ia salah bicara?? Tapi kenapa ia berbicara seperti itu tadi??
“terima kasih oppa. . .” soo ra tersenyum lembut.
“yaak Han soo ra!!!!”
Mereka berdua menoleh kaget dan langsung berbalik begitu mendengar panggilan itu. seorang gadis berambut pendek terlihat sedang berlari kearah mereka.
“ji eun ya. . . ada apa??” tanya soo ra bingung.
Gadis itu mengulurkan sebuah surat dengan nafas terengah-engah. “undangan seminar music minggu depan!!” jawabnya dengan tersegal “seharian ini aku mencarimu kau tau?! kenapa ponselmu tidak diangkat??” tanya ji eun sebal.
“maaf, aku tidak membawa ponsel hari ini!!”
Ji eun sudah akan mengomel tapi langsung membelakkan mata begitu melihat jung soo “leeteuk oppa, gyaaaaaa. . . .” jeritnya histeris dan langsung memeluk jung soo.
Jung soo yang tidak siap dengan keadaan itu hanya bisa menatap kaget.
“leeteuk. . .??” gumam soo ra gamang sambil menatap mereka tidak mengerti.
Ji eun melepaskan pelukkannya dan menatap kesal pada soo ra “kenapa kau tidak bilang kalau kau mengenal leeteuk oppa?? bukankah kau tau aku ini fans-nya??!”
“fans. . .??”
“soo ra ya. . . i. . .itu. . .” jung soo tidak tau harus menjelaskan apa.
“jangan fikir kau tidak tau leeteuk oppa, leader dari super junior boyband terkenal itu?!”
Soo ra menatap jung soo nanar “tentu saja aku tau. . . benar-benar tau. . .” ucapnya pelan dengan nada kecewa yang teramat sangat kemudian berlari pergi meninggalkan mereka.
“soo ra ya, tunggu!!!” teriak jung soo sambil melepaskan tangan ji eun dengan yang memeluknya kemudian berlari mengejar gadis itu mengabaikan ji eun yang berteriak-teriak dibelakang sana.
Tetesan-tetesan air mulai turun. Gerimis. . . air mata soo ra mengalir begitu saja. kenapa rasanya sesakit ini?? Orang yang dia percaya ternyata. . .
“soo ra ya kumohon berhenti!!” kata jung soo sambil menahan tangan gadis itu.
“lepaskan aku!!” soo ra mencoba melepaskan tangannya.
“dengarkan aku dulu!!”
“apa yang harus kudengar???” bentaknya. Ditatapnya jung soo dengan penuh kemarahan “apa kenyataan bahwa kau sudah membohongiku?? Apa kenyataan bahwa kau sebenarnya adalah seorang penyanyi terkenal??”
“bukan!!” potong jung soo cepat “tapi kenyataan bahwa aku menyukaimu. . .”
Soo ra mematung ditempatnya. Air matanya mengalir deras.
“kenyataan bahwa aku memang jatuh cinta padamu sejak saat pertama kali kita bertemu!! Kenyataan bahwa aku menyukai segala yang ada pada dirimu dan kenyataan bahwa aku takut kehilanganmu jika aku mengaku yang sebenarnya. . . kenyataan itulah yang ingin kukatakan kepadamu!!”
“tapi ada kenyataan yang tidak kau ketahui. . .” kata soo ra lirih hampir tidak terdengar “kenyataan bahwa kaulah yang dicintai saudara kembarku. . . kenyataan bahwa untuk bertemu denganmu-lah ia pergi untuk selama-lamanya. . . dan kenyataan bahwa kau-lah yang membuatku membenci semua penyanyi dan aktor. . . itu adalah kau, leeteuk ssi. . .”
Begitu terkejutnya jung soo hingga tanpa sadar ia melepaskan pegangan tangannya. Rasa sakit itu menghujam tepat dihatinya. Kenyataan orang itu adalah ia, membuatnya mati rasa.
“tidak ada yang bisa mengubah kenyataan. . .dan memang tidak seharusnya kita bertemu, lupakan semua tentang pertemuan kita jung soo ssi. . . selamat tinggal. . .”
Hingga gadis itu pergi dari hadapannya, tubuh jung soo masih membeku. . .

Semua yang ada diruangan pemimpin SM entertaiment itu menatap heran saat melihat leeteuk masuk dalam keadaan basah kuyup.
“hyung, kenapa kau basah kuyup??” tanya eunhyuk, salah satu member super junior.
Jung soo menatap semua yang ada disitu, termasuk pemimpin agency-nya “aku ingin berhenti menjadi penyanyi!!” katanya tegas.
“yaak hyung ini bukan waktunya bercanda!!” kata donghae.
“aku tidak bercanda!” jawab jung soo.
“jangan main-main jung soo ya!!” kata lee soo man, pemilik SM entertaiment tempat agency jung soo.
“untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku tau ada seseorang yang begitu membenci pekerjaanku, dan aku tidak ingin dia membenciku!! Aku benci melihatnya menangis karna aku!!”
“a. . .apa. . .kau sedang menyukai seseorang??” tanya siwon shock.
“ya, dan untuk melihatnya tersenyum, aku akan melakukan apapun!!”
Dan berita tentang keluarnya leeteuk super junior-pun menjadi berita menghebohkan dikorea. Namun jung soo tidak perduli dengan semua itu. . .

Soo ra masih menangis sejak kejadian itu. kenapa orang itu harus jung soo?? Kenapa?? Kenapa ia merasa sakit seperti ini?? Apa ia menyukainya?? Apa ia menyukai laki-laki itu?? laki-laki yang selalu membuatnya tertawa dan merasa nyaman.
Dibukanya kamar saudara kembarnya yang tertutup hampir lima tahun itu. begitu pintu itu terbuka, yang dilihatnya adalah poster-poster super junior dan beribu-ribu foto leteuk yang memenuhi dinding kamar itu. air matanya terus bergulir. Diambilnya selembar foto leteeuk. Kenapa ia begitu bodoh hingga tidak menyadari kemiripan antara leeteuk dan jung soo?? Kemudian matanya menangkap sebuah artikel diantara foto-foto itu.
Nama : park jung soo
Nama panggung : leeteuk
Ia semakin terisak saat membaca artikel biodata jung soo itu. hatinya terasa sakit benar-benar sakit. “eonni. . .mianhae. . .sepertinya aku menyukainya. . . bolehkah aku ikut menyukainya??” gumam soo ra lirih. Entah berapa lama air matanya mengalir, hingga semakin lama kemudian ia semakin terlelap.
‘soo ra ya, lihat, aku membeli gantungan ponsel ini tadi!! Bagus bukan??’
‘eonni, aku ingin itu!!!’
‘kau menginginkannya??’
‘ya, belikan satu juga untukku!!’
‘tapi hanya ini yang tersisa. . .’
‘aku benar-benar menginginkanya. . .’
‘baiklah ini untukmu saja!!’
‘benarkah?? Lalu bagaimana dengan eonni??’
‘asal kau senang, aku-pun ikut senang!!’
Soo ra tersentak dan langsung terbangun dari tidurnya. Kenangan masa lalu itu muncul dalam mimpinya. Air matanya jatuh begitu saja “gomawo eonni. . .” bisiknya lirih. Ia tau kalau saudara kembarnya itu akan selalu mengalah untuknya. Kemudian disadarinya ada yang menggedor-nggedor pintu rumahnya. Ia segera beranjak dari duduknya dan berlari menuruni tangga. Tidak ada siapa-siapa dirumahnya karna kedua orang tuanya sedang bekerja.
“soo ra ya, buka pintunya!!!”
Ia mendengar teriakan ji eun dibalik pintu itu. dengan cepat dibukanya pintu itu. begitu pintu terbuka, ji eun mendorongnya masuk sambil memegang kedua bahunya erat-erat.
“katakan kepadaku apa yang terjadi??”
“apa??”
“setelah kejadian kemarin, leeteuk oppa memutuskan untuk berhenti menjadi penyanyi!! Kau tidak menyuruhnya melakukan hal itu bukan??”
“apa?? berhenti??”
“ya. . .bisakah kau melakukan sesuatu untuk mencegahnya?? Kumohon. . . karirnya bisa hancur!!”
Soo ra terdiam sejenak kemudian ia berlari pergi begitu saja.
“yaak tunggu aku!!” teriak ji eun sambil mengikutinya.
Ia terus berlari menuju tempat agency itu. ternyata didepan gedung agency itu begitu ramai karna ada sekelompok gadis yang berdemo meminta jung soo untuk tidak berhenti. Soo ra menerobos kerumunan itu dan mencoba masuk. Tapi bodyguard-bodyguard itu menahannya. Ia melihat jung soo yang sedang berjalan akan masuk kedalam.
“park jung soo ssi!!!!!” teriaknya kuat.

Jung soo yang akan menghadiri conferensi pers tiba-tiba menghentikan langkahnya saat didengarnya teriakan itu. ia menoleh, berbalik dan tertegun saat dilihatnya gadis itu ada diantara sekerumunan gadis-gadis. Ia membisikkan sesuatu pada bodyguard disebelahnya. Kemudian orang itu menarik soo ra keluar dari kerumunan gadis-gadis itu dan melewati bodyguard-bodyguard yang menahannya.
Dihampirinya gadis itu. pipinya basah karna air mata. Demi tuhan ia tidak ingin melihat gadis itu menangis.
“kenapa. . .??” tanya soo ra pelan “kenapa berhenti??”
“aku tidak ingin kau membenciku. . .” jawab jung soo pelan. terlihat keterkejutan dimata gadis itu “bila dengan berhenti menjadi artis kau tidak membenciku, maka aku akan melakukannya. . .aku tidak ingin melihatmu menangis, aku tidak ingin melihatmu bersedih, tentang saudara kembarmu, aku sama sekali tidak tau saat itu, maaf. . .”
“kenyataan apa yang kau punya??” tanya soo ra lagi.
“kenyataan bahwa aku tidak ingin kau membenciku, kenyataan bahwa aku tidak ingin kehilanganmu, kenyataan bahwa aku ingin selalu disisimu, kenyataan bahwa aku ingin membahagiakanmu, dan kenyataan bahwa aku mencintaimu han soo ra. . .”
“dan aku-pun punya satu kenyataan untukmu. . .” kata soo ra pelan “kenyataan bahwa aku mencintai park jung soo. . . bukan leeteuk. . .”
Jung soo menatap terkejut “jadi. . .??”
“jangan berhenti menyanyi, karna itu adalah impianmu. . . sama seperti saudara kembarku yang berusaha meraih mimpinya hingga akhir, kau juga harus berusaha hingga akhir. . .dan aku, akan selalu disisimu karna kenyataan lain yang kupunya adalah aku juga mencintaimu. . .”
Seolah beban yang menghimpitnya itu hilang, jung soo menarik gadis itu kedalam pelukannya “saranghae soo ra ya, neomu saranghae. . .”
“nado saranghae. . .” balas soo ra lirih.
Jung soo mempererat pelukannya, mengabaikan semua gadis yang berteriak-teriak histeris disitu, mengabaikan para wartawan, dan mengabaikan semuanya. Kenyataan bahwa gadis ini menjadi miliknya, membuatnya tidak perduli apapun lagi. . .

FIN