Tags

, ,

Buuuk. . . Tangan Hyo Ra melayang menimpa wajahnya, “Yaaak!!” teriaknya kesal, tapi belum sempat mulutnya menutup kaki Hyo Ra sudah menimpa tubuhnya.
“Aiiish jjinja!!” runtuknya kesal sambil bangun dan keluar kamar.
Ia pergi sambil menggerutu panjang lebar. Mengambil psp dan memainkannya. Saat musuh dalam gamenya terjatuh kemudian menangis, otaknya langsung bersinar triiiing. . . Tanda ada ide.
Kalau gadis itu terjatuh pasti ia akan menangis. Dengan senyum evil Kyuhyun mengambil sebotol sabun dan menumpahkannya dilantai sekitar tangga “Aku pasti berhasil!!” senyumnya licik.

Kyuhyun mengerjap pelan. Semalam ia memutuskan untuk tidur disofa. Samar-samar didengarnya suara teriakan. Kyuhyun mengerjapkan matanya sambil menguap kecil.
“Yohooo. . . Yihaaaa. . .”
Matanya langsung mendelik begitu melihat pemandangan didepannya “a. . .apa yg kau lakukan??”
“kyu oppa ayo kemari, ini sangat asyiiik >.< yihaaa. . . Lantainya jadi licin, sangat menyenangkan dibuat meluncur, woooo. . .” gadis itu meluncur kesana kemari bersama popo yg terbang mengikutinya.
Kyuhyun menggigit bantal sambil menatap gadis itu. Ia gagal lagi!!
“siaal! Apa yg bisa membuatnya menangis??” desis kyu geram kemudian beranjak dan melangkah menuju dapur.
“huwaaaa. . .” buuuuk. . . Pantatnya menghantam keras lantai.
“oppa kau tidak apa2??” teriak hyo ra.
“kenapa disini juga licin??” tanya kyuhyun marah.
“karna nanti mau ku pel jadi kuratakan saja semua sabunnya. . .” ujar hyo ra dgn wajah innocentnya.
“aiiish. . . Shit!” kyuhyun meniup lantai itu dan semuanya jadi kering.
“wow kereen. . .” gumam hyo ra kemudian melesat pergi dan kembali lagi dgn membawa sekeranjang pakaian yg masih setengah basah “oppa bikin ini menjadi kering juga!!!” jerit hyo ra senang.
“kukyuu. . .”
“KALIAN MAU MATI HAH??”
“GYAAAAAAA. . .” seketika hyo ra melemparkan keranjangnya dan kabur bersama popo.
Pluuk. . . Sehelai pakaian jatuh tepat diatas kepala kyuhyun. Kyuhyun mengambil dan meremasnya sambil mengeram emosi.
***

Tap. . .tap. . .tap. .
“oppa aku berangkaaat!!” teriak hyo ra sambil menenteng tas ranselnya yg didalamnya ada popo.
Kyuhyun yg sedang makan cepat-cepat menyelesaikan makannya. Ia akan mengikuti hyo ra hari ini, mencari tahu kelemahan gadis itu.
Dibuntutinya hyo ra dari belakang. Gadis itu berjalan dgn riang kekampusnya. Ia sempat mampir kesebuah toko dan membeli sekotak kue, kemudian berhenti sebentar ditoko bunga untuk membantu ajhuma itu mengangkat keranjang bunga.
Kyuhyun terus mengikutinya sambil mengendap-endap dibalik pohon, tiang bahkan tong sampah. Hyo ra adalah gadis yg sangat ceria, seolah-olah tidak ada beban sama sekali. Ia juga ramah kepada setiap orang. Hingga hyo ra selesai kuliah kyuhyun belum menemukan satupun kelemahannya. Tapi kyuhyun tidak menyerah diikutinya terus hyo ra. Gadis itu masuk ketoko kaset dan kyuhyun juga ikut masuk. Tiba-tiba matanya menatap puluhan kaset game. Senyumnya langsung mengembang sambil asyik melihat-lihat kaset itu.
Bruuuk. . . Seseorang tidak sengaja menabraknya. Orang itu mengucapkan permintaan maaf, saat itu juga kyuhyun sadar, hyo ra sudah pergi. Cepat-cepat ia berlari menyusul gadis itu. Ia tidak tau jalan, kalau sampai ia kehilangan hyo ra, itu artinya ia akan tersesat. Kyuhyun berlari-lari kecil sambil memandang sekelilingnya. Hari sudah gelap, kemana gadis itu?? Tiba-tiba langkahnya terhenti. Ia mundur beberapa langkah kebelakang dan menengok sebuah gang sempit. Disana hyo ra sedang meringkuk ketakutan sambil memeluk popo sementara didepannya ada seorang ajhusi yg mencoba menyentuh hyo ra. Tiba-tiba saja kyuhyun merasa emosi. Dihampirinya ajhusi itu dgn cepat dan bouuugh. . . Kepalan tangan kirinya menghantam wajah ajhusi itu.
“bagaimana bisa kau membuatnya menangis sementara aku kesulitan melakukannya ha???” teriak kyuhyun marah sambil memukul ajhusi itu “seharusnya dia menangis karnaku! Bukan karnamu!!”
Ajhusi itu kualahan hingga akhirnya berlari pergi.
Kyuhyun mengatur nafasnya sejenak kemudian berjongkok didepan hyo ra “ayo kita pulang!” kata kyuhyun pelan sambil memutar tubuhnya “naiklah. . .”
Perlahan tangan hyo ra memeluk leher kyuhyun sementara popo terbang dan masuk kedalam tas ransel hyo ra.
Kyuhyun menggendongnya pulang. Ia merasakan tubuh gadis itu gemetar.
Sampai dirumah kyuhyun langsung mendudukkan hyo ra disofa. Kyuhyun berlutut didepannya sambil memberikan segelas air.
“huwaaaa. . .” tangis hyo ra pecah setelah menghabiskan segelas air.
“yaaak sudah diam!!!” teriak kyuhyun “kalau ajhusi itu kenapa kau takut sedangkan aku tidak???”
“HUWAAA EOMMAAAA. . . .” tangis hyo ra semakin kencang.
“yaak diamlah!!”
Greeeb. . .
Tiba2 hyo ra memeluk kyuhyun erat membuat namja itu tersentak sekaligus membeku.
“aku sangat takut. . .benar-benar takut. . . Jangan pergi oppa. . .” isak hyo ra.
Tangan kyuhyun terangkat perlahan kepunggung hyo ra “ssst. . . Tenanglah. . .” bisik kyuhyun pelan “ayo kita tidur!” dipeluknya lebih erat tubuh hyo ra kemudian diangkatnya, dibawanya keatas, kekamarnya. Kali ini kyuhyun ikut tidur dikamar hyo ra karna gadis itu masih memeluknya erat. Tapi entah kenapa tingkah hyo ra saat ini begitu tenang saat tidur. Kyuhyun menghela nafas pelan.

Tbc