Tags

, ,


Eun chan merasakan kepalanya berputar2. Ia mengerjap beberapa kali sambil memijit keningnya. Ia menatap ruangan yang serba putih itu kemudian hampir memekik saat melihat namja itu ada disebelahnya sedang tidur. eun chan membekap mulutnya kuat2 kemudian turun dari tempat tidur perlahan dan pergi diam2.
“uuugh. . . kenapa hari ini aku sial sekali. . . sebenarnya apa yang terjadi disekolahan ini?? in jung harus menceritakan kepadaku nanti. . .” gumam eun chan pelan.
Eun chan kembali kekelasnya dan minta maaf kepada lee seongsaengnim dengan beralasan ia habis dari ruang kesehatan. Melihat wajahnya yang agak pucat, lee seongsaengnim tidak bertanya apa2 lagi dan menyuruh eun chan duduk untuk mengikuti kelas sejarah.
“baiklah anak2, pelajaran kita sampai disini, jangan lupa untuk mengumpulkan tugas minggu depan!!”
Lee seongsaengnim berjalan keluar, eun chan menghela nafas sambil memasukkan buku2 kedalam tasnya dengan lesu.
“siapa yang menyuruhmu untuk kabur??”
Eun chan menghentikan gerakannya dan membeku. Ia menoleh pelan2 dan namja itu ternyata sudah duduk manis disebelahnya dengan wajah yang terlalu dekat..
“gyaaaa……..” ia menjerit keras sambil melemparkan bukunya dan sontak memundurkan wajahnya.
Heechul memegang kursi eun chan dan memutarnya hingga gadis itu menghadap kearahnya membuat eun chan tidak bisa bergerak karna kedua tangan heechul memegangi kedua pegangan kursinya.
“jawab aku siapa yang menyuruhmu untuk kabur???” bentak heechul tetap didepan wajah eun chan.
“mi. . . mianhamnida. . .” ucap eun gemetaran tidak berani menatap mata heechul.
“kau__” kata2 heechul terhenti saat mendengar suara ponsel berbunyi. Dikeluarkannya ponsel itu dari sakunya.
“yaak itu pon. . .selku. . .” suara eun chan langsung turun drastis begitu heechul menatap tajam, ia menunduk tidak berani mengangkat wajah.
“ya??” jawab heechul kasar begitu mengangkat ponsel “ya, aku kim heechul, ada perlu apa??. . . temanmu??” heechul melirik eun chan sekilas kemudian menyeringai “tidak ada yang bisa kau lakukan kalau aku berbuat sesuatu kepadanya, jangan ganggu kami!!!” heechul langsung memutus sambungan telphone itu.
Ditepuknya pipi gadis itu pelan “dengarkan aku park eun chan ssi. . . mulai saat ini kau menjadi milikku!!! Kau harus menuruti semua perintahku kalau kau ingin selamat!! Araseo???”
Eun chan mengangguk pelan dengan tubuh gemetar sementara heechul menikmatinya “mulai saat ini, ponselmu kubawa dan kau membawa ponselku!! Jika ada pesan atau informasi yang tidak kau sampaikan kepadaku, kupastikan kau tidak akan selamat!! Dan jangan coba2 kabur dariku karna aku akan menemukanmu selama kau masih ada didunia, langsung datang begitu kupanggil” heechul meraih tangan eun chan yang sedingin es kemudian meletakkan ponselnya sendiri kedalam genggaman tangan gadis itu “dan ingat, jangan memanggilku seenaknya, panggil aku oppa!!! araseo??”
Eun chan mengangguk lagi masih tidak berani menatap wajah heechul. Heechul berdiri dari duduknya dan menatap sekerumunan siswa2 yang penasaran melihat mereka itu “dan kalian, jangan pernah berani mengganggunya atau bertanya apapun kepadanya, kalau tidak kalian akan mati!!!” ancam heechul kemudian berjalan pergi meninggalkan kelas.
Tidak lama kemudian in jung datang dan langsung berlari menghampiri eun chan yang masih duduk gemetaran ditempatnya “eun chan ah, apa kau baik2 saja?? apa dia menyakitimu?? Apa yang terjadi??”
Eun chan hanya menatap in jung dengan wajahnya yang pucat pasi “sepertinya riwayatku sudah tamat in jung ah. . .” kata eun chan gemetaran.
****

“kau yakin ingin mendengarnya??”
“ya, aku ingin tau seperti apa dia. . . seberapa bahayanya dia. . .”
In jung menghela nafas pelan “baiklah. . . dulu saat kim heechul masuk chunsa untuk pertama kalinya, semua orang sudah tau bahwa ia adalah putra pemilik saham terbesar dichunsa. Kau tau, hingga kini semua murid chunsa tidak pernah tau seperti apa wajah appa kim heechul itu. saat hari pertama ia masuk, kim heechul sudah berani menghajar seorang guru hingga guru itu keluar dari chunsa. Kemudian ia juga suka bertingkah seenaknya, suka berkelahi dengan sunbae dan tidak mengenal rasa takut. Sejak itu ia ditakuti oleh semua siswa. . . mungkin ia memang kelihatan seperti seorang aktor yang terlihat keren, tapi asal kau tau, ia benar2 mengerikan jika sedang marah.
Semua guru sudah tidak bisa menghadapinya lagi, karna itu, apapun yang dilakukan heechul, mereka sudah tidak perduli. . . “
“lalu apa yang harus kulakukan??” keluh eun chan.
“eun chan ah, aku hanya bisa memberimu sebuah saran!! Ikuti saja maunya, dengan begitu kau akan selamat. . .”
“berarti aku tidak punya pilihan lain??”
“aku hanya bisa mendo’akanmu. . .”
“kalau kibum?? Kau tau dia?”
“yaak, aku mau menanyakan sesuatu kepadamu, bagaimana bisa kau mengirimkan surat kepadanya???”
“itu bukan dariku. . .”
“apa maksudmu??”
“gadis dikelasku menyuruhku memberikan surat itu kepadanya, dia bilang dia menyukainya dan malu untuk memberikan surat itu sendiri. . .”
In jung mendecak pelan “seharusnya aku memperingatkanmu lebih awal, jangan mau melakukan apapun yang disuruh gadis2 yang baru kau kenal, mereka itu suka mengerjai siswa baru!!”
“tapi memangnya siapa kim kibum itu?? kenapa semuanya menatapku aneh saat itu??”
“kalau kim heechul adalah king of chunsan. . .maka kibum adalah princess of chunsan!! Dia orang yang benar2 populer dichunsan, ayahnya pemegang saham terbesar nomor dua, ya. . . kau tau dia sangat tampan bukan?? Tapi ia tidak pernah tertarik dengan yeoja, aku kadang mengira2 apakah dia seorang gay?? Tapi ia juga tidak pernah dekat dengan namja, bisa dibilang dia tidak dekat dengan siapapun!!”
“kelihatannya dia lebih pantas disebut sebagai prince of ice, dan kim heechul king of evil!!”

Berkali2 eun chan menghela nafas. Ia berjalan pelan dengan wajah muram. Semua yang dikatakan in jung semakin membuatnya takut. “kenapa aku harus bertemu dengan mereka??” keluh eun chan.
Ia menggosok2kan telapak tangannya karna udara yang dingin. Tiba2 matanya menangkap sesosok namja yang sedang duduk disebuah bangku taman. Dengan ragu dihampirinya namja itu.
Eun chan terdiam saat mengenali sosok namja itu. kim kibum sedang duduk ditaman dengan kepala mendongak keatas. Matanya terpejam, sepertinya ia sedang tidur, dan ditelingannya terpasang earphone yang selalu dibawanya.
Eun chan melihat ada daun kering yang tersangkut dirambut kibum. Dengan ragu ia mengulurkan tangannya untuk mengambil daun itu. tiba2 sebuah tangan memegang tangannya dengan erat membuatnya tersentak.
“apa yang kau lakukan??” tanya kibum datar.
“a. . . aku. . . hanya mengambil ini. . .”
Eun chan menatap namja itu takut. Kibum melepaskan pegangannya dan menatap eun chan tajam.
“apa yang kau lakukan disini??”
“aku sedang berjalan pulang, tapi tidak sengaja melihatmu disini!! Apa yang kau lakukan malam2 disini??”
“kenapa aku harus memberitahumu??”
“mi. . .mianhae. . . dan soal yang tadi itu. . . itu benar2 bukan suratku, teman sekelasku yang membuatnya, ia menyukaimu jadi ia memintaku untuk memberikan surat itu kepadamu, mohon jangan salah paham. . .”
Kibum tersenyum sinis “kau benar2 terlalu lugu!!” komentarnya sambil mengeluarkan surat itu dari sakunya “aku tidak perduli siapa yang membuat surat ini, yang kutau ada nama park eun chan disini!!”
“tapi aku tidak menyukaimu. . .” saut eun chan polos.
“apa aku bilang kau menyukaiku?? Bacalah!!” kibum mengulurkan surat itu kepada eun chan.
Dengan ragu eun chan membuka surat itu dan membacanya.
‘kim kibum brengsek, mati kau!!!’
Eun chan shock melihat tulisan itu, apalagi ada namanya dibawah tulisan itu “i. . .ini. . . sungguh bukan aku yang menulisnya!!”
“aku tau. . .” jawab kibum santai “suratmu sangat menarik!!”
“apa kau gila?? Disini tertulis kau brengsek, itu artinya kau sangat dibenci, kenapa kau bilang menarik??” tanya eun chan heran.
“karna baru kali ini aku menerima surat pernyataan kebencian!! Dan itu dari kau!!”
“sudah kubilang bukan aku!!!” protes eun chan.
“kau bilang tadi kau tidak menyukaiku!!”
“aku memang tidak menyukaimu, tapi aku juga tidak membencimu!!”
“kau tidak menyukaiku tapi tidak membenciku?? Lalu??”
Eun chan mengerutkan keningnya “kenapa kau menanyakan pertanyaan yang sulit??”
Kibum tergelak “duduklah. . .” katanya sambil menepuk2 bangku disampingnya.
Walaupun ragu eun chan menurut “in jung bilang kau ini sangat dingin, seperti es, tapi kenapa sekarang terlihat berbeda??” tanya eun chan bingung.
Raut wajah kibum kembali dingin. Tapi kemudian bibirnya tersenyum tipis “begitukah??”
“ya. .. “
“aku muak melihat mereka semua!!”
“kenapa??” tanya eun chan terperangah.
“kenapa aku harus memberitahumu??”
“mi. . .mianhae. . .”
“kenapa kau pindah ke chunsan??” tanya kibum tiba2.
“eomma yang menyekolahkanku disana, jadi aku menurut saja!!”
“bisakah kau merahasiakan pertemuan ini??”
“aku mengerti. . . lagipula aku juga tidak mau dibunuh oleh gadis2 yang menyukaimu. . .”
Kibum tergelak lagi “bukankah ada heechul yang melindungimu?? Aku yakin tidak ada yang berani menyentuhmu!!”
Eun chan mendesah berat “kenapa kau mengingatkanku kepadanya??? Memang tidak akan ada yang berani menyentuhku, tapi ia sendiri yang akan membunuhku kalau tau hal ini, Aku jadi ingin membunuhnya dengan kedua tanganku sendiri!!!”
Kibum tertawa melihatnya “kau benar2 menghibur!!”
“mwo??”
“kau tau kenapa aku selalu memakai earphone ini??” tanya kibum.
“apakah aku harus tau??”
“karna dengan begini, aku tidak bisa mendengar suara2 yang tidak ingin kudengar (dream high-jin gook)”
Eun chan hanya diam menatapnya. Ia tidak tau harus bicara apa, juga berbuat apa “aku harus pulang. . .” katanya pelan.
“pergilah. . . dan jangan katakan apapun tentang ini!!”
“ne, araseo, anyeong. . .”
Eun chan beranjak dari duduknya dan melangkah pergi.
****
tbc