Tags

, , , , ,

“oppa. . . Kau masih menyimpannya??” air mata seohyun jatuh begitu saja tanpa sempat dicegahnya.
Tiba2 terdengar handle pintu diputar, cepat2 seohyun menarik salah satu laci dan memasukkan benda itu. Ia kembali ketempatnya sambil menghapus air matanya.
Jung soo membuka pintu dan masuk kedalam “maaf membuatmu menunggu. . . Ini pakailah!” jung soo berjongkok kemudian melepas sepatu seohyun dan menggantinya dgn sepatu biasa tanpa hak. Pas. . .
Seohyun tertegun melihatnya “oppa. . . Kau masih ingat ukuran kakiku??”
Jung soo tersenyum gugup “benarkah? Aku tidak sempat memikirkannya tadi saat mengambilnya!”
Seohyun tersenyum tipis “sepanjang apapun waktu yg kupunya, selama itu aku tetap akan menunggumu oppa, terima kasih sudah mengobatiku!” ucap seohyun kemudian pergi meninggalkan jung soo yg tertegun menatapnya.
***

“ajhuma, apa yg kau lakukan??” tanya young ri saat pembantu yg disewa siwon memindahkan semua barang2nya.
“ah tadi tuan siwon menyuruh saya memindahkan barang2 nyonya kekamarnya!”
“mwo?? Tung. . . Tunggu dulu. . . Untuk apa dia melakukan itu??”
“kalau itu saya tidak tau, tapi apakah tidak aneh? Bukankah kalian sepasang suami istri? Kenapa memakai kamar terpisah??”
Young ri tergelagap “i. . . Itu karna dia selalu menyebalkan, mangkanya aku tidak mau tidur dgnnya!” jawab young ri cepat.
“aiigoo. . . Kalian ini seperti pasangan anak muda saja!” dan dimulailah petuah dari sang ajhuma yg entah bicara apa. Young ri tidak terlalu mendengarkannya karna ia sedang mengamati barang2 siwon.
Ia membuka laci kamar siwon satu per satu dan menemukan paspor siwon. Dilihatnya paspor itu dan tersenyum saat melihat fotonya.
“7 april. . .” young ri mengerutkan keningnya sejenak kemudian tersentak “omo sekarang hari ulang tahun siwon??”
“ada apa?” tanya ajhuma heran.
“ah ani. . . Ajhuma, aku mau pergi dulu, nanti kalau sudah selesai pulang saja tidak apa2!”
“perlu kutemani??”
“aniyo! Aku pergi dulu!!”
Young ri mengambil tasnya kemudian pergi kesuper market. Ia berjelanja dan mencari kado untuk siwon. Dihubunginya namja itu saat ia sedang memilih2 sayur.
“ya jjagi??” tanyanya begitu telp. Tersambung.
“jam berapa kau pulang nanti??”
“hmm entahlah, hari ini ada meeting hingga malam! Waeyo?”
“kau harus tiba dirumah sebelum pukul 7!!”
“ye?? Memangnya ada apa? Aku harus ikut meeting itu!”
“ini permintaan keduaku, pulanglah sebelum pukul 7 araseo?? Kalau tidak kau tidak akan melihatku lagi!!”
“yaak mana bis_”
Young ri langsung menutup telphonenya sambil tersenyum kemudian melanjutkan kegiatannya.
Setelah berbelanja dan mencari kado dan memesan kue ulang tahun untuk siwon, ia pulang dan memasak. Diaturnya meja makan itu dgn bagus. Ia melirik jam dan menyadari hari hampir malam. Masih ada waktu untuk mengambil kue. Cepat2 young ri menyelesaikan pekerjaannya kemudian pergi ketoko kue.
“maaf pesanan saya sudah selesai?”
“ah mohon tunggu sebentar nona!”
“baiklah!”
Young ri mengamati suasana toko yg cukup besar itu. Selain sebagai toko kue, toko ini juga merangkap sebagai cafe. Tiba2 pandangan young ri jatuh pada sudut toko itu. Disana terlihat seohyun sedang duduk bersama siwon, kemudian mereka beranjak dari duduknya dan. . . Berpelukan?? Cepat tapi jelas, seohyun mengecup pipi siwon singkat kemudian berjalan pergi. Dan siwon hanya tertawa kecil.
Mata young ri mulai terasa panas, sebulir air mata jatuh membasahi pipinya dan pandangan mereka bertemu. . .

“jam berapa kita meeting?” tanya siwon dingin.
“jam setengah tujuh!” saut seohyun.
“batalkan, tunda hingga besok pagi!”
“mwo? Kenapa?”
“apa ada masalah?”
“ti. . .tidak! Lalu apa yg akan kau lakukan?”
“aku harus pulang sebelum pukul 7!!”
“oppa bisakah kita bicara sebentar?? Masih ada satu setengah jam sebelum pukul 7!” pinta seohyun.
Siwon menatap sejenak “baiklah. . . Kita bicara diluar!”
Seohyun mengajak siwon kesebuah cafe. Ia memutuskan untuk berbicara hal yg sebenarnya pada siwon.
“jadi itu alasanmu kau pergi keluar negri??” tanya siwon pelan “karna kau mencintai hyung??”
Seohyun mengangguk pelan “aku minta maaf oppa, kau pasti sangat terluka waktu itu, tapi kami juga terluka. . . Jung soo oppa sangat menyayangimu dan orang tuamu, itulah kenapa dia merelakanku, tapi aku tdk bisa oppa, aku terlalu mencintainya hingga aku memutuskan untuk pergi. . .”
“lalu. . . Apa kau masih mencintainya?”
Seohyun mendesah pelan “sangat bodoh bukan kalau aku mengatakan iya?!”
Siwon tersenyum “bukankah cinta memang membuat kita menjadi bodoh??”
“benar. . . Dan aku minta maaf mengenai syal itu, entahlah, tapi aku iri padamu saat itu! Kau sudah menemukan orang lain yg kau cintai, sedangkan aku?! Aku masih tetap berharap padanya!”
“lalu apa yg akan kau lakukan??”
“tentu saja berusaha mendapatkannya kembali! Aku tau dia masih mencintaiku!”
“itu bagus! Kau tau? Istriku cukup dekat dgn hyung, aku akan sangat berterima kasih kalau kau mau mengikatnya baik2 disisimu!”
Seohyun tertawa kecil “aku akan berusaha untuk itu!” seohyun meminum minumannya kemudian beranjak dari duduknya “baiklah, bukankah kau harus pulang cepat?!”
“ya!” saut siwon sambil ikut berdiri.
“terima kasih oppa, kau benar2 baik!” ucap seohyun sambil memeluk siwon.
“semoga berhasil!” bisik siwon.
“maaf tidak bisa memberimu kado, selamat ulang tahun!” dgn cepat seohyun mengecup pipinya dan melangkah pergi sementara siwon tertawa geli melihatnya.
Tapi tawa itu langsung lenyap saat ia melihat sesosok wanita yg sedang berdiri didepan rak kue sambil menatapnya. . .terluka?? Lee young ri, gadis itu langsung berlari pergi. . .

Tbc