Tags

, ,

“bagaimana harimu??” tanya ibu eun chan. Malam ini mereka makan bersama disebuah restoran daging.
“menyenangkan. . .” jawab eunchan berbohong.
“eun chan ah, lusa ibu harus mendampingi duta besar korea kejepang, hanya empat hari, kau tidak apa2 kalau sendiri??”
“tidak apa2 eomma. . . aku bisa menjaga diriku sendiri!!”
“baiklah, hanya empat hari, kau ingin apa?? akan eomma belikan!!”
“aniyo. . . pulanglah dengan selamat, itu sudah cukup!!”
“aaah kau benar2 anak yang manis, ayo makan yang banyak!!”
“mmm!!’
Eun chan menikmati makanannya saat ada keributan kecil direstoran itu. seorang wanita sedang marah2 pada seorang pria dan wanita cantik yang sedang makan malam.
“cih, tidak tahu malu. . . bisa2nya mereka berbuat keributan ditempat umum!!”
“eomma, kau kenal mereka??”
“wanita cantik yang memakai gaun merah itu sekretaris disebuah perusahaan besar, aku pernah melihatnya beberapa kali saat menjadi penerjemah untuk bosnya, sedangkan yang pria itu pemegang saham nomor dua dichunsan, sekolahmu, ia sering menemui bos wanita itu, sedangkan yang marah2 itu sudah pasti istrinya!! Laki2 kaya memang sama saja, seenaknya saja bermain wanita!!”
Eunchan terdiam. Pemegang saham nomor dua dichunsan?? Itu artinya. . . dia ayah kibum??

“kau tau kenapa aku selalu memakai earphone ini??” tanya kibum.
“apakah aku harus tau??”
“karna dengan begini, aku tidak bisa mendengar suara2 yang tidak ingin kudengar (dream high-jin gook)”

Eun chan mengerti sekarang apa yang dimaksud kibum saat itu. dan memang tidak ada yang bisa dikatakannya mengenai hal itu. . .
****

Kibum sedang mengambil buku2 dilockernya saat yoona menghampirinya.
“kibum ssi, bisa kita bicara??” tanya yoona.
“bicaralah!!”
“tidak disini!!”
“aku tidak punya waktu!!”
“kenapa kau selalu bersikap dingin seperti ini?? katakan kepadaku apa yang harus kulakukan agar kau bisa menyukaiku??” bentak yoona.
Beberapa murid yang ada disitu menatap penasaran. Kibum menutup pintu lockernya dan berdiri menghadap yoona “menyingkirlah dari hadapanku, maka aku akan menyukaimu!!”
“aku tidak suka bertanya hal ini, tapi apakah kau seorang gay??”
“kenapa aku harus menjawab pertanyaanmu??!”
“sebenarnya kau ini orang yang seperti apa?? park eun chan jelas2 mengirimimu surat makian, kenapa kau bilang itu menarik?? Sedangkan gadis2 yang lebih cantik tidak kau anggap sama sekali!!”
“apa maksudmu kau lebih pantas dibandingkan park eun chan?!” tanya kibum sambil menatap kebelakang yoona, disana heechul yang sepertinya sedang menyeret eun chan berdiri menatap tajam kibum.
“ya benar!! Dia tidak pantas untukmu jadi jangan memilihnya, dia itu milik kim heechul!!!”
“semakin banyak yang bilang dia tidak pantas untukku, semakin aku menyukai dan ingin memilikinya!!” (princess hours- lee yool)
Yoona menatap tidak percaya sedangkan kibum berjalan melewatinya dengan tenang, menatap kim heechul sejenak kemudian meneruskan langkahnya sedangkan eun chan hanya memandang gelisah, musibah apalagi yang akan didapatkannya.

“heechul ssi, lepaskan aku!!!” eun chan meringis kesakitan sambil mencoba melepaskan tangannya tapi sepertinya heechul tidak mau mendengarkannya sama sekali.
“heechul ssi. . .”
Braaak. . .
Heechul menghempaskan tubuh heechul kedinding. Ruangan latihan basket itu sedang kosong. Eun chan menatap heechul penuh ketakutan. “a. . .apa yang kau lakukan??”
“katakan, ada hubungan apa kau dengannya??” tanya heechul dingin.
“a. . .aku. . .”
Braaak. . .
Eun chan tersentak kaget. Heechul menghantam dinding tepat disamping wajahnya. Mata itu penuh kemarahan. “ti. . . dak ada. . .”
“JANGAN BERBOHONG!!!”
“aku tidak berbohong!!!”
“kau adalah milikku park eun chan ssi, jika aku melihatmu dekat dengan satu namja saja akan kupastikan kau tau akibatnya!!”
Ok, ini sudah keterlaluan. Emosi eun chan tiba2 saja naik. Didorongnya tubuh heechul kuat2 hingga mundur kebelakang “kau pikir dirimu siapa??? Kenapa aku harus menurutimu?? Apa kau tuhan yang bisa menentukan keinginanku??” bentak eun chan penuh amarah.
Heechul menyeringai “seharusnya kau tidak melawanku. . .” dengan cepat heechul menghempaskan tubuh eun chan kembali kedinding dan mencium bibir gadis itu.
Eun chan membeku, tapi kemudian ia sadar. Didorongnya tubuh namja itu tapi terlalu kuat. “mmmff. . .” eun chan memberontak tapi heechul semakin kasar melumat bibirnya.
Eun chan memalingkan wajahnya dengan paksa tapi heechul menarik dagunya dengan kasar dan terus melumat bibirnya. Akhirnya eun chan berhenti memberontak. ia diam sambil meneteskan air matanya.
Heechul yang menyadari gadis itu sudah pasrah, mulai bersikap lembut. Semakin lama ciuman kasar itu berubah menjadi lembut.
Ditatapnya gadis itu masih pandangan marah. Gadis itu hanya diam, namun air matanya terus mengalir “aku tidak akan pernah melepasmu park eun chan ssi, ingat itu!!” katanya tajam kemudian pergi meninggalkan eun chan begitu saja.
Eun chan langsung merasa tubuhnya lemas. Ia jatuh terduduk sambil terisak pelan. sebelah tangannya terangkat meremas dadanya. Sakit. . .
****

“eun chan ah, apa kau tidak apa2??” tanya in jung cemas “kau terlihat pucat!!”
Eun chan tersenyum dan menggeleng lemah, “aniyo. . . aku tidak apa2. . . hari ini eomma berangkat keluar negri, jadi aku sedikit sedih. . .” jawab eun chan sambil membereskan buku2nya.
“eomma-mu pergi keluar negri lagi??”
“mm, tapi hanya empat hari!!”
“ah begitu. . . mau menginap dirumahku??”
“aku__”
“ikut aku!!” tiba2 saja heechul datang kekelas eun chan dan menyeret paksa gadis itu.
“eh, eh. . . yaak apa yang kau lakukan??” protes eun chan tapi heechul tidak menjawabnya.

“kenapa kau bawa aku kemari??” tanya eun chan saat mereka masuk kedalam sebuah rumah putih besar.
“aku mau ganti pakaian dulu!!”
“mwo??”
“heechul ah?? Kau tidak sekolah??” seorang wanita cantik keluar dari dapur dengan menggunakan celemek, ia membawa semangkuk kimbab.
“kenapa kau masih disini??” tanya heechul dingin.
“ah, hari ini aku tidak jadi pergi kerumah nenek. . . siapa dia?? Apa dia kekasihmu??”
Heechul menatap eun chan tajam seakan mengatakan ‘cepat-katakan-siapa-kau!’
“an. . .anyeong. . . park eun chan imnida. . .” sapa eun chan gugup sambil membungkukkan badannya.
“ah kau manis sekali nona. . .”
“aku keatas sebentar!!” kata heechul pendek dan langsung menaiki tangga.
“ayo kemari, cicipi kimbab ini!!”
Dengan ragu eun chan menghampiri wanita itu. wanita itu langsung menyuapkan kimbab kemulut eun chan “bagaimana rasanya??”
“mmm ini enak sekali. . .”
“benarkah?? Kalau begitu coba juga yang ini!!” wanita itu menarik eun chan menuju meja makan dan menyuapkan sepotong sushi.
“ini juga enak!!”
“itu makanan kesukaan heechul, tapi ia jarang sekali makan dirumah. . .” keluh wanita itu sedih “bahkan ia tidak mau membawa bekal yang kubuatkan untuknya. . .”
“anda. . . eomma-nya heechul??”
“benar!! Ini pertama kalinya ia membawa gadis kerumah, dan aku sangat senang, aku takut dengan tempramennya yang sangat buruk itu ia tidak akan bisa mendapatkan pacar, eh, bagaimana kalau kalian langsung menikah saja??”
“ukhuuuk. . .” eun chan yang masih mengunyah sushi langsung tersedak.
“eh, kau tidak apa2??” tanya ibu heechul panik sambil memberikan segelas air.
Eun chan meminum air itu sambil menenangkan jantungnya “ajhuma, kami masih sekolah. . .”
“ah, benar juga. . . aku jadi ingin punya cucu. .. heechul selalu bersikap dingin, aku jadi kesepian. . . padahal dulu dia tidak begitu. . . aku tidak tau kenapa tiba2 saja ia berubah saat pulang kembali dari rumah neneknya dulu!!”
“jadi dulu dia tidak seperti ini??”
“apa yang kalian bicarakan??” tanya heechul tiba2 “ayo kita pergi!!” ditariknya tangan eun chan tapi gadis itu tidak bergeming.
“tunggu, cobalah ini dulu, ini sangat enak!!” kata eun chan.
“benar, cobalah, kau pasti suka sushi ini!!” saut ibu heechul sambil mengulurkan tangannya untuk menyuapi heechul.
Heechul memandang tangan ibunya sejenak kemudian memalingkan wajahnya “ayo kita pergi!!”
“eh tunggu. . .” eun chan balas menarik tangan heechul “ayo makan dulu!!”
“ayolah, makanlah dulu!!”
“andwae!!”
“jangan begitu, ajhuma sudah susah payah membuatnya!!”
“cicipi sedikit saja!!”
Heechul menepis tangan ibunya dengan kasar “sudah kubilang aku tidak mau!!!” bentaknya membuat kedua perempuan itu membeku “ayo pergi!!” diseretnya eun chan paksa.
“ta. . .tapi. . .” eun chan masih menoleh kebelakang dan melihat ibu heechul sedang menangis.