Tags

, ,

Eun chan masih diam menatap taman hiburan didepannya itu. mod-nya benar2 tidak bagus. Heechul menghela nafas pelan “ini memang sangat memalukan, tapi. . . ayo kita berkencan!!!”
Eun chan menatap kaget. Apa? apa katanya? Apa namja ini serius??
Heechul menarik tangan eun chan mengajaknya berjalan pelan. eun chan hanya mengikutinnya dengan diam.
“kenapa kau selalu berjalan dibelakangku?? Berjalanlah disisiku!!!” ditariknya eun chan agar sejajar dengannya kemudian mulai berjalan lagi. “mmm. . . kita makan dulu!!!” katanya sambil mengajak eun chan memasuki sebuah tempat makan.
Eun chan dan heechul makan dengan diam. Yang satu masih kesal dan yang satu merasa canggung. Selesai makan mereka berjalan2 lagi, tidak ada satupun dari mereka yang mau mencoba permainan itu. “kau mau itu??” tawar heechul.
Eun chan menatap boneka2 yang berjajar rapi itu kemudian menggeleng pelan.
“biasanya para gadis menyukainya, apa kau ini benar2 seorang gadis??” tanya heechul sambil menatap eun chan.
Eun chan yang menyadari kalau heechul sedang menatap dadanya melotot “dasar brengsek!!” makinya sambil berjalan pergi.
Heechul meringis kemudian menyusul eun chan dan menarik tangan gadis itu “hei ayolah, aku hanya bercanda, kenapa pergi sendiri, ini kencan kita!!!”
“aku tidak merasa kencan denganmu!!” saut eun chan cepat “sudah malam, aku harus pulang!!”
“siapa yang mengijinkanmu pulang??” tanya heechul dingin “ayo kita naik biang lala!!” diseretnya eun chan sebelum gadis itu menjawab.
Bianglala itu berputar. Dari atas sana pemandangan kota seoul sangat indah. Tapi kedua manusia ini hanya diam saja, sibuk dengan pemikirannya masing2. Hingga akhirnya bianglala itu berhenti dan mereka berdua turun.
Eun chan berjalan sambil menggosok2 telapak tangannya. Udara malam ini cukup dingin.
“kau kedinginan??” Tanya heechul.
“aniyo. . .”
“ck, sudah jelas2 kedinginan masih saja berbohong!! Apa kau tidak bisa berbicara jujur?? Aku paling benci dengan kebohongan!!! Ayo ikut!!” heechul menarik eun chan berlari.
“heechul ssi. .. berhenti, aku le. . .lah. . .” ucap eun chan terputus2.
“bagaimana? Sudah tidak dingin??”
“apa mak. . .sudmu??” tanya eun chan dengan nafas naik turun.
“bukankah dengan berolah raga badan kita jadi hangat??”
Eun chan mendelik kesal “kau mengajakku berlari untuk menghangatkan badan?? Dasar gila!!!”
“memangnya apa salahnya??” balas heechul.
“kau membuat aku haus!!”
Heechul terdiam sebentar “tunggu aku disini!!” katanya kemudian berlari pergi.
Eun chan mendengus kesal. Sebenarnya orang seperti apa dia?! Kenapa tingkahnya bisa menyebalkan seperti itu?! eun chan menggosok2 telapak tangannya sambil meniupnya. Ini sudah akan musim dingin, jadi udara mulai terasa dingin. Kalau tidak bergerak badan akan menjadi kaku. Ucapan namja tadi ada benarnya juga, tapi eun chan tidak mau mengakuinya, ia masih kesal.
“ini minumlah!” ucap heechul tiba2 membuat eun chan terlonjak kaget.
“jangan muncul tiba2 begitu!! Membuatku terkejut saja!!”
Heechul menyeringai sambil memberikan segelas susu coklat panas. Eun chan menerimanya kemudian menyesapnya. Tiba2 sebuah syal melingkar dileher eun chan, eun chan hanya bisa menatapnya terpana.
“ayo pulang!!” kata heechul sambil menarik tangan eun chan.
Mereka berdua berjalan pelan. heechul menggenggam tangan eun chan erat kemudian memasukkannya kedalam jaketnya. Eun chan hanya bisa tersenyum memandangnya. Tiba2 seseorang tidak sengaja menabrak eun chan hingga menumpahkan minuman yang dibawanya.
“mianhamnida, aku tidak sengaja!!” ucap namja itu.
“yaak, apa kau tidak punya mata??” bentak heechul langsung.
“aku tidak sengaja!” kata namja itu.
“jangan berbohong!! Kau pasti ingin menyentuhnya benar kan??”
“yaak kim heechul hentikan!!” bentak eun chan. “tidak apa2, mianhamnida. . .” ucap eun chan pada namja itu.
“apa2an kau ini?? dia itu tidak sengaja!!” bentak eun chan lagi setelah namja itu pergi.
“kenapa kau mudah sekali memaafkan orang lain?? Jangan menjadi gampangan!!!”
“mwoya?? Gampangan?? Lalu kau apa?? mulutmu itu sama sekali tidak bisa dijaga!! Tempramenmu buruk sekali, apa kau tidak sadar itu?? kau selalu menyakiti orang lain!! Bahkan kau membuat eomma-mu sendiri menangis, apa kau tidak punya perasaan ha??”
“dia bukan eomma-ku!!”
“yaak kim heechul!! Tidak seharusnya kau bicara seperti itu!!”
“dia bukan eommaku!!!” teriak heechul “mereka bukan orang tuaku!! Perasaan?? Apa yang kau tau tentang perasaanku?? Jika kau tau kalau mereka adalah orang yang membunuh orang tua kandungku apa kau masih menanyakan perasaanku??” heechul membalikkan badannya membelakangi eunchan.
Eun chan membeku mendengarnya. Ditatapnya heechul yang membelakanginya. Punggung namja itu bergetar.
“kukira mereka adalah orang tua kandungku. . .tapi ternyata aku salah. . .merekalah yang membuat kedua orang tuaku meninggal dalam kecelakaan itu. . . kenyataanlah yang mengubahku seperti ini!! apa kau tau rasanya?? Sakit. . .benar2 sakit. . .”
Tanpa berfikir, eun chan melengkah mendekat dan memeluk namja itu dari belakang “mianhae. . .” bisik eun chan pelan. kini ia benar2 tau bahwa namja itu sedang menangis.
Heechul membalikkan badannya dan membenamkan kepalanya kedalam leher eun chan. Eun chan memeluknya erat, ia benar2 merasa bersalah.
“untuk sejenak saja, aku ingin mengeluarkan semua rasa sakit ini. . . berhenti berpura2 tidak ada apa2. . . dan itu hanya dihadapanmu. . .”
Eun chan terisak pelan. ia memang pernah kehilangan seorang ayah, tapi heechul kehilangan kedua orang tuanya.
Heechul melepaskan pelukannya “kau menangis??” dipegangnya wajah eun chan, dihapusnya air mata gadis itu “apa kau menangis karna aku?? Jangan menangis. . .” bisik heechul pelan kemudian mendekat dan mencium bibir gadis itu. (dream high scene hyemi & jin gook)
Eun chan memejamkan matanya masih dengan air mata mengalir, membiarkan namja itu melumat lembut bibirnya dan teramat pelan dibalasnya ciuman itu. . .
****

“aku pasti sudah menjadi gila. . .” desah eun chan pelan. ia masih ingat kejadian semalam dengan heechul. “aigoo. . . kenapa aku bisa seperti itu??!” eun chan membenturkan keningnya beberapa kali kedinding.
“apa yang kau lakukan??”
Eun chan tersentak kaget dan langsung menoleh. Kibum, namja itu sedang berdiri sambil menatapnya tanpa ekspresi, seperti biasa dilehernya ada earphone yang melingkar.
“seharusnya aku tau kalau kau ada disini. . .” desah eun chan pelan.
“apa kau ingin aku pergi??” tanya kibum.
“a. . aniyo. . . kau lebih dulu ditempat ini jadi seharusnya aku yang pergi, anyeong!!” eun chan membungkuk sebentar kemudian melangkah keluar tapi tiba2 tangan kibum menahannya.
“tetaplah disini. . .” pinta kibum.
Eun chan hanya memandang heran. Kemudian namja itu memegang besi pembatas balkon dan menatap langit sambil menghela nafas. Eun chan berdiri disampingnya diam saja.
“bagaimana hubunganmu dengan kim heechul??” tanya kibum tiba2.
Mendengar nama heechul sontak wajah eun chan langsung memerah “memangnya apa hubunganku dengan dia??!” jawabnya gugup.
Kibum tersenyum tipis “kalau aku memintamu untuk bersikap sama kepadaku seperti kau bersikap kepada kim heechul apa kau bersedia??”
Eun chan mengerutkan keningnya “apa maksudmu??”
“kalau aku memanggilmu apa kau akan datang untukku??”
“memangnya kenapa kau memanggilku??” tanya eun chan bingung.
“karna aku merasa nyaman berada disisimu. . .”
Eun chan tertegun. Jantungnya berdebar keras. Ditatapnya namja itu lekat2, apa ia serius??
“ya. . . “ jawab eun chan pelan “aku akan datang saat kau memanggilku. . .”
“meskipun saat itu kau sedang ada bersama kim heechul, apa kau tetap akan datang??”
“mwo??”
Kibum tersenyum tipis “berikan nomor ponselmu!!”
Dengan bingung eun chan menyebutkan nomor ponsel kim heechul “ini nomor ponsel heechul, ponselku dibawa olehnya, jadi aku membawa ponselnya. . .” desah eun chan.
Kibum menatapnya sejenak kemudian meraih tangan eun chan dan meletakkan ponselnya kedalam genggaman tangan eun chan “kalau begitu bawa juga milikku!!”
“kibum ssi__”
“panggil aku oppa!!” potong kibum.
“oppa. . .”
“anak pintar!!” kibum tersenyum sambil mengacak2 rambut eun chan kemudian melangkah pergi.
Eun chan hanya bisa memandangnya bingung. Kemudian ditatapnya kedua benda ditangannya itu. sebelah kiri milik heechul dan sebelah kanan milik kibum. Yang satu berwarna hitam dan yang satu berwarna putih. Tanpa sadar eun chan tersenyum saat melihat ponsel putih itu. . .
****