Tags

, ,

Eunchan menatap makhluk yang sedang bermain basket itu dengan dongkol. Ini sudah sore dan ia tidak boleh pulang kerumah karna heechul memaksanya untuk menemaninya latihan basket. Dan sepertinya namja itu tidak punya rasa lelah sama sekali meskipun keringatnya sudah membasahi seragamnya. Setiap ia berhasil memasukan bola, ia pasti menatap eun chan sambil tersenyum lebar. Eun chan hanya mendengus kemudian memejamkan matanya tidak mau melihat.
Eun chan mengerjapkan matanya perlahan. Kemudian samar dilihatnya wajah seseorang. Dan semakin lama semakin jelas.
“kau sudah bangun??”
Eun chan langsung tersentak begitu mengenali wajah itu, ternyata ia tidur dipangkuan heechul “dimana aku??” tanyanya bingung.
Heechul tidak menjawab, ia sedang meneguk sebotol air mineral. Eun chan sadar, mereka masih diruang basket “ini sudah malam, aku harus pulang!!”
“ayo kuantar!!”
“tidak usah. . . baiklah. . .” eun chan menunduk pelan sambil mengeluh dalam hati, kenapa tatapan namja itu sangat menakutkan?!
Heechul menyeringai “ayo!!”

Eun chan merebahkan tubuhnya. Eommanya masih lusa pulang. Tiba2 saja ponsel putih diatas meja itu bergetar. cepat2 dijawabnya.
“oppa??”
Kibum tertawa kecil “sepertinya kau sedang semangat sekali?!”
Eun chan tersenyum malu, wajahnya pasti memerah “ada apa??”
“apa yang kau lakukan??” tanya kibum.
“mmm. . . aniyo. . . “
“dengarkan ini!!” pinta kibum.
Tiba2 saja terdengar suara biola. Nadanya lembut dan indah. . . eun chan menikmati music itu sambil memejamkan matanya.
“bagaimana??” tanya kibum.
Eun chan mendesah pelan “kenapa hanya sebentar?? Aku ingin mendengarnya lebih lama. . .”
“kalau begitu datanglah ketempatku sekarang, aku akan memainkannya untukmu!!”
“dimana??”
“ditempat yang paling damai untukku. . .”
Eun chan berfikir sebentar “tunggu aku disana. . .” jawabnya kemudian.
***

Eun chan menatap namja itu dengan diam. Lagu itu terasa menyedihkan. Angin berhembus dingin. Saat ini mereka sedang berada dibalkon sekolah.
“kau tau lagu ini??” tanya kibum.
Eun chan menggeleng pelan.
“ini adalah lagu favorite seseorang yang tiba2 saja menghilang dalam hidupku. . .”
Eun chan mengerutkan keningnya “seorang gadis??”
Kibum tersenyum sipul “dia sangat keras kepala, pemberontak, egois dan tidak mau mengalah!!”
“kedengarannya seperti kim heechul!!” saut eun chan.
Kibum tergelak “mungkin. . . apa kau tau kalau aku dulu seperti kim heechul??”
“jjinja??”
“yah. . . dan kau bisa membayangkan jika aku bertemu dengannya seperti apa, aku senang menggodanya, melihatnya marah dan meledak2, benar2 lucu!!”
Eun chan terkikik pelan. ia membayangkan heechul menjadi yeoja yang dikatakan kibum.
“kenapa tertawa??”
“aniyo. . .” jawab eun chan cepat. Astaga, kenapa ia malah memikirkan heechul?!
“satu2nya penyesalanku adalah aku membuatnya terluka dan belum sempat meminta maaf, ia tiba2 pergi begitu saja setelah itu. . .”
“apa itu sebabnya kau menjadi dingin seperti ini?? kau masih menunggunya??”
Kibum tersenyum “entahlah, tapi sepertinya aku mulai menghangat dengan hadirmu disisiku!!”
“mwo??”
“eun chan ah, kau gadis yang menarik!!”
“a. . .aku. . .” kruuuuk. . .
Hening. Mereka sama2 saling menatap “apa itu tadi bunyi perutmu??”
Eun chan menunduk, menyembunyikan wajahnya yang memerah “mi. . .mianhae. . .”
Kibum tertawa, “kau belum makan??”
Eun chan menggeleng pelan “tidak sempat. . .”
“ayo kita makan!! Aku juga lapar!!” kata kibum sambil menarik tangan eun chan sebelum ia sempat menjawab.

“kau mau kopi??” tanya kibum. Mereka baru saja menghabiskan semangkuk jjajangmyeon.
“aku lebih suka capuchino. . .”
“tunggu disini sebentar, kubelikan kau capuchino!!”
“mmm!!” eun chan mengangguk pelan dan kibum melangkah pergi.
Eun chan berdiri dibawah sebuah pohon dipinggir jalan. Tiba2 seorang ajhuma dan ajhusi keluar dari restoran didepannya dengan marah2. Sepertinya mereka sedang bertengkar hebat. Selain itu ada juga seorang pria dan seorang wanita yang masih muda. Tunggu dulu. . . bukankah itu ayah kibum?? Dan yang wanita itu. . . ibunya??
Eun chan menatap panik kemudian berbalik dan mendapati namja itu sedang berjalan kearahnya. Cepat2 dihampirinya kibum “ini sudah malam ayo kita cepat pulang!!” kata eun chan panik sambil mencoba menghalangi pandangan namja itu.
“kau kenapa?? Bukankah rumahmu ada disebelah. . . .”
Terlambat!! Kedua gelas kertas cappuchino yang dibawa kibum jatuh saat melihat kedua orang tuanya ada disitu. Tubuh namja itu membeku. Tiba2 saja eun chan menutup kedua telinga kibum dan mengarahkan wajah namja itu kewajahnya.
“jangan mendengarkan apa yang tidak ingin kau dengar, dan jangan melihat apa yang seharusnya tidak kau lihat, cukup dengarkan suaraku dan tataplah aku!!” kata eun chan, kemudian ia bernyanyi, menyamarkan suara ribut2 dibelakangnya. Kibum menunduk memegang pinggang eun chan. Namja itu memejamkan matanya sambil terisak tanpa suara. . .

Suasana taman itu begitu sunyi. Kedua manusia itu sedang duduk disana sama2 diam untuk waktu yang cukup lama.
“sejak kapan kau tau hal ini??” tanya kibum memecah keheningan.
Eun chan terdiam sejenak “aku. . . tau hal ini dari ibuku. . .setelah kita mengobrol ditaman ini dulu!!”
“sangat menyakitkan rasanya saat mengetahui apa yang tidak ingin kau ketahui, mendengar apa yang tidak ingin kau dengar dan melihat apa yang tidak ingin kau lihat. . .”
Eun chan menoleh menatap kibum. Namja itu memandang lurus kedepan tanpa ekspresi, tapi matanya mulai berkaca2.
“apa yang bisa kulakukan??” tanya eun chan pelan “apa yang bisa kulakukan untuk menghiburmu??”
“kau akan melakukan apapun??” tanya kibum.
“sebisa mungkin akan kulakukan!!”
“aku ingin makan ice cream!!”
“tunggu disini, akan kubelikan!!” jawab eun chan langsung sambil beranjak dari duduknya.
Tapi baru melangkah sekali kibum merengkuhnya dari belakang. Memeluknya erat, membuatnya terkejut. Namja itu membenamkan wajahnya keleher eun chan “pinjamkan bahumu untukku sejenak, itu sudah cukup. . .” kata kibum pelan dengan suara yang bergetar.
“terkadang. . . ada saatnya air mata itu tidak perlu ditahan. . .jika memang terlalu sakit. . . menangislah. . . aku tidak akan menoleh kebelakang dan berpura2 tidak tau. . .”
Kibum semakin mempererat pelukannya dan mulai terisak perlahan “biarkan aku seperti ini sebentar saja. . .
Tanpa mereka berdua sadari, dari kejauhan ada seseorang yang melihat mereka. Amarah itu tergambar jelas dikedua matanya. Ia mencengkeram erat stater sepeda motornya kemudian mengegas motor itu dan melesat pergi dengan kemarahannya.
****

Kibum. Menenangkan dirinya dengan pergi kerumah kakeknya dibusan selama beberapa hari.
Heechul, terpaksa harus mendekam dikamarnya. Kakinya terluka karna balapan motor yang diikutinya. Itulah sebabnya kedua manusia itu tidak terlihat sama sekali di chunsan.

“eun chan ah, apa kau tidak merasa sekolah terlihat tenang hari ini??” tanya in jung.
“memang. . . tapi suasananya terasa mencekam. . . atau hanya perasaanku saja??”
“kau benar. . . kenapa semuanya memandangmu terus??” bisik in jung pelan.
“aku tidak tau!!” balas eun chan sama pelannya.
Kedua gadis itu berjalan pelan dikoridor sambil menatap sekelilingnya cemas.
Braaaak. . .
Eun chan terjungkal karna ada seseorang yang mendorongnya dari belakang dengan keras.
“kau pikir jalan ini milik orang tuamu?? Menyingkirlah, kau menghalangi kami!!” kata seorang namja gendut dengan angkuh sambil berjalan pergi bersama anak buahnya.
“eun chan ah kau tidak apa2??” tanya in jung cemas.
“tidak apa2. . .”

Eun chan menguap kecil saat mendengarkan pelajaran oh seongsaengnim. Tiba2 saja ada sebuah karet gelang yang melesat cepat dan tepat mengenai kepala botak oh seongsaengnim yang sedang mencatat dipapan tulis. Ia berbalik dengan marah “siapa yang melempariku??” bentaknya garang.
Semua anak menoleh menatap eun chan. Eun chan menatap bingung.
“park eun chan, kau keluar!!!” bentak seongsaengnim.
“mwo??”
“sekarang juga!!!”

Eun chan menghela nafas pelan. ada apa dengan hari ini?? kenapa seakan2 semua orang memusuhinya?? Ia masuk kedalam toilet dan buang air kecil. Setelah merapikan pakaiannya ia keluar tapi pintu itu tidak bisa dibuka.
“eh?? Kenapa tidak bisa dibuka??” katanya panik “heiiii, apa ada orang diluar???” teriaknya sambil menggedor2 pintu.
Sudah berjam2 eun chan duduk diatas toilet itu. perutnya terasa sakit. Tiba2 ponselnya berbunyi. Ia tersentak kaget “aiiish. . . baboya, bukankah aku membawa dua ponsel kenapa bisa lupa??!”
Cepat2 dijawabnya telphone itu “in jung ah, tolong aku!!!”

“sebenarnya ada apa??” tanya in jung “kenapa mereka jadi mengerjaimu??”
“aku tidak tau!!” saut eun chan sambil melahap ddabokinya. Ia benar2 kelaparan.
“apa karna heechul tidak ada??”
“entahlah. . .”
Byuuur. . .
Kepala eun chan terasa dingin saat air es itu membasahi rambutnya. Ia hanya bisa diam.
“apa yang kau lakukan??” tanya in jung marah.
“maaf, aku tidak sengaja tersenggol. . .” kata yonna dengan nada dibuat2 sambil melegang pergi.

“eun chan ah, kau pulang saja dulu, aku masih ada pertemuan club tari!!”
“ah baiklah!!” eun chan menutup telphonenya kemudian berjalan pelan menyusuri koridor.
Bruuuk. . . lagi2 ia terjungkal jatuh. Lututnya terasa perih. Ditahannya air matanya. Kemudian ia menemukan seutas tali dan menoleh kekiri, ada bebarapa anak yang sedang berlari. “kenapa mereka seperti ini. . .” keluhnya.

Hari kedua, lebih parah!! Jika hari pertama mereka masih melakukannya diam2, hari kedua mereka melakukannya terang2an. Menaruh kecoa kedalam tas eun chan. Memberi bangku eun chan dengan lem. Melempari eun chan dengan petasan, menabrak eun chan hingga terjungkal, menyembunyikan kaos olah raganya, dan menggantung sepatu olah raganya diatas pohon.
Hari ketiga, jauh lebih parah!!! Kalau mereka sebelumnya terang2an mengerjai eun chan, hari ini mereka malah mengejar2 eun chan. Dan anehnya, para seongsaengnim berpura2 tidak tau hal itu. mereka menaruh permen karet pada rambutnya, menyembunyikan buku pr-nya, meleparinya penghapus papan, memasukan kepalanya kedalam tong sampah, memasukan cicak kedalam bajunya. (meteor garden bener dah ini)
Eun chan berlari2 mencari tempat bersembunyi. Ia sedang meringkuk dididekat pot tanaman. Penampilannya sangat kacau. Banyak sampah dirambutnya. Tiba2 ia merasa tidak enak. Ia menoleh perlahan dan pyuuur. .. seseorang menyemprot wajahnya dengan pistol air.
“gyaaa. . . “ teriaknya dan lengsung berlari. Tapi saat didepan papan informasi langkahnya langsung terhenti. Sebuah kertas yang terpasang disana membuatnya terpaku. Tiba2 dadanya terasa sesak.
‘lakukan apapun pada park eun chan, aku tidak perduli!!
Kim heechul.’
“baiklah!! Lakukan saja semau kalian!!!” teriaknya frustasi dan. . . byuuuur. . . seseorang mengguyurnya dengan air bekas pel2an.
“maaf aku terpeleset!!” ucap namja itu santai “heeeiii park eun chan ada disini!!!!” teriaknya pada segerombolan anak.
Kontan eun chan langsung berlari pergi. Ia melewati lobi dan keluar dari gedung sekolahnya. Tapi langkahnya langsung berhenti begitu melihat kim heechul yang baru datang sambil menenteng ranselnya.