Tags

, , , ,

Seorang dokter keluar dari ruangan ICU,
“dokter bagaimana dia?”
“dia. . . Dalam keadaan kritis sekarang! Bayinya lahir prematur!!”
“lakukan apapun yg terbaik dokter!”
“itu sudah pasti dokter park,”
“selamatkanlah istriku dokter, kumohon,” pinta siwon lirih.
“kami akan berusaha! Saya permisi dulu, dia dan bayinya harus dipindahkan keruangan lain!”

Siwon menatap bayi dalam inkubator itu dari kaca ruang bayi dgn penyesalan yg luar biasa. Air matanya jatuh “maafkan appa wonyoung, appa tidak bermaksud membuat eommamu terluka. . . Appa benar2 mencintainya, kau percaya itu bukan??”
“oppa. . . Sebenarnya apa yg terjadi?” tanya seohyun pelan.
“hyun ah, kumohon bantu aku!! Ini hanya salah paham,” kemudian siwon menceritakan semuanya pada gadis itu.
“aku mengerti oppa, maaf sudah membuat kalian salah paham!” kata seohyun pelan “dia sudah dipindahkan, kau mau melihatnya??”
“ya!” siwon berjalan cepat menuju kamar young ri tapi begitu ia menyentuh handle pintu, seseorang mendorongnya keras.
“bukankah sudah kubilang untuk tidak menemuinya??” tanya jung soo dingin.
“hyung kumohon, aku ingin melihat istriku!”
Jung soo mendengus “istri?? Apa pantas kau menjadi suaminya??!”
“ini hanya salah paham, kumohon hyung. . .”
“cukup choi siwon, kau tidak tau betapa terlukanya ia karna sikapmu?!”
“oppa, kumohon, biarkan dia masuk!” pinta seohyun.
“kau juga sama! Kalian berdua sebaiknya pergi!!” kata jung soo sambil membuka pintu kamar.
Tiba2 saja seohyun memeluknya dari belakang dgn erat “cepat masuk oppa!!!” teriaknya pada siwon.
Siwon langsung melesat masuk kedalam sementara jung soo memberontak dalam pelukan seohyun.
“lepaskan aku!!”
“oppa saranghae. . .”
Jung soo membeku seketika. Ia mendengar gadis itu terisak pelan.
“aku tau kau masih mencintaiku oppa. . . Kumohon, jangan berpura2 benci padaku. . . Bukankah seharusnya aku yg marah???”
Jung soo hanya bisa diam. Lidahnya terasa kelu.
“apa kau tau seberapa dalam kau melukaiku?? Kenapa kau menyalahkan siwon oppa kalau ternyata dirimu sama saja?? Sakit oppa. . . Sangat sakit. . . Kufikir waktu akan menyembuhkanku, ternyata aku salah. . . Meskipun kau sudah melukaiku, hingga detik inipun aku masih mencintaimu. . . Sangat bodoh bukan?? Awalnya aku ingin membalas rasa sakit ini, aku berusaha mendekati siwon oppa, hanya untuk melihat bagaimana reaksimu, tapi kemudian aku tau, kau masih mencintaiku. . . Kumohon oppa jangan berpura2 lagi, jangan menyakitiku lagi. . .”
Tiba2 saja jung soo berbalik dan memeluk seohyun erat. Ia juga terisak mendengarnya “mianhae seo ya. . . Mianhae, mianhae, mianhae, mianhae, mianhae. . .”
Seohyun membalas pelukan itu sama eratnya. Mengeluarkan semua perasaan yg ada, memulainya lagi dari awal. . .

Siwon menatap miris pada gadis itu. Semua kenangan bersama young ri dari awal mereka bertemu, menikah hingga saat ini berputar lagi dalam memori siwon. Ia duduk disamping gadis itu kemudian menggenggam dan mencium tangannya. Hening, hanya suara detak jantung young ri yg terdengar.
“young ah mianhae. . .” bisik siwon lirih “kumohon jangan meninggalkanku. . . Apa kau tidak ingin melihat putra kita?? Aku memberinya nama choi won young, won dari namaku, dan young dari namamu. . . Apa kau suka??”
Lagi2 hanya detak jantung young ri yg terdengar.
“aku mencintaimu young ah. . . Benar2 mencintaimu. . . Aku ingin melihat tingkahmu yg serampangan, senyum ceriamu, aku ingin kau memeluk dan menghirup aroma tubuhku lagi, aku ingin selalu bersamamu, jangan pergi young ah. . . Kami membutuhkanmu. . .” siwon terisak pelan. Ia mengeluarkan rosario dari dalam saku jasnya dan menaruhnya diantara telapak tangannya dan young ri, menggenggamnya erat.
“tuhan. . . Kumohon selamatkanlah istriku, kumohon. . . ” siwon meletakkan kepalanya diranjang sambil menggenggam tangan dan rosario itu erat2. . .

Siwon terbangun saat merasakan jari2 itu bergerak “young ah??” siwon tersentak menatap gadis itu.
Mata young ri perlahan terbuka. Ia mengerjap pelan. Siwon merasa lega luar biasa.
“oppa. . .”
“aku disini young ah. . .” bisik siwon sambil menekan tombol pemanggil dokter.

Siwon menunggu diluar dgn gelisah, berkali2 ia menengok kedalam lewat kaca pintu.
“oppa tenanglah. . . Dia pasti baik2 saja!” kata seohyun.
“won ah, aku minta maaf, aku sudah mendengar semuanya dari seo. . .”
“gwenchana hyung. . . Aku senang melihat kalian kembali lagi. . .”
“tadi aku sudah menghubungi ajhusi dan ajhuma, nanti mereka akan kemari!”
Siwon mengangguk pelan kemudian pintu kamar terbuka.
“bagaimana dokter?” tanya siwon langsung.
“masa kritisnya sudah lewat. . . Tapi keadaannya masih lemah, tapi semuanya baik2 saja!”
Siwon mendesah lega “terima kasih dokter!”
“sama2, saya permisi dulu!”
Siwon membungkuk sejenak kemudian masuk kedalam kamar. Jung soo sudah akan mengikuti tapi seohyun menahannya “biarkan mereka sendiri dulu oppa!!”
“yah. . . Kau benar! Sebaiknya kita pulang dulu! Ini sudah jam 5 pagi, ayo kuantar kau pulang! Aku ingin tiduur. . .”
Seohyun tertawa kecil, suara manja jung soo yg sudah lama tidak didengarnya “aku juga!” balas seohyun sambil menguap.
Mereka berdua berjalan pelan bersama2.
“hmm. . . Tidur bersama itu lebih menyenangkan, bagaimana??” bisik jung soo sambil memeluk bahu seohyun.
“asal kau tidak mendengkur lagi itu tidak masalah!”
“yaak kenapa kau masih mengingatnya?!” gerutu jung soo.
“apa kau ingin aku melupakannya?”
“tentu saja tidak!” bisik jung soo sambil mengecup pipi seohyun.

Siwon menghampiri young ri sambil tersenyum.
“kenapa kau ada disini?” tanya young ri dingin.
Senyum siwon langsung pudar.

Tbc