Tags

, ,

Kibum melepaskan earphonenya saat bell masuk berbunyi. Ia mengerutkan alis saat mendengar sesuatu.
“benar2 asyik mengerjai park eun chan!!”
“aku sudah berhasil mengguyurnya dengan air, kalau kau??”
“kau kira karna siapa lututnya terluka??”
Kedua namja itu saling tertawa. Tiba2 saja kibum merasa marah. Ia beranjak dari duduknya dan langsung menghampiri kedua namja itu, mencengkeram kra baju salah satunya “apa yang kalian lakukan pada park eun chan??” desisnya marah.
“a. . .apa yang kau lakukan??”
“lepaskan, kami hanya mengikuti perintah heechul!!”
“mwo??”
“lihat saja kalau tidak percaya!!”
“lagipula kenapa jadi kau yang marah?!”
Kibum melepaskan cengkramannya dan menoleh keluar jendela, kearah yang ditunjukan salah satu namja itu. dari kelasnya dilantai dua, ia dapat melihat eun chan yang sedang bertengkar dengan heechul. Tanpa berfikir lagi ia langsung berlari keluar.

Heechul berdiri menatap eun chan tanpa ekspresi. Kemudian ia melangkah begitu saja melewati gadis itu dan itu membuat emosi eun chan naik. “yaak kim heechul!!!” teriaknya dan langsung menghampiri namja itu dan BOUUGH. . . dipukulnya wajah heechul dengan kekuatan maximal.
“yaak beraninya kau!!!” heechul meringis mengusap sudut bibirnya yang berdarah.
“kau pikir dirimu siapa bisa berbuat ini kepadaku?? Kukira kau berbeda, ternyata kau tetap sama!!” air mata eun chan mulai menetes, dadanya terasa sakit “kau tetap manusia yang egois, keras kepala, dan senang menyakiti orang lain!! Aku benar2 membencimu kim heechul!! Aku benci semua yang ada pada dirimu, sampai kapanpun aku akan tetap membencimu!!!”
Heechul menatap eun chan penuh amarah. Didorongnya eun chan dengan kasar “minggir kau!!”
Eun chan menekan dadanya kuat2. Jantungnya terasa sakit. didengarnya teriakan seseorang sebelum semuanya tiba2 menjadi gelap.

“PARK EUN CHAN!!!” kibum berteriak keras saat melihat gadis itu mulai hilang keseimbangan. Ia berlari menghampiri eun chan sebelum gadis itu jatuh ketanah.
“park eun chan sadarlah!!” kibum menepuk2 pipi gadis itu.
“a. . .apa yang terjadi??” tanya heechul bingung.
“jangan menyentuhnya!!!” bentak kibum marah saat melihat heechul akan menyentuh gadis itu “apa kau tidak tau kalau dia punya penyakit jantung lemah?? Kalau jantungnya benar2 berhenti, kupastikan jantungmupun akan ikut berhenti!!” desis kibum marah sambil menggendong eun chan dan melarikannya kerumah sakit.
“jantung. ..lemah. . .??”

Heechul termangu ditempatnya. Jantung lemah?? Gadis itu punya penyakit jantung lemah?? Kenapa ia tidak tau?? dan baru saja ia sudah membuat penyakitnya kambuh, aaaaarrrrghh kim heechul pabo!!!
Heechul memukul kaca loby hingga pecah, kemudian ia cepat2 menyusul kibum kerumah sakit. namja itu sedang duduk diluar ruang ICU.
“bagaimana dia??” tanya heechul.
Kibum yang menutup wajahnya dengan telapak tangannya menoleh, kemudian dengan cepat dilayangkannya satu pukulan kewajah heechul hingga ia terhuyung mundur “kuperingatkan kau sekali lagi, jangan pernah mengganggunya atau muncul dihidupnya, lepaskan dia kalau kau ingin melihatnya bahagia!!! Lebih baik kau pergi sekarang!!”

Berhari2 heechul merenung dikamarnya. semua yang telah dilakukannya kepada gadis itu terbayang difikirannya. Ia tau, sangat tau kalau eun chan selalu merasa terpaksa saat bersamanya. Dan ia juga tau bahwa eun chan satu2nya gadis yang harus ia paksa dengan cara2 yang bisa dibilang ekstrim agar gadis itu mau mengikutinya. Karna ia tidak seperti gadis2 lain yang hanya ingin mendapatkan kepopuleran saat berada disisi heechul. Dan kali ini perbuatannya sudah amat sangat kerterlaluan, ia hampir saja membuat jantung gadis itu berhenti selamanya.
“aaaaaaarrrrggh. . . .” teriaknya frustasi sambil menghantam kaca dikamarnya. tangannya sudah berdarah2 tapi ia tidak perduli. Sekarang ia sadar, betapa buruknya ia. Dan satu keputusan telah diambilnya.
Heechul membuka kamarnya dan melihat ibunya sedang duduk sedih menatap fotonya. Wanita itu belum menyadari kehadiran heechul dibelakangnya.
“eonni mianhae. . . aku tidak bisa membuat putramu bahagia. . . “ isaknya “ia membenci kami, sangat membenci kami. . . kenapa tidak kami saja yang pergi saat itu?? kenapa harus kalian?? Aku tidak bisa memberinya kebahagiaan. . . aku tidak bisa menjaganya, bahkan saat ini ketika ia merasa frustasi aku tidak bisa berbuat apa2. . . bahkan untuk bertanyapun aku tidak bisa. . . maafkan aku karna aku sudah gagal menjaganya. . . mianhae. . .”
“jjagiya aku pulaaaang!!!” terdengar suara melengking milik ayah heechul dan orang itupun muncul dari ruang depan.
Cepat2 ibu heechul menghapus air matanya “kau sudah pulang??”
“ne, ah heechul ah, kau ada disini?!” tanya ayah heechul.
Dengan cepat ibu heechul memutar tubuhnya dan menatap heechul terkejut “hee. . .heechul ah. . .”
“aku ingin bicara dengan kalian berdua!!”

“aku sudah tau semuanya. ..” kata heechul datar “kalian berdua bukan orang tua kandungku bukan??!”
Ibu heechul terisak lagi “mianhae. . .” ucapnya lirih sementara ayah heechul menenangkannya.
“aku ingin mendengar semuanya, ceritakan padaku apa yang terjadi sebenarnya!!”
“saat itu, kami dari rumah sakit. . .” jelas ayah heechul “saat itu, eomma baru saja difonis mandul oleh dokter, sepanjang perjalanan ia menangis dan meminta cerai, tapi appa tidak mau menceraikannya, kami bertengkar hebat dimobil dan tidak sengaja menyenggol seorang pengendara sepeda motor. Sepeda motor itu oleng dan membuat mobil orang tuamu dari arah berlawanan langsung membanting stirnya dan menabrak sebuah truk besar hingga terguling. . . hanya kau yang selamat dari kecelakaan itu. . . sebelum meninggal, eomma-mu berpesan pada kami agar menjadi orang tuamu, memberikanmu kasih sayang dan kebahagiaan kepadamu, dan kami sudah berjanji kepadanya. . .”
“mianhae heechul ah. . . mianhae. . .” ibu heechul masih terisak dipelukan suaminya.
“sekarang kau sudah tau semuanya. . . kau boleh membenci kami, tidak menganggap kami orang tua karna kami sadar, bahwa kamilah yang merebut kebahagiaan keluargamu, tapi kau juga harus tau, bahwa kami tidak main2 terhadap janji kami, sampai kapanpun kami akan menjagamu, menganggapmu anak, tidak tidak. . . karna kau adalah putra kami!!” saut ayah heechul lagi.
Heechul hanya diam. Ia merasa benar2 kacau saat ini. dan tempat yang diinginkannya saat ini adalah berada disisi eun chan. Tapi ia hampir saja membunuh gadis itu, lalu apa bedanya sekarang ia dengan kedua orang tua yang ada dihadapannya ini?? pantaskah ia membenci mereka sementara ia sendiri berbuat seperti itu??
“aku pergi sebentar!!” ucap heechul datar sambil beranjak dari duduknya.

Meskipun kibum sudah melarangnya untuk datang kerumah sakit, tetap saja ia datang kesana, karna ada yang harus ia lakukan. Dipandangnya eun chan dari kaca pintu kamar rumah sakit. tidak ada siapa2 didalamnya. Perlahan heechul ragu, apakah ia harus masuk?? Sebentar saja. . . bisiknya dalam hati kemudian memutar handle pintu itu dan masuk kedalam.
Jantungnya terasa sakit seketika saat melihat gadis itu. masker oksigen terpasang diwajahnya, betapa kejamnya ia berbuat seperti ini?? dihampirinya perlahan gadis itu disentuhnya jari2 yang lemas itu. digenggamnya erat kemudian ditekankannya kepipinya. Dan. . . air matanya jatuh. . .
Heechul duduk dikursi samping eun chan sambil menggenggam tangan gadis itu. ia memejamkan mata sejenak merasakan tekanan tangan eun chan dipipinya “mianhae. . . “ bisik heechul lirih.
“maaf aku sudah menyakitimu. . . aku seperti itu karna marah, aku marah saat melihatmu berpelukan dengan pria lain, apa kau tau hal itu?? aku tidak ingin kau pergi dari sisiku. . .aku membutuhkanmu eun chan ah. . . saranghae. . .” heechul terisak pelan. tidak ada reaksi apapun dari gadis itu. yang terdengar hanya detak jantunya dari alat penunjuk detak jantung “kumohon bangunlah. . . aku berjanji tidak akan menyakitimu lagi. .. aku berjanji tidak akan memaksamu untuk berada disisiku. . .mulai saat ini, aku melepasmu park eun chan. . . aku tidak akan pernah mengganggu hidupmu lagi, dan aku tidak akan pernah muncul dihadapmu lagi. . . kau senang bukan?? Karna itu bangunlah, dan berbahagialah demi aku. . . selamat tinggal. . .” bisik heechul lirih kemudian meletakkan tangan eun chan kembali dan beranjak berjalan keluar. . .

Kibum baru saja kembali dari toilet rumah sakit. saat hendak masuk kedalam kamar eun chan, ia berhenti didepan pintu. Gerakan tangannya untuk membuka pintu diurungkannya saat melihat ada namja itu didalam kamar sana. Ia hanya diam menatap dari kaca pintu kamar. Kim heechul, namja itu sedang menggenggam tangan eun chan erat dan menempelkannya kepipinya. Dari tubuhnya yang bergetar, kibum tau namja itu sedang menangis, sesuatu yang tidak pernah dilihat kibum sebelumnya, dan dari tatapan namja itu, kibum tau, namja itu mencintai eun chan. Karna itu diputuskannya untuk menunggu diluar.
Beberapa menit kemudian, pintu terbuka dan heechul keluar. “maaf aku tidak mendengarkan kata2mu!!” katanya datar.
“seharusnya aku marah kepadamu bukan??!”
“kau tidak perlu khawatir, kupastikan aku tidak akan pernah muncul dihidupnya lagi, tolong jagalah dia baik2, kuserahkan dia kepadamu, tapi ingat, jika aku tau kau menyakitinya sedikit saja, kupastikan kau akan menyesal!!”
“bukan aku yang membuatnya seperti ini!!” jawab kibum tenang.
Raut wajah heechul mengeras “selamat tinggal kim kibum ssi!!” ucapnya kemudian melangkah pergi.
****