Tags

, , ,

“kenapa kau ada disini??” tanya young ri dingin. Ia sakit, sangat sakit dan melihat siwon lagi, ia merasa jauh lebih sakit.
Raut wajah siwon berubah menjadi sendu “kau boleh marah padaku, kau boleh melakukan apapun kepadaku tapi kumohon, jangan membenciku, jangan meninggalkanku young ah. . . Aku mencintaimu, sangat mencintaimu, kumohon, percayalah kepadaku. . .”
“kau salah gadis tuan choi, aku bukan kim seohyun!” balas young ri masih dingin.
“jelas aku mengatakan ini pada lee young ri bukan kim seohyun!!!”
Young ri hanya diam saja dan mengalihkan pandangannya dari shwon.
“tunggu sebentar!” siwon berjalan keluar dan membuka pintu. Ia mencari seohyun tapi gadis itu sudah tidak ada. Akhirnya siwon kembali lagi ketempatnya.
“dengarkan ini!” pinta siwon sambil mengeluarkan ponselnya, dihubunginya seseorang dan menloadspikernya.
“yeobseo. . .”
Siwon mengerutkan kening bingung saat mendengar suara laki2 itu.
“ada apa won ah? Kalau tidak penting aku tu2p!”
“jung soo hyuuung??” seru siwon terkejut.
Mendengar nama jung soo, young ri langsung menoleh.
“dimana seohyun??”
“kenapa kau mencarinya??”
“oppa. . . Berikan padaku. . .”
“yaak kalian sedang bersama??” tanya siwon terkejut.
“kau ini mengganggu saja, aku sangat mengantuk, biarkan kami tidur!”
“kalian tidur bersama???” pekik siwon.
“aiiish. . . Kecilkan suaramu, telp. Saja nanti lagi, kami mau tidur!”
“yaak mana bisa begitu??? Kalian sudah berbaikan dan aku beluum!! Jangan lepas tangan begitu!!” teriak siwon frustasi “hyung?? Hyuung?? Yaak hyung jawab akuu!! Aiiish. . .” siwon mengacak2 rambutnya frustasi.
“jung soo oppa dan seohyun ssi. . .”
Siwon terdiam kemudian menoleh “ya. . . Mereka sudah bersama lagi!” jawab siwon sambil tersenyum.
“bukankah kalian. . . Jung soo oppa, ba. . .bagaimana bisa??” tanya young ri bingung.
“kau salah paham jjagi. . .” kata siwon lembut. Diraihnya tangan young ri, digenggamnya erat sambil menceritakan apa yg sebenarnya terjadi.
“ja. . . Jadi. . . Mereka saling mencintai?” tanya young ri.
“ya, dan aku sangat mencintaimu!! Sangat!!” jawab siwon.
Young ri meneteskan air matanya “mianhae won ah. . .”
“jangan mengatakan itu, cukup katakan kau mencintaiku! Kau belum pernah mengatakannya sekalipun!” kata siwon sambil cemberut.
Mau tidak mau young ri tersenyum melihatnya. Disentuhnya wajah siwon lembut “saranghaeyo choi siwon. . .”
“nado saranghae. . .” balas siwon sambil meraih tangan young ri diwajahnya kemudian menciumnya.
“won ah, bagaimana dgn anakku??” tanya young ri tiba2.
“anak kita!” ralat siwon “lebih tepatnya putra kita! Dia baik2 saja tapi masih tidak boleh keluar dari inkubator!”
“apa kau yakin dia baik2 saja?”
“tenanglah jjagiya, tuhan selalu menjaga kita!” tatap siwon lembut.
“won ah, bagaimana? Apa semuanya baik2 saja??”
Kedua manusia itu sontak menoleh kearah pintu. Ayah siwon masuk kedalam kamar diikuti ibunya yg masih menatap tidak suka.
“semuanya baik2 saja appa,” jawab siwon.
“young ah, bagaimana keadaanmu?”
“aku baik appa. . .”
“hh. . . Syukurlah. . . Lalu, dimana siwon kecil? Appa ingin melihatnya, pasti tampan sepertiku, dia laki2 bukan??”
“yaak appa kenapa harus mirip dgnmu?? Dia kan anakku!!” protes siwon sementara young ri hanya tersenyum pahit. Seandainya saja itu memang anak siwon.
“pokoknya harus mirip appa! Dimana dia sekarang?”
“dia harus berada dalam inkubator appa, dia lahir prematur,” jelas siwon.
“kenapa bisa lahir prematur? Kau pasti tidak menjaganya dgn baik!” saut ibu siwon yg sangsung disikut suaminya.
“aku yg tidak menjaganya dgn baik eomma!” bela siwon.
“sudah2, aku ingin melihat cucuku, dia ada diruang bayi bukan?!” ayah siwon langsung menarik istrinya keluar.
“eommamu masih tidak menyukaiku. . . Seandainya saja dia benar2 putramu. . .” kata young ri sedih.
“ssst. . . Kau ini bicara apa?? Dia putraku! Kau tidak mengakuiku sebagai ayahnya huh?? Aku benar2 tersinggung!!”
“mianhae. . .”
“sudahlah, aku yakin eomma pasti menyukaimu jika sudah mengenalmu. . .” kata siwon lembut sambil mencium kening young ri.
***

“hari ini nyonya choi sudah boleh pulang tuan!”
“benarkah dokter?”
“ya, keadaannya sudah stabil, tapi tetap harus banyak istirahat!”
“lalu bagaimana dgn anak kami dokter?”
“putra anda juga sudah kuat, tidak perlu memakai bantuan pernafasan lagi!”
“ah syukurlah, terima kasih banyak dokter!”
Siwon membungkukkan badannya sebelum dokter itu pergi, kemudian ia masuk kamar dan menghampiri young ri “kau sudah boleh pulang jjagi, tunggu disini sebentar, aku akan mengurus administrasi dulu!”
Young ri mengangguk pelan “belikan aku ice cream juga!”
“aiiish kau ini seorang ibu, bertingkahlah seperti seorang ibu!”
“apa maksudmu aku terlihat seperti seorang appa?!” tanya young ri kesal.
“ka_ aiish sudahlah!” gerutu siwon “tunggu disini!”

Siwon sedang berjalan kembali kekamar young ri setelah mengurus adsministrasi saat ia melihat ibunya.
Wanita itu sedang sibuk membaca kertas sambil bergumam tidak jelas. Bahkan ia tidak sadar kalau siwon menghampirinya.
“eomma, apa yg kau lakukan?” tanya siwon.
Ibu siwon tersentak kaget dan langsung menyembunyikan kertar itu dibalik punggungnya “won. . .wonnie. . . Kenapa kau ada disini?”
“apa yg kau sembunyikan?” tanya siwon curiga.
“a. . .ani. . .”
“coba kulihat!”
“jangan, ini bukan apa2!” ibu siwon mengelak tapi itu semakin membuat siwon penasaran.
Mereka saling berebut kertas itu dan akhirnya siwon berhasil.
“tes darah??” tanya siwon tidak percaya “untuk apa kau melakukan hal ini??” bentak siwon.
“aku hanya ingin tau!”
“kau sangat keterlaluan!” kata siwon dan langsung pergi.

Tbc