Tags

, ,

Eun chan mengerjap pelan. pandangannya terasa kabur. “eomma. . . “ panggilnya lirih. Tenggorokannya terasa kering. “eomma. . .” panggilnya lebih keras.
Kibum yang tidur disebelah eun chan mengerjap kaget. “eun chan ah??”
“hauus. . .” kata eun chan serak.
“ajhuma, eun chan sadar!!!” teriak kibum pada ibu eun chan yang sedang tidur disofa. Wanita itu mengerjap kaget kemudian langsung menghampiri putrinya.
“eun chan, kau sudah sadar??”
“eomma. . . haus. . .”
Kibum mengambil segelas air putih dan membantu eun chan melepas masker oksigennya dan minum. Sementara ibu eun chan memanggil dokter.

“keadaannya sudah membaik, tapi ia tidak boleh terlalu lelah!!” jelas dokter.
“kapan dia boleh pulang dokter??” tanya ibu eun chan.
“mungkin tiga atau empat hari lagi dia boleh pulang!!”
“ah, kamsahamnida dokter!!”
“baiklah saya pergi dulu, kalau ada apa2 tekan saja tombol merahnya!!”
“baik dokter terima kasih!!” ibu eun chan membungkuk sebentar kemudian masuk kedalam.
“ajhuma bagaimana??” tanya kibum.
“tiga atau empat hari lagi dia boleh pulang!!”
“jjinja?? Aiiish. . . kenapa lama sekali??” gerutu eun chan “eomma mianhae. . . aku sudah membuatmu khawatir!!”
Ibu eun chan tersenyum “seharusnya ibu tidak meninggalkanmu sendiri!”
“bukan, ini semua karna aku tidak menuruti kata2 eomma!!”
“baiklah, kalau begitu kau harus berjanji tidak akan mengulanginya lagi, araseo?!”
“ne!!” eun chan mengangguk2 cepat dengan riang,
“ah, eomma lapar, kibum ah, kau tunggu disini ya, ajhuma mau membeli sarapan dulu, kau juga belum makan bukan??!”
“ne ajhuma!!”
“oppa gomawo. . .” ucap eun chan setelah ibunya pergi.
Kibum tersenyum “hanya itu??”
Eun chan mengerutkan kening bingung “lalu??”
“setelah kau keluar dari rumah sakit ini, ayo kita berkencan!!”
“ye?? Ige mwoya??”
****

“sudah lama menunggu??”
Eun chan menggeleng pelan. sudah tiga hari lebih ia keluar dari rumah sakit, namun eomma-nya tidka mengijinkannya masuk sekolah lebih dulu. Dan eun chan juga belum siap menghadapi teman2nya. dan hari ini, kibum mengajaknya berkencan.
“ayo!!” ajak kibum.
Eun chan berjalan mengikuti namja itu. beberapa kali ditatapnya kibum. Sepertinya ia sedang memikirkan hal lain. Langkah eun chan melambat. Sekarang ia berjalan dibelakang kibum. Tiba2 ia teringat pada heechul.

“kenapa kau selalu berjalan dibelakangku?? Berjalanlah disisiku!!!”

Tanpa sadar, eun chan tersenyum sendiri.
“ada apa??” tanya kibum.
Eun chan tersentak kaget kemudian menggeleng pelan sambil tersenyum.
“kenapa jalanmu lambat sekali? Ayo aku sudah lapar!! Kau mau makan apa??” tanya kibum.
“mm. . . aku ingin sushi. . .”
“baiklah ayo!!”
Mereka berdua makan shusi disebuah restourant, kemudian berjalan2 di taman. Eun chan berjalan disebelah ki bum. Mereka berdua saling diam, sibuk dengan fikiran masing2. Tiba2 seseorang tidak sengaja menabrak eun chan.
“ah mianhae. . .” kata orang itu pelan.
“gwenchana!!” jawab eun chan sambil tersenyum.
“kau tidak apa2??” tanya kibum.
Eun chan menggeleng pelan sambil tersenyum. Tiba2 kibum meraih dan menggenggam tangannya “ayo!!” merekapun berjalan lagi.
Eun chan kembali melamun. Kalau heechul pasti ia sudah marah2.

“mianhamnida, aku tidak sengaja!!”
“yaak, apa kau tidak punya mata??”
“aku tidak sengaja!”
“jangan berbohong!! Kau pasti ingin menyentuhnya benar kan??”

Ia menatap jari2nya yang digenggam kibum, hangat. . . tapi entah kenapa terasa kosong. Akhirnya mereka berdua duduk disebuah bangku. Eun chan menatap kibum yang hanya diam saja. dalam hati ia mengeluh. Kenapa rasanya malah seperti sendirian?? Ia menghela nafas pelan.
“mianhae. . .” kata kibum tiba2.
“ye??”
“aku tidak pernah berkencan sebelumnya, jadi aku tidak tau apa yang harus dilakukan. . .”
“gwenchana oppa. . .”
Hening lagi. Kibum memejamkan matanya. Sedangkan eun chan hanya memandang sekitar taman. Ia menggosok2 telapak tangannya sambil meniupnya. Udara benar2 dingin. Ini adalah awal musim dingin, meskipun ia sudah memakai syal, tetap saja masih terasa dingin.
Tiba2 saja ia tertegun. . . syal. ..

“kau kedinginan??”
“aniyo. . .”
“ck, sudah jelas2 kedinginan masih saja berbohong!! Apa kau tidak bisa berbicara jujur?? Aku paling benci dengan kebohongan!!! Ayo ikut!!”

“kurasa memang aku lebih pantas menjadi oppamu saja!!” kata kibum memecah keheningan.
“mwo??” eun chan mengerutkan alisnya bingung.
Kibum menghela nafas kemudian menoleh dan tersenyum “eomma-mu sangat baik, apa kau bersedia membaginya denganku??”
“a. . .apa??” eun chan menatap bingung, kemudian mulai mengerti “pasti menyenangkan jika punya oppa sepertimu!!” sautnya sambil tersenyum.
“eun chan ah, apa kau menyukainya??”
“ye??”
“apa kau menyukai kim heechul??”
“mwo??” eun chan tersentak kaget kemudian terdiam “entahlah. . . apa manusia sepertinya pantas untuk disukai?! Dia benar2 buruk!!”
“aku hanya butuh satu jawaban pasti!!”
“hmm. . . kurasa tidak!! Aku terlalu kesal padanya!!”
“baiklah kalau begitu aku tidak perlu memberitahumu!!”
“mem. . .memberitahu apa??”
“bahwa kim heechul akan meneruskan sekolahnya keluar negri!!”
“mwoya???”
“dan kurasa saat ini ia sudah berangkat kebandara!!”
“se. . .sekarang??”
“kau tidak menyukainya bukan?? Jadi tidak masalah!!”
“kim heechul pabo!!!” pekik eun chan dan langsung berlari meninggalkan kibum yang hanya tertawa.

Eun chan langsung berlari begitu turun dari taksi. Ia mencari2 sosok namja itu diantara orang2 yang berlalu lalang. Astaga, kenapa ia bodoh sekali, cepat2 ditelphonenya kibum.
“ya ada apa?? kau sudah menemukannya??”
“kemana ia akan pergi??”
“amerika!”
Eun chan menutup telphonenya dan langsung mengecek penerbangan keamerika, ternyata pesawatnya sudah tinggal landas lima menit yang lalu. Eun chan melangkah gontai keluar bandara. Air matanya sudah ingin keluar tapi ditahannya. Ia menatap langit dan berteriak kencang.
“KIM HEECHUL BRENGSEK PABO YADONG!!!!!! BAGAIMANA BISA KAU PERGI TANPA MEMINTA MAAF DARIKU?? PERGI SAJA KAU, JANGAN KEMBALI LAGI!! KALAU AKU MELIHATMU LAGI, MATI KAU!!! DASAR TOLOL, BODOH, IDIOT!!!!”

Heechul tersentak bangun dari tidurnya. “eun chan. . .”
Ia langsung beranjak dari duduknya “yaaak hentikan pesawatnya!!! Aku mau turun!!!”
“maaf tuan, anda tidak boleh seperti ini!!” seorang pramugrari menahannya.
“kau tidak dengar?? Aku ingin turuuuun!!!” teriak heechul.
“tapi ini pesawat ini sudah lepas landas!!”
“apa peduliku??!” sembur heechul.
BOUUUGH. . .
Sebuah pukulan mendarat tepat diwajahnya.
“yaak__”
BOUUUGH. . .
“AP__”
BOUUUGH. . .
“apa kau ingin mati??” bentak seorang gadis yang tadinya duduk didepan heechul “kalau begitu lompat saja kau keluar!! Kau pikir kau ini siapa seenaknya saja?! kami semua juga membayar disini, kenapa pilot harus mengikuti keinginanmu dan mengacaukan jadwalnya??!”
“kenapa memukulkuuuu???” bentak heechul emosi.
BOUUUGH. . .
“aku akan terus memukulmu kalau kau tidak diam!! Jika kau ingin kembali, tunggu pesawat ini mendarat dulu baru kau boleh keluar!!”
Heechul menatap gadis itu penuh kebencian, seakan mengatakan ‘lihat-saja-kau-nanti!’
“duduk!!!” bentak gadis itu.
Dengan dongkol heechul kembali duduk. Sementara peramugrari itu berterima kasih pada gadis itu.
Heechul meringis merasakan wajahnya yang perih, tapi kemudian ia teringat eun chan dan mendesah gelisah.
****

Eun chan berjalan dengan lesu kekelasnya. ia sudah masuk sekolah sejak kemarin. Siswa2 chunsan sudah tidak mengerjainya lagi, dan ia bersyukur untuk itu.
“eun chan ah, kau tidak apa2??” tanya in jung cemas.
“gwenchana,,” saut eun chan sambil tersenyum lemah. Sekolah ini benar2 berbeda dari yang sebelumnya. Apakah itu karna king of chunsan sudah tidak ada lagi??!
“tunggu dulu, bukankah itu kim heechul??” kata in jung tiba2.
Eun chan langsung mengangkat wajahnya dan ia melihat seorang namja sedang berjalan didepannya dengan tangan yang berbalut perban. Tiba2 saja eun chan menjadi kesal. Ia melepas sepatunya dan melemparnya kearah heechul.
Duaaak. . . tepat sasaran.
“yaaak!!!” teriak heechul langsung berbalik sambil memegang kepalanya. Tapi ia langsung diam saat melihat eun chan.
Eun chan berjalan penuh emosi “kenapa kau ada disini??” bentak eun chan “bukankah kau sudah keluar negri?? Kenapa kembali lagi?? Apa kau ingin merusak suasana damai disini lagi?? Atau apa disana kau tidak diterima karna sifat burukmu itu?? kenapa sekarang kau kembali huh??”
Heechul hanya diam saja menatap eun chan yang berteriak2 “mianhae. . .”
“mianhae?? Setelah semua yang sudah kau lakukan kau hanya mengucapkan mianhae?? Apakah menurutmu itu cukup?? Apa kau tidak tau seberapa besar kesalahan yang kau lakukan huh?? Kau memang benar2 brengsek!!”
“aku tau. . .”
“kau sangat brengsek!!! Brengsek, brengsek, brengsek!!” eun chan terisak kemudian memeluk heechul, membuat namja itu terkejut. Juga murid2 lain yang kebetulan melihatnya.
“apa kau sangat membenciku?? Apa kau ingin aku pindah agar kau tetap disini?? Apa kau tidak perduli pada orang yang menyayangimu disini??”
Heechul mempererat pelukannya “aku kembali lagi karna dirimu. . . terima kasih sudah menyayangiku. . .”
Eun chan melepaskan pelukannya dengan kasar “bagaimanapun juga kau belum dihukum atas perbuatanmu!!!”
Heechul tersenyum sambil meraih eun chan kedalam pelukannya lagi “aku akan melakukan apapun nanti, tapi untuk saat ini, biarkan seperti ini dulu!!” bisiknya lembut.
“lepaskan aku, apa kau tidak sadar semua orang melihat kita??”
Heechul melepaskan pelukannya dan menatap orang2 yang sudah berkumpul untuk melihat mereka “APA LIHAT2?? KALIAN INGIN MATI??”
“GYAAAAAAAA…………” sontak semua murid langsung berlari pergi hingga akhirnya koridor itu sunyi tanpa suara apapun.
“sekarang sudah tidak ada yang melihat, jadi aku boleh melakukannya??” tanya heechul sambil tersenyum setan.
“mwo??”
Belum sempat bibir gadis itu menutup, heechul sudah mengecupnya lembut “aku merindukanmu. . .” bisiknya kemudian melumat bibir gadis itu lagi “benar2 rindu. ..” ditekannya lebih dalam ciuman itu “sangat rindu. . .” dikulumnya bibir gadis itu teramat pelan, rasanya manis. . .
Eun chan mendesah pelan kemudian mulai membalas ciuman itu dan memeluk leher heechul lebih erat.
“eheem ehhem. . .”
Sontak keduanya langsung memisahkan diri.
“bisakah kalian melakukan itu tidak ditempat umum?? Apalagi ini jalan!!” kata seorang ajhusi yang memakai topi hingga wajahnya tidak terlihat yang sedang membawa setimba air.
“appa, kau ini mengganggu saja!!” gerutu heechul sebal sementara eun chan hanya menunduk malu.
Ayah heechul terkikik “kalian boleh melanjutkannya diruanganku, tidak ada siapa2 disana!!” katanya sambil mengedipkan sebelah matanya sambil melegang pergi.
“ajhushi. . .” protes eun chan dengan wajah merah.
“gomawo appa!!!” seru heechul sambil terkekeh.
“appa?? Kau sudah baikkan dengan orang tuamu??” tanya eun chan bingung.
“ya, dan itu karna dirimu!! Kajja!!”
“yaak kita mau kemana?? Sebentar lagi kelas dimulai!!! Kau mau membuat nilaiku turun huh??”
“kau tidak dengar appa bilang apa? kita boleh melanjutkannya diruangannya!!”
“mwoya??” eun chan mendelik seketika.
Heechul tergelak “aku hanya mengantarmu kekelas!! Sudah diamlah!!” saut heechul sambil terus menarik tangan eun chan.
Perlahan eun chan tersenyum “dasar diktator!!” makinya pelan.
“aku mendengarnya park eun chan!!”
****