Tags

, ,

~epilog~

Kibum sedang berjalan pelan saat dilihatnya beberapa gadis sedang ribut. Salah satu gadis itu mendorong tubuh seorang gadis hingga membentur kibum dengan keras dan hampir terjatuh. Secepat kilat kibum menyambar dan memeluknya.
“lepaskan aku brengsek!!” gadis itu mendorong tubuh kibum dengan kasar hingga membentur dinding loker dengan keras.
“yaak apa yang kau lakukan??” teriak beberapa gadis.
“kau pasti menggunakan kesempatan itu untuk menyentuhkukan??” kata gadis itu marah.
Kibum menatap dingin didorongnya tubuh gadis itu hingga membentur dinding “menurutmu begitu??” desisnya tajam.
“apa2an kau ini??” bentak gadis itu.
Tiba2 saja kibum mendekatkan wajahnya dan reflek gadis itu memejamkan matanya erat2 “aku tidak pernah bernafsu dengan gadis sepertimu!!” bisiknya kemudian berjalan pergi.
Gadis itu menatap terkejut kemudian berjalan cepat menyusul kibum, menariknya dan BOUGH . . .
Sebuah tonjokan mendarat dipipi kibum sementara para gadis menjerit histris. Gadis itu menyambar kra baju kibum tapi kemudian tertegun saat melihat sebuah kalung yang dipakai kibum, ditariknya paksa kalung itu.
“yaak apa yang kau lakukan??” teriak kibum.
Gadis itu menatap dingin “mengambil milikku kembali!! Ternyata kau tetap brengsek bum ah, aku benar2 membencimu!! Benci, benci, benci!!!!” teriak gadis itu kemudian melangkah pergi.
Ingatan kibum langsung melayang kemasa lalunya.

“maaf aku menghilangkan kalungmu. . .”
“mwo?? Kau menghilangkannya?? Kau jahat bum ah!! Aku membencimu, benci, benci, benci!!!”

Secepat kilat kibum menarik gadis itu dan merengkuhnya dari belakang. “rae ya. . .”
“yaak apa yang kau lakukan?? Lepaskan aku brengsek!!”
“akhirnya kau kembali. . .bogoshipoyo. . .” bisik kibum sambil mempererat pelukannya dan membenamkan wajahnya kedalam leher gadis itu.
“lepaskan aku bum ah!!”
“aku sudah menunggumu selama sepuluh tahun, tidak akan kulepas lagi!!”
“mwo??”
“saranghae shin rae byung ah!!”
“yaak apa kau gila?? Kita saling bermusuhan, mana mungkin kau menyukaiku!! Kau pasti menipuku!!”
“aku melakukannya agar kau memeperhatikanku. . . aku menyukaimu rae ya, dari dulu menyukaimu. . .kenapa dulu tiba2 kau menghilang?? Kenapa kau meninggalkanku?? Kau tau, aku sudah berusaha mencari kalungmu semalaman dan esoknya tiba2 saja kau pergi, kenapa kau kejam sekali??”
Air mata gadis itu menetes “kau bohong. . . kau bohong. . . “
“kumohon. . . bisakah kita memulainya dari awal lagi?? Jangan pernah pergi lagi dari sisiku. . .”
Gadis itu berbalik dan memeluk leher kibum “kumohon, jangan membuatku membencimu lagi!!”
“tidak akan, aku berjanji. . .”
Para gadis menjerit2, victoria langsung sesak nafas sementara yoona sudah pingsan.
“BERISIK!! Kenapa kalian membuat keributan???”
Semua langsung diam begitu mendengar bentakan itu. heechul menatap sadis kemudian menoleh kearah kibum.
“oppa??” panggil eun chan shock saat melihat namja yang sudah diangkat anak oleh ibunya itu sedang berpelukan dengan seorang gadis.
“yaak apa kalian tidak bisa melakukannya ditempat lain??” bentak heechul.
“kau juga sering seperti itu!!” protes eun chan.
“kenapa membantahku??” bentak heechul.
“kenapa membentak oppaku??” balas eun chan.
“jadi kau lebih memilih dia?? Kau ingin mati??”
“kenapa kalian berisik sekali??” saut kibum yang sudah melepaskan pelukkannya.
“yaak kau namja egois!!” teriak rae byung.
Heechul menoleh dan tersentak kaget “yaak yeoja pemukul!!! Apa yang kau lakukan disini??”
“aku baru pindah kemari, kenapa aku harus bertemu namja sepertimu disini?!”
“kalau begitu kau pindah saja!!”
“tidak akan kubiarkan dia pindah!!” saut kibum.
“memangnya dia apamu ha??”
“dia kekasihku!!” jawab kibum santai sementara rae byung langsung melotot.
“jjinjayeo?? Dia gadis yang oppa tunggu selama ini??” tanya eun chan riang.
“ne!!”
“heh, kapan aku bilang mau menjadi kekasihmu??” protes rae byung.
“aku tidak perlu persetujuanmu!!”
“mwo??”
“baguslah, jadi kau tidak bisa dekat2 eun chanku lagi dengan gadis pemukul sepertinya!!”
“yaak jaga mulutmu namja egois!!”
“apa?? kau berani denganku??”
“memangnaya aku takut??”
“bla. . .bla. . .bla. . .bla. . .”

In jung memijat pelipisnya pelan “sepertinya aku bersekolah ditempat yang salah. . . “ gumamnya sambil berjalan pergi “readers, jangan dibaca lagi, ini terlalu gaje!! Ok?!” katanya singkat.

FIN