Tags

, , ,

Braaak. . .
Siwon membanting pintu dgn kesal.
“mana ice creamku??” tanya young ri tanpa dosa.
“saat seperti inipun kau masih memikirkan ice cream??!” bentak siwon.
“kenapa marah padaku?! Aku kan hanya bertanya!”
Siwon mendecak kesal sambil mengulurkan kertas yg dipegangnya pada young ri “eomma melakukan tes darah padaku dan wonyoung!”
“tes darah??” tanya young ri bingung “OMO TES DARAH??” langsung disambarnya kertas ditangan siwon.
“dia sudah melihat hasilnya, sekarang bagaimana?”
“POSITIF??” pekik young ri.
“tentu saja pos. . . APA???” siwon merebut kertas itu dan seketika melotot “co. . .cocok?”
“bagaimana bisa darah kalian sama??”
“ini tidak mungkin. . .”
“kalau begitu. . . Wonyoung adalah anak kandungmu??”
Kedua manusia itu terdiam sejenak kemudian saling menatap “KAPAN KITA MELAKUKANNYA???” pekik mereka bersamaan.
“a. . .apa kau ingat sesuatu?” tanya siwon
Young ri menggeleng pelan “waktu aku dinyatakan hamil aku belum mengenalmu. . .”
“lalu bagaimana hasil tes ini bisa positif?”
“kenapa tanya padaku?! Mana aku tau?!”
Ckleeek. . .
Pintu terbuka. Ayah siwon muncul diikuti istrinya yg menatap takut2 pada siwon.
“kalian sudah siap?”
“n. . .ne appa. . .” jawab siwon gugup sambil memasukan kertas itu kesaku jasnya.
“kalau begitu ayo, untuk sementara kalian tinggalah dulu dirumah appa, biar eomma bisa membantu young ri merawat won young!”
“ta. . Tapi. . .” ibu siwon menatap keberatan.
“tidak perlu appa, kami bisa menyewa pembantu!” jawab siwon sambil mengambil tas young ri. Karna lupa resletingnya belum ditutup dompet dan beberapa barang young ri terjatuh.
Dompet young ri yg jatuh didekat kaki ibu siwon terbuka. Ibu siwon mengerutkan kening sambil memungut dompet itu.
“lee donghae oppa??” tanya ibu siwon terkejut saat melihat foto dalam dompet young ri.
“anda mengenal ayahku??” tanya young ri heran.
“kau putri hae oppa?? Kau putrinya??”
Young ri terkesiap saat ibu siwon memeluknya erat “kau putrinya?? Di. . .dia sudah tidak ada??” isak ibu siwon sementara kedua laki2 itu hanya menatap bingung.
Ibu siwon melepaskan pelukannya dgn penuh air mata.
“eomma sebenarnya ada apa??” tanya siwon.
“donghae oppa adalah sunbae sekaligus tetanggaku dulu, dia sudah kuanggap kakakku sendiri, tapi kemudian aku pindah keluar negri dan kehilangan jejaknya. . .aku benar2 ingin bertemu dgnnya tapi. . .” ibu siwon tidak meneruskan bicaranya, ia menghapus air matanya kemudian menyentuh wajah young ri lembut “young ri mianhae. . . Aku sudah bersikap buruk padamu. . .”
“gwenchana eomma. . .” jawab young ri pelan.
“seharusnya aku tau kalau mata ini milik hae oppa. . .”
“eomma. . .”
“baiklah, ayo kita ambil wonyoung!!” kata ibu siwon sementara young ri menatap siwon sambil tersenyum.
***

Bell rumah berbunyi, young ri cepat2 membukakan pintu “yoon ah??” pekiknya senang.
“young ri, aku merindukanmu!!” balas yoon hye sambil memeluk young ri.
“bagaimana kabarmu young ri?” tanya hyuki.
“aku sangat baik oppa. . .” jawab young ri “ayo masuklah!!”
“young ah siapa yg datang??” tanya ibu siwon sambil menggendong wonyoung.
“ah mereka temanku eomma!”
Yoonjae memberikan salam kepada ibu siwon, “young ah, kau sudah melahirkan??”
Young ri mengangguk “sudah sebulan lebih. . .”
“aigo. . .boleh aku melihatnya??” pinta yoon hye.
“tentu saja!” ibu siwon memberikan wonyoung pada yoon hye “ini, kubuatkan minum dulu kalian!”
“ah tidak perlu repot2 ajhuma, sebentar lagi kami akan pergi!” kata hyuki.
“kenapa buru2?”
“kami harus kembali keamerika malam ini young ah, kami tidak punya waktu!”
“padahal aku ingin bicara banyak padamu. . .”
“aku juga. . . Ah putramu sangat mirip dgn ayahnya. . .” ujar yoon hye tapi kemudian tersadar dan young ri sudah menatapnya tajam.
“aku pulaang!!” teriak siwon “oh, yoon hye ssi, hyuk jae ssi, kalian ada disini??”
“ah anyeong siwon ssi,” balas yoon hye.
“ah sepertinya kami harus segera pergi. . .”
“kau belum memberitahuku yoon”
“tentu saja aku akan memberitahumu!”
“kalian akan pergi kemana?” tanya siwon.
“kami harus kebandara, pesawat kami berangkat sejam lagi!” saut hyuki.
“ah kalau begitu ayo kuantar!” kata siwon.
“aku juga ikut!” saut young ri.
“pergilah kalian, biar eomma yg menjaga wonyoung!”
Yoon hye memberikan wonyoung kembali pada ibu siwon “kamsahamnida ajhuma. . .”

“ini, semuanya ada disini, bacalah bersama siwon nanti!” yoon hye memberikan sebuah amplop putih pada young ri “kami harus pergi, jaga dirimu baik2!!” yoon hye memeluk young ri erat.
“won ah, kami pergi dulu!” kata hyuki.
“mm, hati2!”
“jaga young ri baik2 siwon ssi,”
“tentu!”
“baiklah, sampai jumpa diamerika, anyeong!” yoon jae couple melambaikan tangannya.
“sampai jumpa diamerika? Apa maksudnya?” tanya young ri.
“molla. . . Ayo kita pulang, aku lelah!”
***

“jjagi kau melihat ponselku?” tanya siwon.
Young ri meraih tasnya dan mengambil ponsel siwon. Kemudian matanya melihat amplop putih itu. Dibukanya amplop itu dan menemukan sebuah undangan. “mereka akan menikah bulan depan???” pekik young ri.
“benarkah?”
Young ri melemparkan undangan yoonjae pada siwon yg sedang duduk bersandar pada kepala ranjang.
“kurasa kita harus kesana, sekalian liburan!” usul siwon “apa yg kau bca?” tanya siwon sambil merangkak dan memeluk young ri yg duduk ditepi ranjang dari belakang.
“surat dari yoon!”
Kedua manusia itu membaca bersama2 “tidak mungkin. . .”desis young ri setelah membacanya.
“jadi kita memang melakukannya??”
“tapi aku tdk mengingatnya,”
“bagaimana kalau kita mengulangnya agar ingat?” bisik siwon sambil mengecupi leher young ri.
“mwo?? Op. .oppa. . . Andwae. Hh. . .”
-SKIP-
FIN