Tags

,

Setiap pagi, nam hyo selalu duduk dibangku taman sekolah didepan tempat parkir itu bersama taeyeon, teman sekelasnya. Alasannya hanya satu, untuk melihat namja itu, cho kyuhyun.
“dia memang namja yg pendiam tapi tidak sombong dan hanya menyapa pada orang yg hanya dikenalnya saja! Eonniku kenal baik dgnnya, kau tau, ia cukup populer!” jelas taeyeon panjang lebar.
Nam hyo mendesah pelan “ya aku tau. . .” sangat tau! Karna itu nam hyo hanya bisa mengaguminya saja. Dunia mereka terlalu jauh.
Tidak lama sebuah sepeda motor yg sudah dikenal nam hyo melewati gerbang dan berhenti ditempat parkir. Pemilik motor itu melepaskan helmnya kemudian merapikan rambutnya sejenak dgn jari2 tangannya. Ditaruhnya helm itu kemudian dipakainya kaca matanya.
Deg. . .deg. . .deg. . .
Nam hyo merasa jantungnya berdetak begitu cepat saat namja itu lewat didepannya. Ia terus menatapnya hingga kyuhyun menghilang dari pandangannya.
“ayo!” ajaknya pada taeyeon untuk kembali kekelas.
Ya, hanya seperti itu setiap harinya. Hanya menatapnya dari jauh. Namun dgn begitu saja dapat membuat perasaan menjadi baik. Bukan rahasia lagi kalau nam hyo menyukai cho kyuhyun. Seluruh teman sekelasnya tau hal itu. Tapi yg diketahui mereka hanyalah nam hyo fans kyuhyun. Lebih dari itu, nam hyo menyadari bahwa ia menyayangi namja itu, tidak, ia mencintainya. . .
Betapa ajaibnya cinta, hal2 kecil tentang persamaanpun bisa membuat seseorang begitu bahagia. Fakta bahwa nomor absennya sama dgn nomor absen kyuhyun membuat hatinya merasa hangat.
Siapa sebenarnya cho kyuhyun?! Ia bukan siswa populer, ia juga jarang tersenyum, ia terlihat angkuh tapi bukan sombong, ia sangat misterius. Tidak ada yg tau tentangnya termasuk nam hyo. Jadi kenapa nam hyo bisa menyukainya? Ia sendiri tak tau. Bahkan temannyapun tidak mengerti, apa keistimewaan seorang cho kyuhyun? Ia bukan siapa2 bila dibandingkan dgn si tampan lee donghae. Tidak banyak yg mengenalnya. Tapi hanya ia satu2nya namja yg membuat jantung nam hyo berdetak cepat, hanya dia!
Apakah ia sudah gila? Mungkin! Bagaimana mungkin ia bisa terobsesi pada seorang cho kyuhyun padahal
Ia tau dunia mereka sangat berbeda.
Nam hyo hanyalah seorang gadis biasa yg menyukai kegiatan2 disekolahnya, ia juga pecinta novel dan komik, suka menulis, selain itu ia buta fashion dan berpenampilan amat sangat biasa. Jika gadis lain akan berlomba2 mempercantik dirinya, ia sama sekali tidak, kurang percaya diri? Mungkin, tapi begitulah ia, seorang gadis yg amat sangat jauh dari type kyuhyun.
Ia sadar hal itu, sungguh. Namun. . . Seberapa tidak perduli seberapa cantik dirimu hati tidak akan pernah berbohong. Dan hati nam hyo mengatakan, ia mencintai cho kyuhyun. Apa itu salah?? Rasa suka ini, benar2 tulus tanpa syarat. . .
***

“nam hyo ya!!” panggil salah satu teman sekelasnya, sulli, saat gadis itu baru datang.
“ye?”
“aku kemarin bertemu cho kyuhyun!”
“ne, aku mengatakan padanya kalau kau adalah fansnya!” saut ember.
“ige mwoya??” nam hyo melotot seketika “ka. . .kalian bilang apa padanya??”
“dia bertanya siapa lee nam hyo, jadi aku jawab saja kau murid kelas 10A!”
“iya, aku juga bilang padanya kau itu gadis yg punya tubuh kecil, mungil, dan ikut osis juga!”
“yaak apa kalian sudah gila??”
“hei, seharusnya kau berterima kasih pada kami!”
“ya, terima kasih sekali! Lihat saja, aku tidak akan menoleh jika kalian panggil! Namaku bukan lee nam hyo!!!” teriak nam hyo sambil duduk dikursinya sementara kedua gadis itu tertawa.

Bell pulang berbunyi. Semua siswa keluar dari kelas masing2.
“nam hyo ya, ayo!” ajak taeyeon.
“ayo! Masih ada waktu setengah jam sebelum club gambar dimulai!”
“ya, kali ini kita disuruh menggambar apa ya?”
“hmm aku tidak ta_” langkah nam hyo tiba2 berhenti mendadak.
Namja itu, cho kyuhyun, sedang berdiri dipinggir pintu lobi sekolah. Dan matanya langsung melotot saat melihat kedua temannya, sulli dan ember sedang berdiri tak jauh dari kyuhyun sambil melambai2kan tangannya dan tersenyum penuh arti.
“matilah aku!” desis nam hyo.
“waeyo?” tanya taeyeon.
“kyu oppa,”
Taeyeon langsung tersenyum penuh arti.
“yaak jangan tersenyum! Kita jalan saja ok, kalau dipanggil sulli atau ember abaikan saja! Mereka ada disana!”
“ok2!” jawab taeyeon sambil menahan tawa.
Akhirnya kedua gadis itu tetap berjalan seperti biasa, dan seperti yg telah diduga nam hyo, kedua gadis tadi memanggilnya keras2.
“yaak lee nam hyo!!! Hei!!” teriak sulli kencang yg sudah dipastikan semua anak akan mendengarnya.
“hei nam hyo!! LEE NAM HYO!!” tambah ember.
Nam hyo pura2 berbicara pada taeyeon dan mengabaikan panggilan2 itu meskipun dalam hati ia amat sangat khawatir.
Akhirnya ia melewati pintu loby itu dan langsung menuju kantin.
“aiiish jjinja! Awas saja mereka nanti!” runtuk nam hyo setelah duduk dibangku kantin.
“jangan begitu, bukankah kalo kyu oppa tau itu lebih bagus?!”
“tapi aku malu yeon ah. . .”
Taeyeon tertawa kecil “aku mau mengambil minum, kau mau apa??”
“colla saja!”
“baiklah. . .”
Tidak lama setelah taeyeon pergi tiba2 dua orang memeluk bahu nam hyo dikanan kirinya.
“hai lee nam hyo!”
“nam hyo ya, kenapa tadi tidak menoleh saat kami memanggilmu??”
Nam hyo tersentak seketika. “yaak siapa yg kalian panggil?? Jangan sembarangan! Aku bukan lee nam hyo!!” sentak nam hyo sambil berdiri dari duduknya.
“aiish. . . Kenapa kau seperti itu?”
Nam hyo tidak menjawab tapi ia langsung berbalik dan. . . Membeku seketika.
Cho kyuhyun, namja itu ternyata sedang duduk dimeja belakang nam hyo dan saat ini ia sedang menatap nam hyo. Oh dear. . .

Tbc