Tags

,

“dia. . . dia akan pergi. . . cho kyuhyun. . .akan pergi. . .” isak nam hyo.
“mwo?? Kenapa??”
Nam hyo sudah tidak sanggup berbicara lagi. Ia hanya terisak. Kenyataan namja itu tidak akan muncul melewati pintu gerbang itu lagi besok membuatnya sakit.
“nam hyo ya, tenanglah, kim seongsaengnim sudah masuk kelas, kita akan terlambat nanti. . .”

Dua jam pelajaran terakhir itu sama sekali tidak menyentuh otak nam hyo. Ia hanya memandang jendela dengan diam. Kadang2 air matanya turun, tapi cepat2 dihapusnya. Apa yang harus ia lakukan?? Mengaku!! Ya, ia harus mengatakan kepada namja itu. setidaknya, ia bisa mengungkapkan dan mengatakan kepadanya bahwa ia mencintainya. Tapi beranikah ia?? Beranikah ia untuk mengatakan hal itu sementara diantara mereka saja tidak pernah berkenalan secara resmi. Sanggupkah ia??
Tidak, ia harus sanggup!! Untuk yang terakhir kalinya, karna ia tidak tau, apakah nanti namja itu akan kembali lagi atau mungkin sebaliknya. . . ia harus mengatakannya!!
Nam hyo menatap gelisah jam dinding itu. detik2 terakhir. . . dan akhirnya bell pulang berbunyi. Cepat2 dimasukannya buku2 itu kedalam tasnya kemudian berlari keluar kelas.
“tolong kalian jangan pulang dulu!! Aku punya informasi untuk kalian!!” kata ma seongsaengnim didepan pintu kelas, menggiring anak2 masuk lagi kedalam kelas.
Nam hyo menghela nafas lemah sambil duduk dibangkunya lagi. Ia menatap gelisah keluar jendela. dalam hati ia berdo’a semoga kyuhyun tidak pulang lebih dulu. Entah apa yang diocehkan ma seongsaengnim, tidak sehurufpun masuk keotaknya. 5 menit berlalu. . . 7 menit. . . 10 menit. . .
Akhirnya ma seongsaengnim mengakhiri pembicaraannya dan keluar dari kelas. Secepat kilat nam hyo berlari pergi kekelas namja itu. tapi terlambat, kelas itu sudah kosong.
Nam hyo kembali berlari ketempat parkir. Ia meyusuri koridor2 yang sudah sepi itu secepatnya. Nafasnya tersegal. Dan begitu sampai ditempat parkir, sepeda motor itu sudah tidak ada. . . ia menatap sekelilingnya, nihil, cho kyuhyun, sudah pergi. . .
Air mata nam hyo jatuh, ia menatap gerbang sekolahnya itu dengan terisak. Tidak akan ada cho kyuhyun yang ditunggunya melewati gerbang itu setiap paginya. Tidak akan ada sepeda motor yang sudah dikenalnya parkir ditempat itu. tidak ada sosok cho kyuhyun yang selalu dicarinya, dan tidak ada lagi seseorang yang bisa membuat jantungnya berdetak begitu cepat, tidak akan ada lagi. . .
Air mata itu jatuh terus menerus, rasa baru memasuki hatinya, menyelimuti jiwanya, kosong. . .

23 mei 2004

Hari ini, ia pergi. . .
ia pergi dengan membawa semua kenangan yang ada dihidupku. . .
ia pergi tanpa pernah memberiku kesempatan untuk mengatakan rasa ini kepadanya. . .
dan mungkin setelah ini, tidak akan pernah ada kisah tentangnya lagi. . .
selamat tinggal cho kyuhyun, my first love, saranghae. . .

dan seterusnya, lembar2 buku diary berikutnya itu kosong. . .

~7 years latter~
[warning, cerita dibawah ini hanya fiksi!!]

Seorang guru 24 tahun, sedang menutup dokumen didepannya sambil menghela nafas pelan. ia benar2 lelah akhir2 ini. hidupnya benar2 terasa membosankan. Ternyata menjadi guru itu tidak mudah. Dan penyakit yang dideritanya, membuatnya semakin ingin berhenti. Namun satu alasannya untuk tetap bisa bertahan seperti ini, kenangan itu. . .
“lee nam hyo ssi!!” sesorang memanggilnya.
“ya??” ia mengangkat wajahnya dan mendapati teman seprofesinya itu sedang menatapnya.
“ada murid baru, bisakah kau menjelaskan kepadanya apa saja yang perlu ia tau?! hye gyo tidak masuk hari ini!!”
“baiklah. . .” dengan lemah nam hyo mengambil beberapa berkas dokumen dan pergi keruang tunggu.
Sampai didepan ruang tunggu, ia menghela nafas sejenak kemudian membuka pintu itu dan seketika nafasnya tercekat. Namja itu ada disana, menatapnya sambil tersenyum disebelah seorang gadis remaja yang manis, cho kyuhyun.
Dengan cepat nam hyo mencoba menyamarkan keterkejutannya. Ia tersenyum manis sambil menutup pintu dan duduk didepan mereka. Dijabatnya tangan mereka satu persatu. Hangat. . . ini pertama kalinya mereka bersentuhan fisik.
“kenalkan, lee nam hyo imnida!! Aku akan menjelaskan apa saja yang perlu diketahui saudari. . . cho kyu soo!!” nam hyo berusaha untuk berbicara normal, padahal kakinya sudah gemetar dari tadi, dan degup jantungnya terus berdetak kuat, sama seperti saat pertama kali ia bertemu namja itu.
Ia menjelaskan secara cepat apa saja yang harus diketahui murid baru itu. kemudian ia mengantarkan mereka berdua kepada woyoung.
“woyoung ssi akan mengantarkan anda melihat2 sekolah ini, saya permisi dulu, anyeong imnida!!” nam hyo membungkuk sejenak kemudian cepat2 pergi.
Ia berjalan dengan langkah2 panjang hampir setengah berlari keluar gedung sekolah. Tanpa tau kemana tujuannya, tiba2 saja ia sudah berada ditaman belakang sekolah. Nam hyo menghampiri bangku dibawah pohon itu dan duduk disana. Angin musim gugur berhembus lembut menggugurkan daun2 kering.
Ia mengatur nafasnya dengan pandangan menerawang. Air matanya bergulir. Cepat2 dihapusnya. Ia melihat namja itu lagi, cho kyuhyun, setelah 7 tahun berlalu. . .
Nam hyo menghembuskan nafas panjang kemudian memejamkan matanya, mengeluarkan semua yang ada dihatinya. Sejak kepergian kyuhyun 7 tahun yang lalu, awalnya memang sulit untuknya, ia sempat berhubungan dengan namja lain, namun hubungan itu tidak pernah lama. Setelah hubungannya dengan mantan pacarnya yang keempat berakhir, ia menyerah. Ia memutuskan untuk melepaskan sosok kyuhyun. Melepaskan semua kenangan itu dan memulai lagi dari awal. . . karna sosok itulah yang telah mengikutinya selama ini. bagaimana mungkin ia bisa terobsesi dengan namja itu??
Dan kini, ketika akhirnya ia bisa melepas semuanya, ketika ia bisa menetralkan hatinya, laki2 itu kembali. .. kembali menghentak jantung nam hyo yang sudah berdetak normal. Oh dear. . . kenapa rasa itu kembali lagi?? Atau jangan2 selama ini nam hyo belum bisa melepasnya tetapi hanya menyembunyikannya, karna saat ini ia merasakan hal yang sama dengan yang dulu.
Kenapa ia bertahan menjadi guru disekolah ini, alasannya ada satu, sebagian dari hati kecilnya masih menginginkannya untuk menahan kenangan itu. ini memang bukan tempat yang sama, namun bisa menjadi obat untuknya sendiri.
Apakah saat ini tuhan sedang memberinya kesempatan untuk menyampaikan rasa yang tidak tersampaikan kepada namja itu dulu?? Tapi kenapa namja itu harus kembali dengan keadaannya yang seperti ini??
“anyeong!!”
Nam hyo tersentak dan langsung membuka matanya. Orang yang dipikirkannya saat ini ada tepat disebelahnya “sunbae. . .”
“apa kabar??”
“a. . .aku baik. . .”
“sudah lama sekali bukan??” tanya kyuhyun sambil memandang kedepan.
“ya. . .” jawab nam hyo pelan.
“kyu soo pasti senang bersekolah disini. . . bisakah kau membantuku untuk menjaganya?? Dia keponakan yang paling kusayangi!!”
“tentu. . .”
“kamsahamnida. . . “ ucap kyuhyun “untuk segala2nya, terima kasih. . .”
Nam hyo tertegun. Apakah laki2 ini masih ingat jika. . . “sunbae, ada satu hal yang__” kalimat nam hyo terhenti saat melihat sebuah cincin melingkar dijari manis kyuhyun “yang ingin kutanyakan. . .”
“apa itu??”
“kau . . . sudah menikah??”
Kyuhyun menoleh dan tersenyum, senyum yang manis “aku akan menikah. . .”