Selembar kertas…

Dia hanya bisa diam memeluk sunyi

Membiarkan angin membawanya

Tempatnya berpijak pun terasa semu

Selembar kertas…

Dia hanya bisa diam mengukir senyum

Membiarkan alat tulis menggoresnya

Memberi kebahagiaan untuk pelukisnya…

Selembar kertas…

Betapa mudah air membasahinya

Dan api membakarnya dengan cepat

Pada akhirnya… ia tetaplah rapuh…

Selembar kertas…

Dalam isak batinnya bersuara

Dalam hati kecilnya berkeinginan

Namun dia hanyalah selembar kertas…

Selembar kertas…

Masihkah ada artinya??

Masihkah dia dibutuhkan??

Masihkah boleh dia berharap??

Selembar kertas…

Tetap akan diam memendam rasa

Membiarkan malam menemaninya

Bersama bintang nan jauh di angan…

Selembar kertas…

Masih bisakah dia bermimpi?

Masih adakah keajaiban takdir?

Karena aku, hanyalah selembar kertas…