Tags

, ,

Donghae berdiri dengan kamera digitalnya. Sebuah mobil berhenti tepat didepan karpet merah dan seorang gadis keluar dari dalamnya. Kwon boa, seorang artis yang sedang naik daun saat ini. ia berjalan diatas karpet merah untuk menghadiri sebuah acara. Dan dong hae hanya bisa menatapnya dari jauh. Dipotretnya beberapa kali gadis itu dan kenyataan bahwa gadis itu masih memakai kalung yang diberikannya, membuat perasaannya campur aduk. Haruskah ia menemui gadis itu? bagaimana reaksinya nanti?? Apakah ia masih mengingatnya? Atau malah sudah melupakannya??
Donghae terus mengikuti boa kemanapun ia pergi. Ia juga memotret gadis itu diam2. Pikirannya masih ragu antara menemuinya atau tidak. Tapi ia tidak lebih dari manusia setengah robot saat ini. ditatapnya puluhan foto boa yang tertempel didinding kamarnya. Bibirnya tersenyum pahit ‘selamat, kau sudah meraih impianmu bo ya. . .’ bisiknya dalam hati.

Hari ini lagi2 donghae menghadiri acara fans meeting boa, seperti biasa, ia hanya bisa menatap boa dari jauh. Ia berdiri dilantai atas dan memotret boa diam2.
“kwon boa ssi, album pertamamu sangat sukses, bagaimana perasaanmu??”
“tentu saja aku bahagia. . . terima kasih untuk semua orang yang mendukungku selama ini, tanpa mereka aku tidak akan bisa seperti ini!!”
“lalu bagaimana persiapan konser pertamamu??”
“untuk saat ini semuanya berjalan lancar!! Mohon do’a kalian!!” boa tersenyum kemudian melihat seseorang temannya.
“kudengar kau akan berduet dengan seorang penyanyi baru??”
“ah benar, sebenarnya kami sudah berteman cukup lama, itu dia!!” boa berjalan kearah seorang namja dan menggandeng lengannya, menariknya bersamanya.
“yaak, kenapa kau menarikku juga??” bisik namja itu.
“apa kau gugup??” balas boa pelan sambil tersenyum pada wartawan.
“aku belum terbiasa. . .”
“kau hanya perlu tersenyum!!”
Melihat itu, tatapan donghae menjadi sendu. Kini ia sadar, dunia mereka sudah berbeda. Tidak mungkin bagi donghae untuk kembali seperti dulu lagi. . .

Meskipun tau kalau dunia mereka sudah berbeda, donghae tidak mampu melepaskan tatapannya pada gadis itu. seperti saat ini ketika ia melihat boa sedang berlatih dance diatas panggung sebelum konsernya dimulai. Gadis itu memang hebat, pantas saja ia bisa menjadi artis terkenal sekarang. Banyak fansnya yang berteriak2 diluar sana melihatnya padahal konser masih dimulai sejam lagi.
Boa sedang melakukan gladi bersih bersama yang lainnya. Tiba-tiba saja donghae melihat ada kerusakan pada lampu panggung yang letaknya tepat diatas boa. Lampu itu mengeluarkan percikan-percikan api. Boa menutupi kepalanya dengan kedua tangannya sementara donghae tanpa berfikir lagi langsung berlari kearah gadis itu dan mendorongnya hingga mereka berdua jatuh dari atas panggung tepat lampu itu jatuh dan menghantam lantai panggung dengan keras.
Keduanya sama-sama bangun dengan pikiran gamang. Tiba-tiba boa melihat sebuah kamera didekatnya. Dilihatnya satu persatu foto-foto yang sudah diambil oleh donghae. Ia tertegun saat melihat begitu banyak fotonya dicamera itu, hampir disetiap acara.
“bo ya, kau baik-baik saja??”
Boa tersentak dan melihat kearah atas. Namja yang akan menjadi pasangan bernyanyinya menatapnya dengan rasa cemas dari atas panggung.
“aku tidak apa-apa!!” jawab boa kemudian mengalihkan pandangannya kedepan dan mendapati namja itu sudah menghilang.

“boa ssi, sudah saatnya anda memakai kostum!!” seru seorang styles.
“ah baiklah, mohon tunggu sebentar!!” jawab boa sambil berdiri kemudian berjalan keruang ganti.
Tapi ditengah jalan, ia berpapasan dengan namja yang menyelamatkannya tadi. Boa menatapnya, ia merasa ada yang aneh, hatinya terasa hangat. Namja itu melewatinya dengan pandangan tertuju kedadanya. Boa menunduk dan menatap dadanya. Kalung itu masih tergantung disana. . .
Boa menyentuh bandul kalung yang pernah diberikan donghae kepadanya dulu dan melihat kamera itu. ia langsung terpaku begitu melihat camera itu memiliki bandul yang sama dengan yang dipakainya. Ia meneruskan melihat foto-foto itu dan semakin terheyak saat melihat foto-fotonya bersama donghae saat bersekolah dulu.
Kenangan-kenangan bersama donghae muncul satu-satu persatu dimemori otaknya hingga kecelakaan itu. boa berbalik dan melihat donghae sedang berjalan sambil menatapnya pilu.
“donghae ya!!!” panggil boa kuat-kuat, tapi begitu kakinya melangkah, dua orang bodyguard langsung menahannya.
“anda tidak boleh kesana nona, sangat berbahaya!!”
“donghae ya!!! Donghae ya!!!” teriak boa. Air matanya menetes melihat namja yang menghilang dibalik kerumunan fans-fansnya itu.
“donghae ya. . .” isaknya pelan.

Donghae menatap dinding kamarnya yang penuh dengan foto-foto boa. Disentuhnya sebuah foto dengan jarinya. Pandangan matanya terlihat sendu. Tadi, saat bertemu dengan gadis itu, ia sadar, ia tidak boleh melihatnya lagi. . . terlalu berbeda. . . kini gadis itu sudah bisa berdiri sendiri. Air matanya menetes perlahan. Ia sudah memutuskan akan ikut prof. cheng pergi keamerika, menjadi asistentnya.
Dan sekarang disinilah ia berada, disekolahnya dulu. Dibukanya pintu ruang music itu. masih sama seperti dulu. . . letaknya tidak ada yang berubah. . . donghae menatap lekat-lekat setiap sudut ruangan itu. setiap pertemuannya dengan gadis itu mengisi memori otaknya. Ia menghampiri jendela dan menatap keluar. Angin musim gugur membelainya sejuk, dingin dan kosong. Ada sebagian dari rongga dihatinya yang kosong. Rasanya hampa. . .
Tiba-tiba dentingan piano terdengar ditelinganya. Dengan cepat tubuhnya berputar dan terpaku melihat boa ada disitu sambil menekan-nekan tuts-tuts piano. Mata gadis itu menatapnya lekat, air matanya berjatuhan. Lagu key of heart miliknya mengalun sendu.
Donghae tidak dapat berbuat apa-apa. bahkan tubuhnya tidak dapat bergerak. Matanya terpaku pada gadis itu hingga dentingan piano itu memelan dan hening. . .
Boa beranjak dari duduknya dan menghampiri donghae, berdiri tepat didepannya. Diambilnya camera donghae disakunya dan mengulurkannya kepada donghae “kenapa kau meninggalkanku??” tanyanya dengan suara bergetar.
Donghae hanya diam saja menatapnya. Ia masih belum tau apa yang harus dilakukannya.
“donghae ya. . . kenapa kau tiba-tiba menghilang?? Kenapa meninggalkanku??” kali ini boa terisak pelan, ia sudah tidak bisa menahan air matanya lagi “kenapa pergi begitu saja??”
Grreeep. . .
Donghae langsung merengkuh tubuh gadis itu, memeluknya erat. Tangis boa pecah, ia terisak hebat. Kemudian donghae melepaskan pelukkannya dan menghapus air mata boa dengan ibu jarinya.
“berjanjilah padaku. . .teruslah bernyanyi. . . jadilah orang yang hebat. . . dan lupakan aku. . .”
Boa menatapnya terkejut “apa maksudmu??!”
“aku harus pergi bo ya. . . aku tidak boleh masuk kedalam hidupmu, kita sudah berbeda. . .”
“donghae ya kenapa kau berbicara seperti itu??”
“aku bukan manusia yang sempurna bo ya. . .” donghae berbalik menyembunyikan wajah sedihnya “kecelakaan itu. . . membuatku menjadi manusia setengah robot. . . tubuhku ini dibantu oleh mesin. . . aku tidak bisa berada disisimu. . . kau bisa mendapatkan yang lebih baik. . .”
“aku tidak perduli. . . meskipun kau robot, aku percaya, jantungmu tetap berdetak untukku. . . otakmu tetap memikirkanku. . . dan ruang hatimu. . . hanya terisi olehku. . . benar begitu bukan??”
Donghae tidak menjawab, air matanya menetes.
“benar begitukan hae ya??” ulang boa sambil terisak “karna akupun begitu. . . jantung ini, masih berdetak untukmu. . . otak ini masih selalu memikirkanmu, dan hati ini. . . hanya dapat dibuka olehmu, karna kau adalah pemegang kunci hatiku. . .”
Donghae berbalik dan langsung memeluk boa “bogoshipoyo. . .” bisiknya lirih.
“naddo bogoshipoyo oppa. . .” balas boa “jangan tinggalkan aku lagi, kumohon. . .”
“mianhamnida. . .”
“aku bisa seperti ini karnamu hae ya, tetaplah menjadi pemegang kunci hatiku. . .”
“always. . .” donghae melepaskan pelukkannya kemudian mencium kening gadis itu lama “saranghae. . .”
“nado saranghae. . .”

FIN