Tags

,

“kau sudah mau pergi kekampus??”
“ya, “ jawab hyo ra sambil mengikat tali sepatu ketsnya.
“aku harus ikut apa keluar kota 3 hari, dan berangkat nanti sore!!”
“baiklah. . . “ kata gadis itu “tapi, lampu kamar mandi sudah kau ganti bukan??”
“ya, aku sudah menyuruh seseorang untuk membetulkannya, saat kau pulang nanti pasti sudah tidak ada masalah!!”
“kau tidak kekampus??”
“kelasku masih dua jam lagi!!” jawab kyuhyun “jika kau pulang nanti aku tidak ada berarti aku sudah berangkat,”
“mmm. . .” gumam gadis itu sambil memakai ranselnya “ah ya, aku belum sempat membereskan dapur dan kau jangan coba-coba menyentuhnya!! Kau bisa membuat semua piring pecah atau kompor meledak nanti!!”
“yaa aku tidak sebodoh itu!!”
“tidak bodoh apa?? memasukkan lasagna ke microwife tanpa melepas bungkusnya, kau bisa menghancurkan apartement ini, jadi jangan sentuh apapun!!”
“araseo!! Aku hanya akan menyentuh pspku, kau puas??” saut kyuhyun sebal “jam berapa kelasmu?”
Hyora melirik jam tangannya “kira-kira setengah jam yang lalu,”
“setengah. . . mwoya?? Jadi sekarang kau sedang terlambat??”
“kau pintar,” senyum hyo ra kemudian melegang pergi “aku berangkat dulu!!”
Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya pelan. “jangan lupa kabur jika akan dihukum!!” teriak kyuhyun.
“aku ingat!!!” balas hyo ra kemudian terdengar pintu ditutup. Gadis itu sudah pergi.
Kyuhyun kembali berjalan kekamar, meskipun gadis itu serampangan tapi ia gadis yang bersih. Barang-barangnya terlihat rapi. Errr. . . kecuali buku-buku komiknya yang bertebaran dilantai. Satu lagi kebisaan gadis itu, ia bisa membaca komik dimanapun tempatnya. Ditempat tidur, disofa, didapur, meja makan, kadang juga sambil berguling-guling dilantai, bahkan dikamar mandi, ckckc. . .
Dan ajaibnya, ia selalu tertawa sendiri seperti orang gila. Dan kalau sudah ada komik ditangannya, jangan harap ia akan menoleh ketika dipanggil.

Kyuhyun baru saja datang ketika seorang gadis berlari-lari dari arah kejauhan dikoridor yang sepi itu. Suara seorang pria terdengar keras.
“YAA LEE HYO RA BERHENTI KAU!!!”
Kyuhyun menghentikan langkahnya saat melihat hyo ra dengan panik berlari-lari mau bersembunyi. Tepat ketika gadis itu akan melewatinya, dengan sigap ditariknya tangan itu, membawanya merapat kedinding yang agak dalam disebelah pot besar. Tidak lama kemudian terdengar langkah seseorang yang berlari melewati mereka. Kyuhyun menghembuskan nafas lega setelah langkah itu tidak terdengar lagi.
“mmmfff. . .”
Ia tersentak, ternyata tangannya masih membekap mulut gadis itu. segera dilepaskannya.
“yaa kau ingin membunuhku heh??” bentak gadis itu.
Kyuhyun meringis lebar “kau ini, lain kali jangan terlambat lagi!!”
“dia mengejarku bukan karna itu!”
“lalu??”
“baru saja aku tidak sengaja menabraknya, tangannya terkena kopi panas yang dibawanya,” hyo ra meringis.
Kyuhyun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, “baiklah, kelasku dimulai sebentar lagi!! Kau hati-hatilah!” dikecupnya kening gadis itu kilat kemudian berjalan pergi sementara hyo ra terpana menatapnya.
Gadis itu masih linglung dengan apa yang baru saja dilakukan kyuhyun, ditatapnya punggung laki-laki yang semakin jauh itu.
“gyaaaaa. . .kyuhyun oppa!!”
“dia sangat tampan. . .”
Hyo ra mengerutkan keningnya saat melihat ada beberapa gadis yang berteriak-teriak ketika kyuhyun lewat. Sebenarnya siapa sosok namja yang dinikahinya itu?? karna penasaran, ia menghampiri beberapa gadis yang baru saja menjeritkan nama kyuhyun itu.
“hei, apa kalian tau laki-laki tadi??” tanyanya.
“kau tidak tau kyuhyun oppa??”
“astaga. . . kasihan sekali. . .” komentar gadis-gadis itu kemudian melegang pergi.
Hyo ra cemberut mendengarnya. Ditatapnya gadis-gadis itu masam “kalau kalian tau orang yang kalian puja-puja itu adalah suamiku, pasti akan menarik!!” gerutunya pelan.
“YAA LEE HYO RA!!”
“aigooo. . . kenapa dosen botak itu terus mengejarku?” pekik hyo ra dan langsung kabur lagi.

Hyo ra pulang apartement mereka dan langsung menjatuhkan dirinya ditempat tidur. apartement itu kosong karna kyuhyun sudah pergi. Ia berguling-guling ditempat tidur yang besar itu sambil tertawa senang. Malam ini ia bisa main game sampai puas tanpa harus rebutan dengan bocah itu, hohoho. . . tapi melihat apartement yang sepi itu membuatnya merasa sedikit. . .err. . kesepian. Biasanya mereka selalu saja saling mengejek, bahkan ketika akan tidur sekalipun. Ditatapnya bagian tempat tidur disebelahnya yang kosong itu. selama ini mereka memang tidur dalam satu ranjang meskipun tidak pernah melakukan apapun.
Tiba-tiba ponsel hyo ra berbunyi. Dari cho kyuhyun. . .
“ye??” jawab hyo ra langsung.
“apa yang kau lakukan??”
“aku mau membaca komik!!”
“sekarang ada dimana??”
“diapartement,”
“kau tidak mendapat masalah bukan??”
“yaa cho kyuhyun, kau sudah bertanya itu berulang kali kepadaku!! Aku baik-baik saja!!”
Hyo ra menutup telphonenya dengan kasar. “belum ada sehari pergi, dia sudah menelphone tiga kali!!” gerutu hyo ra pelan kemudian melempar benda itu keranjang kemudian mulai mengambil komik-komiknya.

Hyo ra sedang mengaduk-ngaduk tasnya, mencari buku notenya. Sebentar lagi pelajaran bahasa akan dimulai. Akhirnya ditemukannya buku itu dibalik tumpukan komiknya. Dibukanya buku itu dan menemukan selembar kertas. Dibacanya tulisan pada kertas itu.

Pertemuan pertama yang aneh. . .
Itulah saat kita bertemu. . . kau tidak menyadarinya, tetapi aku terus menatapmu,
Dan pertemuan-pertemuan selanjutnya, kuharap kita bisa menjadi satu selamanya. . .
Aku tidak tau apa ini namanya cinta, dan percaya atau tidak, ini juga pertama kalinya untukku. . .
Aku ingin kau menjadi milikku seutuhnya, dan kuharap kau juga begitu. . .
Bisakah kau hanya menatapku?? Tataplah aku, karna aku disini selalu menatapmu. . .
Dan disetiap detik waktumu, percayalah, aku selalu ada untukmu. . .

Hyo ra mengerutkan keningnya. Itu jelas bukan tulisannya. Jadi hanya satu orang tersangkanya, cho kyuhyun!! Apa dia sudah gila?? Untuk apa membuat surat cinta konyol macam ini??
“dasar babi!!” maki hyo ra pelan sambil menuliskan kata ‘dwejji’ dikertas itu. (dwejji=babi).
Tidak lama lee seongsaengnim kemudian tiba dan mulai mengajar. Hyo ra menguap beberapa kali, menurutnya pelajaran ini sangat membosankan. Dan akhirnya, ia tertidur.
Joon seongsaengnim melihat keganjilan dikelas itu. perlahan dihampirinya meja hyo ra. Ia melihat selembar kertas tertindih tangan hyo ra. Ditariknya kertas itu membuat gadis itu mengerjap kaget.
“kulihat kau sudah membuat sebuah puisi nona lee!!”
“mwo??” hyo ra tersentak “bu. . .bukan itu. . .”
Joon seongsaengnim tidak menggubris. Ia membawa kertas itu kedepan kelas “kurasa kita mendapatkan satu contoh bahasa komunikasi yang tepat anak-anak!!” katanya sambil menatap hyo ra tajam.
Hyo ra menelan ludah. Matilah ia sekarang. Joon seongsaengnim mulai membacakan surat itu. seisi kelas hening karna joon seongsaengnim membacakannya dengan pembawaan yang sangat bagus.
“. . . dan disetiap detik waktumu, percayalah. .. aku selalu ada untukmu. . . yong ji. . .”
“woooooo……” sorakan itu terdengar begitu nama itu disebut.
“yong ji ssi, sepertinya ada yang menyukaimu,” kata joon seongsaengnim sementara hyo ra tersentak mendengarnya.
“yong ji??” gumamnya bingung. Jelas-jelas ia tadi menulis dwejji, apa tulisan hangulnya salah?? ditatapnya yong ji, teman sekelasnya yang duduk tidak jauh darinya itu, dan dia tersenyum kepada hyo ra.
“matilah aku. . . cho kyuhyun bodoh!!” gumam hyo ra sambil membentur-benturkan keningnya kemeja sementara anak-anak masih bersorak riuh.

Hyo ra sedang pusing setengah mati. Joon seongsaengnim menghukumnya untuk menulis tiga puisi cinta dalam tiga bahasa dan harus diserahkan hari ini juga. Jepang, cina, dan inggris. Didepannya banyak kamus-kamus jepang, cina dan inggris. Sementara gumpalan kertas-kertas berceceran disekitarnya.
Hyo ra mengacak-ngacak rambutnya frustasi. Mana bisa ia membuat puisi cinta?? Apalagi dalam tiga bahasa. Sementara dalam bahasa korea saja belum ada satupun yang jadi. Seharusnya hari ini ia bebas karna mata kuliahnya hanya dua. Tapi gara-gara surat cinta konyol itu dia harus menghabiskan waktunya dikampus.
“cho kyuhyun. . . mati kau!!!” desisnya sambil meremas kertas kuat-kuat yang lagi-lagi gagal menjadi puisi.
Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Nama laki-laki yang sedang tidak ingin dilihatnya muncul dilayar ponselnya.
“apa??” bentaknya kesal.
“ada apa denganmu??” tanya kyuhyun bingung.
“apa otakmu sudah sinting ha?? Untuk apa kau menulis surat cinta dinoteku??”
“kau suka??” tanya kyuhyun tanpa dosa.
“tidak sama sekali!! Itu konyol, dan membuatku susah!!”
“yaa aku sudah berusaha berkata jujur tapi kau malah tidak menganggapnya sama sekali!!”
“gara-gara suratmu itu aku harus membuat puisi cinta dalam tiga bahasa!! Kau dengar?? PUISI CINTA!!! Lebih baik aku memotong rumput sehalaman kampus daripada harus membuat puisi konyol seperti itu!”
Terdengar suara gelak tawa kyuhyun “apa kau sedang berada dalam masalah??”
“masalah besar tuan babi!!” saut hyo ra berang “jangan menghubungiku lagi, aku sibuk!!!”
Hyo ra menutup ponselnya dengan kasar kemudian melepas batrainya dan menggeletakkan benda itu diatas rumput begitu saja bersama gumpalan-gumpalan kertas miliknya.

Akhirnya puisi hyo ra selesai ketika hari sudah malam. Entah bagaimana caranya gadis itu menyelesaikannya. Yang jelas, saat ia mengantarkan tugas itu kerumah joon seongsaengnim, dosen itu langsung mengerutkan keningnya ketika membaca lembar pertama. Tapi hyo ra cepat-cepat pamit. Entah puisinya itu hancur atau tidak, itu urusan besok.
Begitu sampai diapartement ia langsung menjatuhkan dirinya ditempat tidur “seumur hidupku baru sekarang aku menginap dikampus seharian, awas kau cho kyuhyun!!” maki hyo ra sebal.
Terdengar bell apartement berbunyi. Dengan malas hyo ra beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju pintu. Tapi bell itu terus berbunyi, sepertinya orang yang memencetnya tidak sabaran. Hyo ra mempercepat langkahnya dengan kesal. Dibukanya pintu dengan kasar.
Greeeep. . .
Begitu pintu terbuka, semuanya terjadi dalam hitungan detik yang tidak bisa diproses oleh otak hyo ra secara langsung.
Cho kyuhyun, laki-laki itu langsung memeluknya erat membuatnya terhuyung mundur kebelakang.
“ah. . .akhirnya aku melihatmu. . .” desah kyuhyun “bogoshipoyo. . .”
Hyo ra hanya diam mematung sementara kyuhyun mempererat pelukannya dan membenamkan wajahnya dalam-dalam keleher gadis itu, menghirup aromanya. Agak lama kemudian, dilepaskannya gadis itu “apa kau baik-baik saja??” tanya kyuhyun.
“. . . .. “
Melihat hyo ra yang masih mematung membuat kyuhyun tertawa geli. Dikecupnya kilat bibir gadis itu. sementara hyo ra, jangan ditanya, rohnya sudah seperti tercabut dari raganya.
“lee hyo ra sadarlah!!” kyuhyun menyentakkan tubuh hyo ra dengan keras.
“ADUH JANTUNGKU. . . . JANTUNGKU TUHAN. . .” teriak hyo ra histeris sambil mudur dan berjongkok. Tangannya mendekap tubuhnya erat-erat sambil mengambil nafas sebanyak-banyaknya.
Kyuhyun tergelak melihatnya. Gadis itu berlari kearah lemari es, membukanya dan mengambil sebotol air. Langsung diteguknya botol itu hingga setengahnya. Dipelototinya kyuhyun yang masih tergelak.
“kau mau membunuhku hah??” bentaknya.
“aku tidak menyangka responmu sebagus itu,” kata kyuhyun yang tawanya sudah mulai reda.
“bagus kau bilang??” hyo ra mendelik kesal.
Kyuhyun tertawa geli “buatkan aku makan, aku sangat lapar!!”
“kenapa tadi memencet bell?? Bukankah kau sudah tau nomor sandinya?!”
“aku hanya ingin mengejutkanmu. . .” jawabnya sambil meringis.
“kenapa kau pulang hari ini?? kau bilang 3 hari bukan??”
“ternyata bisa selesai lebih cepat dari yang kukira, lagipula aku ingin cepat-cepat pulang untuk melihatmu,”
Hyo ra meneguk minuman itu lagi “tuan babi, lama-lama kau bisa membunuhku. . .” gerutunya sementara kyuhyun tertawa geli sambil masuk kedalam kamar mandi. Gadis itu termangu sesaat, tangannya menyentuh bibirnya sendiri “itu . . .ciuman pertamaku. . .” gumamnya linglung.

Kyuhyun masuk kedalam dapur saat hyo ra meletakkan sepanci bibbimbab. Laki-laki itu tampak segar setelah mandi. Rambutnya terlihat basah dan berantakan. Ia mengenakan kaos longgar dan celana pendek. kemudian mereka makan berdua.
“sebenarnya apa yang terjadi tadi??” tanya kyuhyun.
“haruskan aku menceritakan hal yang memalukan itu?”
“tentu saja,”
“aku tidak mau!!”
“ayolah, akan kubelikan komik nanti,”
“setuju!!” jawab hyo ra cepat sementara kyuhyun hanya tertawa geli. Dia sangat mudah disogok dengan komik.
“joon seongsaengnim mengambil surat itu dan membacanya didepan kelas tadi,”
“kenapa bisa??”
“aku tidak tau, waktu itu aku tertidur, tiba-tiba dia sudah ada dihadapanku dan mengambil surat itu!”
“kau tidur didalam kelas??” alis kyuhyun terangkat sebelah.
“aku benar-benar mengantuk saat itu, malamnya aku bergadang main game. . .” cengirnya.
“kau ini. . . “
“baiklah, habiskan saja bibbimbabnya, aku mau mandi!!” kata gadis itu sambil beranjak dari duduknya.
“hyo buatkan aku coklat. . .” kata kyuhyun saat melihat gadis itu keluar dari kamar mandi, tangannya sibuk memencet-mencet stick pspnya.
Tanpa banyak komentar, hyo ra menuju dapur dan membuat segelas coklat.
“aaargh. . .” pekik hyo ra.
Kyuhyun yang mendengar itu, langsung berlari menuju dapur. “ada apa??” tanyanya panik.
“jariku. . . tersiram air panas. . .”
“kenapa bisa begitu? Coba kulihat??”
Hyo ra menunjukkan jari telunjuknya yang memerah. Tanpa ragu lagi, kyuhyun memasukkan jari itu kemulutnya, menghisapnya sementara hyo ra terpaku melihatnya.
Setelah agak lama, kyuhyun melepaskannya “masih sakit??” tanyanya lembut.
Hyo ra tidak mampu menjawab. Ia hanya bisa menatap wajah kyuhyun dan mulai merasakan jantungnya berdetak lambat lagi. Jari-jari tangan kyuhyun menyentuh wajahnya lembut dan ia otomatis memejamkan matanya saat wajah kyuhyun mendekat. Dapat dirasakannya hembusan nafas hangat laki-laki itu menerpa wajahnya. Dan sedetik kemudian, sesuatu yang lembut dan hangat, menyentuh bibirnya. Bibir cho kyuhyun. . .
Kyuhyun melumat bibir gadis itu teramat pelan. rasanya manis. . . dan nafas mereka mulai tersegal.
“kyu. . .jantungku. . .hh. . .” gumam hyo ra.
“tahanlah agar jantungmu tidak berhenti berdetak, aku ingin seperti ini lebih lama. . . “ bisik kyuhyun dan mulai melumat bibir gadis itu lagi. Mengulumnya lembut.
Akhirnya gadis itu melepaskan ciumannya dengan paksa dan membenamkan wajahnya dibahu kyuhyun. Dapat diciumnya aroma tubuh kyuhyun yang wangi. Seperti bunga lavender yang bercampur dengan aroma air hujan, aroma yang lembut. Mereka tetap seperti itu hingga nafas mereka mulai normal.
“apa yang sudah terjadi. . .” gumam gadis itu tanpa bergerak.
Kyuhyun tersenyum sambil mengecup leher gadis itu singkat “terima kasih. . .” bisiknya pelan. dibelainya punggung gadis itu lembut kemudian melepaskan pelukannya untuk menatap wajah gadis itu.
“jangan melihatku seperti itu!!” kata hyo ra sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Kyuhyun tergelak ditariknya kedua tangan gadis itu dengan paksa dan melingkarkannya kelehernya lagi, mendekap gadis itu lagi “kau mau memberitahuku tentang puisi yang kau buat tadi??”
“aku sudah lupa dan jangan menanyakan hal itu kalau kau ingin hidup!!”
Kyuhyun tertawa geli “baiklah. . . ayo kita bermain game, kalau kau kalah kau harus membuatkan puisi untukku!!”
“aku lebih suka membersihkan toilet daripada harus membuat puisi!!” gumam hyo ra pelan.
Kyuhyun semakin tergelak “ayolah, kalau kau menang, aku akan bersabar mendengarkan puisi darimu. . .”
Hyo ra terdiam sesaat “yaa!! Itu sama saja!!” protesnya keras sambil melepaskan pelukkannya.
Kyuhyun tidak berhenti tertawa “aku bercanda, kalau kau menang, akan kubelikan komik untukmu, bagaimana??”
“10 komik!!”
“setuju!!”
****