Tags

,

Hyo ra berjalan dengan lemas. Badannya terasa sakit semua. Jalannya juga sedikit timang. Matanya agak merah karna baru tidur jam dua pagi. Untung hari ini ia hanya ada kelas sejarah, yang membuatnya bisa tidur nyenyak tadi. Setelah ini ia tidak ingin pulang dulu. Ia masih belum siap bertemu dengan kyuhyun, apalagi setelah kejadian semalam. rasanya ia ingin menghilang saja.
Bruuuk. . .
“ah. . .maaf aku tidak melihatmu. . .”
Hyo ra hanya diam saja melihat bajunya yang basah terkena minuman yang dibawa gadis itu “tidak apa-apa. . .” katanya singkat.
“kau. . . lee hyo ra, benar??”
“ya. . .”
“apa hubunganmu dengan kyuhyun oppa??”
Hyo ra tersentak seketika. Dilihatnya gadis itu sedang menatapnya, juga kedua temannya yang ada dibelakangnya.
“a. . .apa maksudmu??”
“jangan berpura-pura, kemarin lusa aku melihatmu sedang bersama kyu oppa di ruang music!!”
Hyo ra menatapnya terkejut “kau salah lihat, itu bukan aku!!”
“yaa lee hyo ra, kau pikir ada berapa gadis yang berpenampilan buruk sepertimu?? Kau ingin bilang mataku ini rabun ha??”
“matamu memang rabun!!” saut hyo ra cuek.
Plaak. . .
“yaa!” sudut bibir hyo ra terasa perih “kenapa memukulku??”
“jangan mendekati kyu oppa! gadis sepertimu tidak pantas bersamanya, setidaknya kalau gadis itu seperti taeyeon eonni baru kami rela!!”
“memangnya apa urusanmu??” bentak hyo ra kesal.
“tentu saja urusan kami, kau menggoda kyu oppa, itu sangat memalukan!!”
“mwoya?? Menggoda?? Jaga mulutmu! Yang terlihat menyedihkan itu kalian, mengejar orang yang jelas-jelas tidak tertarik pada kalian!!”
Plaak. . .
Lagi-lagi, tamparan itu mendarat dipipi hyo ra.
“kuperingatkan kau, jauhi kyu oppa!!”
“aku tidak mau, aku tidak perduli, aku bukan hyo ra yang dulu!!” teriak hyo ra sambil mendorong gadis itu hingga membentur dinding koridor.
“kau. . .”
Gadis itu menjambak rambut hyo ra, kedua temannya langsung memegang lengan hyo ra kuat-kuat, menghempaskan gadis itu kedinding. Hyo ra menendang gadis kuat-kuat dan seketika itu juga kedua teman gadis itu menginjak kaki hyo ra kuat-kuat.
Plaak. . .
Gadis itu menampar hyo ra lagi “kau itu harus diberi pelajaran agar tau diri!!”
Sudut bibir hyo ra sudah mengeluarkan darah, ia meringis kesakitan “kalian itu sangat menyedihkan!!”
“apa katamu?? Bilang sekali lagi!!”
“aaaarrgh. . .” hyo ra berteriak kesakitan saat gadis itu menjambak rambut hyo ra.
Hyo ra medorong kedua gadis yang menahan tangannya hingga terlepas kemudian membalas menjambak rambut gadis itu “gadis-gadis seperti kalian itu tidak pantas hidup, bagaimana bisa kalian menilai orang lain tanpa melihat diri sendiri??!”
Kedua teman gadis itu langsung memegangi hyo ra lagi. Gadis itu menarik syal hyo ra, salah satu kancing bajunya ikut tertarik hingga memperlihatkan lehernya yang jenjang dan tampak kemerahan bekas kissmark.
“apa itu, ternyata kau gadis murahan juga!!”
Beberapa orang mulai berkerumun, tapi mereka malah tidak membantu sama sekali dan bertaruh satu sama lain.
Air mata hyo ra mulai keluar “kalian menjijikkan!!”
“kau memang benar-benar kurang ajar!!”

Kyuhyun menggeliat pelan dalam tidurnya. ia sudah sadar, tapi masih memejamkan mata. Saat dirasanya terlalu sunyi, ia mengerjap-ngerjapkan matanya. kosong. . . tempat tidur disebelahnya kosong. Kyuhyun tersentak dan langsung bangun. Selimut yang menutupi tubuhnya otomatis jatuh memperlihatkan dada telanjangnya. Ia menatap sekelilingnya dan melihat pakaiannya yang masih berserakan bersama pakaian hyo ra, kemudian dilihatnya tas ransel gadis itu tidak ada ditempatnya. Sepertinya ia sudah berangkat kekampus.
Kyuhyun menjatuhkan tubuhnya lagi ketempat tidur. bibirnya tersenyum lebar. Tapi sedetik kemudian ia kembali tersentak. Ia ada kelas hari ini dan. . . akan dimulai 20 menit lagi. Secepat kilat ia berlari kekamar mandi.
Kyuhyun datang kekampus dengan tergesa-gesa. Ia tidak memperdulikan teriakan-teriakan gadis-gadis yang dilewatinya. Ia berjalan cepat menuju lantai dua. Tatapan matanya terhenti sesaat saat akan naik tangga. Ia melihat kerumunan murid-murid dikoridor. Tapi ia sedang buru-buru. Baru selangkah kakinya naik tangga, tiba-tiba ia berhenti. Fikirannya tidak enak. Akhirnya diputuskannya untuk melihat kerumunan itu.
Susah payah ia menerobos kerumunan itu. begitu sampai didepan jantungnya terasa berhenti. “HENTIKAN!!!” teriaknya keras, membuat semua yang ada disitu terdiam.
“oppa. . .” gadis itu terbelalak dan kedua temannya langsung melepaskan cekalannya.
Hyo ra istrinya itu langsung merosot jatuh saat cekalannya itu terlepas. Dengan cepat kyuhyun meraihnya. Melepas jaketnya dan menutupi tubuh hyo ra.
“hyo mianhae. . . aku terlambat. . .” lirihnya.
“kyu. . .” tiba-tiba saja hyo ra menutup matanya tidak sadarkan diri.
“hyo?? Hyo ya??” kyuhyun menggoyang-goyang tubuh gadis itu pelan. tanpa berkata apa-apa kyuhyun menggendong gadis itu, melarikannya keruang kesehatan dibawah tatapan pelajar-pelajar yang ada disitu.

Kyuhyun mengusap luka memar hyo ra dengan teramat pelan. ia benar-benar meruntuki dirinya sendiri yang tidak bisa menjaga hyo ra.
“diluar banyak gadis-gadis yang ingin tau, kau benar-benar terkenal kyuhyun ah. . .”
Kyuhyun tersenyum pahit “aku tidak ingin menjadi terkenal nonna!”
Wanita itu tersenyum lembut “baru kali ini kau membawa seorang gadis, siapa dia??”
Kyuhyun menoleh menatap wanita perawat itu “dia adalah hidupku. . . nonna, boleh aku minta bantuanmu, panggilkan taksi untukku, aku mau membawanya pulang!!”
“baiklah. . .” wanita itu berjalan keluar ruangan.
Kyuhyun menggenggam tangan hyo ra erat-erat “hyo. . . bangunlah. . . aku ada disini. . .”
“kyu. . .” hyo ra bergerak pelan. ia meringis kesakitan.
“kau sudah bangun??”
Hyo ra mengerjapkan matanya “kyu. . .” panggil gadis itu dengan suara bergetar.
“aku disini. . . jangan takut, aku disini!!” kyuhyun memeluk kepala gadis itu lembut.
“yaa, kenapa kau disini??” jerit hyo ra tiba-tiba.
Kyuhyun menatap bingung “memangnya aku harus dimana??”
“apa. . . apa mereka tau tentang kita??”
Mata kyuhyun berkilat marah “persetan mereka tau atau tidak, aku tidak perduli lagi!! Kau milikku hyo ra, kau istriku, aku tidak perduli lagi mereka tau atau tidak!! Jangan sembunyikan lagi hubungan kita, dan untuk statusmu, kau tidak perlu khawatir, ada aku disini. . . cukup percaya kepadaku, kau punya diriku!!”
Hyo ra bangun sambil terisak pelan “dasar bodoh!!”
“kau mengataiku bodoh??” tanya kyuhyun dengan mata melotot.
“kau bodoh bodoh bodoh!!!” isakan hyo ra bertambah kencang.
“ya, aku memang bodoh. . . maafkan aku karna terlambat menolongmu tadi. . .”
Pletak. . .
“yaak appo!!” kyuhyun memegangi kepalanya sambil mendelik kesal.
“kenapa tidak bilang dari tadi?? Tadi aku mati-matian menutupi hubungan kita, lihat wajahku, ini sakit tuan babi!! Tau begitu biar kubeberkan saja semuanya biar mereka shock sekalian!!”
Kyuhyun tidak tau harus tertawa atau menangis. Direngkuhnya gadis itu, dipeluknya erat “mianhae. . .”
“aku mau pulang!”
“ne, ayo kita pulang, pakai jaketku,”
“tidak perlu!” kata hyo ra masih sebal.
“apa kau yakin??”
Hyo ra menatapnya bingung. Kyuhyun berdehem pelan “mm. . .itu, dilehermu bekasnya masih belum hilang. . .”
*BLUSSING*
Seketika hyo ra menarik selimutnya lagi hingga ke kepalanya “babi sialan, mati saja kau!!” jeritnya tertahan.
Kyuhyun tergelak, kemudian wanita perawat tadi menghampirinya “taksinya sudah sampai. . .”
“ne, gomawo nonna!!”
“hyo ayo kita pulang!!” ajak kyuhyun sambil menarik selimut gadis itu.
“andwaeee!!! Aku mau pulang sendiri!!”
“yaak, jangan bertingkah lagi, kau ingin diterkam lagi huh??”
“tapi aku tidak mau melihatmu!!”
Kyuhyun mendengus, “jawaban macam apa itu?!”
“dia kenapa?? Apa dia sudah sadar??”
“yoon nonna, kau tenang saja, dia sedang terkena sindrom pemalu!!”
“apa kau bilang??” seketika hyo ra menyibak selimutnya dan melotot kesal kearah kyuhyun.
“lehermu. . . ada apa dengan lehermu??” tanya yoon eun hye.
“……….”
“aaaaaarrrghhh. . . .” hyo ra menutup kepalanya lagi dengan selimut.
Kyuhyun tergelak “nonna, berjanjilah untuk berpura-pura tidak melihatnya!!”
Wanita itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya “memangnya apa yang kulihat?!”
Kyuhyun tersenyum kemudian menarik selimut hyo ra “ayo pulang!!”
Gadis itu menutupi wajah dengan kedua tangannya “jangan melihatku. . .” gumamnya sambil duduk.
Kyuhyun mengalungkan jaketnya keleher gadis itu kemudian berbalik “naiklah. . .”
“mwo??” hyo ra membuka tangannya dengan bingung.
“nyonya cho, kenapa kau sangat bodoh??”
“diam babi jelek, jangan menoleh kearahku!!” bentak hyo ra sambil melingkarkan lengannya keleher kyuhyun, memeluknya erat.
Kyuhyun menggendong gadis itu dipunggungnya kemudian berjalan kearah pintu “gomawo nonna. . .” ucap kyuhyun yang dibalas senyuman oleh eun hye.
Begitu pintu terbuka, tampak wajah-wajah shock yang menghiasi sepanjang koridor. Kalau sebelumnya mereka hanya mendengar rumor, dengan minimumnya saksi mata, sekarang mereka bisa melihat dengan jelas, bahwa semua rumor itu adalah fakta!!
Hyo ra membenamkan seluruh wajahnya pada leher laki-laki itu, setelah ini ia minta pindah kampus saja, hal itu terlalu memalukan.
“kyuhyun ah, apa dia pacarmu??” teriak salah seorang namja, teman kyuhyun.
“aniyo!! Dia istriku!!” balas kyuhyun sama kerasnya yang sukses membuat semua yang tengah menatapnya, membelakkan mata.
“cho kyuhyun, kau benar-benar menjatuhkan imagemu sendiri!!” bisik hyo ra.
“aku tidak perduli dengan image, yang kutau, you’re my oddy wife!!”
“and you are my dwejji!!”
“sebaiknya mulai sekarang kau memanggilku yeobo jjagi. . . atau aku akan membungkam mulutmu seperti tadi malam!!”
“yaa mana bisa begitu??!” bentak hyo ra, digigitnya leher kyuhyun pelan.
“aah. . . jangan menggodaku, atau kau akan menyesal, aku tidak keberatan sekali-kali kissing didepan umum!!”
“pabo!!”
Kyuhyun tertawa geli, ia tidak perduli lagi dengan apapun saat ini, selama gadis itu ada disisinya, ia tidak butuh apa-apa lagi. . .(err. . . kecuali psp ya, XD)

FIN

Advertisements