Tags

, ,

Cast :
– Cho kyuhyun
– Vea aka kim yoon hye


Mencoba sesuatu yang beda. Biasanya saya yang ke Korea, kali ini Kyu yang saya bikin ke Indonesia, huahahah. . . (maaf lagi sarap)

Namaku vea, dan aku gadis Indonesia asli. Umurku 20 tahun dan saat ini aku sedang kuliah semester 4. Hari ini aku sangat senang. Kalian tau apa yang sangat membuatku senang?? Hari ini aku sempat berbincang-bincang dengan Dimas, cowok fakultas DKV yang sudah menjadi gebetanku selama dua bulan ini. Dan pada akhirnya, aku berhasil kenalan dengannya berkat bantuan sahabatku, Saskia.
Kalau kalian pikir aku senang hanya karena aku bisa ngobrol dengannya kalian salah. Hari sabtu nanti, dia mengajakku untuk nonton di bioskop. Dan itulah hal yang membuatku senang, dia mengajakku berkencan you know??! Kelihatan sangat norak bukan?? Tapi aku tidak perduli, hahaha. . .
“Udah dong senyumnya, lo kayak orang gila tau, dari tadi senyum-senyum melulu, ketawa ketiwi nggak jelas!!” omel Saskia sambil menyetir mobil birunya.
“Gue seneng banget Sas. . . Rasanya kayak menang lotre tau nggak??”
Saskia mendesah pelan “Tau gitu nggak gue kenalin lo sama dia!!”
Aku tertawa mendengarnya “Makasi buanyaaak ya saskiaku yang cantik, manis dan imuuut. . .” aku mencubit pipinya gemas.
“Apaan sih lo, lo mau kita berdua mati kecelakaan heh??” omelnya.
“Ya nggak lah, gue kan belum ngedate sama Dimas, masa harus mati sih?!!”
“Ya sudah kalo gitu lo diem, gue nggak bisa konsen nyetirnya nih!!”
“Hahah. . .ok, ok!!”
Akhirnya kuputuskan untuk menyetel radio dimobilnya, dan seketika lagunya Nidji ‘bila aku jatuh cinta’ mengalun lembut membuatku semangat untuk mengikutinya tidak perduli Saskia yang sudah menggeleng-gelengkan kepalanya..
“Udah sampai nih, lo cepetan turun gih, ikutan stres gue ngelihatnya!”
Aku tertawa mendengarnya “ok deh, ntar gue telepon lo!”
“Nggak perlu, paling juga ngomongin soal dimas!!”
“Tau aja sih lo, hahah. . . Ok deh, thanks ya Sas!!”
“Yups!!”
Aku turun dari mobil biru saskia dan langsung masuk rumah. “MINAAAAAAHH. . .” teriakku begitu membuka pintu rumah. “MIN?? MINAAAH???” panggilku pada pembantu rumah yang kadang menjadi tempatku curhat itu. Tapi kemana dia?? Kenapa tidak menjawab??
“MIIIINN???”
“Heh, berisik tau!!”
Langkahku yang sudah siap ke arah dapur langsung berhenti. Aku tertegun mendengar suara itu kemudian berbalik dengan cepat. Aku langsung tertegun menatapnya,“Lo?? Ngapain lo di sini??” tanyaku dengan mata membelak menatap cowok itu.
“Nyokap lo nggak ngomong apa-apa??” tanyanya balik sambil mengantongi pspnya lagi.
“Emang ngomong apa??”
“Orang tua lo sama Lisa Ajhuma dan Rudy Ajhusi pergi ke bandung. Gue yang niatnya mau liburan di sini malah ditransfer ke rumah lo!!”
Aku menatapnya tidak percaya. Kau tau siapa cowok itu? dia adalah Cho Kyuhyun. Cowok Korea yang masih memiliki hubungan dengan keluargaku meskipun amat sangat jauh. Begini, Papaku punya seorang adik perempuan, Lisa. Dan Lisa sudah menikah dengan laki-laki Korea, Park Tae Hyun atau Rudy nama Indonesianya. Dan Om Rudy ini punya sepupu, sepupunya itulah ibu dari cowok Korea ini. Dia memang sangat dekat dengan Om Rudy, karena itu dia sering main ke Indonesia. Yah, paling nggak tiga atau empat tahun sekali.
“Hoi,” Pletak. . .” Malah bengong!!”
“Heh seenaknya aja main jitak, sakit tau!!” kupelototi dia.
“Gue laper, bikinin Jjajangmyeon!!”
Mataku tambah melotot “Gue calon sarjana, bukan calon koki!! Lagian di sini Indonesia, bukan Korea!! Kalo mau Jjajangmyeon, cari sendiri noh!!” dengan kesal kulangkahkan kakiku menaiki tangga dan masuk kekamar.
“What the he. . .” aku tidak sanggup bicara saat melihat dua koper besar tergeletak di samping tempat tidurku. Dengan kesal aku kembali turun ke bawah.
Ruangan tengah terlihat kosong. Kemudian aku mendengar suara dari arah dapur. Dengan langkah panjang aku menuju dapur. Kulihat dia sedang mengobrak abrik isi lemari es.
“Heh setan! Ngapain koper lo ada dikamar gue??” bentakku.
“Itu kamar lo??” tanyanya dengan wajah innocent. Euuuuuh. . .
“Lo nggak lihat tulisan diluar pintu?? Katanya punya IQ tinggi, baca aja nggak bisa!!”
“Gue tidur disitu,”
“Wha_t??” aku menatap tidak percaya “Itu kamar gue!!” pekikku nyaris tersedak.
“Karena yang ada AC Cuma kamar lo sama kamar orang tua lo, jadi ter-pak-sa gue tidur disitu!!”
Aku menatap tidak percaya, tiba-tiba saja ponselku berbunyi.
“Hallo??” jawabku kasar tanpa tau siapa yang menelphone.
“Mama, ini bocah setan kenapa ada di rumah kita sih??” tanyaku pada si penelepon yang ternyata Mama sambil menatap Kyuhyun kesal.
“What?? Dua minggu??” pekikku tidak percaya. Dan ucapan Mama selanjutnya semakin membuatku ternganga.
“Jadi aku harus dua minggu tinggal sama bocah setan itu, tanpa Minah juga soalnya dia lagi pulang kampung, dan aku harus ngasih kamar aku ke dia??” tanyaku dengan alis terangkat setinggi-tingginya.
Dan jawaban mama semakin membuatku lemas. Bagaimana bisa dia menyuruhku mengurus semuanya termasuk makan dan bersih-bersih rumah. Memang sih itu sudah biasa, tapi kali ini aku bersama Cho Kyuhyun. Diulang! CHO KYUHYUN!! Setan yang lebih menyebalkan daripada iblis-iblis dineraka. Dan parahnya lagi aku disuruh menemaninya keliling kota, what the hell!!
Aku sudah kapok karna empat tahun yang lalu saat ia kemari untuk liburan, ia sudah membuatku kesasar!! Dan sejak itu aku tidak mau pergi dengannya lagi!!
PRAAANG. . .
Suara itu membuatku mengerjap kaget.
“YAA CHO KYUHYUN!!” jeritku “Apa yang kau lakukan??” tanyaku sambil membelak menatap panci yang terguling berantakan di lantai.
Cowok itu hanya menggaruk-garuk kepalanya “Aku ingin membuat nasi goreng beijing. . .”
Aku menyipitkan mata mendengarnya menggunakan bahasa Korea. Dia sengaja mengejekku yang tidak bisa bahasa Korea atau apa??
“Gue cuma pingin bikin nasi goreng!!” ulangnya dalam bahasa yang benar kali ini.
“Bikin nasi goreng itu pakai penggorengan bukan panciii!!!” pekikku.
“Sorry gue nggak ngerti. . .” cengirnya.
Aku memijat keningku sambil menarik kursi makan kemudian duduk. Kuhirup nafas dalam-dalam. Hari yang indah karena seorang Dimas, langsung hancur karena seorang Kyuhyun. Dia benar-benar kutukan!!
“Lo duduk aja deh, tunggu gue ganti baju, habis ini gue masakin,” kataku menyerah.
“Dari tadi kek,” ujarnya sambil mengeloyor pergi membuatku ternganga menatapnya.
“Dasar tidak tau diri!!” desisku.

Aku duduk didepannya. Dia sedang lahap memakan nasi goreng yang baru saja kubuatkan. Kulipat tanganku didepan dada sambil menatapnya. Dia berubah banyak selama ini. Rambutnya terlihat panjang dan berantakan bawahnya. Kuakui, ia memang tampan, sangat malah. Tapi sifatnya yang menyebalkan itu menghapus seluruh ketampanannya.
“Lo nggak makan??” tanyanya tanpa mengalihkan tatapannya dari makanan itu.
“Nafsu gue hilang ngliat lo!!”
Cowok itu berhenti mengunyah kemudian mengangkat wajahnya memandangku.
“A-apa??” tanyaku gugup kemudian buru-buru meneguk segelas air.
“Gue nggak tau kalau ketampanan gue sampai bisa ngebuat lo kenyang!!”
Byuuuur. . .
Dan air yang kuminum sukses menyembur. Aku tersedak.
“Yaa! Mangkanya minum pelan-pelan!!” omelnya sambil menghampiriku, mengambil tissue dan membersihkan air dimulutku.
Aku terpana menatapnya. Sesaat aku lupa caranya untuk bernafas.
“Lain kali bilang aja kalo gue emang ganteng, kalo tebakan gue bener kayak barusan lo sendiri kan yang repot!!”
WHA_T?? apa dia bilang?? Setelah aku terpana beberapa saat semuanya langsung hancur karena sikap narsisnya itu.
“Narsis banget sih lo, ngaca deh!!” sautku ketus sambil menyentakkan tangannya.
“Oh ini fakta!!” jawabnya diplomatis.
Aku beranjak dari dudukku dan langsung masuk kamar tanpa memperdulikannya lagi. Aaaaarrrgh. . . sial!! Kenapa sih setan itu datang lagi kesini??
****

Aku mengambil barangku dengan terburu-buru. Gara-gara harus membuatkan sarapan untuk setan itu aku jadi terlambat. Sebenarnya sih aku tega meninggalkannya kelaparan di rumah. Tapi aku tidak tega dengan dapurku. Kalau sampai dia membuat kekacauan di dapur, apalagi kalau sampai kebakaran, aku tidak akan sanggup.
“Mau kemana sih?? Buru-buru amat,” cetusnya sambil menikmati saladnya.
“Kampus!!” jawabku pendek.
“Lo kekampus pakek daster??”
Kakiku yang sudah setengah berlari, terhenti begitu saja “Ini dress setan!!” pekikku kemudian langsung buru-buru pergi.
Hari ini modku benar-benar kacau gara-gara manusia menyebalkan itu. kenapa dia nggak liburan di negaranya sendiri sih? Apalagi bahasa indonesianya sangat bagus seolah-olah dia sudah menetap di Indonesia.
“Ve__”
“Apa???” bentakku.
“Lo kenapa sih, main bentak saja,”
Aku menghela nafas melihat Saskia “Sorry Sas, mod gue bener-bener buruk!!”
“Rasanya kemarin lo happy banget deh, kenapa? Dimas ngebatalin ajakannya??”
Aku menggeleng pelan “Ada setan dirumah gue!!”
“Hah??”
Baru saja aku akan membuka mulut untuk bicara, ponselku berbunyi. Nomer tidak dikenal, aku mengerutkan kening heran tapi tetap kujawab juga.
“Hallo??”
“Cepet keluar, gue tunggu didekat gerbang!!”
“Hah? Ini siapa sih??”
“Lo nggak kenal suara gue?? Buruan keluar atau gue yang masuk ke kampus lo!!”
Nada ini. . . “Heh setan, lo ngancem gue??” bentakku kesal.
“Terserah!!”
Klik. . .
Telphone terputus.
“YAA, hallo?? Hallo?? HALLO??”
Aku mendesis sambil menatap hp-ku dengan pandangan membunuh.
“Siapa ve??” tanya saskia bingung.
“Bocah setan!!” sautku kesal kemudian langsung pergi “Nanti gue telp!!” teriakku pada saskia.

Aku menatap sekeliling begitu melewati gerbang kampus. Di mana dia?? Dan dari mana dia tau alamat kampusku??
Tiba-tiba sebuah mobil hitam berhenti di hadapanku. Begitu jendela pintu terbuka, aku langsung tau siapa yang ada di dalamnya. Lagipula itu mobil Papa.
“Masuk!!” katanya singkat.
“Kenapa gue mesti masuk?!” tanyaku angkuh sambil melipat tangan didepan dada.
Kyuhyun melepas kaca mata hitamnya sambil menatapku “Tinggal pilih, lo masuk atau gue paksa masuk! Gue nggak keberatan nyeret lo di depan umum!!”
Aku mendesis sambil menyipitkan mata menatapnya. Kalau saja saat ini sedang sepi, pasti aku langsung kabur. Tapi saat ini sedang ramai dan ada beberapa temanku yang sedang nongkrong di taman kampus. Aku menghela nafas sambil menatapnya kesal. Terpaksa aku kooperatif.
“Hari ini lo nemenin gue nyari kaset game!!” katanya setelah aku masuk ke dalam mobil. Sudah kuputuskan, hari ini aku akan diam!!
Cowok itu mengeluarkan selembar peta dan buku panduan. Cih, pantas saja dia tau di mana kampusku, ternyata otaknya memang encer! Dan setengah jam kemudian, kami sudah berjalan memasuki mall. Aku berjalan malas di belakangnya. Kubiarkan dia berjalan lebih dulu. Dapat kulihat beberapa gadis melirik ke arahnya. Aku mendesah pelan. Kalau saja mereka tau bagaimana tingkahnya.
“Sorry, gue bisa minta tolong nggak??”
Aku menatap bingung seorang cowok yang tiba-tiba menegurku sambil membawa kamera.
“Gue butuh seorang model cewek buat tugas akhir gue, lo mau nggak bantuin gue? Soalnya sosok lo, pas banget sama karakter yang gue cari,”
“Eh. . . i-itu. . .gue. . .”
“Sorry, dia nggak bisa!!”
Aku menoleh kaget dan mendapati Kyuhyun sudah ada disebelahku.
“Sebentar aja, cuma dua atau tiga kali take,” pinta cowok itu lagi.
“Lo cari orang lain aja deh, gue nggak suka cewek gue jadi model,” jawab Kyuhyun sambil menarik tanganku tiba-tiba, menggenggamnya dan menarikku melangkah pergi dari hadapan cowok itu. Aku hanya bisa memandangi punggungnya sambil berjalan. Ia sama sekali tidak menoleh ke belakang. Dan tidak melepaskan genggaman tangannya. Aku menatap tangannya yang masih menggenggamku erat-erat, seolah-olah ia takut jika aku terlepas.
Tiba-tiba ia berhenti kemudian menoleh kebelakang dengan raut kesal “Lo kenapa jalan di belakang gue sih?! Gue kayak bapak yang lagi nggandeng anaknya aja!!”
“Yaudah lo nggak usah ngegandeng gue, lepasin!!” sautku sewot.
“Sini!!” dia malah menarikku sejajar dengannya “Gini kan lebih bagus!”
“Mm. . .Cho Kyuhyun__”
“Panggil gue Oppa!!” potongnya.
Aku mendelik “Ogah!! Bisa lo lepasin tangan gue nggak?? Kalo ada yang ngliat bisa. . . gawat. . .” pintaku takut-takut sambil melirik sekeliling. Kalau sampai temenku ada yang tau, apalagi Dimas, tamat sudah riwayatku!!
“Kenapa? Lo punya cowok??”
Aku tersentak menatapnya. Dia sedang menatapku. . . err. . .tajam. . . “Eng-enggak sih. . . belum, tapi kalo temen gue lihat bisa jadi gosip yang enggak-enggak,”
“Belum??” tanya Kyuhyun dengan alis terangkat “Maksud lo, lo lagi naksir orang??”
“Nah itu lo pinter!!” cetusku tapi kemudian langsung diam saat melihat wajahnya yang. . . datar. Memangnya aku salah ngomong??
Tanpa berkata apa-apa lagi, Kyuhyun menarikku untuk jalan lagi. Tapi tangannya tetap masih menggenggam tanganku. Sebenernya aku suka dengan perlakuannya ini, rasanya aku aman. Aduuuh. . . Aku kenapa sih??
Kyuhyun mengajakku melihat-lihat kaset game, kemudian makan. Setelah itu ia mengajakku main di game center sampai aku bosan. Tidak puas hanya dengan main di game center, dia kembali mengajakku melihat-lihat alat music dan kaset-kaset sampai kakiku mati rasa.
Saat hari sudah malam dia mengajakku makan di restoran Korea dan sukses membuatku mual setengah mati. Aku tidak suka daging, dan hampir semua makanannya berbau daging. Bener-bener penganiayaan yang amat sangat. Setelah makan dia mengajakku nonton di bioskop yang filmnya benar-benar membuatku tidur. Romeo and Juliet, you know?? Nggak ada yang lain apa?!
“Cho Kyuhyun, gue capek. . . ayo pulang!!” rengekku saat kami sudah meninggalkan gedung bioskop.
Jam sepuluh malam aku sampai dirumah. Biasanya aku memang belum mengantuk, tapi hari ini, dia sudah menguras segala tenaga dan emosiku. Aku berjalan menaiki tangga tanpa menunggunya dengan nyawa setengah hilang. Cepat-cepat aku masuk kamarku dan menjatuhkan diri di atas tempat tidur tanpa mengganti pakaian. Rasanya aku sudah tidak sanggup untuk bergerak lagi.
———–

“Eng. . . Aku suka kamu, kamu mau kan jadi pacarku??”
Aku menggigit bibir bawahku sambil menatapnya. Kutarik nafas kemudian mengangguk perlahan.
“Kamu serius??” tanyanya.
Aku mengangguk lagi. Tiba-tiba saja dia menarikku ke dalam dekapannya, membuatku kaget setengah mati “Thanks. . . Aku janji nggak akan ngecewain kamu!!”
“Aku percaya. . .” kataku pelan.
Dimas melepaskan pelukannya dan tersenyum sambil memegang wajahku. Tiba-tiba saja semuanya terjadi secara tiba-tiba. Dia sudah mencium bibirku. . .
KRIIIIIING…………
Aku langsung terbangun dari tidurku. Demi tuhan siapa yang nyalain alarm??
BRAAAK. . .
Kubanting benda itu dengan tenaga maximal. Pasti Minah yang naroh benda terkutuk itu.
“Lo sensian banget sih, tidur aja sambil ngamuk,”
Aku tertegun mendengarnya. Seketika aku membuka mata dan bangun “Ngapain lo di sini??” bentakku pada cowok yang sedang asyik dengan laptopnya itu.
“Kan gue sudah bilang kalo gue tidur di sini, kenapa lo masih ke sini? Bukannya kemarin lo tidur di kamar Ajhusi?!”
Aku menatap sekeliling yang hanya diterangi lampu tidur. Saat itu juga aku sadar kalau aku ada di kamarku. Aku mendengus kesal “Harusnya lo yang pergi, orang ini kamar gue!!”
“Andwae!!”
“What??” lagi-lagi dia berbicara bahasa Korea, membuatku kesal saja “Lo. . . Belajar bahasa Indo dari mana??”
“Kenapa??”
“Sudahlah lupakan. . .” sautku sambil beranjak turun.
“Mau kemana lo??”
“Pindah kamar!”
“Tidur aja di situ,”
“Gue nggak mau sekamar sama setan!!” (padahal ngarep banget, wkwkwk)
Kyuhyun menoleh menatapku kemudian beranjak dari duduknya dan menghampiriku.
“Mau apa lo??” bentakku.
“Jadi lo nganggep gue setan??” tanyanya dengan alis terangkat.
“Stop! Jangan deket-deket gue!! Lo emang setan!!”
“Oke, kalo gituuu. . . Gue bakal nunjukin seperti apa setan itu!” senyumnya dengan evilsmirk.
Aku terbelak menatapnya dan langsung mundur seketika saat ia melangkah maju “Ma-mau apa lo?? Berhenti nggak??” bentakku.
“Emang setan mau ndengerin? Jangan bego lo!!”
Aku terus melangkah mundur dengan takut hingga akhirnya punggungku membentur dinding, “Berhenti ato gue tendang lo!!”
“Coba aja kalo lo berani,” sautnya sambil tersenyum iblis.
Aku tertegun menatap matanya yang. . .err. . . tajam. Bukan seperti biasanya. Ia sudah berdiri tepat dihadapanku, membuatku menempel didinding rapat-rapat sementara ia semakin maju hingga tubuhnya menghimpitku. Kalian tau, akalku seperti hilang. Aku tidak tau harus berbuat apa. Tidak ada yang bisa kurasakan saat hembusan nafasnya yang hangat menerpa wajahku. Oh dear. . .
“Huahaha. . . .hahaha. . .”
Aku tersentak dan melihatnya mundur sambil tertawa terbahak-bahak.
“Wa-wajah lo. . .huahahah. . . Aigoo. . .Lucu banget. . .”
“Nggak lucu tau!!” bentakku dan langsung melangkah keluar. Kubanting pintu dengan keras dan pindah kekamar Mama. Siaaal. . .
****

Aku melangkah pelan menyusuri koridor. Aku tidak ingin pulang. Setan itu pasti akan menertawakanku. Kemudian aku duduk di sebuah bangku dari semen di taman kampus. Kuhela nafas pelan. Tiba-tiba mataku menangkap sosok Dimas yang sedang berbincang dengan temannya.
Dimas. . .Mimpi itu. . . Oh Gosh. . . Tanpa sadar aku menyentuh bibirku. Dia menciumku?? Dan rasanya begitu amat nyata.
“Hai??”
“Tuhan!!” sentakku kaget hingga buku-buku yang kupeluk jatuh kebawah. Bagaimana mungkin Dimas sudah ada dihadapanku tanpa kusadari?? Ck, bego banget!!
“Lagi ngelamun ya??” tanyanya tersenyum sambil mengambilkan buku-bukuku.
“Eng-nggak kok,” jawabku gugup sambil menerima buku yang disodorkan kepadanya.
“Kenapa sendirian??” tanyanya sambil duduk di sebelahku.
“Saskia ada pratikum, jadi gue sendiri,”
“Mau gue anter pulang?”
Aku tersenyum kecut padanya “Makasih, tapi gue masih kepingin di sini, males pulang!”
“Kenapa?”
“Nggak ada orang di rumah, Ortu lagi kerumah Nenek, pembantu pulang kampung!”
“Oh gitu, lo uda makan belom? Makan yuk??”
Aku menatapnya tidak percaya. Oh my God, Dimas ngajakin gue makan?? “Dimana?” tanyaku pura-pura cuek.
“Dikantin aja, gue masih ada kelas setengah jam lagi,”
“Hmm. . . Tapi lo yang traktir ya??”
Dimas tergelak “Ya iya lah, orang gue yang ngajak juga, lagian mana mungkin gue ngebiarin cewek semanis lo buat bayar sendiri!”
Wajahku terasa panas, aku tidak berani menatapnya. Ya ampun Dimaaass. . .saranghaeee (?)
“Bisa aja lo,” sautku.
“Yuk, keburu masuk ntar,”
Aku membiarkannya mengajakku ke salah satu kantin kampus dan duduk di meja sudut sebelah kanan. Sambil makan bakso, dia cerita banyak tentang hidupnya yang . . . bisa dibilang seru. Apalagi dia punya kakak yang tinggal di Jepang. Dari dulu aku memang kepingin banget pergi ke negeri sakura itu.
“Apa tu Yoon?? Keliatannya enak,”
Aku hanya bisa menatap ternganga saat seseorang menyambar sendok dan mangkuk baksoku.
“Kok rasanya aneh??” tanyanya sambil mencoba mendektesi rasa dari makanan itu.
“Ngapain lo disini??” bentakku langsung.
Dia menoleh dan melepas kaca mata hitamnya “Nggak ada larangan buat gue ada di sini kok!!”
“Lo__”
“Siapa Ve?” pertanyaan Dimas membuatku berhenti bicara. Dengan dongkol terpaksa kukenalkan mereka berdua.
“Hmm kenalin ini Kyuhyun, orang yang numpang di rumah gue,” kataku asal.
“Numpang??” dimas menatap penuh tanya.
“Lo kejem banget sih Yoon, gue kan lagi kena sial mangkanya ditransfer ke rumah lo!!”
“Yoon Yoon apaan?? Jangan manggil gue seenaknya!!”
“Lo bukan orang Indonesia??” tanya Dimas pada Kyuhyun tapi setan itu tidak perduli dan malah asyik menyantap baksoku.
Aku menghela nafas kesal “Dia orang Korea!!” sautku.
“Oh pantes. . .Eh, gue ada kelas ne, cabut dulu ya, ntar gue hubungin lo lagi!”
Aku terpaksa menganggukkan kepala “Makasi ya,”
“It’s ok, “ Dimas tersenyum kepadaku kemudian mengambil tas ranselnya dan beranjak pergi.
“Masih juga gantengan gue!!”
Aku menoleh kesamping dan menatap penuh kebencian. Bisa-bisanya dia merusak moment indahku sama Dimas. Bener-bener setan!!
“Gue boleh nambah nggak??”
“Tambah aja sendiri!!” sewotku dan langsung beranjak pergi.

Dan hari berikutnya, dia benar-benar membuatku deperesi. Cowok itu benar-benar membuatku kesal setengah mati. Mulai dari mengomentari setiap penampilanku, menyuruhku this and that dengan ancaman akan muncul di kampus dan mengaku sebagai pacarku. What the hell??! Dan aku, terpaksa menurutinya. Kalian tau kenapa? Karena dia orang yang tidak bisa ditantang. Sekali kau menantangnya dia akan melakukannya. Jika kalian tanya kenapa dia berani melakukannya, jawabannya adalah ‘Bukan negara gue ini, lagian nggak ada yang kenal gue, kenapa musti takut atau malu?!’. Jawaban yang sukses membuatku mati kutu.
Dan hari ini, dia benar-benar membuatku shock dengan kemunculannya di kampus, ah, ralat! Di kelas!! Dalam definisi yang sesungguhnya. Memang Dosen tidak memperhatikannya karena tidak sedikit orang chines yang kuliah di tempat ini. Tapi sebagian Siswa atau lebih tepatnya Siswi, selalu memandangnya penasaran.
Aku ternganga menatapnya. Sementara ia hanya mengedipkan sebelah matanya dibalik kaca mata yang dipakainya dengan santai kepadaku. Ini sudah keterlaluan, untuk apa dia membuntutiku seperti ini?!
“Maaf pak!!” aku mengangkat tanganku, menghentikan Dosen yang mengajar bahasa.
“Ya??” Dosen itu berhenti menulis tulisan aneh dan menatapku heran. Begitu juga dengan Mahasiswa yang lainnya.
“Ada anak luar yang masuk kekelas ini,”
Guru itu mengerutkan keningnya “Siapa??”
“Dia!!” tunjukku pada setan itu tegas sementara dia hanya menatap sekelilingnya dengan bingung.
“Kamu bukan mahasiswa sini??” tanya Dosen itu pada Kyuhyun.
Kyuhyun beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri dosen “Mianhamnida, nan neun Cho Kyuhyun imnida. Maaf masuk kelas anda tanpa ijin, saya saudara jauh Kim Yoon Hye, oh maksud saya Vea, saya hanya ingin tau seperti apa proses pendidikan di Indonesia, sekali lagi maafkan saya. . .” Kyuhyun membungkuk-bungkuk dihadapan dosen itu.
Mampus kau, pasti sebentar lagi dia akan diusir.
“Kau dari Korea??” tanya Dosen itu.
“Benar,”
“Oh, anyeong haseo, kebetulan sekali kau ada di sini, bisakah kau membantuku untuk memperaktekkan bahasa Korea secara nyata??”
“Oh, tentu saja, saya akan senang sekali membantu anda,”
Duaak. . .
Aku membenturkan kepalaku kemeja. Aaaaaaaarrrghhhh…….
****

“Jadi gitu Sas. . . Pusing banget gue,”
“Bisa gawat juga sih, ntar waktu lo ngedate sama Dimas dia tiba-tiba muncul lagi,”
“Nggaaak!! Nggak boleh, awas aja kalo dia berani muncul!! Dia bisa ngrusak semuanya tau, ntar gak sama kayak mimpi gue donk,”
“Ha? Mimpi apaan??”
“Eh? Nggak kok, bukan apa-apa, gue cuma mimpi Dimas nembak gue. . .”
“Ih, sampek segitunya. Lo pergi ma Dimas besok kan??”
“Iya, mana setan itu masih seminggu lagi pulangnya. . .”
“Lo susun strategi kek, biar dia nggak bisa ngacauin acara lo!”
“Itu uda pasti!!”
“Yaudah, besok kita ketemu di kampus,”
“Ok!!”
Aku mematikan hp-ku sambil menghela nafas pelan. Gimana caranya ya??
“Emang kalo gue muncul apanya yang bakal rusak??”
Aku tersentak kaget. cowok itu sudah berdiri bersandar di dinding sebelah pintu dengan tangan terlipat di depan dada.
“A-apaan sih,” sautku gugup. Mati kau Vea, jangan sampai dia tau kalo lo besok mau ngedate bareng Dimas.
“Cepetan ganti baju, gue tunggu dibawah!”
“Buat apa??”
“Lo harus nemenin gue jalan-jalan hari ini!!”
“Ogah!! Gue nggak mau muter-muter nyari kaset game nggak jelas!!”
“Kita nggak lagi nyari kaset game!! Gue tunggu sepuluh menit dibawah!!” tandas Kyuhyun kemudian keluar dari kamar.
Aku menatapnya kesal tapi menuruti kata-katanya juga. Hari ini aku tidak ada kelas, alias libur kuliah. Dan di waktu enak-enaknya bermalas-malasan, setan itu malah mengganggu. Tapi bukankah itu memang sifat dasar setan?!
Aku turun ke bawah saat kyuhyun asyik memainkan pspnya. “Kita mau kemana?” tanyaku.
Dia menghentikan kegiatannya kemudian mendongak menatapku. Senyumnya berkembang “Lo akan tau nanti!!”
Aku hanya diam mengikutinya. Sepanjang perjalanan aku hanya tidur. Dia membangunkanku ketika sudah sampai.
“Toko musik Om Rudy??” tanyaku heran.
“Ayo turun!”
Aku membiarkannya menggandeng tanganku masuk ke dalam. Ia menyapa seorang pekerja di situ yang sudah kukenal.
“Kita mau ngapain di sini??”
Dia tidak menjawab, hanya membawaku ke sebuah piano hitam di sudut ruangan dan menyuruhku duduk disebelahnya. Meskipun bingung aku menurutinya.
“Gue pingin tau apa pendapat lo tentang lagu ini. . .”
Jari-jarinya mulai menekan-nekan tuts piano itu. aku terdiam melihatnya. belum pernah aku melihatnya yang seperti ini. Yang kutau dia hanyalah cowok yang sering menjahiliku. Dan aku kesal kepadanya, bukan benci.
Dia mulai menyanyikan sebuah lagu dalam bahasa Korea yang aku tidak tau artinya. Tapi suaranya. . . membuat darahku berdesir. Jika aku sebongkah es batu, pasti sekarang aku sudah mencair. Aku terus terpana menatapnya.
“Bagaimana menurut lo??”
Aku tersentak kaget. Oh God, sejak kapan lagunya selesai?? “Biasa aja!” jawabku sambil memalingkan wajah, kalau aku menjawab yang sejujurnya, dia pasti akan besar kepala.
Diluar dugaanku dia malah tersenyum lembut. Err… apa dia salah makan tadi?? Tanpa bertanya lagi ia menarik tanganku untuk beranjak dan mengajakku pergi dari tempat itu.
Aku mendesah pelan saat melihat gerbang di depanku “Cho Kyuhyun, Lo udah dua puluh empat tahun, dan masih kepingin maen di tempat kayak gini??” tanyaku dengan alis terangkat.
“Bukannya kita dulu sering ke sini??” tanyanya balik sambil melepas setbell.
“Itu waktu kita masih anak-anak!!”
“Seharusnya lo tau kalau gue suka tempat ini!!”
“Gue nggak suka!”
“Tenang saja, kali ini gue nggak bakal bikin lo kesasar, ayo turun!!”
Aku mendesah pelan kemudian turun dari mobil. Dulu, empat tahun yang lalu, dia pernah membuatku tersesat ditempat ini. Hal yang membuatku semakin kesal padanya.
Ia menggenggam tanganku erat-erat dan mengajakku untuk masuk ke dufan. “Eng. . . Lo bisa nggak ngelepasin tangan gue??”
Kyuhyun berhenti melangkah kemudian menoleh menatapku “Kenapa sih lo selalu kepingin lepas dari gue?”
“Eh??” aku menatapnya bingung.
“Nggak akan gue lepas!!” katanya tandas “Lo kan gampang nyasar!!”
Wha_tt?? Baru aja aku terpesona dengan kata-katanya, ternyata dia. . . ck, menyebalkan!!
Bener-bener deh, ne orang nggak punya malu. Seharusnya aku memakai topeng tadi, atau setelah ini aku operasi pelastic aja. Bagaimana tidak?? Dia menjerit-jerit histeris saat naik roller coster. Ok, itu masih normal, tapi kalau naik pesawat-pesawatan?? Kuda-kudaan?? Tuhaan. . .bunuh saja aku. Bahkan anak-anak usia lima tahun-pun memandangi kami seolah-olah masa kecil kami kurang bahagia.
“Menyenangkan sekali bukan??” tanyanya ceria.
“Cho Kyuhyun, kalau lo pingin gue mati, bunuh aja gue. Jangan kayak gini!!” kataku sambil menutupi wajah.
“Emangnya kenapa??” tanyanya dengan watados.
“Lihat berapa umurmu??!” bentakku langsung “Emangnya lo bocah umur lima tahun?? Abis ini lo pergi dan nggak akan ada yang inget, tapi gue?? Apa kata orang kalo mereka inget sama gue??”
Cowok itu tersenyum lembut “Nggak perlu malu. . . Apa hal yang kita lakuin itu adalah sebuah kesalahan?? Nggak kan?? Apa salahnya kita bersenang-senang?? Lo kudu malu kalo lo ngelakuin kesalahan, araseo??”
Tanpa sadar aku mengangguk pelan. Kemudian ia menarikku keluar dari dufan. Ternyata dia mengajakku kepantai. Aku menyukai tempat ini. Terlihat damai. Merasakan angin yang berhembus pelan, rasanya tenang.
“Lo inget, kita selalu maen pasir dulu!!”
“Yang main itu gue, lo yang ngerusak!!”
Dia tergelak “sepertinya lo bener-bener benci gue?”
“Gue nggak benci sama lo, cuma kesel aja,”
“Lo lucu banget, makanya gue gemes!”
“Tuan Cho, umurku sudah dua puluh tahun, aku bukan balita lagi!!”
“Araseo. . .”
“Salah satu yang bikin aku kesal, bagaimana bisa kau bicara bahasa indonesia selancar itu?? pakek bahasa gaul lagi,”
Kyuhyun tertawa “Aku ini jenius!!”
Aku mencibir kemudian terdiam. Sejak kapan aku pakai bahasa formal ke dia??
Greeep. . . Aku tersentak saat sepasang tangan mendekapku dari belakang. Tubuhku membeku seketika.
“Tidakkah kau merasa dingin??” bisiknya.
Darahku berdesir pelan. Aku terlalu shock untuk bergerak. Kehangatan yang menjalari tubuhku terasa nyaman.
“Cho Kyuhyun. . .”
“Panggil aku Oppa. . .”
“O-oppa. . .”
“Joaheyo. . .”
“Apa??”
“Enggak!”
“Apa yang lo lakuin??”
“Meluk lo, nggak boleh??”
“Kenapa memeluk gue??”
“Lihat itu!”
Aku mengangkat wajahku dan menatap matahari yang hampir tenggelam itu. sunset. . . sangat indah. . .

“Yoon gue lapar,”
“Nama gue bukan Yoon!!” aku mendelik kesal kepadanya.
“Buat gue lo tetep Kim Yoon Hye!!”
“Jangan seenaknya ngasih gue nama!”
“Atau lo mau kupanggil Cho Yoon Hye??”
Aku mendelik “Jangan menulariku virus setanmu!!”
Ia meringis sambil duduk di meja makan “Ayolah gue lapaaar. . .”
“Ck, berisik banget sih lo,” kesalku sambil berjalan menuju lemari es “Cuma ada sayur, gue bikinin sandwich dulu!”
“Ogaah!! Gue nggak suka sayur!!”
“Adanya cuma sayur!!”
“Pokoknya gue nggak mau sayur!!”
“Ck, nyusahin amat sih ni bocah,” aku mengalah dan membuatkannya semangkuk mie instan campur telur.
“Lo nggak makan??”
“Lo yang pingin gue makan!!” sewotku sambil berlalu. Aku ingin cepat-cepat mandi dan tidur!! Besok pagi aku akan jalan-jalan dengan Dimas. Oh dear. . .
****

Oke, aku siap untuk hari ini. Dimas suka cewek yang feminim, okelah nggak apa-apa kalau hari ini aku dandan sedikit. Setelah mematut diri di cermin sebentar, aku mengambil tas dan keluar.
Kulihat Kyuhyun baru keluar kamar sambil mengacak-ngacak rambutnya. Sepertinya ia baru bangun tidur.
“Lo mau pergi??” tanyanya heran.
“Bukan urusan lo, wee. . .” aku menjulurkan lidahku.
“itu bibir lo kenapa? Habis makan ayam goreng ya??”
“Ya ampuuun ini lipblam tau!! Kalau nggak tau nggak usah bicara deh!” sewotku.
“Hmm. . . hari ini ada yang beda, penampilan lo kenapa kayak gitu??”
“Kenapa??”
“Rasanya agak aneh!!”
“Aneh??”
“Lo jadi keliatan kayak cewek!”
“Lo kira gue bancis ape?? Gue cewek tulen tau!! Emang salah ya kalau gue dandan dikit?? Wajar dunk kalo cewek mau ngedate itu dandan dulu, lo pernah ngedate nggak sih??”
Hening. . .
Aku tersentak. Tuhan, aku bicara apa barusan?? Sial, bisa-bisa rencanaku berantakan. “Eng. . . gue harus cepet pergi!!” aku balik badan dengan buru-buru tapi tanganku tertahan.
“Lo mau ngedate??” tanyanya tajam.
“Eng- enggak kook. . . Lepasin tangan gue!!”
“Nggak akan kulepas!”
“Heh, apa-apaan sih?? Lepasin nggak??” aku mencoba melepaskan tanganku dari genggamannya. Sial. . . tenaganya kuat juga.
Greep. . .
Aku tersentak saat dia tiba-tiba memelukku erat.
“Jangan pergi. . .” bisiknya.
Aku hanya mematung mendengarnya. Otakku terlalu shock untuk berfikir. Apa yang sebenernya diinginkannya??
“Please, jangan pergi. . . Jangan nemuin cowok itu,”
“Mak-maksud lo apa??”
“Gue suka sama lo Yoon. . . Saranghae. . .”
Kalian tau gimana rasanya kena serangan jantung?? Sepertinya itu yang terjadi padaku sekarang. Aku merasa jantungku berhenti berdetak. Mungkin aku memang tidak bisa berbahasa Korea dengan fasih, tapi aku tau apa arti kalimat itu. . . Saranghae. . . Aku mencintaimu. . .
Otakku perlahan berfikir untuk mencerna semuanya. Bisakah aku percaya dengan semua ini?? Ini seperti mimpi yang tidak mungkin. Atau jangan-jangan ia hanya mengerjaiku?? Kuingat-ingat selama aku mengenalnya dia tidak pernah bersikap baik kepadaku. Jadi bukankah ini sangat aneh?? Ok, kalau itu memang benar, kau akan menyesal Cho Kyuhyun!!
“Lo ngomong apa sih!!” aku menyentakkan tangannya dan melepaskan diri darinya “gue buru-buru nih, kalo mau ngejahilin gue ntar aja!!”
Dia kembali menahan tanganku “Sekali lo pergi, gue akan pulang ke Korea sekarang juga, please jangan pergi Yoon. . .”
“Pulang aja sana, nggak ada yang ngelarang ini!!” sautku sambil menyentakkan tangannya dan melangkah pergi. Dia pikir aku akan tertipu?? Yang benar saja!
****

“Sorry gue telat!!”
Dimas tersenyum manis “Nggak apa-apa kok, lagian ada psp yang nemenin gue,”
Aku tertegun melihat psp putih yang dipegangnya “Sama, tapi punya dia item. . .”
“Apa??”
“Eh??” aku tersentak kaget kemudian menggeleng pelan. Ngomong apa sih aku, bodoh!
“Cabut sekarang?? Lo nggak ada kelas kan?”
Aku menggeleng sambil tersenyum “Sebenernya gue janji mau ketemu sama Saskia, tapi gara-gara telat gue sms aja dia ntar, yuk cabut!!”
Dimas mengajakku ke bioskop langsung. Rencananya hari ini aku sama dia memang mau nonton film eclipse.
“Lo tunggu di sini ya, gue beli tiketnya dulu!”
Aku mengangguk pelan sambil melihat-lihat poster yang ditempel disepanjang tembok. Tiba-tiba mataku terhenti saat melihat poster itu. Romeo and Juliet. . . Ok, menurutku Kyuhyun sangat norak bisa menyukai film itu, aku tidak menyangka cowok seperti dia menyukai cerita romantis yang klasik. Tapi. . . kenapa dia bisa suka dengan film itu??
“Hei, lagi ngliatin apa??”
Aku tersentak kaget “Eh? Enggak kok, Cuma ngelihat poster itu, kamu pernah nonton Romeo and Juliet nggak??”
“Nggak ah, males, gue nggak suka cerita romantis gitu!!”
Aku tersenyum tipis “Udah dapet tiketnya??”
“Ya, masuk yuk,”
Film eclipse memang seru banget. Tapi yang membuatku menarik adalah karakter Edward Cullen. Aku jadi membayangkan kalau dia itu kyuhyun. Hmm. . . Wajahnya cocok sih kalau dibuat dingin kayak gitu. Apalagi memang dia dasarnya setan, hahah. . .
Akhirnya. . . setelah dua jam lebih, kami keluar juga dari bioskop. Kemudian Dimas mengajakku makan. Kami mencari sebuah café yang nyaman. Tanpa sengaja mataku menangkap sebuah café yang menyediakan masakan Korea. Aku tertegun melihatnya. setan itu sangat menyukai Jjajangmyeon. Memangnya seperti apa sih rasanya??
“Kita makan di sana saja!” kata-kata Dimas membuyarkan lamunanku. Cowok itu mengajakku kesebuah café dan memesan makanan.
“Kamu suka capcai??” tanyaku saat melihat semangkuk makanan bersayur itu di hadapannya.
“Ya, apalagi kalau Nyokap yang bikin, rasanya enak banget,”
Aku tersenyum tipis. Kalau Kyuhyun, mana mungkin dia mau makan makanan penuh sayur itu. pasti mulutnya sudah teriak-teriak protes. Tiba-tiba aku teringat hpku yang kumatikan saat akan nonton nanti. Pasti bocah itu sedang kelaparan sekarang, hahah rasain. . .
Kuambil hpku dari dalam tas dan mengaktifkannya. Ada pesan suara?? Dari siapa? Jangan-jangan Saskia, aku lupa tidak memberitahunya tadi.
“Kenapa?” tanya Dimas.
“Ada pesan, mungkin dari Saskia!” jawabku sambil menempelkan benda itu ke telinga, mendengarkan isinya.
‘Yoon. . .’
Aku membeku mendengarkan suara itu.
‘Sekarang aku ada di bandara. Ternyata, aku memang bener-bener ngebuat kamu kesel, sampai kamu nggak percaya sama omonganku.Yah, mungkin ini emang salahku dari awal. Maafin aku. . . Aku nggak bermaksud ngebuat kamu kesel, aku cuma ingin ngebuat kamu nggak lupa sama aku. Kamu tau kenapa aku mati-matian belajar bahasa Indonesia, karena aku nggak ingin kamu anggap bodoh, karena aku ingin bicara bebas sama kamu. Mungkin memang nggak mungkin, tapi aku suka kamu. . . Dari dulu. Aku cuma egois buat bilang sama kamu. Maafin aku uda ngebuat kamu kesel. Hari ini, saat aku minta kamu untuk tetep ada di sisiku pun kamu nggak mau. Nggak apa-apa, asal kamu bahagia aku juga bahagia. Mungkin nanti kita bisa ketemu lagi sebagai seorang saudara, tapi yang harus kamu tau Yoon, aku nggak pernah main-main dengan kata-kataku. Aku cinta kamu ve, Saranghae Kim Yoon Hye, Saranghae. . .’
“Lo kenapa?? Kenapa nangis??” tanya Dimas panik.
Aku mengerjap kaget. kusadari mataku ternyata sudah basah. “Kenapa dia bego banget??” isakku.
“Siapa yang bego?? Ada apa ve??”
Aku semakin terisak. Kuhubungi nomernya berkali-kali, tidak aktif. “Sorry gue harus pergi. . .” aku menyambar tasku dan meninggalkan Dimas begitu saja.
Air mataku tidak berhenti mengalir. Kenapa bisa seperti ini?? Aku menyetop taksi dan langsung menuju bandara. Tuhan kumohon, jangan biarkan dia pergi. . .
Aku berlari secepat mungkin menyusuri bandara itu. tapi tubuhku langsung lemas begitu melihat papan pengumuman yang menunjukkan penerbangan ke Korea, sudah berangkat setengah jam yang lalu. “Kyuhyun ah. . .Mianhae. . .” lirihku.

Aku mendapati rumah itu sudah kosong. Kubuka pintu kamarku. Keadaannya sudah rapi tanpa barang-barang Kyuhyun yang berantakan. Air mataku mengalir perlahan. Kuhampiri tempat tidur dan duduk di tepinya. Kulihat sebuah tape recorder milikku di atas meja lampu. Siapa yang ngambil benda ini dari lemari??
Kutekan tombol play dan sebuah suara yang sudah kukenal menyapaku.
‘Eh Yoon pabo!!’ tanpa sadar aku tersenyum mendengarnya.
‘Lo harus ndengerin lagu ini lagi! Gue udah capek-capek bikinnya tau, ini khusus buat lo, buat Kim Yoon Hye-ku yang jutek. Jangan bilang lagunya biasa aja kalo lo nggak mau gue cekik!’
Aku tersenyum mendengarnya, tapi air mataku tidak berhenti mengalir. Kemudian ia mulai bernyanyi diiringi dentingan piano. Lagu yang sama yang kudengarkan saat ditoko Om Rudy dulu. Dan ternyata, ini adalah lagu yang dibuatnya untukku. Aku semakin terisak mendengarnya.
‘Gimana? Suara gue keren kan?? Lo harus ngaku kalo gue emang keren dan lo harus ngasih gue hadiah! Gue nggak minta aneh-aneh kok, cukup dengan lo jadi pacar gue, gimana? Jawabannya ‘Iya’ atau ‘Iya’, gue nggak mau denger jawaban lain, oh ya satu lagi, sorry, gue udah nyium lo tanpa ijin. Lo nggemesin banget waktu tidur jadi jangan salahin gue kalo gue sampek nyium lo! Ok, Jjagiya, sampek ketemu sebentar lagi!!’
Aku membenamkan wajahku di bantal. Jadi dia memang ingin memintaku menjadi pacarnya?? Tapi semuanya itu sudah terlambat bukan?? Dia sudah pergi. . . Dan itu karena salahku sendiri. . . Aku benar-benar bodoh bukan?? Kenapa baru sekarang aku merasa kehilangannya?? Kenapa baru sekarang aku sadar kalau aku menyukainya? Kenapa??
****

~one years later~

“Kyuhyun Oppa, boleh aku duduk di sini??”
“ Tentu saja Yonna ya,”
“Kau suka sekali makan Jjajangmyeon,”
“Waeyo?? Ini enak. . .”
“Kau tidak ada kelas?”
“Aniyo. Setelah ini aku mau ke game center dengan Hyuk Jae Hyung!”
“Woaaa. . . Apa itu Jjajangmyeon?? Kelihatannya enak sekali??”
Kyuhyun terperangah. Ia menatap tidak percaya hingga mulutnya ternganga. Dan aku? Tidak perduli! kumakan jjajangmyeonnya yang ternyata rasanya memang enak.
“Oh, mianhamnida. . .” aku membungkuk ke arah gadis yang ada duduk di sebelahku “Kau kekasih Cho Kyuhyun??” tanyaku dengan bahasa Korea.
Gadis itu menatapku aneh sambil menggeleng “O-oppa, sepertinya aku harus pergi. . .” katanya sambil beranjak pergi.
“Oh, anyeong, hati-hati!!” seruku padanya kemudian kembali menikmati Jjajangmyeon rampokanku.
Kulihat Kyuhyun masih mematung menatapku.
PLAK
Kutampar pipinya keras.
“YAA kenapa menamparku??” teriaknya keras. Untung tempat makan ini sepi.
“Lo kayak kena epilepsi tau!!” bentakku “Malu-maluin a__”
Lagi, jantungku terasa berhenti saat ia merengkuh tubuhku begitu saja, memelukku erat.
“Gue nggak mimpi kan??” bisiknya.
“Eh lepasin gue setan, ini ditempat umum, lo sarap apa?!”
Dia melepaskan pelukanku dan menatapku bingung “Kenapa lo di sini??”
Aku ingin tertawa melihat wajahnya “Lagu buatan lo jelek, gue mau yang bagus!” aku menyodorkan tape recorderku kepadanya.
“Jelek??” tanyanya dengan tatapan membunuhnya.
Aku meringis sambil beranjak dari dudukku “Mm. . .Jung Soo Oppa sudah menungguku. Anyeong!!” kataku cepat dalam bahasa korea lagi.
“YAA KIM YOON HYE KITA BELUM SELESAI!!” teriaknya sambil mengejarku.
Omo dia mengejarku. Aku berlari kemudian bersembunyi dibalik tubuh Jung Soo Oppa, putra Tante Lisa dan Om Rudy “Oppa, dia ingin membunuhku!!”
“Hyung, kenapa kau membawanya kemari??”
“Kau tidak tau? Dia mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Korea!”
“Jjinjayo??”
“Oppa, kenapa kau bilang kepadanya??” protesku.
“Bukankah kau yang belajar mati-matian supaya bisa menyusul Kyuhyun ke Korea?”
Aiiish. . . Wajahku pasti sudah merah sekarang “Siapa bilang?? Aku kemari untuk belajar, bukan karena dirinya!!”
“Hyung apa itu benar??”
Kulihat senyum evil diwajahnya. Aiish. . . Ini benar-benar memalukan!
“Sudahlah, kalian pasti ingin bersama bukan? Kyu, nanti kau antar Yoon pulang, aku masih ada urusan!!”
“Andwae!!!” jeritku sambil berlari menyusuri koridor belakang kampus itu. tapi dengan mudah, dia mendapatkanku. Dan sekarang aku harus terkurung di dalam mobilnya yang entah ke mana ia membawaku.
Kyuhyun menghentikan mobilnya di tepi sungai, sepertinya sungai Han yang terkenal itu.
“Sekarang jawab pertanyaanku Kim Yoon Hye ssi!!” katanya membuatku mengalihkan pandangan dari sungai itu.
“Aku tidak akan menjawab apapun!” tandasku.
Ia menatapku sambil tersenyum setan “Benarkah?? Kalau begitu kau tidak keberatan untuk turun sekarang juga??”
“Mwo??” aku mendelik kearahnya. Apa maksudnya dia akan menurunkanku di sini? Ditempat yang nggak kukenal ini? Aku mendesis “Apa pertanyaanmu??” tanyaku geram.
Dia tersenyum menang.
“Yang pertama, sejak kapan kau belajar bahasa Korea?”
Pertanyaan apa itu? “Sejak ada info beasiswa untuk kuliah di Korea!”
“Pertanyaan kedua “Kenapa kau ingin ke Korea??”
“Bukankah sudah jelas untuk belajar?? Jeongmal paboya!!”
Dia melotot menatapku “Aku ini jenius!!”
Cih, kata-kata apa itu?
“Yang ketiga, bagaimana hubunganmu dengan laki-laki itu??”
Aku tersentak menatapnya. Dia ingin mengerjaiku ya? Tapi kulihat dia sedang menatap serius “Laki-laki yang mana??” tanyaku polos.
“Laki-laki yang bernama Dimas yang selalu kau puja-puja di dalam buku diary-mu itu!!”
“YAA kau membaca diary-ku ???” teriakku.
“Aiiish. . . Tidak perlu berteriak, aku tidak tuli!!”
“Kau ini memang benar-benar setan!!”
“Jawab pertanyaanku!!”
“Err. . .i-itu. . . kami hanya teman. . .”
Dia tersenyum misterius “Jadi kalian tidak jadi pacaran eh?”
Aku menghela nafas pelan “Aniyo,”
“Kenapa?”
Aku tersentak menatapnya kemudian mendesah pelan “Ayolah, ini sangat memalukan!!”
“Tidak untukku!”
“Aku tidak bisa mengatakannya. . .”
“Kenapa?” tanyanya lembut.
Sial, kenapa mukaku jadi panas begini?? Aaargh. . . Cho Kyuhyun bodoh!
“Biar kubantu!!” katanya kemudian “Kalian tidak berpacaran karna kau menyukai laki-laki lain, benar?”
Aku terdiam beberapa saat kemudian terpaksa mengangguk pelan.
“Dan. . . namja itu berasal dari Korea, dia tampan, genius, dan digilai banyak gadis-gadis,”
Aku mengernyit, kata-kata apaan tuh?
“Aniyo!! Dia menyebalkan, tukang rusuh, punya sifat setan, pemaksa, selalu bermain PSP, suka pilih-pilih makanan, merebut kamar orang seenaknya, suka membuka diary orang tanpa ijin, suka menonton film drama, termasuk Ro-meo dan Ju-liet, dan merebut first kiss saat tersangka sedang tidur, benar-benar memalukan!!”
Kenapa suasananya tiba-tiba hening?? Aku menoleh kesamping dan Kyuhyun tengah menatapku dengan alis terangkat “First kiss??” tanyanya.
Blusshhhh. . . .
Wajahku merah seketika dan tanganku reflek terangkat membekap mulutku sambil memalingkan wajah. Uups. . .
“Kim Yoon Hye, itu ciuman pertamamu??” tanyanya lagi.
Tuhan, apa yang harus kujawab?? Sial, bego banget sih, kenapa sampai keceplosan gitu?! “Hhh. . .Pantes waktu itu terasa nyata. Padahal saat itu aku sedang bermimpi berciuman dengan Dimas. . .” aku melirik kearahnya tanpa menoleh.
“Kau. . . bermimpi berciuman dengannya?!”
Omo. . . kenapa ekspresinya jadi seperti itu?? membuatku err. .. sedikit takut.
“Kim Yoon Hye jawab aku!!” bentaknya.
“Kenapa membentakku?? Memang saat itu dia yang ada di mimpiku, kau mau apa??” balasku.
Rahang Kyuhyun mengeras, perlahan ia mendekat kepadaku. Tatapan matanya begitu tajam, tuhan lindungilah diriku. . .
“Mulai sekarang- “ ia terus mendekat membuatku merapat ke sudut kursi dan pintu “Tidak ada yang boleh masuk ke dalam mimpimu selain aku, araseo??”
“Ma-mana bisa begitu?? Yang mengatur mimpi bukan aku. . .” jawabku pelan. Aku benar-benar menciut melihatnya. sekarang tubuhku benar-benar sudah menempel erat-erat dipintu mobil sementara tangannya mengurungku dikedua sisi. Wajahnya terlalu dekat hingga membuatku tidak ingin menatap matanya yang tajam itu.
“Aku tidak perduli! Mulai saat ini kau hanya boleh menatapku, jika kau melirik sedikit sajaaa. . . Kau akan tau akibatnya!”
“A-aku . . .” aku benar-benar mati kutu. Aroma parfumnya yang lembut menyeruak kedalam hidungku. Tanganku menahan dadanya agar tubuhnya tidak menghimpitku.
“Karena kau sudah memimpikan bocah sialan itu, kau harus dihukum!! Dan hukumanmu adalah kau harus berada di sisiku selamanya. . .” bisiknya.
Aku sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Pernahkah kau merasa waktu seakan berhenti?? Aku mulai susah bernafas sekarang. Wajah kyuhyun semakin dekat. Detak jantungku mulai menghentak kuat dan lambat. Kepalaku menekan pintu mobil kuat-kuat dan tanganku mencengkeram kaosnya erat-erat. Aku bisa merasakan nafasnya yang hangat dan harum kemudian aku memejamkan mata. . .
Dan sesuatu yang dingin dan lembut, menyentuh bibirku, bibirnya. Darahku berdesir cepat, tubuhku seperti mati rasa.
“Saranghae. . .” bisiknya pelan
“Nado saranghae. . .” balasku.
Ia melumat bibirku pelan. Perlahan aku membalasnya ciuman itu dan. . .
Benda itu berbunyi nyaring, membuatku kaget dan otomasis mendorongnya menjauh hingga kepalanya terbentur dasboard.
“Aiiish. . .” ia mengusap-ngusap kepalanya sambil merogoh saku celananya mengeluarkan hp-nya.
“APA??” teriaknya kesal “KAU SUDAH MENGGANGGUKU, JANGAN TELEPON LAGI!!” bentak kyuhyun kemudian menutup telepon. Dengan kasar dan mencabut batrainya “Jungsoo Hyung benar-benar ingin mati!!”
Aku hanya diam saja mengatur nafas. kenapa suasananya menjadi hening?? Perlahan aku menoleh dan melihatnya sedang senyum-senyum sambil menatapku.
“JANGAN MELIHATKU!!!” teriakku sambil menutup wajah dengan kedua tangan. Sepertinya lebih baik aku terjun kesungai Han saja!!

FIN

Hyuki : itu apaaaa??? T.T
*nunjuk bagian akhirnya*
Me : apa jjagiya?
*watados*
Hyuki : aku juga mau ciuuum!!!
Me : eeeeh?????????

 

last editing 08 2012