Tags

, ,

cast : yoonjae couple

Hueeeek. . .
Aku menutup hidungku rapat-rapat “yaak kunyuk, kenapa badanmu bau sekali?”
“tadi aku harus mengunjungi peternakan dan melihat-lihat pekerjaan disana, apa sangat bau?”
“tentu saja!! Cepat mandi atau kau harus tidur diluar hari ini, dan tidak boleh menyentuh jaeyoon!”
“araseo,” jawabnya sambil cemberut dan langsung masuk kedalam kamar mandi.
Aku hanya menggeleng-geleng pelan melihat tingkahnya yang tidak pernah berubah “kau lihat jaeyoon sayang, kau tidak boleh seperti appamu itu, araseo?!”
Aku menatap bayi yang pulas dalam gendonganku itu. kemudian aku berjalan kekamarnya. Kuciumi putraku yang merupakan duplikat dari hyuki, ah dia benar-benar manis. Kutidurkan dia didalam box ranjangnya dan kembali kekamar.
Terdengar air shower yang mengucur. Kemudian pintu terbuka pelan. kepala si bodoh itu menyembul dari baliknya.
“yoon. . .handukku. . .” pintanya manja.
“kau memang lupa tidak membawanya atau sengaja lupa?” dengusku sambil berjalan menuju lemari untuk mengambil selembar handuk. Ini kebiasaannya yang paling parah. Hampir setiap mandi dia selalu lupa membawa handuk.
Kulihat ia hanya menyengir sambil menatapku. Bukannya aku tidak mau mengambilkannya, tapi melihatnya dengan rambut basah seperti itu membuatku. . . ah sudahlah,
“ini!” aku menyodorkan handuk itu tepat diwajahnya.
“kau yakin tidak ingin mengeringkan tubuhku? Atau mandi lagi bersamaku?”
SRUUUK. . .
Aku menyampirkan handuk itu dikepalanya dengan kasar “bersihkan sekalian pikiran kotormu itu! cuci sampai tidak ada noda!” dengusku sambil berlalu “dan. . . tubuhmu masih bau! Jangan keluar kamar mandi sampai tubuhmu wangi!”
Hyuki mengerucutkan bibirnya sambil mengambil handuk itu dari kepalanya kemudian masuk lagi kekamar mandi.
Aku membaringkan badanku sambil menyalakan televisi. Dilayar terlihat acara infotaiment yang menampilakan tentang perayaan ulang tahun seorang artis. Ah, aku jadi ingat tentang ulang tahunku. Kusentuh kalung yang melingkar dileherku, hadiah darinya.

=flashback=

“yaak kenapa kau selalu tidur memakai selimut tebal?” protesnya keras.
“aku tidak bisa tidur tanpa selimut!!” balasku sambil merapatkan selimut lebih tinggi.
“AC sedang rusak, apa kau tidak kepanasan?”
“ada kipas angin,” bantahku cepat “kalau kau tidak mau menggunakan selimut, tidur saja tanpa selimut, apa susahnya?!”
“aku tidak bisa tidur tanpa memelukmu,”
“dan aku tidak bisa tidur tanpa selimut!” tandasku final.
Hyuki mendecak kesal “ayolah yoon, kau tau bukan kalau aku harus pergi ketaiwan besok?”
Aku diam saja membelakanginya. Tentu saja aku tau kalau dia harus pergi besok dan baru kembali lima hari kemudian, sehari setelah hari ulang tahunku. Dan itu membuatku sedikit . . . kesal.
Aku tau ini bukan salahnya, tapi aku juga kecewa. Ini hari ulang tahun pertamaku saat aku menjadi istrinya. Dan aku ingin melewati hari sepesial bersamanya, tapi ia malah ada jadwal di taiwan. Ingin sekali kucekik managernya itu. bisa-bisanya dia membuat jadwal keluar negeri saat hari penting dalam hidupku.
“yoon. . .”
Dia menarik selimutku pelan dan segera kutarik lagi selimut itu dengan kasar.
“kau tau aku tidak bisa tidur tanpa memelukmu, ayolah turunkan sedikit selimutmu, paling tidak hanya sebatas perut,”
“jangan membohongiku! Kau bisa tidur dimanapun tanpa aku, diluar negeripun kau bisa tidur tanpaku!” sungutku.
“tapi saat malam dia selalu menganggapku dirimu dan mendekapku kuat-kuat saat aku sekamar dengannya, aku tidak bisa bernafas. . .hue. . .” ryeowook mewek.
“dia juga selalu menyebut-nyebut namamu dan ingin menciumku, itu sangat mengerikan!!” tambah kyuhyun.
“eh??” aku menyingkap selimutku dan melihat duo magnae super junior didalam kamarku.
“APA-APAAN INI??” semburku.
“kau dengar mereka bukan? Aku tidak bisa tidur tanpamu!” tegas hyuki.
“oi, hyung, kita uda akting bagus ne, jangan lupa traktirannya yah,”
“awas kalau kau tidak membelikan kaset game untukku,”
“sekarang kita pulang dulu, dadah. . .” duo magnae itu melambai-lambaikan tangan kemudian menghilang.
Aku menatap hyuki garang “apa maksudnya semua ini?” tanyaku dengan tatapan membunuh.
“aku hanya berusaha menyakinkanmu!”
PLETAK
“YAAK appo. . .” dia meringis sambil mengusap-usap rambutnya.
Aku mendesah pelan melihatnya. kemudian tidur lagi kali ini dengan selimut diatas perut.
“kenapa melepas baju?” tanyaku saat ia melempar kaos longgar putihnya kesofa.
“ini sangat panas, dan kau tetap memaksa memakai selimut!” gerutunya sambil masuk kedalam selimut itu dengan terpaksa.
Ia melingkarkan lengannya keperutku dan mendekapku “sudah merasa kepanasan tapi tetap saja memelukku, dasar aneh!”
“apa itu salah?” bisiknya pelan ditelingaku. Kurasakan sebuah kecupan mendarat dipuncak kepalaku dan itu membuatku semakin kesal. Kenapa ia harus pergi keluar negeriiii???
—————-

Sudah tiga hari hyuki ada di taiwan. Dan seperti biasa, aku merasa kesepian. Melihat tempat tidur disebelahku kosong rasanya aku ingin menangis. Aku tidak mau tidur bersama jaeyoon. Nanti akan menjadi kebiasaan dan aku tidak bisa lepas darinya.
Aku memakai kaos longgar hyuki. Dia bilang aku seperti layang-layang jika memakainya, tapi aku tidak perduli. aku lebih suka memakai kaosnya daripada memakai baju tidur yang pernah diberikan sungmin oppa.
Aroma bajunya membuatku nyaman. Membuatku merasa ada disampingnya. Ponselku berdering saat aku baru saja merebahkan diri ditempat tidur. Kuraih benda itu dimeja samping dan menjawabnya.
“yeoboseo?”
“yoon ah. . .bogoshipoyo. . .” desahnya lega. Ini pertama kalinya ia menelphoneku saat berada ditaiwan. Sebelumnya ia hanya mengirimkan pesan singkat saja. Aku tau jadwalnya benar-benar padat disana.
“mm. . .nado bogoshipo. . .” jawabku pelan.
“apa yang kau lakukan?”
“aku akan tidur,”
“benarkah? Kalau begitu kita sama,”
“kali ini kau sekamar dengan siapa?” tanyaku.
“aku sendirian. . . hanya ada aku dan dirimu,”
Aku mengerutkan kening bingung “mwo?”
“apa kau sudah ada ditempat tidur?”
“mmm. . . “
“sudah memakai selimut?”
“ya,”
“sekarang matikan lampunya,”
Tanpa sadar tanganku bergerak mengikuti perintahnya. Kumatikan lampu, dan menyisakan lampu tidur yang remang-remang “sudah,” kataku pelan.
“sekarang, pejamkan matamu dan naikkan selimutmu. . .”
“ya. . .”
“kau merasa hangat?”
“mmm. . . sangat hangat,”
“itu karna aku sedang memelukmu saat ini. . . apa kau merasakannya?” tanyanya berbisik.
“yah. . .”

Aku menggeliat pelan. kesadaranku sudah kembali, namun aku masih menutup mata. Hal yang pertama kali kuingat adalah dirinya. Bibirku tidak mampu menahan senyum saat teringat apa ulahnya semalam. Ah, aku benar-benar merindukannya.
Aku mengerjap pelan. kuhirup udara dalam-dalam kemudian berbalik.
“BOOO. . .”
“AAAAKH. . .” aku tersentak kaget dan langsung menjauh.
“kekekekek. . .” ji eun eonni tergelak sambil melepaskan topeng scream yang dipakainya.
“kenapa mengagetkanku?” dengusku.
“tidakkah itu seram? Saat kau tidur ada yang memanggilmu yoon hye. . .yoon hye. . .” (inget saat dia nakut-nakutin lee young jae di full house? Ya seperti itulah ekspresinya saat ini,)
“sangat tidak penting eonni,”
Ji eun eonni tertawa “sebenarnya aku ingin memberikan ini kepadamu!” katanya sambil menyerahkan topeng scream yang dipakainya tadi.
Aku mengerutkan alisku “kenapa kau memberikan ini?”
“ini hadiah,”
“hadiah?”
“saengil chukae hamnida. . .saengil chukae hamnida. . .saengil chukae yoon ah, saengil chukae hamnida. . .” ji eun eonni bertepuk-tepuk tangan dengan semangat sekali “apa aku yang pertama?”
Aku tersenyum melihatnya “ya, kau yang pertama eonni. . .”
“aigooo. . . kupikir aku sudah keduluan si kunyuk itu,”
Senyumku langsung memudar. Sialan, bahkan tu bocah tidak mengucapkan apapun kepadaku semalam. “selamat eonni, kau jadi yang pertama,”
“apa aku akan mendapat hadiah??”
“YAA aku yang ulang tahun, kenapa harus aku yang memberi hadiah?”
“ah benar juga, hahah. . . baiklah, simpan topeng itu baik-baik, bisa kau gunakan untuk menakut-nakuti si bodoh itu nanti, hohoho. . .” tawanya sambil berjalan meninggalkan kamarku.
Aigoooo. . . pagi-pagi sudah membuat stres orang. Aku beranjak dari tempat tidurku dan pergi kekamar mandi. Setelah itu kulihat babyku dikamarnya. Ternyata bayi itu sudah raib dari box-nya.
Aku keluar dan berjalan menuruni tangga untuk mencari dimana malaikat kecilku itu.
“yoooon. . .”
Aku berhenti melangkah dan menoleh kebelakang, taekyung oppa berjalan menghampiriku dengan senyum lebar.
“saengil chukae hamnida,” ucapnya saat sudah berdiri didepanku sambil menyodorkan selembar foto.
Aku mengerutkan kening menatap foto itu hingga nyureng. Difoto itu tae oppa sedang berpose memandang keatas dengan kemeja yang terbuka alias tidak dikancingkan. Dengan tanda tangan yang hampir memenuhi setengah lembar foto itu.
“oppa, kenapa kau memberikan ini kepadaku?” tanyaku bingung.
“oh, itu hadiah ulang tahunmu,” jawabnya santai “harganya lebih dari 100.000 won jika fansku yang membelinya, kau sangat beruntung mendapatkannya!!” ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya.
“go. . .gomawo. . .” ucapku dengan senyum garing. Aku kan bukan fansnya !!=_=
Kulanjutkan langkahku menuruni tangga dan jubier aka justin bieber, berhenti tepat didepanku dengan skeatboatnya.
“happy birthday. . .” ucapnya singkat sambil mengulurkan tangannya yang memegang ipod.
“thanks. . .” ucapku sambil mengambil ipod itu.
“just listen!!” katanya.
Aku memasangkan earphone ketelingaku dan mendengar lagu. . . lagu apa ini, kenapa tidak jelas begini?
Oh selena. . . tonight I can’t go home. . .
Don’t you looking for me, for your love. . .
Hei selena. . . don’t you call my name. ..
If we meet in another time. . .
(ada yang tau lagu ini?? Nyanyikan dengan nada sephia #dihajar bang sheila on 7)

“lagu apa ini?” tanyaku pada justin.
“bagaimana? Apakah liriknya cukup menyakitkan? Aku akan menggunakannya untuk memutuskan selena,”
“why?” tanyaku bingung.
“aku sedang menyukai jasmine villegas (yang tidak tau, cari tau sendiri ya, sayapun tidak tau karna saya bukan justin lovers)”
“lalu kenapa lagu ini kau berikan kepadaku?”
“karna ini ulang tahunmu, aku ingin kau yang pertama mendengarnya. Aku membuatnya semalaman kemarin,”
“kau bergadang semalaman (hanya) untuk membuat lagu ini?” tanyaku tidak percaya.
“oh no, no. . . aku hanya membuatnya setengah jam saja, selebihnya aku ketiduran,”
Tuhanku. . . bolehkah kucekik bocah ini??
“oh, thank you. . . lagumu benar-benar. . . menyakitkan (dan tidak penting)!! Good luck,”
Jubier tersenyum lebar “you’re wellcome,” ucapnya kemudian meluncur pergi dengan sketboardnya.
Oke, tadi topeng, foto, dan sekarang lagu untuk memutuskan hubungan, setelah ini apa lagi?! Ah, setidaknya ipod ini lumayan juga,,
“yoon hye my darling, saengil chukae hamnidaaaa. . .” bibi kajol tersenyum lebar didepanku.
“kamsahamnida bibi. . .”
“coba tebak apa yang kupunya untukmu,”
Aku mengerutkan kening “mm. . .gelang kaki? Atau mahendi?”
Bibi kajol menggeleng-gelengkan kepalanya “taraaaaa. . . .” teriaknya sambil mengacungkan bungkusan plastik didepanku “sari ini pasti cocok untukmu,”
Omo tuhaaaan. . . demi apa aku akan memakai sari???
Aku tertawa hambar “ter. . terima kasih bibi,”
“dan aku sengaja bangun pagi-pagi untuk membuatkanmu manisan ini, kau harus menghabiskannya!”
Ia menarik tanganku dan menjejalkan bungkusan sari dan manisan itu kedalam pelukanku. Omo. . . perutku seketika mulas melihatnya. tidak mungkin aku memakan ini “go. . .gomawo bibi. . .”
“ah satu hal lagi, manisan ini sangat baik untuk reproduksi!” dia mengedipkan sebelah matanya kemudian melegang pergi.
Aku termangu ditempatku, sebaiknya kuberikan saja manisan ini kepada member-member super junior yang rakus itu?
“shireoooo…… untukmu saja yoon, tidak usah repot-repot,”
Heeh??? Aku menoleh dan melihat wajah pucat donghae yang bersembunyi dibalik badan yesung. Apa mereka bisa membaca pikiranku??
“kami sudah tau riwayat sejarah rasa manisan itu, tidak perlu membaginya dengan kami,” saut siwon kalem. [baca family by accident part 4]
“bagaimana kalian tau kalau aku mau memberi kalian manisan ini?” tanyaku cengo.
“oh, itu karna gege hyung bisa membaca pikiran,” jawab sungmin kalem [baca ff twilight parody]
“kenapa kalian ada disini? Bukankah kalian ada jadwal ditaiwan?”
“ah iya lupaaa. . .” jerit yesung.
“kami pergi dulu yoon ah, anyeong,” kyuhyun melempar bom kelantai hingga terjadi ledakan asap dan mereka semua menghilang.
!!=_= ”jangan-jangan mereka ninja,”
“yoon hye. . .lihat ini, taraaa. . .” minyeo eonni menyodorkan sebuah boneka tepat didepanku “saengil chukaeee. . . “
Aku menerima boneka itu “gomawo eonni, tapi. . . kenapa hidung boneka monyet ini seperti babi??”
“kalau punyaku kelinci babi, jadi kubikinkan kau boneka monyet babi, bagaimana? Keren kan??”
“ahah. . .ahaha. . .” aku tertawa garing, “gomawo eonni. . . apa ini artinya enyuk monyetnya dan aku babinya??”
“ah kau pintar sekaliii. . .” minyeo eonni bertepuk tangan senang.
“dan kau yang kelinci dan tae oppa yang babi?”
“tepat sekali!!”
“YAA apa kau bilang?? Kelinci ataupun babi itu adalah dirimu!!” protes tae oppa yang entah darimana dia muncul.
Minyeo eonni memberengut “yoon saja rela menjadi babi untuk hyuki, kenapa kau tidak rela menjadi babi untukku?”
“mwo?? Yaa, dwejji tokkie, aku ini tampan, mana mungkin seperti babi?!”
“tapi kau selalu memonyongkan mulut seperti babi!!”
“mwoya? Apa kau bilang?? Bla. . .bla. . .bla. . .”
Aku memilih pergi dari tempat itu. rela menjadi babi untuk hyuki?? Aigooo. . . kata-kata apa itu? mengapa terdengar mengerikan sekali?!
“oh, selamat ulang tahun yoon,” ucap ki joko saat aku berpapasan dengannya. Aku tau, ia mengucapkan happy birthday dalam bahasa indonesia.
“ah, terima kasih ki,” balasku dalam bahasa indonesia pula.
“ini untukmu!”
Keningku berkerut menatap sebuah botol kaca yang kosong itu. aku menatapnya tanda tanya. “ini apa ki?” tanyaku akhirnya.
“oh, itu hadiah ulang tahunmu, jangan dibuka kecuali kau sedang butuh uang,”
“kenapa?”
“didalamnya ada tuyul!”
“MWO?? SHIREEOO!!” jeritku dan langsung melemparkan botol itu sambil bergidik ngeri.
“awaaas. . .” ki jou ko menjerit saat botol itu melayang kearah dua orang yang masih bertengkar, minyeo eonni dan tae oppa.
“waaaaaaa. . . .” hup, minyeo eonni berhasil menangkapnya “apa ini?”
“tuyul!” jawabku.
“tu. . .?? gyaaaaaaaa…… tuyuuuuuuuuuuulllll………” botol itu kembali melayang dan jatuh ketangan paman syah.
“tuyuuul??? Huwaaaaaa……….” Paman syah memekik sekaligus melempar botol itu kembali.
Botol telah jatuh ditangan paman jeong ho, tapi sedetik kemudian berpindah ketangan ibu, ibu mengopernya pada ayah dan dengan kekuatan penuh, ayah melayangkannya pada yong jae oppa. Kemudian botol kembali berpindah ke tangan kakek hyu sin, namun dipotong oleh nenek deokman dan saat ini botol berubah haluan kearah hongki daaaaaan. . . . PRAAAANG. . .
Botol dengan sukses jatuh kelantai dan pecah, karna hongki lebih memilih menangkap nyamuk (?) daripada sang botol.
“tuyuuuulkuuuu hueeee. . . .” ratap ki jou ko pilu sambil menghampiri pecahan botol itu.
“eh, sebenarnya tuyul itu apa?” tanya minyeo eonni dengan watadosnya.
“aku juga tidak tau,” gumam tae oppa dengan tampang innocentnya.
Akhirnya semua hanya dapat mengucapkan turut berbela sungkawa atas kepergian tuyulnya ki jou ko. Eh? Tuyul bisa mati ya? Au ah gelap.
Aku merebut gendongan jaeyoon dari ibu dan mengajaknya bermain ditaman, meninggalkan orang-orang yang tidak sedikit, mmm. . . tidak waras itu.
—————-

Kulihat jam menunjukkan pukul delapan lewat dua puluh menit. Setelah menidurkan jae yoon aku kembali kekamarku. Kutatap semua benda-benda hadiah ulang tahunku yang kuletakkan diatas tempat tidur itu. sebuah boneka monyet babi dari minyeo eonni, topeng scream dari ji eun eonni, ipod sekaligus lagu yang tidak jelas dari justin, selembar foto dari tae oppa, sebungkus pakaian sari dan manisan dari bibi kajol, sebuah kamus india dari paman syah yang entah ada gunanya atau tidak nanti. Karna botol berisi tuyul milik ki jou ko pecah, dia menggantinya dengan sebuah jimat keselamatan. Aku jadi penasaran, apa di indonesia banyak jimat seperti itu?! (the answer is YES!!)
Selain itu aku masih mendapatkan sebilah pedang koleksi paman jeong ho, seperangkat make up dari ibu, yang jelas tidak akan kupakai. Lalu masih ada buku peraturan istana dari ayah (ingat dia adalah pangeran shin), hanbok milik nenek deokman yang katanya sudah ada sejak jaman pemerintahan queen seon deok, juga sebilah kayu milik kakek hyu sin yang dulu ia gunakan untuk berperang pada jaman kerajaan, lumayan lah, bisa kugunakan untuk memukul hyuki jika dia bertingkah konyol.
Ah aku lupa, tadi avril memberiku sebuah drum. Catat ya, hanya sebuah, bukan seperangkat. Kemudian aku juga mendapatkan origami dari hongki yang berbentuk bunga yang didalamnya terdapat tulisan ‘lee hong ki joahae kim jikyo’ ( !!=_=) seharusnya origami ini dia berikan pada gadis itu, kenapa diberikan kepadaku?! dan sepotong tulang dari jollie, entah bagaimana tu bocah bisa membujuk anjing itu untuk memberikan tulangnya. Dan yang paling wajar diantara hadiah-hadiah lainnya, sebuah bonsai pohon sakura dan yukata dari hisa kun dan yui chan yang dikirim langsung dari jepang karna mereka masih ada disana saat ini.
Member super junior juga telah memberiku sebuah vidio yang berisi rekaman ucapan selamat ulang tahun dari mereka, minus hyuki. Aku semakin kesal mengingatnya, jangan-jangan dia memang sengaja! Tapi aku cukup senang tadi bibi jang geum memasakkan makanan yang sangat enak sebagai kado ulang tahunku.
Kubereskan semua kado-kado ulang tahunku itu dan menyimpannya. Kemudian aku merebahkan diri ditempat tidur sambil memandangi ponselku. Setelah berguling-guling tidak jelas hingga jam sebelas malam, aku mulai ragu. Apakah aku harus menelphonnya? Kugigit bibir bawahku itu sambil menatap nomor ponsel hyuki yang tertera dilayar ponselku. Aku menghela nafas kemudian melempar benda itu kesamping tempat tidur. Terserah apa maunya, lihat saja, mulai besok aku tidak akan perduli dengan semua tanggal penting tentang kami.
Aku mematikan lampu dan memejamkan mata. Kenapa dada ini terasa sesak? Kugigit bibir bawahku tapi tetap saja air mataku mengalir keluar. Akhirnya aku terisak hingga aku tertidur.

Aku bergerak pelan dalam tidurku. Lama-lama aku merasakan belaian pada kepalaku. Kemudian aku merasakan kecupan dikeningku. Rasanya sangat nyaman. Apakah aku sedang bermimpi saat ini? Kecupan itu semakin banyak, dimataku, dipipiku, dihidungku, dibibirku. . . aku tersentak dan langsung membuka mata.
Hening. . . aku hanya diam menatapnya. Ia tengah tersenyum lembut sambil menatapku. Entah tiba-tiba kenapa aku ingin menangis. Aku membalikkan badan membelakanginya sambil menaikkan selimutku hingga ketelinga.
“yoon. . .” bisiknya ditelingaku.
“kenapa pulang? Pergi saja sana!!” bentakku tanpa bergerak.
“masih tersisa lima menit lagi. . . saengil chukae hamnida, saranghae. . .”
Air mataku menetes. Aku tidak tau harus apa, “terima kasih, kau menjadi orang terakhir yang mengucapkannya!” ucapku dingin.
“benarkah? Aku memang ingin menjadi yang terakhir,”
Aku mengerutkan kening. Apa maksudnya?
“aku ingin menjadi orang terakhir yang mengucapkan selamat ulang tahun kepadamu, aku ingin menjadi orang terakhir yang menemanimu. . . aku ingin menjadi orang terakhir yang bisa kau percaya, aku ingin menjadi orang terakhir yang menjadi suamimu,”
Aku tertegun mendengarnya. Perlahan aku berbalik dan menatapnya. Ia masih tersenyum lembut “aku ingin menjadi orang terakhir yang kau cintai, aku ingin menjadi orang terakhir yang bersamamu melewati hari hingga kematian datang, aku ingin menjadi orang terakhir dalam hidupmu, bisakah kau menjadikan aku orang yang terakhir untukmu?”
Air mataku meleleh. Langsung kupeluk dirinya, membenamkan wajahku dalam lehernya “saranghae. . .” bisikku dalam isak tangis.
“nado saranghae. . .” jawabnya sambil mempererat pelukanku.
Setelah aku bisa menguasai keadaan dan tangisku reda, aku melepaskan pelukanku. “kukira kau tidak ingat tentang hari ini. . .” ucapku sambil mengusap bekas air mata diwajahku.
“kalau aku tidak ingat, aku tidak akan meminta pada manager hyung agar diperbolehkan pulang hari ini, kau tau, aku membuat perjanjian yang menyebalkan dengannya. Aku harus mengikuti reality show yang nantinya darahku harus diambil, kau tau aku benci jarum suntik bukan?”
Aku tersenyum mendengarnya “kau takut jarum suntik?”
“aniyo, aku benci bukan takut!!”
“kau takut!!”
“benci!!!” ia mengerucutkan bibirnya dengan kesal.
Aku mengecup pipinya kilat “kita sama, aku juga benci dengan jarum suntik!!”
“jjinjayo?”
Aku mengangguk “saat darahmu diambil, tutup matamu dan sebut namaku, dan semuanya akan baik-baik saja,”
Hyuki tersenyum lembut, ia memegang wajahku dengan kedua tangannya “tentu saja, karna kau adalah obat untukku, terima kasih sudah menjadi obatku, dan ini hadiah untukmu!!” ia merogoh sakunya dan mengluarkan seuntai kalung berbandul sehelai daun yang gabung dengan bunga sakura dan ditengahnya ada sebuah berlian yang agak besar dengan berlian-berlian kecil disekitarnya.
“kau tau, daun ini adalah musim gugur, bunga ini adalah musim semi, permata yang besar ini adalah matahari musim panas dan yang kecil-kecil ini adalah salju musim dingin, karna kau adalah musim hidupku yang akan menemaniku sepanjang tahun,”
Air mataku mengalir lagi “hyu. . .”
“mau kupakaikan?”
Aku mengangguk pelan. ia melingkarkan tangannya dileherku untuk memakaikan kalung itu sambil mendekatkan wajahnya dan mengecup bibirku lembut. . .
—————–
“apa yang kau lamunkan??” tanya hyuki sambil menjatuhkan diri disebelahku dengan keras membuat lamunanku tentang hari ulang tahunku musnah.
“yaa, kau ini, bersikaplah tenang sedikit! Aku pusing melihatmu seperti bola yang menggelinding kesana kemari!” dengusku.
Hyuki nyengir sambil memencet hidungku. “yaa lee hyuk jae hentikan!!” bentakku.
“aigoo. . . bersikaplah manis sedikit, kenapa kau galak sekali,”
“itu karna kau menyebalkan!”
“kau . . . menyesal hidup bersamaku?”
Aku mengerutkan kening dan menoleh kearahnya. Kulingkarkan lenganku memeluk lehernya “kau tau apa yang baru saja kulamunkan?” tanyaku pelan.
Ia menggeleng pelan.
“aku sedang ingat saat hari ulang tahunku. . . kau tau, betapa bahagiannya aku memilikimu, orang terakhir dalam hidupku,”
“benarkah?” tanyanya sambil tersenyum.
Aku mengangguk pelan. tiba-tiba terdengar suara yang sangat familiar.
Nae salmi haru haru gumeul guneun geotcheoreom. . . neowa hamgge majubomyeo sarang halsu itdamyeon. . . dasi ileoseol geoya. . . [hope a dream doesn’t sleep]
Aku menoleh kearah layar tv yang menampilkan kyuhyun yang sedang bernyanyi, “gyaaaaaa…… cho kyuhyun saranghaeeeeee…….” Kulepaskan pelukanku dan langsung beringsut kedepan layar tv.
“YAA kau bilang aku yang terakhir untukmu!!” teriak hyuki.
Aku tidak memperdulikannya. Mataku tetap terfokus pada tv. Cho kyuhyun benar-benar. . .Peett. . .
“YAA kenapa kau matikan??” bentakku garang.
Hyuki memainkan remot itu ditangannya sambil menjulurkan lidah kepadaku, aiiish. . . menyebalkan.
“berikan padaku!!” aku mencoba merebut remot yang dipegangnya “lee hyuk jae!!”
“ambil jika kau bisa!” tantangnya.
Aiish jjinja!! Ku ulurkan tanganku untuk merebutnya. Sial, dia mudah sekali berkelit. Kemudian aku tersenyum setan “lee hyuk jae, berikan kepadaku atau. . .”
Hyuki menaikkan salah satu alisnya, menungguku.
“atau kugelitiki kau sampai mati!!” kataku sambil meraih pinggangnya dengan cepat sambil menggelitikinya.
“YAA lee yoon hye, hentikan!!” jeritnya seperti cacing kepanasan.
“rasakan, siapa suruh mematikan tv,” kataku sambil terus menggelitikinya.
“hen. . .aduh. . .hentikan atau kau . . .aaa. . .akan menyesal . . .nyonya lee,” ucapnya susah payah.
“ini hukuman untukmu, siapa suruh kau begitu menye__ uwoo. . .aaargh. . . .” bruuuuk. . .
Aku meringis pelan sambil memegangi kepalaku “appo. . .” rintihku pelan. tadi tiba-tiba saja hyuki mendekapku sambil mendorongku hingga kami terjatuh dari tempat tidur. Dan lantai ini tidak empuk, sangat keras.
“jadi kau ingin bermain-main denganku?” nafas hyuki sedikit tersegal akibat dari gelitikanku tadi.
“aniyo, minggirlah hyu, tubuhmu berat!” keluhku.
“shireo,” ucapnya sambil tersenyum setan dan semakin menghimpitku.
“a. . .apa yang akan kau lakukan?” tanyaku ngeri.
Wajahnya semakin mendekat “tentu saja menghukummu, karna tadi kau sudah mendengarkan suara setan kyu itu, sekarang kau harus mendengarkan suaraku,”
“shierooo…” teriakku saat tau apa maksudnya. Aku berusaha melepskan diri darinya tapi bergerakpun aku tidak bisa “henti__hmmff. . .hmmf. . .” dilumatnya lembut bibirku.

FIN