Tags

, ,

Tittle : why? Because. . .
Cast :
– Park jung soo
– Shin ah rin (sefi ariyanti)
– Kim ryeowook

“jung soo oppa, jadilah kekasihku!!”
Kata-kata itu hampir terdengar setiap pagi saat jung soo baru tiba disekolahnya. Laki-laki itu menghela nafas dan berbalik dengan raut wajah lelah.
“berhentilah bersikap seperti itu!!” kata jung soo malas.
Gadis dihadapannya itu hanya memasang wajah polos “kenapa?”
“kau sangat menggangguku!! Setiap bertemu denganku kau pasti mengatakan hal itu, aku bosan mendengarnya!!”
“aku akan berhenti kalau kau menjawab ‘ya’ padaku!!”
“kenapa kau ingin aku menjadi kekasihmu?” tanya jung soo.
“bukankah kau sudah tau alasannya?”
“kenapa kau ingin aku menjadi kekasihmu?” ulang jung soo.
“karna kau mirip sekali dengan setsu dalam komik complex gyaaa. . .”
Jung soo menghela nafas lelah kemudian berbalik dan melangkah pergi. “lagi-lagi alasan itu,” gerutunya pelan.
“Yaa!! Kenapa meninggalkanku???” teriak gadis itu sambil berlari menyusul jung soo.
Jung soo menghentikan langkahnya dipersimpangan jalan dan otomatis gadis itu menabraknya.
“appo. . .” gumam gadis itu sambil menggosok-gosok keningnya yang terbentur bahu jung soo.
Jung soo berbalik sambil menatap dingin “kelasmu ada disebelah sana!!” digerakkannya kepalanya kearah kiri, tempat kelas gadis itu berada.
“ah benar!!” gadis itu tersenyum lebar kemudian berlari-lari kecil “anyeong!!” teriaknya sambil melambai-lambaikan tangannya.
Jung soo menghela nafas lagi kemudian melanjutkan langkahnya “kalau aku tidak mirip setsu dia tidak menyukaiku?!” jung soo menggerutu sambil memayunkan mulutnya.
———–

Park jung soo, 18 tahun. Tinggi 178, berat 61 kg. golongan darah AB. Kulit putih, memiliki satu lesung pipi, dan rambut jabrik berwarna coklat. Laki-laki yang lumayan ramah dan pandai bergaul. Saat ini ia sedang bersekolah di paran high school kelas 12-A. sejak kecil memiliki tetangga yang bernama shin ah rin. Gadis 17 tahun, tinggi 159, berat 43 kg. golongan darah O. kulit putih, bermata sipit dan memiliki rambut panjang setengah keriting. Bersekolah ditempat yang sama. Penggila komik jepang dan sering berkhayal untuk mendapatkan kekasih seperti salah satu tokoh pada komiknya. Contoh nyatanya adalah jung soo yang menurutnya mirip dengan setsu!!
“oppa, tunggu aku!!”
Suara itu terdengar lagi saat jung soo mengambil sepeda roda duanya. Tapi laki-laki itu berlagak tidak dengar dan terus menuntun sepedanya menuju gerbang sekolah.
“oppa, kenapa tidak menjawabku??” tanya gadis itu saat sudah sejajar dengan jung soo.
“kau sangat bawel!! Naiklah!!”
Gadis itu menggembungkan pipinya sambil naik keboncengan jung soo. Kemudian sepeda itupun meluncur pelan.
“gyaa. . . oppa, ini seperti ada didalam komik, saat itu setsu juga membonceng rin chan,”
Ckiiit. . .
“Yaa!! Kenapa berhenti mendadak??”
“turun!!”
“mwo?”
“cepat turun!!”
Walaupun bingung, ah rin mengikuti kata-kata jung soo. Gadis itu turun dari boncengan jung soo “waeyo oppa?”
Jung soo tidak menjawab, ia malah mengayuh sepedanya meninggalkan ah rin.
“Yaa kenapa meninggalkanku???” teriak ah rin.
Kemudian gadis itu berlari mengejar jung soo “oppayo tunggu aku!! Kenapa menurunkanku disi__ aaakh. . .” bruuuk. . .
Jung soo menghentikan sepedanya dan menoleh kebelakang “aiiishh. . .” desahnya sambil memutar balik sepedanya menghampiri ah rin.
“gwenchanae?” tanyanya sambil berjongkok didepan ah rin.
Gadis itu tidak menjawab. Ia hanya meringis memegangi lututnya yang berdarah. Jung soo melepaskan tangan ah rin untuk melihat luka itu.
“kau ini, sudah sebesar ini berjalanpun belum benar!!”
“aku berlari tadi!!” protes ah rin.
Jung soo membuka tasnya dan mengeluarkan sapu tangan beserta sebotol air. Dibasahinya sapu tangan itu kemudian membersihkan luka ah rin.
“appoyo. . .” rintih ah rin.
“lain kali berlarilah dengan pintar, jangan sampai terjatuh seperti ini, memalukan!!”
“itu gara-gara dirimu!!”
“aku tidak ada hubungannya dengan ini!!”
“dasar laki-laki tidak berperasaan!!” maki ah rin.
“aku sudah membantumu dan kau masih mengataiku??”
“kau menyebalkan!!”
“aku memang menyebalkan jadi berhentilah memintaku untuk menjadi kekasihmu!!”
“aniyo!! Aku sangat menyukaimu!!”
“karna aku mirip setsu, benar bukan?”
“tentu saja!! Kau itu sangat keren,”
“pilih salah satu, yang keren aku atau setsu?”
Ah rin menatap jung soo sambil mengerutkan keningnya “aku lebih menyukai tora. . .”
Gubraaaak. . .
“sudahlah, kau bisa berdiri?”
“ya,”
Jung soo membantu gadis itu berdiri kemudian ia mengambil sepedanya “naiklah dan jangan berkata apapun! Atau aku akan menurunkanmu ditengah jalan lagi!”
“kau ini, kenapa sangat kejam terhadapku?!” gerutu ah rin sambil naik keboncengan.
Jung soo menghentikan sepedanya tepat didepan sebuah rumah sederhana disebelah rumahnya. Gadis itu turun dari boncengan.
“gomawo oppa,”
“hhn, jangan lupa memberi lukamu obat!!”
“oppa. . .”
“wae?”
“kapan kau akan menjadi kekasihku??”
“bisa tidak sehari saja kau tidak menanyakannya?? Aku bosan mendengarnya!! Lihat saja, besok setsumu itu akan menghilang dari diriku!!” gerutu jung soo sebal dan langsung mengayuh sepedanya memasuki halaman rumahnya sendiri.
—————-

Rambut lurus berantakan berwarna hitam. Sebuah kaca mata bertengger manis dibatang hidung. Sebuah senyum miring terkesan dingin, terlukis dibibir laki-laki itu. puas melihat gadis didepannya itu terpaku.
“setsumu itu sudah menghilang, jadi mulai sekarang, jangan berisik lagi!!” jung soo membenarkan letak kaca matanya kemudian melegang pergi.
“op-oppa. . . maukah kau menjadi kekasihku??”
Jung soo langsung berhenti melangkah. Keningnya mengkerut kemudian berbalik dengan cepat. Ah rin, gadis itu sedang menatapnya dengan mata berbinar-binar disertai ke dua tangan yang mengepal dibawah dagu.
“YAA aku tidak mirip setsu!!!” teriak jung soo.
“tapi kau jadi mirip kyo, gyaaaaa. . . .” jerit ah rin menyodorkan komik yang bergambar kyo tepat didepan muka jung soo.
“aiiish jjinja!!” jung soo mengacak-ngacak rambut frustasi “terserah kau, aku tidak perduli!!” dengusnya sambil melangkah pergi.
“gyaaa sangat kereeen. . . .”
Dan kata-kata itu sekarang makin sering terdengar dimana-mana. Meskipun berpura-pura mengabaikannya tetap saja jung soo merasa sakit kepala mendengarnya. Kenapa gadis itu sangat menggilai komik??
Bahkan teman-temannya sering tertawa bila melihat ah rin yang dengan gigihnya menempel pada jung soo kapanpun dimanapun kecuali pada saat-saat tertentu.
“rin ah,”
“ne?”
“bisakah kau menghilang sebentar? Aku benar-benar bosan melihatmu!!”
“tapi aku tidak bosan melihatmu!!” gadis itu tersenyum lebar hingga mata sipitnya semakin sipit.
Jung soo menghela nafas “apa yang bisa kulakukan agar kau tidak menempel terus kepadaku?”
“hmm. . . tidak ada!! Aku senang berada didekatmu, kau selalu menjagaku meskipun kata-katamu sedikit menyakitkan, “
“kau sudah melihatku belasan tahun, apa kau tidak bosan,”
“aniyo!!” ah rin menggeleng-gelengkan kepalanya. Rambutnya yang diikat dua itu ikut bergoyang-goyang.
“kenapa kau selalu menganggapku bagian dari tokoh komikmu,” jung soo mendesah pelan.
“kau tidak suka??” tanya ah rin sambil menyuap sesendok ice creamnya.
Jung soo menatapnya sejenak kemudian menghela nafas. ia mencondongkan tubuhnya mendekat pada ah rin kemudian menghapus sisa ice cream disudut bibir gadis itu “hidup ini tidak seperti didalam komik rin ah, kenyataan jauh lebih kejam dari yang kau bayangkan,”
Ah rin terpaku menatapnya kemudian menunduk sambil mengaduk-ngaduk ice creamnya. Kemudian gadis itu menghabiskan ice creamnya tanpa berbicara lagi.
——————

“oppaaa. . . .”
Lagi. Jung soo menghela nafas. dengan malas ia berbalik “wae? Bukankah aku sudah mengajarimu matematika kemarin?!”
“untukmu!!”
Jung soo mengerutkan kening menatap sebuah kotak bekal berwarna biru tua bergambar boneka-boneka lucu itu.
“kubuatkan bekal makan siang untukmu karna kau sudah mengajariku kemarin!”
“kau membuatnya sendiri atau shin ajhuma yang membuatnya?”
“sebenarnya ini bekal makan siangku, tapi kuberikan untukmu sebagai rasa terima kasihku!”
“simpanlah, nanti maghmu kambuh jika tidak makan siang,”
“aniyo!!” ah rin meraih tangan jung soo dan meletakkan kotak bekal itu dalam genggaman tangannya “kau harus memakannya,”
“mencurigakan, jangan-jangan kau memasukkan sesuatu kedalamnya agar aku jadi suka kepadamu, benarkan?”
“YAA kau sangat tidak sopan!! Padahal kyo sama orangnya sangat keren dan dingin,”
“aku bukan kyo!!!” saut jung soo sebal.
“tora. . .”
“aku juga bukan tora!!!” teriak jung soo.
“mirip sekali. . .”
“eh?” jung soo menatap bingung gadis didepannya yang tengah menatap dengan mata berbinar. Seketika jung soo berbalik dan melihat siapa dibelakangnya.
Seorang laki-laki berambut agak panjang berantakan yang diwarna coklat. Stylenya sangat modis. Dan wajahnya sangat manis. Laki-laki itu berjalan melewati jung soo dan ah rin.
“YAA TORA-KUN!!!” teriak ah rin.
Reflek, jung soo langsung membekap mulut ah rin dari belakang.
“mmff. . .mmfff. . .”
Si tora berhenti berjalan dan berbalik kebelakang. Ia tampak bingung melihat ah rin yang meronta-ronta dalam dekapan jung soo.
“mmmpff. . .”
“aaaaaarrrgh. . .jjinja!!” maki jung soo dan langsung melepaskan bekapannya karna ah rin menggigit tangannya.
Gadis itu langsung berlari-lari kecil menghampiri si tora.
“anyeong haseo, shin ah rin imnida, bangapsupnida tora kun,” kata ah rin cepat sambil meraih kedua tangan laki-laki itu dan menggenggamnya erat-erat.
“a-anyeong, kau memanggilku tora?”
“ah, mianhae, kau mirip sekali dengan tora di komik complex jadi kupanggil tora,”
“namamu shin ah rin bukan?”
Ah rin mengangguk-angguk semangat.
“gyaa. .. rin chan, kau sangat menggemaskan!!” si tora menggoyang-goyangkan tangan mereka yang masih saling menggenggam.
“aku suka kau memanggilku rin chan, siapa namamu?”
“kim ryeowook, tapi kau boleh memanggilku tora, aku suka nama itu,”
“jjinjayo?? Gyaaa. . . kau sangat baik,,”
!!=_= -> muka jung soo
Jung soo menghela nafas kemudian berbalik sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan melangkah pergi.

Jung soo sedang menatap makanan dalam kotak bekal yang diberikan ah rin tadi pagi. Didalamnya ada nasi, telur gulung, tumis sayur dan daging juga kimchi.
“hei jung soo ya, kemana gadis kecilmu itu?”
Dua orang teman jung soo, kim heechul dan kim young woon menghampiri jung soo yang tengah menatap makanan itu. mereka duduk sambil meletakkan nampan berisi makan siang mereka.
“woaaa. . . dia membuatkanmu makan siang??” seru young woon.
“biar kucoba,” tanpa permisi, heechul mengarahkan sumpitnya pada telur gulung yang ada didalam kotak. Dan secepat kilat jung soo menepis sumpit heechul.
“ini milikku!!”
“wooo. . .”
“woaaa. . . apa kau mulai menyukainya??” ledek heechul.
“kau sudah memakan makanan itu?? jangan-jangan ada sesuatu dalam makan itu. . .”
Pletak. . .
“yaa kenapa memukulku??”
“kau menyebalkan!!” saut jung soo sambil mulai memakan makanan itu. shin ajhuma memang pintar memasak. Ia sering memanggil jung soo untuk makan dirumahnya karna jung soo sudah tidak memiliki ibu lagi dan ayahnya selalu bekerja sampai malam.
“hei hyung, apa aku tidak salah lihat??” tanya young woon.
“wae??” saut heechul tanpa menoleh dan sedang asyik melahap makanannya.
“lihat,” kangin menyenggol siku heechul.
Akhirnya dengan terpaksa heechul mengangkat wajahnya dan langsung melebarkan matanya “woooa. . . jung soo ya, ternyata gadis kecilmu itu sedang selingkuh,”
Jung soo mengerjap kaget “mwo?”
“kau terlalu dingin padanya, bukan salahnya kalau dia kabur darimu,” timpal young woon
“pantas aku tidak mendengar ocehannya hari ini,”
Jung soo menoleh kebelakang dengan cepat dan melihat ah rin sedang duduk disebuah meja dengan si tora itu. mereka berdua terlihat sedang tertawa-tawa. Jung soo mendengus keras sambil mengalihkan tatapannya. Ia mendorong kotak bekal milik ah rin kehadapan young woon dan menyambar nampan makan siang young woon
“YAA!!”
“aku tukar!!” kata jung soo singkat dan langsung memakan makanan itu.
“aiish. . . kalau sudah begini baru marah,”
“mwo?? Apa katamu??” tanya jung soo dengan mulut penuh.
“sudah habiskan saja makanmu!!” saut heechul sambil memegang kepala jung soo dan menundukkannya kearah makanan.
“Yaa kim heechul!!”

“aku hanya tinggal sendirian. Ayahku ada diluar negri, karna itu aku sering berpindah-pindah sekolah. Aku sering bosan,”
“waaa kau benar-benar mirip tora, kuharap kau betah disini,”
“rin chan, aku senang kau mau menjadi temanku,”
“tentu saja, aku juga senang berteman denganmu,”
“ah iya, laki-laki tadi itu siapa?”
“itu jung soo oppa,”
“sepertinya kalian sangat akrab,”
“ya, aku menyukainya. . . tapi ini rahasia, jangan beritahu siapapun, araseo?!”
“baiklah. . . tapi sepertinya dia laki-laki yang dingin, kenapa kau menyukainya?”
“benarkah??” ah rin tertawa kecil “aku menyukainya karna dia park jung soo-ku,”
“yah. . . padahal kukira kau menyukaiku, kau sangat baik kepadaku,”
“wooki ya, mianhae. . .”
Wookie tertawa “gwenchana. . .hahah. . .”
————–

Jung soo menuntun sepeda roda duanya keluar dari gerbang sekolahan. Tiba-tiba saja matanya menatap kedua makhluk yang sedang berjalan dengan riang itu. bibirnya sontak memberengut. Dengan kesal dikayuhnya sepeda yang dibawanya melewati kedua orang itu.
“jung soo ya, dimana ah rin? Dia tidak bersamamu??” seorang wanita menyapa dengan suaranya yang riang saat jung soo baru saja tiba dihalaman rumahnya.
“aniyo bibi, dia sedang bersama temannya. Sebentar lagi dia datang,”
“ah baiklah, kau sudah makan? Ayo makan dulu, bibi sudah masak kimchi dan sup ayam,”
Jung soo meletakkan sepedanya dihalaman rumahnya kemudian berjalan santai menuju rumah ah rin, mengikuti ibu ah rin.
“duduklah,” kata ibu ah rin sambil meletakkan makanan dimeja makan “sebentar lagi kau ujian bukan? Setelah itu kau akan melanjutkan ke universitas mana?”
Jung soo yang sedang mengambil sumpit, tertegun mendengarnya “aku belum memutuskan bibi,”
“ah, kau harus memutuskannya dengan cepat, kapan ujian itu diadakan??”
“itu hari rabu minggu depan,”
“aigoo. . . itu dekat sekali, kau harus banyak makan makanan yang bergizi agar bisa belajar dengan baik, ayo makanlah,”
“mmm, gowawo bibi. . .”
“ibuuu aku pulang!!!” terdengar teriakan dari arah depan.
Ibu ah rin melangkah menuju ruang depan meninggalkan jung soo yang sedang makan “ah kau sudah pulang,”
“lihat siapa yang kubawa,”
Jung soo yang mendengar itu sontak mengerutkan keningnya. Ah rin membawa bocah itu kerumahnya??
“anyeong haseo bibi!!”
Tepat sekali!! Dan yang terjadi berikutnya adalah. . .
“gyaaaaaaaa…… kau manis sekali, siapa namamu??”
!!=_= -> muka jung soo
“kim ryeowook imnida,”
“ayo masuk, kita makan sama-sama,”
Tidak lama kemudian. . .
“oppa, kau ada disini??” seru ah rin riang saat melihat jung soo duduk dimeja makan.
“waaaa bibi, kau memasak sup?? Aku sangat menyukainya!!” teriak wookie
“benarkah?? Kalau begitu duduklah dan makan yang banyak!”
“dasar tidak tau malu,” desis jung soo.
Dan tanpa ragu, wookie langsung memakan apa yang ada dimeja makan.
“selamat makaaan!!” teriak ah rin riang.
“waaa ini benar-benar enak bibi, sudah lama sekali aku tidak makan bersama-sama seperti ini. . .”
“eh? Memangnya kenapa? Apa ibumu tidak pernah memasak?” tanya ibu ah rin.
“aku tidak punya ibu. . .”
Semua yang ada disitu langsung terdiam sementara jung soo masih melanjutkan makannya.
“jangan bersedih wookie ya, kau bisa makan disini kapanpun kau mau!!”
“benarkah?? Gyaaaa…….bibi saranghaeee….”
Ibu ah rin tertawa kecil, “lalu bagaimana dengan ayahmu?”
“ah dia ada dijepang saat ini bersama kekasihnya yang bekerja sebagai model dan hanya pulang sesekali!!”
“aigooo oppa, kau benar-benar mirip dengan tora kun,” jerit ah rin.
“benarkah?? Rin ah, kau benar-benar manis gyaaa. . . .” teriak wookie sambil memeluk ah rin.
“YAA jangan memeluk seenaknya bocah!!” teriak jung soo sambil menarik wookie.
“waa rumah ini jadi ramai, kyaa. . .”
—————
Ujian jung soo tinggal beberapa hari lagi. Karna itu, saat ini ia lebih banyak menghabiskan waktunya diperpustakaan. Dan ia juga sangat jarang bertemu dengan ah rin. Hari ini setelah selesai sekolah, ia mencari buku-buku yang digunakannya untuk belajar. Tanpa sengaja, matanya menatap sebuah toko buku komik. Ah rin. Kapan ia bertemu gadis itu terakhir kalinya? Tiba-tiba saja rasa sepi menyeruak kedalam hatinya.
Setelah mendapatkan semua buku yang dicarinya, ia pulang dan langsung tenggelam dalam belajarnya. Tidak lama kemudian, pintu kamarnya terbuka.
“apa kau sedang belajar jung soo ya??” suara berat ayahnya menyapa ruangan sunyi itu.
Jung soo memutar kursinya menghadap kearah pintu “ne,” jawabnya pada pria separuh baya yang berdiri diambang pintu.
“keberangkatanmu dipercepat, sehari setelah pengumuman kau akan berangkat!”
“araseo!” saut jung soo pelan.
Ayah jung soo menutup pintu kamar jung soo kembali sedangkan jung soo kembali memutar kursinya menghadap kembali ke meja. Ia tercenung sejenak sambil menatap sebuah rumah didepannya melalui kaca jendela kamarnya. Ia harus memastikan sesuatu.
————
tbc

lanjutannya bisa dipastikan lama, karna otak saya lagi stuck, juga belum tau bagaimana akhirnya nanti, wkakaakak. ..
#pudung