Setenang air tanpa riak, bergemuruh dibawah permukaannya, menyimpan tanya, memendam asa. Tak terlihat dalam fakta, tak terdengar dalam rasa, namun. . . Bergejolak dalam artiku.
Tenang yang terkendali, diam yang terarah.
Tetap, rasa itu ada, apapun bentuknya. Menimbulkan gerutan hati, mematikan kasih. Bukan seperti akar yang dibutuhkan ketika rotan tak ada, bukan pula pensil sebagai pengganti bolpoint, sama sekali bukan. . . Akar tetaplah akar sementara pensil dan bolpoint adalah dua hal yang berbeda.
Diam mengikuti, bukan berarti pasive, namun medan ini tak terbaca, sementra pijakan kakiku entah ada dimana.
Telah berubah, namun strategi fikir menampakkan persamaan. Mengguncang hati, meredam makna.
Mengapa ada pertanyaan lagi disetiap tanya yang terucap tanpa jawaban?
Lalu, perlakuan apa yang terjadi diatas medan ini?
Nothing. . .