Tags

, ,

Jam beker itu berbunyi keras. Perlahan, vea bergerak dalam tidurnya. Tangannya meraba-raba tempat kosong disamping bantalnya, mencari benda yang berbunyi itu. Setelah ditemukannya, langsung dimatikannya jam beker itu. Ia terdiam sejenak kemudian membuka matanya dan beranjak bangun.

Hyuki yang sedang duduk disofa terus mengamatinya. Gadis itu sekarang berjalan keluar kamar menuju dapur. Dibuntutinya gadis itu dari belakang. Vea menyalakan api untuk merebus air lalu membuka lemari dan mengambil sebungkus mie instan. Tanpa memperdulikan hyuki, ia memasak mie itu dalam diam.
“hei, kenapa lo cuma masak sebungkus? Buat gue mana??” tanya hyuki sambil menowel-nowel bahu vea.
Vea langsung berbalik dan membalasnya dengan tatapan tajam.
“okeeeh gue masak sendiri ntar, gue kan nggak kayak kyuhyun yang bego’ kalo disuruh masak,”
Tanpa memperdulikan hyuki, vea duduk dimeja makan sambil mengaduk-aduk mie instannya dengan pelan.
“hhaah. . . kira-kira siapa ya yang udah lulus ujian. . .” gumam hyuki sambil duduk didepan vea sementara gadis itu hanya diam sambil makan mie-nya “hei, lo kan belum tau nama gue, lo nggak kepingin tau?”
Vea menghentikan gerakannya sejenak kemudian melanjutkan lagi makannya tanpa berbicara apapun.
“lo boleh panggil gue hyuki. Ngomong-ngomong kenapa lo sendirian tinggal disini? Keluarga lo mana?”
Dengan cepat vea beranjak dari duduknya dan membawa mangkok yang sudah kosong itu kemudian mencucinya. Hyuki ikut beranjak dan membuntuti gadis itu kemana ia melangkah.
“gue nggak pernah ngelihat cewek hidup sendiri kayak gini, padahal umur lo nggak lebih dari dua puluh lima. Kalo kayak gini gimana caranya ya? Kelemahan lo apa sih? Paling nggak yang bisa bikin lo nangis gitu, biar gue cepet pulang nih, disini ngebosenin banget,”
BRAAAK. . .
Pintu dibanting tepat didepan hidung hyuki.
“ck, ni cewek budhek kali ya?! Apa gue masuk aja ya? Kayaknya dia nggak ngelihat gue, kan lumayan ngelihat cewek mandi, ihiii. .. “ hyuki cengengesan sendiri tapi bayangan vea membawa pisau langsung membuatnya tersentak. “sayang nyawa, sayang nyawa. . .” gumamnya sambil ngelus dada (lha? Katanya dia setan??? Emang punya nyawa?!)

Ada yang aneh dengan gadis ini. Kenapa hyuki tidak pernah melihatnya berinteraksi dengan manusia lainnya? Tatapannya seolah-olah kosong dan tidak ada hal yang menarik disini.
“karcisnya mas!”
“ha?” hyuki menatap bingung seorang bapak-bapak yang sedang berdiri disampingnya.
“turun mana?” tanya bapak itu lagi.
Hyuki celingukan, ia tidak tau ini dimana. Tadi ia hanya mengikuti vea yang masuk kedalam bus.
“sama dengan cewek itu pak,” jawab hyuki akhirnya.
Bapak itu kemudian berlalu dari hadapan hyuki dan menghampiri vea yang duduk di dua kursi depannya samping kiri. Ia hanya bengong saat melihat vea langsung mengulurkan uang dan menjawab “pertigaan plaza,” sebelum ditanya.
“kurang satu mbak, sama mas yang disana!” kata bapak itu.
Hyuki hanya nyengir kuda saat vea menoleh kearahnya. Tanpa berkata apa-apa vea memberikan uang lagi kepada bapak itu.
Akhirnya hyuki sampai ditempat vea bekerja. Gadis itu bekerja menjadi seorang kasir disebuah toko. Setelah mengamatinya bekerja cukup lama, hyuki sadar, tidak ada satu senyum-pun yang diberikan gadis itu.
“aduuuh gue lapeer. . .” keluh hyuki.
Berkali-kali gerobak bakso, soto, gado-gado, mie ayam lewat dihadapannya. tapi dia tidak punya uang. Sedangkah vea sepertinya tidak menganggapnya ada. Akhirnya ia hanya bisa berjongkok dengan mengenaskan ditempat parkir toko itu.
Tin, tiiin. . .
Hyuki langsung berdiri begitu mendengar suara klakson itu. Ada sebuah mobil yang akan lewat, tapi dari arah berlawanan, ada beberapa kendaraan yang akan masuk. Karena posisinya terjepit, ia mengangkat tangannya memberi tanda agar mobil itu berhenti dulu dan membiarkan kendaraan tadi masuk, setelah itu dilambaikan tangannya memberi tanda agar mobil itu lewat. Dan tidak disangka-sangka, pengemudi itu memberinya uang saat lewat didepannya.
“wew, gue dapet duit, kalo kayak gini gue bisa makan donk, asyiik. .. “ girangnya. Dengan semangat iblis, hyuki mulai mengatur letak kendaraan-kendaraan itu. (sadar bang, itu namanya tukang parkir bego’!!!)

Hyuki mengamati gadis yang sedang tidur itu. beberapa mengikutinya, tidak ada hal menarik apapun yang didapatnya. Setiap pagi gadis itu bangun pukul enam, memasak mie instan lalu mandi dan berangkat kerja. Pulang kerja jam tujuh malam. Sampai rumah ia langsung mandi, memasak mie instan lalu tidur lagi. Begitu seterusnya.
“apa dia tidak bosan??” gumam hyuki. “perutku saja mulas tiap hari makan mie instan,” keluhnya.
Tiba-tiba saja jam beker itu berbunyi lagi. Seperti biasa, vea mulai bangun kemudian memasak mie instan. Hyuki hanya mengikutinya dengan diam. Percuma ia berbicara panjang lebar, toh gadis itu menganggapnya sama sekali tidak ada.
Sambil menunggu gadis itu mandi, hyuki melihat-lihat kamar gadis itu. ia heran saat melihat kalender yang tergantung disamping lemari. Ada lingkaran merah disebuah tanggal. 23 mei. . . hari ini. Tiba-tiba saja pintu terbuka. gadis itu mengambil jaketnya akan pergi kerja.
“kenapa kau melingkari tanggal sekarang dengan warna merah??” tanya hyuki.
Gerakan vea membuka pintu terhenti. Gadis itu mematung diambang pintu tanpa menoleh.
“memangnya ada apa dengan tanggal 23??’ tanya hyuki lagi.
Tiba-tiba saja vea menoleh. Ditatap seperti itu membuat hyuki ngeri juga. “a-ada apa?”
“lo bilang lo setan, itu bener?” tanya vea.
“i-iya,”
Dengan cepat vea berjalan dan berhenti dihadapan hyuki, membuat laki-laki itu terkesiap.
“jadi lo bisa nyabut nyawa gue?”
“a-apa?”
“lo bisa nyabut nyawa gue sekarang juga?” tanya cewek itu sambil menatap hyuki penuh harap.
“ta-tapi gue bukan malaikat penyabut nyawa, gue evil!!”
“kalo gitu bawa gue ke neraka!”
“mana bisa gitu?”
“jadi lo nggak bisa?”
“ke-kenapa lo mau mati?”
Vea terdiam. ditatapnya hyuki tanpa berkata apa-apa. Kemudian gadis itu berpaling dan melangkah pergi begitu saja.
“ada apa sih, aneh banget dia,” hyuki menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal tapi kemudian ia mulai mencium sesuatu yang tidak enak “hadoooh. . . gue nggak ganti baju tiga hari. Ck, taeyeon bikin kesel aja, masa ngirim gue kesini nggak dikasih duit,” omelnya sambil mulai membuka-buka lemari vea untuk mencari sesuatu yang mungkin bisa dipakai.
“ck, tu cewek bener-bener kayak gelandangan. Masa baju aja dia Cuma punya dikit banget, udah kumel semua lagi. eh, inikan kemeja cowok,” gumam hyuki heran saat mendapati sebuah kemeja warna biru tua kotak-kotak ditumpukan pakaian paling bawah. “punya siapa? Tapi bodo ah, yang penting gue bisa ganti. Evil ganteng kayak gue kudu jaga penampilan,” ocehnya girang sambil masuk kedalam kamar mandi.

Setelah mandi, hyuki mulai melihat-lihat isi rumah kecil vea. Laki-laki itu membuka satu persatu laci yang ada. “ini rumah ato apa sih, kenapa nggak ada barangnya sama sekali?? Ck, kalau ada emas-emasan gitu kek, kan lumayan bisa gue jual,” oceh hyuki “eh, apa nih??” hyuki memandang sebuah kotak yang agak besar dilemari paling bawah itu dengan heran.
Dibukanya kotak itu dan mengerutkan kening saat melihat benda-benda yang ada didalam kotak itu. ada sepasang sepatu yang ukurannya kecil. Ada boneka beruang kecil, gantungan kunci, jepit, sebuah kamera yang sudah tidak bisa dinyalakan kemudian ada tes ujian dengan nilai sepuluh. Dan yang terakhir, ada dua lembar foto.
Lembar pertama, memperlihatkan sebuah keluarga yang sedang duduk dikursi ayunan. Ada sepasang pria dan wanita, juga seorang gadis kecil. Hyuki yakin itu ayah dan ibu vea, sedangkan gadis itu adalah vea sendiri. Dilembar kedua, menunjukkan vea yang sedang tersenyum sementara laki-laki itu mendekapnya dari belakang dengan latar pantai. Siapa laki-laki itu?
Dikedua foto ini, gadis itu terlihat sangat ceria. Lalu mengapa sekarang senyum itu hilang?? Apa yang terjadi pada gadis itu? dibaliknya kedua foto itu dan mendapati tulisan dibalik foto gadis itu bersama laki-laki itu dipantai.
“vea dan kak ardhi, pantai balikambang, malang januari 2007. . .” gumam hyuki pelan “tahun 2007? Berarti itu lima tahun yang lalu? Eh, rambut ni cowok sama kayak gue,”
Setelah menemukan jalan buntu untuk masa lalu vea, laki-laki itu akhirnya memutuskan untuk keluar mencari makan. Perutnya mulas karena harus makan mie terus-terusan. Ia juga pergi ketempat kerja vea. Dengan kemampuannya melihat memory yang telah terjadi, ia bisa tau letak tempat kerja vea meskipun hanya satu kali pergi kesana.
Tapi ia heran saat tidak melihat vea disana, melainkan ada gadis lain yang menggantikan tempat vea. Dengan ragu, hyuki masuk kedalam toko itu.
“iya mas?” tanya pegawai itu.
“apa, vea nggak kerja?” tanya hyuki.
“dia kan ngambil libur hari ini. biasanya tiap tanggal ini dia pasti libur,”
“oh gitu ya, yaudah makasi ya,”
Hyuki keluar toko dengan pikiran bingung. Kalau tidak pergi kerja, lalu kemana gadis itu? cepat-cepat dilangkahkan kakinya untuk pulang.
“eh? Dikunci?” hyuki menatap handle pintu itu dengan bingung. Kalau pintu dikunci dari dalam itu artinya gadis itu ada didalam rumah. Dengan cepat ia berjalan memutar kejendela kamar vea dan masuk dengan mudahnya karena kemampuan meringankan tubuhnya. Kamar itu sunyi, masih sama saat ditinggalkannya dulu. Tapi matanya langsung membelak saat melihat gadis itu ada disudut ruangan dengan setengah sadar.
“ve??” dengan panik dihampirinya gadis itu. ada darah berceceran dilantai mengalir dari pergelangan tangannya “vea?? Vea??”
“kak ardhi. . .” gumam vea lemah kemudian memejamkan matanya.
“ve?? Vea??”

tbc. . .