Tags

,

 

10941137_429886810495312_496811186783548236_n“Aku harus pergi sekarang,” tiba-tiba saja Yoon hye menghentikan permainannya dan mengambil tasnya kemudian beranjak dari duduknya.
“Secepat ini?” tanya Kyuhyun tanpa sadar.
“Kita sudah bermain satu jam lebih Kyuhyun ssi, dan setengah jam untuk berdebat,”
“Bukan aku yang datang terlambat,” protes Kyuhyun.

“Aku tidak terlambat, aku sudah ada disini tepat jam setengah empat,”
“Apa?” Kyuhyun menatap bingung sambil ikut beranjak dari duduknya.
“Aku sedang menikmati ekspresi kesalmu,” jawab Yoon hye santai sambil membenarkan letak tasnya.
“Kau_” kata-kata Kyuhyun tertahan ditenggorokkannya, ia tidak tau harus berkata apa.
“Terima kasih untuk hari ini Kyuhyun ssi, anyeong haseo,” Yoon hye membungkukkan sedikit badannya kemudian berjalan menuju pintu.
“yoon. . .”
Gerakan tangan Yoon hye untuk memutar handle pintu terhenti, laki-laki itu memanggilnya ‘yoon’ hanya ‘yoon’? lalu dengan pelan ia memutar kepalanya untuk menatap Kyuhyun.
“Kau gadis yang menarik,”
Tatapan mata Yoon hye menajam “Kalau begitu jangan sampai kau tertarik kepadaku Cho Kyuhyun ssi,” sautnya dingin kemudian membuka pintu dan melangkah pergi.
Kyuhyun masih menatap pintu tempat Yoon hye menghilang. Kemudian laki-laki itu tertawa pelan. Menertawai dirinya sendiri “Apa kau sudah gila Cho Kyuhyun?” tawanya “baiklah, dia memang berbeda dengan gadis-gadis lainnya, dan dia juga selalu mengacuhkanmu, kurasa saat ini dia juga sudah berhasil memenjarakanmu dalam pesonannya, kau benar-benar gila Cho Kyuhyun. . .”
Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepala masih sambil tertawa pelan. Ini pertama kalinya ia tidak ingin pergi dari campus. Ini pertama kalinya juga ia ingin melihat gadis itu terus, dan ini pertama kalinya ia kecewa hanya karna seorang gadis harus pulang dan meninggalkannya. Diambilnya ponsel dari saku celanannya dan menghubungi seseorang.
“Kyuhyun ah? Waeyo? Bagaimana Yoon hye? Kau tidak bersikap kasar kepadanya bukan??” suara Ahra langsung menerjang telinga Kyuhyun begitu telphone tersambung.
“Nonna, kurasa harapanmu akan segera terkabul, aku baik sekali bukan?!”
“Mwo?”
“Serahkan dia kepadaku!”
“Mwoya?”
“kim yoon hye, biar aku yang mengajarinya piano, gomawo saranghae,” Kyuhyun memutuskan sambungan telphonenya sambil tersenyum lebar. Ia yakin nonnanya pasti sedang berteriak-teriak kepada ponselnya diseberang sana.

Yoon hye itu. Laki-laki itu, Cho Kyuhyun, mengapa begitu memukau bahkan dalam keadaan kesal sekalipun?! Ia menggeleng-gelengkan kepala pelan untuk menjernihkan kepalanya. Apa yang terjadi pada dirinya? Mengapa saat matanya pertama kali menangkap sosoknya, laki-laki itu terlihat begitu hangat? Jenis kehangatan yang mampu membuat detak jantungmu kacau atau berhenti seketika jika itu sudah berlebihan.
Itulah mengapa ia hanya berdiri didepan pintu ruang music itu tadi. Karena matanya telah terpatri pada sosok laki-laki itu. Dan detik berikutnya ia sadar, cho kyuhyun adalah bahaya besar yang tengah mengancamnya saat ini. Bahaya datang dalam bentuk keindahan, sebelum akhirnya menjadi kepedihan. Sama seperti masa-lalunya. Karena itu, sebaiknya ia mulai menjauh saat ini.
Ponsel didalam saku celananya bergetar membuatnya tersadar. Dirogohnya benda itu kemudian segera menjawab panggilan itu.
“Yeoboseo eonni?”
“Yoon hye bagaimana Kyuhyun? Dia tidak bersikap kasar kepadamu bukan?” tanya Ahra langsung.
Yoon hye mengerutkan keningnya tidak mengerti? “Kasar? Mengapa ia harus bersikap kasar eonni? Aku tidak melakukan kesalahan padanya,”
Ahra mendesah lega “Kau tau, aku harus mengancamnya agar tidak bersikap kasar kepadamu tadi sebelum berangkat ke sini. Aku bisa lega sekarang ini.”
“Apa sebelumnya dia selalu bersikap kasar?” tanya Yoon hye penasaran.
Ahra mendesah lagi “Kau tidak tau bagaimana dia, aku sampai mengira dia itu gay karena tidak pernah tertarik pada perempuan. Setiap perempuan yang mendekatinya selalu diusirnya, tapi mendengar dia tidak bersikap kasar kepadamu aku sangat lega,”
Yoon hye terdiam. Ia tidak menyangkal kalau apa yang dibilang Ahra itu salah. Laki-laki itu memang terlihat tidak tertarik kepada perempuan. Yoon hye dapat melihat keangkuhan yang sempurna dalam pandangan laki-laki itu. Tapi tunggu dulu, tidak tertarik kepada perempuan?
“yoon. . . kau gadis yang menarik,”
Kalau Kyuhyun tidak tertarik kepada perempuan lalu mengapa dia berkata seperti itu? Yoon hye menggeleng pelan. Pasti maksud laki-laki itu bukan karna Yoon hye menarik untuknya.
“Yoon hye?? Kau masih disana? Kim yoon hye??”
“Ah, ne eonni?” Yoon hye mengerjap pelan saat mendengar suara Ahra yang berteriak-teriak memanggilnya.
“Aigoo. . . apa yang kau pikirkan? Aku sampai harus berteriak memanggilmu. Tunggu dulu. . . apa kau sedang memikirkan adikku itu? Kau menyukainya? Dia tampan sekali bukan?”
“A-apa?”
“Ayolah Yoon hye, aku tau Kyuhyun tipe laki-laki yang sulit ditolak,”
Yoon hye tersenyum pahit membenarkan kata-kata Ahra “Eonni. . . Bisakah aku berhenti belajar piano saja? Lebih baik aku menunggumu kembali,”
“Mwo? Waeyo? Kau bilang Kyuhyun tidak bersikap kasar kepadamu, lalu kenapa kau ingin berhenti? Apa dia bersikap menyebalkan? Setiap yeoja ingin dekat dengannya, bahkan tidak jarang mereka mendekatiku hanya untuk supaya dekat dengan Kyuhyun juga, tapi kau- aku tidak mengerti, baru saja kyuhyun menelphoneku, memintaku untuk menyerahkanmu kepadanya, sepertinya ia tertarik kepadamu,”
Yoon hye memejamkan matanya sejenak sebelum menjawab “Tidak eonni. . . Kumohon, aku akan menunggumu kembali saja,” pinta Yoon hye.
Hening sejenak “Baiklah,” jawab Ahra kemudian “Aku akan mengatakan hal ini kepadanya, tapi cobalah pikirkan lagi, aku minta maaf jika adikku mengganggumu,”
“Tidak eonni, dia tidak menggangguku, hanya saja aku akan lebih nyaman jika bersamamu,”
“Baiklah. . . Aku juga tidak bisa memaksamu, akan kuberitahu dia nanti, anyeong,”
Yoon hye menutup ponselnya dengan setengah melamun. Sebelumnya ia tidak seperti ini, tapi Kyuhyun terlalu memukau untuknya. Terlalu bersinar, karena itu sebelum matanya buta oleh sinar itu, ia memilih untuk menjauh.
————-

“Mwo? Berhenti??”
“Pelankan suaramu Kyuni, aku tidak tuli,”
“Wae??”
“Aku tidak tau Kyu, dia memintaku untuk berhenti sampai aku kembali dari Mokpo,”
Kyuhyun mengerutkan keningnya bingung. Seingatnya ia tidak melakukan kesalahan apapun kemarin ketika bersama gadis itu lalu kenapa tiba-tiba. . . Kyuhyun mendesah pelan. Ia telah ditolak bahkan sebelum ia mendekati gadis itu.
“Aku yang akan bicara dengannya sendiri nonna, aku harus tau apa alasannya,” tegas Kyuhyun.
“Apa kau yakin?” tanya Ahra ragu.
“Aku ditolak nonna!!!” teriak Kyuhyun “Dan aku harus tau alasannya,”
Ahra tertawa kecil “ini pertama kalinya untukmu bukan? Sudah kubilang dia gadis yang berbeda, selama ini aku tidak pernah melihatnya bersama laki-laki manapun. Bahkan dengan teman-teman gadisnya-pun sepertinya dia tidak akrab. Jadi kau harus berusaha keras Kyuni, sejauh aku mengenalnya, aku hanya tau nama dan alamatnya saja. Dia gadis yang tertutup,”
“Nonna, bagaimana kau tau kalau dia berbeda? Biasanya kau akan menolak gadis-gadis yang ingin berteman denganmu?”
“hari itu dia datang kepadaku dan memintaku untuk mengajarinya bermain piano. Aku tau dari kata-katanya saat mengucapkannya, ia adalah gadis yang tulus. Caranya mengatakan kata ‘piano’ membuatku tau kalau dia memang benar-benar menyukai piano. Kau percaya kalau kukatakan bahwa saat itu ia tidak tau kalau aku memiliki seorang adik laki-laki yang paling tampan dikorea? Dia tidak tau Kyuni. . . Jangankan wajahmu, namamu-pun dia tidak tau, kau dengar itu? Ternyata kau tidak sepopuler yang aku kira,” ejek Ahra.
Kyuhyun menggertakkan giginya “Lihat saja nonna, dia akan menjadi milikku!! Apapun yang terjadi!” tegas Kyuhyun kemudian memutuskan sambungan telphone.
Ahra tertegun mendengarnya. Tidak pernah kyuhyun berbicara seyakin itu. “Sepertinya dunia akan berubah sekarang,” desah Ahra pelan.

Kyuhyun menatap lembaran kertas yang baru didapatnya itu dengan serius. Ia tengah menghafal jadwal kelas Yoon hye yang didapatnya dari staf tata usaha. Dengan senyum mematikannya itu, tidak ada yang tidak bisa ia dapatkan. Bahkan ia masih melihat wajah ling-lung nonna tata usaha itu saat ia pergi. Bukan hanya jadwal kelas Yoon hye yang didapatnya, bahkan data Yoon hye juga berhasil didapatkannya.
Kim yoon hye, lahir tanggal 21 september di Mokpo. Kyuhyun mengerutkan kening saat membaca nama kota itu. Kemudian data berikutnya memberitahu bahwa Yoon hye hanya bersekolah hingga SMU kelas dua di Mokpo kemudian pindah ke Seoul. Ada yang aneh. Mengapa pada profile Orang tua tidak ada keterangan apapun? Mana mungkin gadis itu tidak memiliki orang tua.
Kyuhyun melirik jam tangannya. Sebentar lagi kelas sejarah gadis itu akan berakhir, dan setengah jam kemudian ada kelas bahasa. Jadi Kyuhyun hanya punya waktu setengah jam untuk berbicara dengan gadis itu. Disimpannya kertas-kertas profile Yoon hye itu kemudian turun dari mobilnya, menuju kelas sejarah.
Seperti biasa, saat kakinya turun dari mobil. Berpuluh-puluh mata gadis-gadis di campus itu langsung menatapnya penuh minat. Berharap suatu saat kyuhyun akan berjalan menghampirinya.
“Oppa, hari ini kau tidak ada kelas bukan? Mengapa ke campus?” sapa seorang gadis cantik yang menjadi primadona campus itu. Kim seohyun.
“Jadi aku tidak boleh kemari jika tidak ada kelas?” tanya Kyuhyun dingin.
“Aniyo. . . Aku sangat senang kau kemari, apa yang akan kau lakukan?”
“Apa aku harus selalu melaporkan apa saja yang akan kulakukan kepadamu? Pergilah, aku sedang sibuk sekarang,” jawab Kyuhyun kasar.
“Oppa!!” gadis itu berteriak kecil “Kenapa kau selalu kasar kepadaku?”
“Dan kenapa kau selalu mengikutiku?”
“Aku menyukaimu oppa, bukankah sudah jelas?”
“Dan aku tidak menyukaimu, bukankah sudah jelas?” saut Kyuhyun sambil berlalu dari hadapan gadis itu.
Tiba-tiba lengannya tertahan. Gadis itu mencengkeram erat lengannya “Katakan oppa, aku harus bagaimana agar kau menyukaiku?”
“Lepaskan aku seohyun ssi,” desis Kyuhyun. Ia benar-benar kesal sekarang, mereka berdua sudah menjadi tontonan saat ini. Diantara gadis-gadis yang mengejarnya, kim seohyun adalah gadis yang paling tidak tahu malu. Jika yang lainnya hanya menatap Kyuhyun dan berteriak-teriak kagum, kim seohyun akan menghampiri kyuhyun dan mencoba menarik perhatiannya dengan menggandeng lengan kyuhyun atau mengatakan hal-hal yang manis.
“Tidak sebelum kau mengatakannya,”
“kau ingin agar aku menyukaimu? Kalau begitu jangan muncul dihadapanku!” dengan kasar dilepasnya cengkeraman tangan gadis itu.
“Oppa!!”
Kyuhyun tidak perduli lagi pada gadis disebelahnya saat melihat gadis lain yang sedang berjalan menyusuri koridor campus. Gadis yang sepertinya telah menjadi magnet untukknya, yang sanggup menariknya kembali kemanapun ia pergi. Dengan langkah panjang dan cepat ia menerobos kerumunan gadis-gadis itu. Jalannya berubah menjadi lari saat semakin dekat dengan gadis itu. Setelah tepat berada dibelakang gadis itu, ia menarik tangan kurus itu, membuat sang pemilik tangan tersentak berbalik menghadapnya. Mata itu langsung melebar begitu melihat Kyuhyun.
Untuk sesaat kyuhyun hanya bisa menatap wajah gadis itu. Wajah gadisnya, gadis yang entah mulai kapan diklaim sebagai miliknya. Baru disadarinya bola mata itu berwarna coklat, cantik.
“Apa yang kau lakukan?” bentak Yoon hye begitu tersadar dari keterpanaannya.
“Kita harus bicara,” jawab Kyuhyun intens.
Raut wajah gadis itu terlihat gelisah saat menyadari ada berpuluh-puluh pasang mata menatap penasaran pada mereka. Marah lebih tepatnya. Tapi kyuhyun tidak perduli. Selama gadis ini ada, matanya sudah tidak dapat digunakan untuk menatap hal lainnya.
“Kyuhyun ssi, lepaskan tanganmu,”
“Tidak sebelum kita bicara!”
“Tidak ada yang harus dibicarakan!”
“Kenapa kau berhenti belajar bermain piano?”
“Aku tidak berhenti, aku hanya berhenti sampai Ahra eonni kembali,”
“Kenapa harus nonna? Memangnya kenapa denganku?”
“Cho Kyuhyun ssi, kumohon, kita sudah menjadi pusat perhatian saat ini, lepaskan tanganku,”
“Aku tidak perduli yoon!!! Yang kuperdulikan adalah kau!!!” bentak kyuhyun.
Hening. Semua yang melihat saling menahan nafas sementara Yoon hye sendiri membeku ditempatnya.
“Ini tidak benar. . . ini tidak normal kau tau, bagaimana bisa?? Katakan padaku bagaimana bisa kau menangkapku dalam pesonamu secepat ini? Demi tuhan aku baru beberapa kali melihatmu dan hanya sekali bicara denganmu, tapi kenapa jadi seperti ini??”
“A-apa?”
Kyuhyun melepaskan tangan Yoon hye kemudian menjambak rambutnya sendiri sambil mengerang keras. Sedetik kemudian laki-laki itu menghembuskan nafas pelan, meredam emosinya. Dipegangnya kedua bahu Yoon hye “Kumohon yoon, biarkan aku mengajarimu bermain piano, kalau tidak. . .”
“Kalau tidak. . .?” ulang Yoon hye dengan nada ngeri.
“Kau harus menjadi milikku!” tandas kyuhyun.
Tuhan. Sepertinya jantung Yoon hye benar-benar macet sekarang. Apa laki-laki ini sudah gila? Atau ia masih bermimpi saat ini? Tatapan itu, tatapan yang begitu sayu. Ada permohonan yang amat mendalam disana. Yoon hye menatap sekelilingnya dengan gugup. Gadis-gadis itu sepertinya sudah menjadi patung saat mendengar kata-kata kyuhyun tadi. Ia baru sadar bagaimana kuatnya pesona kyuhyun. Tidak heran karna ia sendiri mengalaminya. Laki-laki itu nyaris membuatnya menuruti apa yang diinginkannya. Tidak, ini tidak boleh. Yoon hye menggeleng pelan.
“kau gila Kyuhyun ssi!!”
“YA aku memang gila!!”
“Kumohon Kyuhyun ssi, jangan menyulitkanku, tolong jangan menyukaiku,”
Kyuhyun tertegun sesaat “Aku tidak mengatakan aku menyukaimu yoon, aku hanya menjadikanmu milikku,”
Yoon hye mengerutkan keningnya bingung. Apa maksud laki-laki ini sebenarnya? Ia tidak menyukai Yoon hye tapi membuat Yoon hye menjadi miliknya?! Benar-benar konyol!
“Aku bukan milikmu Cho Kyuhyun, aku tidak akan bermain piano denganmu, aku juga tidak akan pernah muncul dihadapanmu, jadi sebaiknya kau bekerja sama denganku!”
“Aku yang akan muncul dihadapanmu. . . Jika kau tidak muncul dihadapanku, maka aku yang akan muncul dihadapanmu, jika aku tidak bisa menjadikanmu milikku, maka jadikanlah aku milikmu, kumohon yoon,”
Ini gila! Mereka baru bertemu sekali dan Cho Kyuhyun, makhluk yang begitu memukau itu ingin memilikinya? Permainan apalagi yang dibuat oleh takdir?! Dari sekian banyak gadis kenapa harus dirinya? Ia hanya gadis biasa yang berpenampilan sangat biasa. Tidak memiliki wajah cantik, tidak memiliki tubuh sexy, juga tidak kaya raya. Jadi mengapa harus dirinya?!
“Kau benar-benar gila,” desis Yoon hye kemudian langsung berbalik pergi.
“Aku akan membuktikannya kim yoon hye!!” teriak Kyuhyun.
—————–

Kau seperti magnet yang dapat menarikku dimanapun aku berada. . .
Kau adalah pusat rotasiku, pusat dari seluruh hidupku. . .
jadi bagaimana bisa aku bernafas tanpa melihatmu??
Karena sosokmu, telah memenuhi seluruh pandanganku,
Merasuk kedalam fikirku,
Jadi, adilkah jika tuhan tidak menjadikanmu sebagai milikku ?
Sementara Dia yang mengirimmu kepadaku??

“Eonni? Eonni? Eonni kau masih disana? Eonni, bicaralah, jangan diam saja!!”
“Ne-ne,”
“Katakan padanya eonni, kumohon,”
“Yoon hye, sepertinya dunia sudah kiamat,”
“Apa maksudmu eonni?”
“Sial, kenapa aku harus berada disini saat ini, anak itu benar-benar membuktikan ucapannya,”
“ucapan apa eonni?”
“Bahwa ia akan menjadikanmu sebagai miliknya, . . . Apapun yang terjadi. . .”
Yoon hye mendesah mendengarnya. Kini ia sadar bahwa Kyuhyun benar-benar serius dengan ucapannya.
“Kuberitahu kau sesuatu, kau adalah gadis pertama yang disukai oleh Kyuhyun, jadi besok aku akan kembali ke seoul dan tidak akan melewatkan kejadian ini,”
Yoon hye termenung didepan washtafel itu. Tangannya masih menggenggam ponsel putihnya. Apa yang harus dilakukannya? Sebaiknya ia mengacuhkan laki-laki itu saja. Ini hanya sesaat, mungkin beberapa hari lagi kyuhyun akan menyerah dan pergi. “Ini tidak akan lama yoon, sebentar lagi dia pasti akan menyerah,” ucap Yoon hye untuk menguatkan dirinya sendiri.
Tiba-tiba pintu toilet itu terbuka. Kim seohyun masuk bersama beberapa gadis lainnya yang mengekor dibelakangnya. Gadis itu menghampiri Yoon hye kemudian menatap Yoon hye dari atas hingga bawah “Sepertinya Kyuhyun oppa harus memakai kaca mata mulai sekarang,” desahnya.
Yoon hye hanya diam sambil menatap dingin.
“Sepertinya Kyuhyun oppa hanya ingin bermain-main denganmu, jadi sebaiknya kau tidak menggodanya lagi nona kim yoon hye ssi,”
Yoon hye menaikkan sebelah alisnya. Menggoda? Apa ia tidak salah dengar?! “Dengar agashi, aku tidak tidak sedang ingin bermain-main, apalagi dengan Cho Kyuhyun. Dan aku bukan gadis yang tidak tau malu meskipun sudah ditolak mentah-mentah tapi tetap berlagak tuli!”
seohyun melotot mendengarnya. “Kau_” ditunjuknya Yoon hye tepat didepan hidungnya.
Yoon hye langsung menepis tangan seohyun “kau bisa membantuku untuk menjauh dari Kyuhyun bukan? Jika tidak bisa, sebaiknya aku mulai berfikir untuk menerima Kyuhyun!” kata Yoon hye kemudian melangkah pergi meninggalkan tempat itu diiringi geraman seohyun.

Yoon hye menghela nafas berkali-kali. Saat ini ia sedang berada diperpustakaan campus, tempat yang menurutnya terasa menenangkan. Buku yang terbuka itu sama sekali belum berpindah halaman. seohyun benar. Kyuhyun seharusnya periksa mata, atau mungkin laki-laki itu sedang mabuk saat menemuinya kemarin lusa. Yoon hye mendesah pelan. Sebelum ini ia tidak pernah ingin tau apa saja yang terjadi di campusnya, bahkan seseorang yang bernama Cho Kyuhyun-pun ia baru tau tiga hari yang lalu saat laki-laki itu menggantikan nonnanya. Dan karena perbuatan kyuhyun kemarin, kini ia terlihat seperti rumput liar diantara bunga-bunga yang sedang bermekaran, rumput yang harus dilenyapkan secepat mungkin. Sekarang, tidak ada yang tidak menatapnya begitu ia memasuki gerbang campus. Tidak ada yang tidak memperhatikan semua gerak-geriknya. Seolah ia sedang mengikuti sidang yang begitu terbukti bersalah, ia akan langsung dieksekusi.
Lagi-lagi Yoon hye mendesah pelan. Sudah berapa lama ia duduk disana, ia tidak ingat. Namun, tubuh itu langsung membeku saat ia mengangkat wajah. Didepannya, duduk makhluk berkilau seperti dewa dengan ketampanan menyilaukan yang entah sejak kapan. Ok, itu sangat berlebihan. Tapi ayolah, siapa yang bisa mengatakan bahwa Kyuhyun itu jelek? Well, tidak ada. Dan senyum itu lebih manis dari apapun yang ada didunia. Tatapan hangat itu, tertuju hanya kepadanya. Untuk sesaat, Yoon hye lupa caranya untuk bernafas.
“Sedang apa kau disini?” tanya Yoon hye ketus menyembunyikan kegugupannya.
“Menatapmu,” jawab Kyuhyun santai dengan mata masih terfokus pada Yoon hye.
Dengan cepat Yoon hye menutup buku yang sama sekali tidak dibacanya itu dan beranjak dari duduknya. Ia baru sadar bahwa semua mata yang berada diperpustakaan itu tengah menatap mereka. Yoon hye mencoba untuk mengabaikan kyuhyun yang berjalan mengikutinya. Namun lama-lama ia jengah melihat dirinya menjadi tatapan setiap mata yang ada.
“Cho Kyuhyun ssi, jebal,” ucapnya dengan nada lelah sambil berbalik untuk menatap laki-laki itu.
Suatu kesalahan sebenarnya. Karena begitu menatap mata lembut itu, Yoon hye merasa goyah seketika. Apalagi hari ini Kyuhyun terlihat hangat dengan kaos lengan panjangnya dan rambut yang sedikit berantakan menutupi dahinya. Demi tuhan apa laki-laki ini keturunan malaikat?!
“Apa aku mengganggumu?” tanya Kyuhyun sambil menahan senyum.
“Sangat!”
“Kalau begitu jadikan aku milikmu,”
Yoon hye menatap lelah “Sebaiknya kau mulai memeriksakan matamu Kyuhyun ssi, aku bukan Miss Korea yang pantas berada disisimu,”
“Tapi aku tidak menginginkan Miss Korea yoon, aku hanya menginginkan kim yoon hye, dan semua akan terasa benar untukku,” jawabnya sambil tersenyum.
“Masih banyak gadis didunia ini Kyuhyun ssi, kenapa aku?”
“Karena kau kim yoon hye,” jawab Kyuhyun lembut.
“Jadi, jika aku mengganti namaku apa kau akan menjauhiku?”
“Tidak yoon. . . hanya saja sekarang jiwamu bernama kim yoon hye. Aku tidak perduli apa namamu, bagaimana wajahmu, rupamu, yang kubutuhkan itu adalah Kau! Apa kau mengerti?”
“TIDAK!” bentak Yoon hye.
Kyuhyun mendesah pelan “sudah kuduga, tapi aku memang sangat menyukai ekspresi dinginmu yoon, itu sangat menarik untukku,”
“Kau gila cho Kyuhyun!” desis Yoon hye sambil menahan debaran didadanya.
“Kau benar, aku gila. Sama sepertimu, aku juga tidak mengerti kenapa aku bisa seperti ini. kurasa aku menyukaimu yoon, ah aniyo, aku mencintaimu dan akan selalu begitu,”
Kalimat itu melambungkan Yoon hye sekaligus menghempaskannya. Luka itu masih belum sembuh hingga harus terbuka lagi saat sesuatu seperti sebuah kalimat menyentuhnya.
“Jangan pernah mengatakan hal yang belum kau ketahui Kyuhyun ssi, hari ini kau mengatakan kau membutuhkanku, mencintaiku, besok kau akan mengatakan bahwa kau menginginkanku, kemudian hari berikutnya? Minggu berikutnya? Bulan berikutnya, tahun berikutnya? Kau bisa saja mengatakan bahwa kau salah dan aku tidak ada artinya lagi untukmu. . . aku tidak ingin terluka lagi,” kata Yoon hye pelan kemudian melangkah pergi begitu saja sementara Kyuhyun mematung menatapnya. Ini pertama kalinya ia melihat lapisan bening pada bola mata gadis itu, air mata. Dan itu membuat Kyuhyun merasa sesak. Ada yang terjadi pada gadis itu dan ia harus tau.
—————
To be continue. . .