Tags

, , ,

 

Vea mengerjap pelan. Ia menatap sekitarnya. Ini kamarnya dan sepertinya sudah pagi. Matanya memandang sekeliling dan tidak menemukan sosok laki-laki itu.
“gue Cuma mimpi…” gumamnya pelan.

Ia bangun dari tidurnya dan menekuk kakinya. Melamun. Tiba-tiba saja jantungnya berdetak lebih cepat saat mengingat mimpi semalam. Sebenarnya siapa hyuki?? Apa benar dia seorang iblis? Dan dia bukan manusia? Yang benar saja… mana ada iblis sebego dirinya?!

Creeek…
tiba-tiba pintu terbuka. Laki-laki itu muncul dari baliknya. “lo udah bangun?? Ayo sarapan! Kali ini gue eksperimen bikin sop.

“kenapa lo masih ada di sini?” tanya vea.

“emangnya gue kudu di mana?” tanya hyuki bingung.

“lo iblis kan?”

“ya,”

“kenapa lo nggak bertingkah seperti iblis?”

“maksudnya?”

“biasanya iblis itu pemalas, suka ngerusuh, bikin gara-gara, kenapa lo nggak kayak gitu?”

“lo lupa? Gue harus ngebikin lo nangis,”

Vea tercenung sesaat “kalo gue nggak nangis, apa itu artinya lo akan tetap di sini selamanya?”

Wajah hyuki berubah menjadi muram. Ia menggeleng pelan “gue cuma punya waktu sebulan ve, kalo gue nggak berhasil, itu artinya gue gagal. Dan gue nggak tau apa hukumannya. Yang gue denger, gue bakal musnah…”

“sekarang tinggal berapa waktu lo?”

“masih 23 hari lagi,”

“so, kenapa lo nggak bikin gue nangis?”

“gue udah coba, tapi sepertinya lo udah nggak bisa nangis lagi. Nggak ada lagi yang bisa lo tangisin. Dan sekarang, setelah ngelihat memory lo gue jadi ragu. Lo udah ngeluarin air mata terlalu banyak ve, gue… gue nggak bisa,”

“bego’ bego’ bego’!!” maki vea “kenapa lo datang ke gue? Kenapa bukan orang lain aja? Kenapa harus gue? Gue benci sama lo!! Gue nggak nangis lo musnah, gue nangis lo bakal kembali ke tempat lo! Kenapa gue selalu ditinggalin?? Kenapa datang ke hidup gue kalo pada akhirnya kalian semua pergi, kenapa? Kenapa lo ganggu hidup gue?”

Tes… air mata itu jatuh. Vea mengerjap pelan, terkejut, disentuhnya pipinya sendiri. Kemudian ia menatap hyuki. Cowok itu tengah menatapnya nanar. Dan sedetik kemudian angin berhembus sangat kencang. Begitu kencang hingga vea harus menutupi wajahnya. Meja-meja berderit, dan benda-benda berjatuhan. Hingga beberapa saat kemudian, angin itu menghilang.

Dalam sekejap kamar itu berubah menjadi berantakan. Vea mengerjap pelan, memfokuskan pandangannya. Lalu ia menoleh ke arah hyuki dan terpaku. Sayap hitam itu begitu lebar, bergerak perlahan. Hitam berkilau, membuat aura gelap disekitarnya. Laki-laki itu hanya menatap nanar. Sepertinya, ia terluka.

“tadinya gue nggak pingin bikin lo nangis. Gue pingin nemenin lo disisa waktu yang gue punya. Tapi sepertinya gue salah. Sorry gue udah ganggu hidup lo ve, mulai sekarang, gue nggak akan ganggu lo lagi. Gue nggak akan pernah muncul di hadapan lo lagi. Gue hanya berharap, setelah gue pergi lo bisa jaga diri. lo nggak boleh telat makan, lo nggak boleh terlalu capek kerja. Karena gue tau, setiap orang yang ninggalin lo, mereka pasti berharap lo bisa hidup dengan bahagia, bukan kayak gini. Mama lo, ardhy dan gue, Cuma pingin lo bahagia ve. Lo bisa kan? Selamat tinggal…”

Sayap itu mulai mengepak, membuat tubuh hyuki terangkat tidak berpijak lagi. Lalu dengan cepat, tubuh itu melesat melalui jendela yang terbuka lebar dan semuanya kembali sunyi.

Vea masih tercenung di tempatnya. Butuh waktu cukup lama untuk ia menyadari semuanya. Dan saat ia mulai mengerti, air mata itu jatuh perlahan. Dihapusnya dengan cepat. Tapi tidak bisa… ia tidak bisa menghentikan air mata itu hingga akhirnya ia terisak. Satu orang lagi pergi meninggalkannya.

————

 

“selamat datang kembali hyuki, kau menyelesaikan tugasmu dengan sangat baik,” menteri taeyeon tersenyum sambil menjabat tangan hyuki.

“siapa saja yang sudah kembali?” tanya hyuki datar. Tidak ada senyum iblis atau cengiran mesumnya saat ia kembali, dan itu sebenarnya sedikit agak aneh.

“kyuhyun yang pertama kali kembali, tapi ia membuat kesalahan hingga akhirnya terbakar dan menghilang,” wajah taeyeon berubah menjadi masam “mana mungkin dia jatuh cinta dengan manusia, aiiishh…”

“dia jatuh cinta?”

“ya, dan dengan bodohnya dia mengucapkan kata-kata itu. Kata-kata paling haram dalam dunia iblis, tentu saja dunia ini tidak menerimanya,”

“aku pergi dulu,” saut hyuki dan langsung mengepakkan sayapnya.

“YAA kau belum menghadap Yang Mulia Lee Soo Man!!” teriak taeyeon.

“apa peduliku,” saut hyuki cuek. Dan keluarlah sifat evilnya hahah…

 

Sudah beberapa hari hyuki kembali ke dunianya. Tempat para iblis berada. Dan dia hanya bisa diam. Semuanya tampak berbeda. Laki-laki itu menjadi jarang bicara dan tatapannya selalu datar.

“Yaa, hyuki ya, ini tes pekerjaan untukmu,” kata changmin sambil menyerahkan gulungan kertas warna buram yang diikat pita merah.

“tes pekerjaan?”

“ne, kau akan diuji sesuai dengan bakatmu, apakah nanti kau bertugas untuk memberikan mimpi buruk, sebagai pembisik hal-hal buruk, semua itu akan tergantung pada tes kerjamu, araseo?!”

“changmin ah, aku ingin bertanya,”

“apa itu?”

“dulu saat ujian, kau di tempatkan dimana?”

“rusia,”

“siapa targetmu?”

“Sebuah keluarga miskin di pedalaman. Aku hanya perlu merampas makanan anak laki-laki kecil mereka dan well, tugasku selesai. Aku hanya melakukannya setengah hari, hebat bukan?! Karena itu aku sekarang bekerja sebagai pengantar surat tes pekerjaan. Siapa saja yang dapat melakukannya tidak lebih dari tiga hari, maka mereka akan bekerja di sini, tidak perlu turun ke dunia dan berurusan dengan manusia. Apalagi harus bertengkar dengan para angel!!”

Hyuki tercenung. Kenapa harus ada ujian semacam ini? Tiba-tiba saja ia beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan changmin yang berteriak kesal.

 

“oh, hyuki ya ada apa kau kemari?” tanya menteri pekerjaan, yoona.

“apa kau akan melakukan tes pekerjaan?” tanya taeyeon.

Saat ini, hyuki sedang berada di departement menteri keiblisan (?).

“aku ingin bertanya sesuatu,”

“apa itu?”

“bagaimana dengan manusia-manusia yang dibuat menangis oleh para iblis? Apa ingatan mereka akan hilang dan kembali seperti semula??”

“ahahahah…” seohyun, menteri kependudukan tergelak “untuk apa kau tanyakan hal yang tidak penting itu?”

“jawab saja pertanyaanku,”

“tentu saja tidak, mereka tidak akan lupa!” jawab yoona.

“lalu, bagaimana jika mereka tau ada makhluk seperti kita?!”

“tidak perlu dipikirkan,” saut jesica “mereka akan lupa dengan sendirinya. Lagipula tidak akan ada yang percaya jika ada manusia yang bercerita bahwa ada iblis,”

“kau benar-benar pabo!” saut tiffani “kau pikir darimana legenda iblis dan angel itu tercipta eh?”

“aku benar-benar tidak mengerti… bagaimana jika mereka benar-benar terluka karena perbuatan kita?”

“Yaa hyuki, itu kan memang tugas kita, sekarang jalani saja tesmu dan bekerja dengan baik,”

“baik?!” hyuki tertawa sinis “apa kau lupa kata itu tidak ada dalam kamus iblis?!” kata hyuki sambil merobek gulungan kertas tes pekerjaannya.

“YAA apa yang kau lakukan??” pekik seohyun.

“aku tidak mau melakukannya lagi! Aku tidak ingin membuat orang menangis lagi, karena aku mencintainya,”

“mwo?”

“tidak, kata-kata itu_”

“gadis yang sudah kubuat menangis itu, aku mencintainya…”

ZZZRRRSSS…
kobaran api itu begitu besar membakar sayap hyuki. Laki-laki itu jatuh dari langit kegelapan bersama air matanya yang mengalir. Ia menutup mata dan melihat sosok gadisnya lalu semuanya gelap.

————-

 

Hyuki mengerjap pelan. Gelap. Untuk pertama kalinya, ia merasakan melihat gelap [inget kemampuan hyuki yang bisa melihat dalam gelap kan,]. Badannya terasa sakit. Ia bergerak tapi sedetik kemudian ia hilang keseimbangan.

“uwooooo….” bruuuk…
tubuhnya terhempas dengan keras. Dicobanya untuk bangun sambil menggosok-gosok kepalanya yang terbentur. Ia menatap sekelilingnya bingung. Sepertinya tempat itu tidak asing. Kemudian matanya terbelak. Ia tengah berada di depan rumah vea sekarang.

Tapi sudah berubah. Kini rumah yang terlihat suram itu terang oleh sinar lampu. Didepannya berbagai pot bunga terjajar rapi. Dinding putih kusam itu berubah menjadi biru cerah. Rumah itu terlihat lebih indah. Apa jangan-jangan rumah itu sudah ditempati orang lain?

Lalu, kenapa ia bisa sampai ke sini? Bukankah ia telah musnah? Hyuki terdiam sesaat. Ada debaran jantung… tidak mungkin dia… dia menjadi manusia??

“hyuki??”

Hyuki tercenung mendengar suara itu. Dengan cepat ia berbalik ke belakang. Gadisnya, vea, ada disana. Berdiri di bawah pohon sambil menatapnya tidak percaya. Hyuki merasa lega seketika. Dihampirinya gadis itu dengan cepat lalu dipeluknya.

“saranghae ve…saranghae… saranghae…” dipeluknya erat-erat tubuh itu “aku berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi,”

Hyuki melepaskan pelukkannya ketika tubuh itu hanya diam “waeyo?” tanyanya bingung.

“lo ngomong apa sih? Gue nggak ngerti,”

Hyuki tersentak. Ia tidak mengerti bahasa yang digunakan gadis itu. Ia baru sadar kalau yang diucapkannya tadi juga bukan bahasa indonesia. Apa karena ia iblis ras korea karena itu saat menjadi manusia, bahasa yang digunakannya adalah korea?! Juga kemampuannya dalam semua bahasa ikut menghilang?

“aku… kau benar-benar tidak mengerti apa yang aku katakan??” tanyanya lagi.

“gue nggak ngerti maksud lo,”

Hyuki menggaruk kepalanya frustasi “lalu aku harus bagaimana? Aiiiishh…” erangnya pelan. Lalu ia mencoba berbicara dengan bahasa inggris “ve, I am come back, can you understand what I said to you?”

“yes, why you used english?? And why you are come back?”

“i lost all my talent when I am be a human, I come back because I think… I think I love you…”

Vea terpaku mendengarnya. Ia tidak mengerti apa yang terjadi “you are a human now?” bisiknya.

“yes,”

“what happend??”

“long story but, I will tell you latter, when I can speak indonesia well. for now, I must study your language first, can you help me??”

Vea tersenyum. Ia terharu “sure,” bisiknya lalu hyuki memeluknya lagi. Ia tidak keberatan untuk belajar indonesia selama hidupnya asalkan ada gadis itu disisinya.

 

FIN

 

Endingnya gaje wkakakkakaka
dapat ide dadakan kalo hyuki nggak bisa bahasa indonesia hahahah
akhirnya kelar ne ff, tinggal satu lagi,, huuufft…