Tags

, , ,

YOUR EVIL VOICE

Author : Silvia

Cast :

– Yesung

– Mizuno Ai

– Yamashita Tomohisa

– Lee Hongki

Ini adalah ff seri evil dengan cast yesung bikinan tante silvia. Cerita murni milik tante silvi, aku hanya mengedit dan menambal sedikit supaya mudah di mengerti oleh kalian.
thanks banget tante buat ff-nya, *cium*
happy reading ^^

# Chapter Two

Dengan susah payah akhirnya Ai berhasil meletakkan atau lebih tepatnya menghempaskan tubuh pria itu di atas kasurnya. Dia memandang pria itu cukup lama.
“Tampan” gumamnya, tapi seketika Ai menggelengkan kepalanya. “apa yang kupikirkan? Aku baru saja patah hati tapi sudah bisa mengagumi pria lain, baka!” desahnya sambil memukul kepalanya.
Ai menoleh ke meja samping tempat tidurnya. Di atas meja tersebut terdapat sebuah foto. Ia langsung meraih foto itu, satu-satunya foto dia bersama Tomohisa. Ia mulai menangis lagi.
Ai berbaring di sofa ruang tamunya, ia menerawang ‘apa yang ku tangisi? Hisa-kun benar, dia pria normal’. Ai terkekeh (udah mulai gila kayaknya) ‘lalu dia bilang tidak ingin menyakitiku? Hah, lalu dia pikir sekarang aku tidak sakit?’ ekspresi Ai langsung berubah murung ‘aku memang tidak menarik, mana mungkin seorang Tomohisa tertarik padaku? Kau bodoh Ai’ dan akhirnya malam itu dihabiskan Ai hanya untuk menangis menyesali kobodohannya selama ini.

“Apa ini neraka? Kenapa tidak panas” (sejak kapan setan ngerasa kepanasan di neraka =_=) Yesung terbangun (akhirnya author ngetik nama Yesung *tebar bunga* #plakk, ga penting…)
Dia menoleh kiri kanan lalu tertunduk lemas “Aku belum lulus..” dia lalu mengambil pigura foto yang terbalik disamping tempat tidur, “Ini gadis yang tadi malam menangis, apa ini rumahnya? Apa yang harus kulakukan?” Yesung mulai mengetuk-ngetukan jarinya ke kepala “Sebaiknya aku tidak usah memberitahunya jati diriku hehehe” Yesung tertawa evil (plagiat Kyuhyun neh).
Yesung keluar kamar dan mendapati seorang gadis tertidur dengan mata sembab di sofa. Yesung duduk bersila di atas meja menghadap Ai. “Oi bangun!!”
Ai mengernyit, ia merasa mendengar suara di tidurnya tapi anehnya suara itu tidak selembut biasanya.
“Oi, jangan pura-pura begitu, aku tau kalau kau sudah bangun,”
Ai semakin mengerutkan dahinya. Melihat itu Yesung pun menggunakan kakinya untuk menggoyang-goyang tubuh Ai.
“ Ooooooiiiii!!!” Yesung pun berteriak
“Aaarrggghh kenapa berisik sekali??” Ai bangun sambil mengacak-ngacak rambutnya. Dia terlihat kesal dan menoleh ke arah Yesung. Ia langsung melotot sambil mengarahkan telunjuknya ke depan hidung Yesung.
“Siapa kau?!!” tanya Yesung tanpa ekspresi
“Aku orang yang hampir menabrakmu tadi malam. Bagaimana bisa kau terjatuh tepat di depan mobilku?” tanya Ai sambil mengucek-ngucek matanya.
Mata Yesung seketika terbelalak dan mulai meraba-raba tubuhnya ‘Tidak! Tubuh indahku apa ada masalah?’
Ai menatap Yesung heran “Sepertinya kau tidak apa-apa, pulanglah” usir Ai, ia langsung bangkit dan berjalan menuju dapur
“Aku Amnesia” jawab Yesung datar, Ai langsung menghentikan langkahnya dan berbalik.
“Kalau kau amnesia, mana mungkin kau ingat kalau aku yang menabrakmu?! Lagipula mana ada orang amnesia mengaku dia amnesia,” Ai melipat tangan di depan dadanya, dia mulai curiga. Yesung hanya mengangkat bahunya.
“Siapa namamu?” tanya Ai
“Yesung!”
“Aha! Kau ingat namamu, bearti kau membohongiku,” Ai menepuk tangannya riang gembira (?)
“Aku hanya ingat nama ku,” elak Yesung.
Ai menghela nafas, dia memejamkan mata dan mulai berfikir “Baiklah Yesung-kun, mana dompetmu? Aku yakin ada identitas mu di dalam sana atau mana ponselmu? Telponlah seseorang dan minta dia menjemputmu ke sini,”
“Aku tidak membawa apa-apa dan tidak usah memanggilku dengan embel-embel ‘kun’. Namaku hanya Yesung, Y-E-S-U-N-G!”
“Lalu apa yang ingin kau lakukan sekarang??” bentak Ai, kesabarannya sudah mulai habis. ‘Pria bodoh ini datang dari mana? Dia berbahasa Jepang tapi tidak tau percakapan yang baik dan benar’ batin Ai
“Aku ingin mandi,”
“bukan itu maksudku!!! Tapi ya sudah, pergilah ke pemandian umum,”
“aku tidak mau tubuhku di nikmati orang lain,”
Ai sweatdrop (_ _’) sambil memijit dahinya “terserah kau saja, aku sudah tidak ingin menambah masalah di hidupku lagi. Lakukan saja sesukamu” Ai kembali berjalan menuju dapur dan mencuci muka dari wastafel tempat cuci piring. (yaiiicks jorok)

“Buahahahaha…” Ai yang sedang meletakkan sarapan di meja makan spontan tertawa melihat Yesung yang menggunakan pakaiannya. Bayangkan saja, Yesung memakai baju kaos Ai yang sudah pasti akan ketat kalau dia yang memakai. Dan sebuah celana training Ai yang panjangnya hanya sebetis kaki Yesung.
‘bagaimana bisa setan setampan diriku dipermalukan seperti ini’ batin Yesung “ini bajumu yang paling besar yang bisa kudapatkan!!” katanya ketus
“hahaha, baiklah. Ayo duduk, kau pasti lapar. Bajumu akan kumasukkan ke mesin cuci” Ai tidak dapat menghentikan tawanya “Tapi… apa kau juga memakai pakaian dalam ku?”
“Ya!!!!” bentak Yesung yang langsung disambut Ai dengan tawa terbahak-bahak.

Pada saat sarapan Ai tidak dapat menahan senyumnya melihat Yesung yang masih kesal ditertawakan Ai. ‘bahkan aku bisa melupakan kesedihanku gara-gara pria ini’ katanya dalam hati. “Ehm… Yesung.. apa kau benar-benar lupa siapa dirimu? Lalu apa yang akan kau lakukan setelah ini?”
“Aku akan menonton tv,”
“Bukan itu maksudku!!” kata Ai emosi
“Aku akan tinggal di sini,”
“What!! Iiiee, kau tidak bisa di sini!!” Ai menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Kenapa?” tanya Yesung polos
“Pokoknya tidak bisa,”
“Kau harus bertanggung jawab Ai,”
“Chotto, kau tau nama ku?” tanya Ai yang sadar kalau dia belum memperkenalkan dirinya.
“Aku melihat bukumu di atas meja,”
“Oh..”
“Nama yang bagus,”
“Arigato,”
“Tapi tidak cocok untukmu,”
“Apa?!!” Ai benar-benar mulai jengkel dengan pria di hadapannya
“Semua orang memanggilmu dengan kata ‘Cinta’, tapi kau tidak merasakan rasa cinta itu,” Yesung berkata dengan santai tanpa memperhatikan Ai yang sudah berlinang air mata
“Hiks hiks…” Ai mulai mewek dan yesung memandang Ai dengan mata berbinar-binar.
“Kau menagis?” tanyanya gembira
“Kenapa kau kelihatan bahagia kalau aku menangis?” tanya Ai
“Berarti aku lulus..” Yesung memejamkan matanya dan merentangkan tangannya bersiap-siap untuk kembali ke neraka… siiiiinnnggg kriik kriiik…… tidak terjadi apa-apa.
Ai menatap Yesung datar sambil bergumam ‘pria ini tidak waras’. Senyum Yesung memudar, dia membuka matanya dan menatap Ai ‘tidak terjadi apa-apa’ batin Yesung
“Kenapa kau menangis?” tanyanya
“Aku meratapi nasibku”
“Apa???!!! Jadi kau menagis bukan karena aku?”
“Ya! Untuk apa aku menangis hanya karena kau? Ada apa denganmu? Apa kau ini gila? Sikapmu aneh sekali. Kalau kau tetap ingin tinggal di rumahku, Jangan dekat-dekat denganku!” Ai langsung beranjak dari meja makan.
Yesung juga bangkit dan merangkul bahu Ai sambil berbisik “Aku tidak akan jauh-jauh darimu,”
Seketika Ai mematung, ‘suara ini…’ Ai menoleh dan mendapati Yesung tersenyum penuh arti padanya.
“Siapa kau?”
“Aku? Aku penjagamu,” Ai memandang Yesung dengan tatapan bingung tapi seketika dia tersenyum bahagia dan langsung memeluk Yesung
“Ternyata selama ini kau yang selalu menjagaku. Apa kau malaikat? Karena aku melihatmu jatuh dari langit. Aku selalu mendengar suaramu dalam tidurku, tapi sekarang aku bisa melihatmu…. Kau malaikat yang tampan,”
Yesung menatap Ai heran ‘cih, aku malaikat?? Yang benar saja, bangsaku lebih keren daripada makhluk pucat itu!’ gerutu Yeseng dalam hati “Aku bukan mal_”
“Aku tau, aku tau. Kau tidak boleh memberitahukan identitas aslimu kan?” Ai langsung memotong kata-kata Yesung. “Aku akan menjaga rahasiamu, kau boleh tinggal di sini selama yang kau mau. Aku akan senang sekali kalau ada yang menemani dan menjagaku,”
“Sayang sekali, aku tidak akan membuatmu senang,” kata Yesung tersenyum lagi
“Kenapa?” Ai langsung kecewa
“Karena aku cuma butuh waktu 1 bulan untuk membuatmu menangis,”

TBC