Tags

,

cast :

– kim heechul

– song hyo jin [silvia]

gak jadi buat oneshot tapi jadi 3 part hahahah…
part 3 nanti aja yah,, kekekek
*evilsmirk*

————————

“Tugas pertamamu, bersihkan apartementku!!”
“Mwo? Kau kira aku pembantumu??” Hyo Jin melotot maksimal.
“Kau asistenku!” tandas heechul sambil melipat tangan di depan dada.
Hyo Jin menoleh ke arah Yoon Hye memelas, tapi ternyata ia temannya itu menatapnya jauh dengan wajah yang lebih memelas.
Hyo Jin berdecak kesal “Kau pulang saja, biar aku yang menyelesaikannya!!”
“Hyo Jin ah… Kau memang bisa di andalkan,” kata temannya itu dengan mata yang berbinar-binar “Aku akan mencari info di internet, kukabari kau jika ada sesuatu, anyeong!!”
“Kapan aku bersih-bersih?” tanya Hyo Jin malas setelah Yoon Hye menghilang.
“Tentu saja sekarang,”
Dan di sinilah Hyo Jin berada. Ia tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan masuk ke dalam apartement laki-laki itu.
“Ayo masuk,” ucapan Heechul membuyarkan lamunannya. Laki-laki itu membuka pintu lebih lebar agar ia bisa masuk.
Dengan cuek Heechul melepas jaketnya dan melempar benda itu ke atas sofa “Aku mau mandi dulu, kau kerjakan saja tugasmu,”
Hyo Jin tidak mendengar kata-kata itu. Ia terlalu takjub melihat apartement Heechul. Jika ada apartement mewah dengan barang-barang antik itu sudah biasa, tapi apartement ini sungguh luar biasa seperti kapal pecah dengan benda-benda yang tidak pantas di lihat bertebaran di mana-mana.
Kesimpulannya, apartement itu terlihat seperti baru saja terkena badai. Selimut putih itu tergeletak di lantai. Seprei itu terlihat acak-acakan dan kusut. Celana, kaos tersampir di mana-mana. Di sofa, meja, tempat tidur bahkan di lantai. Apa yang harus dilakukannya pada tempat ini??
Hyo Jin memungut semua baju-bajunya dan memasukkannya ke dalam keranjang pakaian kotor. Astaga apa itu?? Sebuah benda jatuh dari bawah kaos yang dipungutnya.
“GYAAAAAAAAAA………”
“YAA ada apa? Kenapa berteriak??” Heechul yang masih berbalut handuk dipinggangnya keluar dengan rambut basah.
“I…itu… kenapa underwearmu ada di situ??” tunjuknya pada benda itu.
“Ck, itu hanya selembar kain, apa yang kau takutkan??”
Hyo Jin mengerutkan keningnya lalu berbalik.
“HUWAAAAAAAAAAAAAA…….” jeritnya meningkat menjadi sembilan oktaf.
“YAA kau bisa membuatku tuli!!” teriak Heechul sambil menutup telinganya.
“PAKAI BAJUMU BODOH!!”
Heechul tergelak melihatnya “Astaga… Kau benar-benar masih polos!!”
“Cepat pergi!!”
“Baiklah, cepat selesaikan pekerjaanmu,” kata laki-laki itu sambil masuk ke dalam kamar mandi lagi.
Akhirnya Hyo Jin dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan susah payah. Bagaimana tidak? Ternyata ada banyak hal tidak terduga yang ditemuinya. Siapa yang menyangka ia akan menemukan sebuah bra wanita di bawah tumpukan selimut? Atau cairan berwarna putih yang menjijikkan di seprei. Hyo Jin benar-benar mual melihatnya.
Dan setelah di bersihkannya, ruangan itu terlihat lebih bersih. Sepreinya sudah ia ganti. Lantai sudah ia pel dan semuanya sudah terlihat rapi. Ia melirik jam tangannya dan baru menyadari sudah pukul tujuh malam.
“Kau sudah selesai?” tanya Heechul yang baru keluar dari kamar mandi. Laki-laki itu terlihat lebih segar setelah mandi.
“Ya, kalau begitu aku pulang sekarang,”
“Apa aku pernah bilang kau boleh pulang?”
“Apa maksudmu??”
“Aku lapar, masakkan sesuatu,”
“Kau kan bisa memesan sesuatu,”
“Aku mau kau memasak untukku, apa itu kurang jelas??”
Hyo Jin mendengus dan berjalan ke dapur dengan wajah kesal.

“Tidak banyak yang kutemukan di kulkasmu, jadi hanya ini yang bisa kumasak,”
“Gwenchanae,” saut Heechul sambil duduk di kursi.
Hyo jin menatapnya sedikit heran. Laki-laki itu terlihat sangat senang meskipun hanya ada Kimchi dan Jjajangmyeon. Ia memakan mie itu dengan lahap.
“Bagaimana rasanya?” tanya hyo jin. Ia merasa sedikit gugup karena heechul adalah laki-laki pertama yang memakan masakannya.
“Ini sangat enak, sudah lama sekali tidak ada yang memasakkan makanan untukku,” jawabnya sambil melahap jjajangmyeon “Kau wanita kedua yang pernah membuatkanku makanan,”
Hyo Jin mendengus pelan “Mengingat ada banyak sekali wanita yang kau kencani aku sangat heran mendengarnya. Wanita itu pasti beruntung bisa memasakkan sesuatu untukmu dan kau sangat beruntung karena aku tidak memasukkan racun ke dalam masakkanku mengingat aku sangat ingin membunuhmu!!” celoteh Hyo Jin panjang lebar sambil ikut memakan Jjajangmyeon.
“Kau salah…”
“Um?” Hyo Jin mengerjap dan sedikit heran melihat Heechul tengah menatapnya dengan ekspresi yang… sedih?!
“Aku yang beruntung bisa memakan masakannya. Jika saja bisa, aku ingin selamanya makan masakannya,”
“Sepertinya… wanita itu sangat berarti untukmu…”
“Benar… dia wanita tercantik dalam hidupku,”

Hyo Jin termenung di depan komputernya. Sudah beberapa hari sejak kejadian itu dan dia masih penasaran. Kim heechul yang dikenalnya adalah seorang playboy yang suka bermain dengan wanita. Tapi saat ia membicarakan wanita itu, terlihat jelas sekali bahwa wanita itu sangat berarti untuknya. Siapa dia? Apa dia kekasih heechul? Lalu kemana dia sekarang?? Mengapa mereka tidak bersama lagi?? Apa dia juga yang membuat Heechul jadi seperti sekarang ini??
“Hmm sedikit sekali info yang kita dapat…”
Hyo Jin mengerjapkan mata saat mendengar suara Yoon Hye. Ternyata gadis itu sudah ada di hadapannya.
“Hyo Jin ah, bagaimana denganmu? Apa Heechul ssi sudah memberimu info?”
Aku menggeleng pelan “Dia lebih senang menyiksaku lebih dulu,”
“Yaa, kulihat sepertinya dia tertarik kepadamu,”
“Mwo? Jika dia tertarik kepadaku itu artinya sebuah bencana!!”
“Wae? Bukankah dia tampan dan kaya?”
Hyo Jin sudah akan membuka mulutnya untuk menjawab saat ponselnya tiba-tiba saja berdering.
“Yeoboseo,”
“Pergi sekarang juga ke apartementku!!”
“YAA darimana kau dapat nomor ponselku??”
“Kutunggu kau sepuluh menit lagi!!”
“YAA!! YAA,”
Hyo Jin mendesis sambil menatap ponselnya penuh kebencian. Tanpa berkata apa-apa pada temannya, gadis itu langsung menyambar tasnya dan pergi begitu saja.
Dua puluh tiga menit kemudian ia tiba di apartement Heechul. Gadis itu tidak perlu repot-repot memencet bell karena heechul sudah memberitahu kode apartementnya. Begitu ia masuk ke dalam, suasana terasa sunyi. Kemana laki-laki itu?
Dan Hyo Jin menemukannya sedang tertidur di sofa dengan sebuah buku di atas dadanya. Ditatapnya laki-laki itu sejenak. Wajahnya terlihat begitu tenang. Perlahan, gadis itu menarik buku dalam dekapan Heechul. Tapi tiba-tiba saja tangan heechul mencengkeram erat tangannya lalu menariknya hingga gadis itu terjatuh di atasnya.
“YAAA…”
Heechul membuka matanya dan mengerjap kaget. Wajah mereka begitu dekat. Untuk sejenak, keduanya saling bertatapan. Jantung Hyo Jin berdetak begitu keras.
“Kau berat sekali??” kata Heechul tiba-tiba membuat Hyo Jin shock.
“Lepaskan aku brengsek!!” ketusnya sambil beranjak dari tubuh heechul “ada apa kau menyuruhku kemari??”
“Aku lapar, masakan sesuatu,”
Hyo Jin hanya mendengus mendengarnya. Bagus sekali, kini profesinya sudah berubah menjadi pembantu dan tukang masak.
Hari ini lemari es laki-laki itu penuh dengan sayur dan daging ikan. Sepertinya laki-laki itu sudah belanja. Hyo Jin membuat sup ikan dan tumis sayur. Setelah masak, ia pergi untuk memanggil laki-laki itu. Dia sedang serius menatap laptopnya. Dia tidak menyadari bahwa Hyo Jin tengah menatapnya.
“Yaa, makanan sudah siap,” kata Hyo Jin.
“Sebentar lagi,” jawab heechul tanpa menoleh.
Hyo Jin sedang menuangkan air di gelas saat Heechul datang dan duduk di kursi makan.
“Menyenangkan sekali jadi dirimu,” sindir Hyo Jin “Bermain dengan wanita, bersantai dan bermain game. Orang tuamu sangat memanjakanmu, tidak heran kau jadi seperti ini!!”
“Aku tidak suka bermain game, itu sangat membuang-buang waktu!”
Hyo Jin tertegun mendengarnya “Jika kau tidak bermain game, lalu apa yang kau lakukan??”
“Tentu saja bekerja!! Yaa, Nona Song Hyo Jin, apa kau pikir Appaku mau memberiku uang cuma-cuma?? Sampai matipun tidak akan!! Aku sudah terbiasa hidup dan bekerja sendiri tanpa bantuannya,”
Ada satu hal lagi yang di dapatkan oleh Hyo Jin. Sebenarnya laki-laki seperti apa Heechul ini??
“Hyo Jin ah, mulai sekarang kau masak untukku setiap pagi, siang dan malam,”
“Mwo?”
Tiba-tiba ponsel Heechul berbunyi. Membuat laki-laki itu mengurungkan niatnya untuk menjawab Hyo Jin. Diambilnya benda itu dari dalam sakunya.
“Yeoboseo??… Kau ingin keluar?? Hmm baiklah…Tunggu aku di sana baby, pakai gaun tersexymu ne?”
Hyo Jin cepat-cepat meneguk minumannya. Tiba-tiba saja ia merasa mual.
“Kau beruntung Song Hyo Jin, malam ini kau tidak usah masak untukku,”
“Kau akan pergi dengan wanita-wanita itu bukan?”
“Tentu saja, atau… kau juga ingin pergi denganku??” Heechul mengedipkan sebelah matanya.
“Bermimpilah Kim Heechul ssi,” jawab Hyo Jin datar.

Hyo Jin menghela nafas berat. Ada apa dengannya?? Mengapa ia merasa kesal saat laki-laki itu lebih senang pergi dengan wanita murahan itu? Dan mengapa dirinya sekarang berada di depan apartement laki-laki itu?? Astaga… apa otaknya sudah bergeser karena terlalu stres??
Sepi. Tidak ada laki-laki itu di apartement itu. Tentu saja karena dia sedang bersenang-senang di luar sana. Tapi… mengapa Heechul begitu mempercayainya? Mengapa semudah itu memberikan Hyo Jin nomor sandi apartementnya? Bagaimana jika Hyo Jin orang jahat??
Hyo Jin menghampiri rak buku heechul dan melihat-lihat. Apa malam ini laki-laki itu akan pulang? Apa gadis yang diajaknya kemari gadis yang berbeda lagi?? Diambilnya salah satu buku itu dan membawanya ke sofa.
Braak…
Hyo Jin mengerjap kaget. Sejak kapan ia tertidur?? Belum sempat ia berfikir lebih jauh, ia melihat Heechul yang berjalan sempoyongan. Laki-laki itu sedang mabuk. Cepat-cepat dihampirinya sebelum tubuh itu membentur tanah.
“Aiiish… kenapa sampai mabuk begini??” dipapahnya laki-laki itu ke tempat tidurnya.
Hyo Jin menatap laki-laki itu sejenak, kemudian melepaskan sepatunya dan menggeser tubuh Heechul agar posisinya nyaman.
“HYAAA…” ia menjerit saat Heechul menariknya hingga terjatuh diatas tubuh laki-laki itu dan dengan cepat laki-laki itu berguling ke samping hingga Hyo Jin ada di bawahnya.
“Heechul ssi, apa yang kau lakukan??” suara itu terdengar seperti bisikan. Hyo Jin merasa tenggorokannya kering. Mata itu menatapnya tajam. Dan jantungnya mulai berdetak liar.
Cup… jantung itu seperti berhenti saat Heechul tiba-tiba mengecup bibirnya. Lalu perlahan melumatnya. Membasahi bibirnya. Hyo Jin tidak dapat memberontak. Ia seperti terhipnotis. Perlahan matanya terpejam. Merasakan bibir lembut laki-laki itu yang mengulum bibirnya. Lalu, perlahan, ia membalas ciuman itu. Decakan-decakan itu mulai terdengar bersamaan dengan tangannya yang memeluk leher laki-laki itu.

Hyo Jin mengerjap pelan saat merasakan ponselnya bergetar. Gadis itu bangun sambil merogoh benda itu di saku celananya.
“Yeoboseo?? Ne, aku segera ke sana Yoon ah,” Hyo Jin menutup ponselnya sambil menguap lebar. Tapi kemudian ia tersentak. Dilihatnya laki-laki itu masih tertidur pulas di sebelahnya. Hyo Jin memeriksa dirinya sendiri dan menarik nafas lega saat melihat pakainnya masih lengkap. “Aiish… aku pasti benar-benar gila sekarang,” desisnya sambil cepat-cepat pergi dari tempat itu.
Satu jam kemudian ia tiba di kantornya. Ia lupa kalau hari ini ia ada meeting bersama atasannya. Tapi kejadian semalam, sukses membuatnya tidak fokus. Ia lebih banyak sering melamun dan beberapa kali mendapat teguran dari Miss Cha.
“Hyo Jin ah, ada apa denganmu?? Sepertinya kau sedikit tidak sehat,” tanya Yoon Hye setelah meeting itu.
Hyo Jin menggeleng lemah “Yoon ah…”
“Ne?”
“Tidak perlu meminta bantuannya,”
“Mwo?”
“Aku tidak mau lagi bertemu dengannya. Akan kucari cara untuk artikel kita,”
“Waeyo?”
Hyo Jin tidak menjawab. ia malah melamun dan Yoon Hye tidak memaksanya lagi. Ia tidak boleh menemui laki-laki itu lagi sebelum terlambat. Ia tidak boleh menyukai laki-laki itu. Atau ia sendiri yang akan terluka nantinya. Entahlah, tapi mengapa perasaannya ini membuatnya terasa sakit.

Sudah dua hari Hyo Jin mengabaikan telepon dari laki-laki itu. Ia juga tidak pergi ke apartement laki-laki itu lagi. Ia selalu menyibukkan diri di kantornya dan pulang hingga larut malam. Ia bingung dengan perasaannya sendiri. Ada sesuatu dalam diri laki-laki itu yang membuatnya penasaran. Dan ia takut, sesuatu itu bisa membuatnya jatuh cinta pada laki-laki itu.
“Oppa… Aku ikut ke apartementmu ne?”
Hyo Jin menghentikan langkahnya saat melihat sosok laki-laki itu. Laki-laki itu berdiri di depan sebuah taksi bersama seorang gadis yang dilihat dari pakaiannya, orang akan mengira bahwa ia seorang pelacur.
“Kau sudah mabuk, pulanglah,” kata Heechul sambil mengecup bibir gadis itu.
“Andwaeyo…” rengek gadis itu manja.
Sambil tersenyum Heechul mendorong gadis itu kembali masuk ke dalam taksi dan menutup pintunya.
Hyo Jin mendesis pelan. Bagaimana bisa ia –mungkin saja- menyukai laki-laki seperti itu?! Pasti otaknya sudah bergeser. Perlahan ia merapat pada pada pinggir jalan dan berusaha agar tidak terlihat. Ia membenamkan separuh wajahnya pada syal yang melilit di lehernya. Sepertinya aman. Tinggal beberapa langkah lagi ia sudah tiba di depan gedung apartementnya.
“YAA,” ia memekik saat tiba-tiba seseorang menariknya hingga berbalik ke belakang.
“Kita perlu bicara Agashi,”
“He-heechul ssi,” Hyo Jin menatap laki-laki itu gugup. Ia tidak mengira kalau Heechul akan melihatnya.
“Kenapa kau mengabaikanku? Tidak menjawab telphoneku dan tidak memasak untukku,”
Untuk sejenak Hyo Jin bingung harus menjawab apa. Tapi kemudian ia sadar. Itu bukan salahnya. Ia bukan pembantu heechul. Ditepisnya tangan laki-laki itu dengan kasar.
“YAA aku bukan pembantumu!!” bentaknya.
“Kau asistantku!!”
“Sekarang tidak lagi!!”
“Apa maksudmu?? Kenapa? Kau takut akan jatuh cinta kepadaku??”
Kata-kata itu sangat tepat sasaran. Tapi hyo jin dengan cepat dapat menguasai dirinya “Yaa Kim Heechul ssi, tidakkah kau merasa kau sangat percaya diri?!”
“Aku benar bukan? Kau mengabaikanku karena cemburu kepadaku??”
Hyo Jin mendengus “Banyak gadis-gadis disekitarmu yang akan senang hati melayanimu lalu kenapa kau memilihku?? Aku tidak seperti mereka, aku sangat terpaksa kau tau?!”
“Aku tau,” jawab Heechul sambil tersenyum “Karena itu aku memilihmu. Karena kau terpaksa melakukannya,”
Hyo Jin mendesis kesal. Tapi kemudian ia tersenyum manis sambil meraih kra baju jas Heechul “Heechul ssi, jika aku tidak terpaksa… Apa kau akan melepaskanku?? Jika kau melepaskanku aku akan dengan senang hati menemanimu,” bisik Hyo Jin dengan nada seduktif sambil merapatkan tubuhnya pada pria itu.
“Yaa ke-kenapa tiba-tiba… ada-apa denganmu?” tanya Heechul tergelagap.
Senyum Hyo Jin memudar “Aku akan mencari sendiri berita itu, mulai sekarang aku bukan asistenmu lagi, dan menjauhlah dariku. Aku muak melihatmu!!” kata Hyo Jin dingin lalu pergi begitu saja.
Hyo Jin tidak tau apakah ini keputusan yang benar atau tidak. Tapi saat ini, menjauh dari laki-laki itu adalah pilihan yang tepat. Masih banyak yang harus dilakukannya daripada memikirkan pria yang tidak jelas itu.
Tapi sepertinya takdir tidak berpihak kepadanya. Beberapa hari setelah malam itu hujan deras. Hyo Jin melangkah dengan sedikit terburu-buru agar cepat sampai di apartementnya. untung ia membawa payung, tapi ia tidak sempat memakai sepatu botnya tadi. langkahnya melambat saat melihat seseorang sedang berjongkok di pinggir jalan di dekat gedung apartementnya. Laki-laki itu memeluk kakinya sambil membenamkan wajahnya kelutut.
Dihampirinya laki-laki itu “Heechul ssi?” panggil Hyo Jin ragu.
Laki-laki itu mengangkat wajahnya pelan tapi sepertinya ia sudah setengah sadar.
“Omoo Heechul ssi, ada apa denganmu?” tanya Hyo Jin panik saat laki-laki itu tiba-tiba saja limbung.
Hyo Jin membuang payungnya dan langsung menarik tangan Heechul. Dilingkarkan ke lehernya lengan itu sambil memapah laki-laki itu kembali ke apartementnya.
Setelah membaringkan laki-laki itu di tempat tidur, ia meminta bantuan Ajhusi di apartement sebelah untuk mengganti pakaian laki-laki itu. Badan laki-laki itu sangat panas, hyo jin tidak dapat memanggil dokter karena sudah terlalu malam. Ia hanya bisa mengompres kening laki-laki itu.
“Eommah…”
Hyo Jin tertegun mendengar suara itu. Laki-laki itu sedang mengigau. Di ambilnya kompres di dahi Heechul. Tapi tiba-tiba saja tangan Heechul menahan tangannya. Hyo Jin menatapnya bingung. Laki-laki itu masih memejamkan matanya.
“Eomma… dingin…” lirihnya.
Hyo Jin melepaskan tangan Heechul dengan lembut. Ia beranjak dan memeriksa lemari Heechul untuk mencari selimut. Hanya satu yang di temukannya.
“Dingin…” igau Heechul dengan tubuh gemetar.
Hyo jin sudah memberikan dua buah selimut tebal, namun laki-laki itu masih saja gemetaran. Diperiksanya suhu tubuh di leher Heechul. Sangat panas. Tiba-tiba saja laki-laki itu menggenggam tangan hyo jin dan mendekapnya.
“Eomma dingin…”
Hyo Jin menatap ragu, tapi ia tidak tau ini boleh atau tidak. Akhirnya ia memutuskan untuk melakukannya. Perlahan ia naik ke tempat tidur, masuk ke dalam selimut itu dan memeluk tubuh Heechul erat-erat.
————————–