Tags

, , ,

YOUR EVIL VOICE

Author : Silvia

Cast :

– Yesung

– Mizuno Ai

– Yamashita Tomohisa

– Lee Hongki

Ini adalah ff seri evil dengan cast yesung bikinan tante silvia. Cerita murni milik tante silvi, aku hanya mengedit dan menambal sedikit supaya mudah di mengerti oleh kalian.
thanks banget tante buat ff-nya, *cium*
happy reading ^^


# Chapter Three

“Karena aku cuma butuh waktu 1 bulan untuk membuatmu menangis,” ucap Yesung sambil tersenyum.

Ai mengernyit heran dan mendorong tubuh Yesung yang sedari tadi merangkulnya. “Malaikat macam apa yang ingin manusia yang dijaganya menangis?” dengus Ai lalu pergi ke kamar untuk bersiap-siap.

“Kau mau ke mana?” tanya Yesung yang tadinya sedang menonton tv langsung melihat ke arah Ai yang sudah rapi dan bersiap-siap pergi.

“Aku akan ke kantor,”

“Aku ikut,” Yesung langsung beranjak dari duduknya

“Chotto matte, kau akan pergi dengan penampilan seperti ini?” Ai melihat Yesung dari atas sampai bawah

“Aku tidak perduli, kan sudah ku bilang kalau aku tidak akan jauh-jauh darimu,”

“Hufftt baiklah.. terserah kau, ”

 

Saat perjalanan Ai membelikan Yesung pakaian di sekitar area Shibuya dan masuk ke sebuah toko terkenal di daerah itu. Semua pelayan toko melihat Yesung dengan pandangan kagum. Mereka bahkan tidak memperhatikan apa yang dikenakan si setan itu.

‘Hahaha aku memang tampan, bahkan mengalahkan Siwon si setan budeg sok ganteng itu’ ucap yesung dalam hatinya (eh, setan punya hati? #abaikan). Yesung memilih pakaian serba hitam, Ai berbisik “Bukankah malaikat seharusnya berbaju putih?” Yesung mendengus dan berlalu pergi

 

 

Di kantor manajemen Tomohisa yaitu Johnny’s Entertainment, Inc, Ai menemui Direkturnya yang bernama Johnny Kitagawa dan menyuruh Yesung untuk tidak mengikutinya. Yesung yang merasa bosan menunggu Ai lalu mulai berjalan-jalan di gedung kantor tersebut dan berhenti di sebuah ruangan. Ruangan yang hampir kosong, tapi ada satu benda di tengahnya, Piano…

Yesung menatap Piano tersebut dan berjalan mendekatinya. Ia mengelus badan benda itu ‘Benda apa ini?’ (jiaaaahh gubrak…) Tapi Yesung perlahan memejamkan matanya. Ia mulai mempelajari benda tersebut, itulah kelebihan yang dia punya. Walaupun terlihat bodoh tapi sebenarnya Yesung bisa memahami dengan cepat apa yang ingin diketahuinya.

“Ah ternyata ini alat musik” gumamnya sambil mengangguk-angguk.

Dia mulai mencoba memainkan Piano tersebut dan bernyanyi “Sen No Kazze Ni Natte” (buat yang ga tau ini lagu apa, search aja di youtube, itu lagu yang di nyanyiin Yesung bareng Ryeowook dan Onew di SM Town Tokyo ^^). Lagu yang indah ditambah suara yang merdu membuat orang yang lewat di depan gedung tersebut berhenti dan mendengarkan Yesung bernyanyi. Begitu juga Ai yang kebetulan lewat bersama Direkturnya. Ai terkejut melihat Yesung dengan asyiknya memainkan tuts-tuts piano tersebut. Ia langsung menerobos kerumunan orang yang berdiri di depan pintu dan langsung menghentikan Yesung.

“Kenapa kau disini? Ruangan ini tidak boleh dimasuki sembarangan orang,” bisik Ai kepada Yesung.

Ai langsung menghadap Pak Direktur dan membungkuk meminta maaf karena membiarkan Yesung masuk ke ruangan pribadi Direktur tersebut.

“Kau mengenal pria ini?” tanya Pak Direktur.

“Emmm, dia…. dia sepupuku yang baru datang dari desa” Ai berbohong.

“Dia berbakat, aku menyukai suaranya. Lihatlah bahkan karyawan di sini ada yang meneteskan air matanya,” ucap sang Direktur.

Ai dan Yesung melihat orang-orang tersebut, Ai membungkuk meminta maaf tapi Yesung justru tersenyum dan menghampiri Direktur tersebut.

“Apa aku boleh bekerja denganmu? Aku berjanji akan membuat orang menangis lebih banyak termasuk gadis itu” sambil menunjuk Ai

“Hahaha Ai-chan, sepupumu sangat lucu,” Direktur tergelak dan merangkul Yesung

“Pak, namanya hanya Ai, tidak pakai chan” ucap Yesung, dan si Direktur tertawa terpingkal-pingkal.

“Baiklah, mari kita berbincang-bincang di ruanganku. Aku rasa kau mempunyai masa depan yang cerah. Siapa namamu?”

“Yesung,”

“Baiklah Yesung-kun, sejak kapan kau mulai bernyanyi?” Yesung ingin membantah lagi karena namanya ditambah (lagi) oleh pak Direktur tapi Ai langsung memotongnya.

“Ah, begini Direktur, sepupuku tidak berminat untuk masuk industri hiburan,” ucap Ai sambil menarik Yesung kebelakangnya, tapi Yesung langsung maju dan membantah perkataan Ai tersebut

“Aku mau…”

“Sudah…sudah.. Ai-chan, biar kita lihat seberapa hebat kemampuan sepupumu ini,”

 

 

-keesokan harinya-

Ting Tong…

Bel rumah Ai berbunyi dan terdengar ketukan di pintu. Ai yang masih tertidur di sofa tidak memperdulikan suara tersebut. Yesung yang berada di kamar (catet, Yesung ga mau tidur di sofa hehehe) keluar dan membukakan pintu untuk orang yang sudah mengganggu tidurnya. Tamu yang datang itu adalah seorang pria… Yamashita Tomohisa.

“Siapa kau?” tanya Tomohisa

“Harusnya aku yang bertanya, kau sudah menganggu ketenanganku!” ucap Yesung ketus.

Tomohisa langsung masuk tanpa memperdulikan Yesung yang menghalangi pintu. Ia mendapati Ai yang masih meringkuk tertidur di sofa. Tomohisa berjalan menghampiri gadis itu lalu mengusap pipi Ai. Ai mengernyit merasakan ada sentuhan dipipinya…

“Eunggh Yesung jangan ganggu aku” ucapnya.

“Ai-chan ini aku. Bangunlah, kita harus bekerja” Tomohisa berbisik dekat sekali dengan kuping Ai.

Yesung yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua hanya menatap datar. Ia mulai memejamkan matanya, ingin mengetahui siapa bagi Ai pria ini. Tapi dia tidak bisa, dia tidak bisa mempelajari manusia. Dia hanya bisa mempelajari benda. Ai terbangun dan masih dengan mata terpejam. Ai berdiri dan berjalan ke kamar mandi. Dia hampir saja menabrak meja tapi Tomohisa langsung mengarahkan Ai ke jalan yang benar (bahasa gw… =_=)…

 

 

Setelah selesai mandi dan berganti pakaian Ai mendapati Tomohisa dan Yesung saling menatap tajam. Kalau di ibaratin tuh ada aliran listrik di mata mereka hehehe.

“Siapa pria ini Ai-chan?” tanya Tomohisa dengan wajah tidak suka.

“Itu bukan urusanmu, ayo kita bekerja!” ucap Ai acuh

“Apa dia tinggal di sini?” tanya Tomohisa lagi

“Ya, aku tinggal di sini, dan bisakah kau bertanya langsung padaku? Jangan bertanya kepada Ai, kau terlihat seperti pengecut” Yesung menyunggingkan senyumnya, menghina .

“Apa maksudmu??” Tomohisa membentak Yesung dan berdiri menghampiri Yesung tapi Ai segera menghalanginya.

“Aku tidak mempermasalahkan wanita lain masuk ke Apartmentmu bukan?” tanya Ai kepada Tomohisa

“Jadi maksudmu, kau ingin membalas dendam?”

“Tidak, hanya saja aku tidak ingin mempunyai hubungan apa-apa denganmu selain hubungan kerja,”

“Ai-chan…..”

“kita pergi sekarang!” ucap Ai melangkah pergi

“aku ikut!” Yesung juga bangkit dari duduknya.

 

 

Sejak saat itu Yesung dan Ai tidak bisa dipisahkan. Selain Yesung yang tidak mau, Ai juga sengaja dekat-dekat dengan Yesung supaya Tomohisa tidak mendekatinya. Di lokasi syuting, Ai bekerja secara profesional, apa yang diinginkan Tomohisa dia penuhi. Yesung pun tak kalah sibuknya, dia mulai berlatih untuk menjadi artis pendatang baru dan Ai berinisiatif untuk menjadi manajernya juga.

Dan ini sudah hari ke 23, sepertinya Yesung lupa akan tugasnya sampai hari ini di dalam mobil, Yesung melihat Tomohisa dari kaca spion. Dia sedang melihat Ai menyetir (Yesung dan Tomohisa selalu berebut kursi depan, tapi Ai selalu memilih Yesung untuk duduk di sebelahnya). Yesung langsung berbalik kebelakang dan menatap Tomohisa datar. Tomohisa yang tadinya melihat Ai langsung menatap Yesung.

“Apa kau tidak bosan melihat gadis itu?” kata Yesung

Ai yang sedang menyetir pun menoleh ke arah Yesung dan melihat Tomohisa lewat kaca spion.

Tomohisa menatap Ai lagi “Aku ingin bicara denganmu nanti, hanya berdua,” ucapnya singkat dan menekankan kata “hanya berdua” sambil melihat Yesung, dan Ai hanya diam.

Yesung menghadap Ai “kenapa manusia ini tidak pernah menganggapku ada?” tanyanya.

Ai hanya tertawa “tapi biarlah, yang penting kau menganggapku ada,” tambah Yesung lagi sambil mencubit pipi Ai.

Tiba-tiba Yesung merasa nafasnya sesak, tubuhnya panas. Ai baru saja memarkirkan mobilnya di sebuah Kuil, lokasi syuting Tomohisa selanjutnya.

“Ikaga desuka, Yesung?” tanya Ai

“Aku tidak ingin di sini, aku tunggu kau diluar tempat ini” dan Yesung pun berlari secepatnya dari tempat itu. (setannya kepanasan kalo masuk kuil wkakakkaka –vea)

“Pria bodoh” gumam Tomohisa, Ai langsung menatap Tomohisa dengan pandangan tidak suka

“Sebenarnya apa yang ingin kau katakan?”

“Ikut aku…” Tomohisa menarik tangan Ai dan membawanya ke tempat yang sepi

“Jangan dekati pria bodoh itu, ada yang tidak beres dengannya,” ucap Tomohisa sambil memegang bahu Ai dengan kedua tangannya, sorot matanya seperti memohon kepada Ai

“Apa hakmu mengatur hidupku?” Ai menepis tangan Tomohisa dan mengalihkan pandangannya

“Ai-chan aku tau aku salah, tapi aku sangat memperdulikanmu. Kau hanya seorang diri di sini, tidak ada yang menjagamu, kau tau setiap saat aku khawatir padamu…”

“Satu-satunya hal yang membuatku sakit adalah kau!” Ai memandang dengan penuh kebencian, dia sudah muak melihat wajah Tomohisa. “kau tidak mempedulikan siapa aku di hatimu, aku tau kau hanya mengasihaniku, aku tidak pantas jadi kekasihmu, kau mempermainkanku, kau tau aku sangat mencintaimu tapi hmmmppfftt” mata Ai membesar ketika dia merasakan Tomohisa menciumnya, ciuman pertama mereka. ciuman yang lembut tapi menuntut. Air mata Ai mengalir dengan deras, dia tidak membalas atau menghentikan ciuman itu. Setelah Tomohisa selesai mencium Ai, Ai langsung menamparnya.

Plakk

“Jangan kau cium aku sementara kau bisa sepuasnya bermain dengan wanita lain” Ai langsung berlari meninggalkan Tomohisa.

 

TBC