Tags

, , ,

Tittle : Different Heart
Cast:
– Lee Eunhyuk
– Lee Hyuk Jae
– Min Seo Rin (Saya)
– Kim Yoon Hye (Sudah pasti saya juga)
– Hyo Yeon
– Cho kyuhyun + Lee Hyo Ra (jelas ini juga saya, wkwkwk maruk!)

NB : mungkin sudah ada yang pernah baca ini, ini hanya pengulangan setelah saya revisi. Saya jadikan satu part biar enak bacanya jadi nggak pendek-pendek kayak dulu,,
Happy reading ^^
————–

Part 1

Seorang gadis berlari-lari menyusuri deretan pertokoan. Kemudian ia sampai di sebuah taman dan tersenyum senang saat melihat seorang laki-laki tengah berdiri bersandar pada mobil putihnya.
Dihampirinya laki-laki itu sambil tersenyum lebar “Maaf aku terlambat!”
Laki-laki itu menatap gadis itu dari ujung rambut hingga ujung kaki kemudian ia mendengus keras “Aku tidak akan lama-lama di sini!” kata laki-kata itu datar.
“Kenapa? Apa kau sibuk? Kalau kau sibuk pergi saja, aku tidak apa-apa. Aku tidak ingin mengganggumu. . .”
“Tidak menggangguku? Kalau begitu apa kau bisa tidak menggangguku selamanya??”
“A-apa maksudmu??”
“Jangan muncul di hadapanku lagi! Itu sangat menggangguku!”
“Mwoya??”
Tiba-tiba ada seorang gadis cantik yg keluar dari mobil itu “Oppa~ Apa kau sudah selesai??”
“Sebentar lagi,”
“Baiklah, jangan lama-lama!” gadis itu kembali masuk ke dalam mobil.
“Kau lihat?! Bukankah semuanya sudah jelas? Aku tidak ingin berhubungan denganmu lagi Min Seo Rin ssi!”
“Kau__”
“Selamat tinggal!” potong laki-laki itu kemudian langsung masuk ke dalam mobil.
“YAA Lee Hyuk Jae!! Jelaskan padaku semua ini!! Kenapa tiba-tiba memutuskan hubungan?? YAA!! Buka pintunya!!” Seo Rin menggedor-gedor kaca jendela mobil Hyuk Jae, namun laki-laki itu tidak perduli dan melajukan mobilnya.
“Dasar laki-laki brengsek!! Tidak berperasaan!! Lihat saja, aku akan membalasmu!!!” teriak Seo Rin kuat-kuat.
***

Seorang laki-laki 26 tahun saat ini sedang berjalan pelan sambil menarik koper. Tiba-tiba saja ponselnya berbunyi. Diambilnya benda itu dari saku celana.
“Ne Eomma??” jawabnya begitu ponsel itu menyentuh telinganya, “Aku baru saja tiba, saat ini masih di bandara, . . . Ne, araseo!!” ditutupnya telepon itu lalu memasukkan ponsel itu ke saku celananya lagi. Ia menyetop sebuah taksi dan masuk ke dalamnya.
Taksi itu berhenti di sebuah rumah yg tidak terlalu mewah tapi cukup besar. Setelah turun dari taksi, ia memencet bell dan tidak lama kemudian pintu pagar terbuka. seorang wanita muncul dari baliknya.
“Lee Eun Hyuk?? Kau kah itu??”
“Apa kabar Rae Ajhuma?”
“Omoo. . . Ayo masuklah! Haraboji dan Eommamu sudah menunggu dari tadi!”
Eunhyuk tersenyum sambil masuk mengikuti wanita itu.
.
.
Eunhyuk memberi hormat kepada kakeknya kemudian duduk di hadapan kakeknya.
“Sudah 4 tahun sejak kau meninggalkan Korea. Sekarang kau sudah kembali, apa rencanamu selanjutnya?!” tanya Lee Haraboji.
“Aku sudah di terima bekerja sebagai asistant sutradara dan dapat bekerja mulai minggu depan, jadi aku akan mencari apartement lebih dulu dalam waktu dekat ini,”
“Eunhyuk ah, kenapa tidak tinggal di sini saja?!” tanya Eomma Eunhyuk yg duduk di sebelah Lee Haraboji.
“Aniyo eomma, aku sudah dua puluh enam tahun. Sudah seharusnya aku hidup sendiri,”
“Tapi_”
“Dia benar!” potong Lee Haraboji “Hiduplah dengan baik, dan jangan mudah goyah!” katanya pada Eunhyuk.
“Aku mengerti!”
“Lebih baik kau istirahat sekarang, ayo eomma antar ke kamarmu!”
Eunhyuk menundukkan kepalanya sedikit pada Lee Haraboji kemudian mengikuti Eommanya.
“Tidurlah, kau pasti lelah!” kata eomma eunhyuk saat sampai di kamar laki-laki itu.
“Mm. . .gomawo eomma!”
Eunhyuk menutup pintu setelah ibunya pergi. Kamarnya masih sama seperti yang dulu. Ia berjalan pelan menghampiri meja kecil di samping tempat tidur. Diraihnya sebuah foto yang ada di situ. Foto dua orang anak laki-laki yg masih berumur 6 tahun dan wajah mereka terlihat sama.
“Apa kabar hyung??”
***

Seorang gadis berambut pendek terlihat sedang membuka pintu pagar dan masuk ke dalamnya sambil menenteng sekantong plastik belanjaan.
“YAA Min Seo Rin!! Apa yg kau lakukan di situ??” teriaknya saat mendapati temannya itu tergeletak di depan pintu rumahnya.
Gadis itu menggoyang-goyang tubuh Seo Rin dengan kakinya “Aiish. . . Pasti semalam kau minum hingga mabuk!!” gerutu gadis itu sambil berjongkok. Didekatkan bibirnya ke telinga Seo Rin “MIN SEO RIN BANGUUUN!!!”
“GYAAAAA. . .” jerit Seo Rin langsung duduk “Aduh kepalaku. . .” keluhnya sambil memegangi kepalanya dengan kedua tangan.
“Apa yg terjadi sampai kau mabuk berat ha??” tanya gadis itu.
Seo Rin terdiam sejenak kemudian menoleh “Yaa Lee Hyo Ra! Berhenti membangunkanku dengan cara sadis!!”
“Siapa suruh kau tidur di luar!!” omel Hyo Ra.
“Eh?? Kenapa aku ada di luar?” tanya Seo Rin bingung.
“Yang seharusnya tanya itu aku!” bentak Hyo Ra “Kenapa kau mabuk hingga tidur di luar seperti ini??”
“Aku_ kruuuk. . .kruuk. . .” kata-kata Seo Rin terhenti oleh suara perutnya.
“Aiish. . . Memalukan sekali! Cepat mandi, aku mau memasak sesuatu!!” kata Hyo Ra sambil menggeser pintu kemudian langsung menuju dapur.
.
.
Seo Rin makan dengan lahap. Ia sampai menambah dua mangkok nasi. Setelah makan ia minum kemudian bersendawa keras sekali “Haah. . . Kenyaaang. . .” ucapnya sambil mengelus-elus perutnya.
“Kau ini jorok sekali,” omel Hyo Ra.
“Aah… Masakanmu memang enak Hyo ya…”
Hyo Ra meletakkan sumpitnya dengan keras “Sekarang, katakan kepadaku apa yg terjadi!” tatapnya tajam.
Seo Rin langsung terdiam “Lee Hyuk Jae. . . Dia. . .” akhirnya Seo Rin menceritakan semuanya dengan penuh emosi. “Jadi seperti itu. . . Dia benar-benar brengsek!”
“Aku tidak heran mendengarnya!” saut Hyo Ra santai.
“Mwo?? Apa maksudmu?”
“Lihat dirimu!! Mana ada gadis sepertimu?? Gadis macam apa yg makan seperti Babi, tidur seperti Kerbau dan berpenampilan seperti Itik buruk rupa?!”
Seo Rin melihat dirinya sendiri dengan wajah muram “Aku memang tidak cantik, dan aku juga tidak seanggun gadis itu. Tapi memutuskan secara sepihak itu sangat tidak adil! Padahal aku sangat mempercayainya. . .”
“Aku sudah pernah bilang kalau dia brengsek, tapi kau tidak perduli! Paboya!”
Seo Rin menatap piring-piring di depannya itu dengan sedih. Ia mengambil sumpitnya dan mulai makan lagi.
“YAA! Apa yang kau lakukan ha? Kau sudah menghabiskan 3 mangkok nasi! Kau ini benar-benar siluman Babi!”
“Diamlah! Aku ini sedang menenangkan diri!”
Hyo Ra mendengus keras “Kau memang benar-benar mengerikan!”
“Sudah kuputuskan, aku akan mengikutinya!”
“Mwo?”
“Aku akan mencari tau siapa gadis itu dan kenapa dia memutusku!”
“Mwoya?! Aku saja sudah dapat melihat alasannya tepat di depan mata!”
“Apa maksudmu?” tanya Seo Rin dengan mulut penuh.
“Berkacalah!”
***

“Lee Hyuk Jae! Sampai kapan kau ingin bermain-main terus?! Kau bukan anak kecil lagi, sudah saatnya kau menggantikanku!” seorang pria separuh baya membanting mapnya dengan kesal sambil menatap seorang laki-laki hanya duduk diam di sofa.
Laki-laki itu kemudian beranjak dari duduknya “Aku bersedia berkerja asal kau meninggalkan wanita itu! Dia hanya akan menghabiskan uangmu!” jawab Hyuk Jae dingin dan langsung berjalan keluar.
“YAA!! Lee Hyuk Jae, berani sekali kau berbicara seperti itu kepadaku!! Aku belum selesai!!” teriak pria itu penuh amarah.
hyuk jae tidak memperdulikannya dan terus pergi meninggalkan ruangan itu.
“Mengganggu saja!” gerutunya pelan sambil menuruni tangga.
Braaak. . .
“YAA!! Kau berjalan menggunakan mata tidak?!” bentak seorang gadis.
Hyuk Jae menatap gadis itu dari atas hingga bawah. Seragam yang dipakainya basah oleh air tumpahan dari ember yg dibawanya.
“Kau tukang bersih-bersih di sini?!” tanya Hyuk Jae.
“Memangnya kenapa kalau aku tukang bersih-bersih?? Cepat minta maaf!” bentak gadis itu.
“Kau tidak tau siapa aku?”
“Kau adalah laki-laki yang berbuat salah! Jadi cepat minta maaf!”
Hyuk Jae menatap gadis itu sinis kemudian mengeluarkan dompetnya dan melemparkan beberapa lembar uang “Belilah seragam baru!” ucapnya dingin sambil melangkah pergi.
Gadis itu menatap penuh amarah. Dipungutnya uang-uang itu kemudian menyusul Hyuk Jae.
Byuuuur. . .
Disiramkannya sisa air pel-pelan di ember itu ke kepala Hyuk Jae membuat laki-laki itu terkejut setengah mati.
“YAA!! Apa yg kau lakukan??” teriaknya marah.
Gadis itu tidak menjawab dan malah melemparkan uang-uang tadi “Ini untuk loundry jasmu!” katanya dingin kemudian berlalu pergi meninggalkan Hyuk Jae yang shock.
***

Seo Rin, sedang ada di dalam taksi sambil mengamati seorang namja yg baru keluar dari sebuah rumah besar. Namja itu masuk ke dalam mobilnya dan langsung melesat pergi.
“Ajhusi, ikuti mobil itu, cepat!” katanya pada sopir taksi.
Ternyata namja itu pergi ke sebuah restaurant dan masuk ke dalamnya. Seo Rin membayar taksi dengan terburu-buru kemudian langsung ikut masuk ke dalam restorant. Ia melihat Hyuk Jae menemui seorang gadis, tapi bukan gadis yang waktu itu.
“Dasar laki-laki hidung belang, playboy brengsek!” makinya di balik pot bunga.
Namja itu berdiri dan akan pergi ke toilet. Seo Rin cepat-cepat mengikutinya. Tapi saat ia berbelok namja itu sudah menghilang.
“Kemana dia??” gumam Seo Rin bingung sambil memandang berkeliling.
Tiba-tiba seseorang membekap mulutnya dari belakang dan menariknya ke sudut di dekat toilet.
“Kenapa kau mengikutiku? Kau bilang tidak ingin menggangguku, ini sangat menggangguku!”
“Hyuk Jae ya, kenapa kau bersikap seperti ini padaku?! Apa salahku?” tanya Seo Rin sedih.
“Tidak ada! Hanya saja aku tidak tertarik dengan gadis sepertimu!”
“Mwo? Apa kau bilang??” tanya Seo Rin mulai emosi.
“Dengarkan aku Min Seo Rin! Ada beberapa hal yg harus kau tau!
Pertama, aku tidak suka kepadamu apalagi cinta! Kedua, aku berpacaran denganmu hanya karena aku taruhan dengan temanku. jika aku bisa bertahan denganmu selama 2 bulan, maka aku menang. sayangnya aku tidak tahan denganmu! Dan ketiga, seharusnya kau sadar. dengan penampilanmu yang seperti ini, tidak akan ada laki-laki yg tertarik kepadamu! Sekarang kau mengerti? Jangan pernah mengikutiku lagi atau kau akan menyesal!”
Kemudian Hyuk Jae berlalu begitu saja meninggalkan Seo Rin yang masih shock.
.
.
“Ayo kita pergi!” kata Hyuk Jae sambil menarik tangan gadis itu.
“Ta-tapi kenapa?” tanya gadis itu bingung.
Hyuk Jae tidak menjawab karena matanya tengah menatap seorang wanita yang baru saja masuk bersama seorang pria. Bibirnya tersenyum tipis sambil mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
“Yeoboseo Appa?! Bisakah kau datang ke Chiness Restorant sekarang?!”
***

“Sudah lama sekali kita tidak bertemu!” kata Eunhyuk sambil meminum birnya.
“Ya. . . Aku senang kau masih mengingatku,”
“Tentu saja aku ingat!” jawab Eunhyuk “Kyuhyun ah, sudah berapa lama kau menjadi bartender di sini??”
“Hampir 2 tahun! Tapi tidak lama lagi aku akan berhenti,”
“Kenapa berhenti?”
“Laguku diterima oleh SM entertaiment. Kemungkinan aku akan traine, lagipula dari dulu pacarku juga sudah memintaku untuk berhenti,”
“Kau punya kekasih? Siapa dia?”
“Lee Hyo Ra, dia berkerja di perpustakaan umum di seberang jalan ini,”
“Oh, aku harus melihatnya kalau begitu,”
Kyuhyun tertawa kecil “Apa kau tinggal bersama Eommamu sekarang?”
“Aku sudah pindah ke apartement dua hari yg lalu. Lusa aku sudah harus bekerja,”
“Lalu. . Apa kau sudah bertemu hyungmu?”
Eunhyuk terdiam sejenak “Belum. . .” jawabnya kemudian.
“Dia pernah datang beberapa kali kemari. Dan percayalah, setiap gadis yang dibawanya kemari itu berbeda,”
Eunhyuk mendengus pelan “Kurasa aku sudah punya gambaran tentangnya!” kata laki-laki itu sambil menghabiskan sisa bir di gelas kecil itu “Baiklah, aku harus pulang sekarang. Besok aku mampir lagi,”
“Ya, semoga berhasil!”
.
.
Eunhyuk menyetir mobil sambil melamun, tiba-tiba seseorang jatuh tepat di depannya membuatnya terkejut. Diinjaknya rem secepat mungkin tapi masih sempat menyenggol gadis itu hingga terjatuh.
Eunhyuk mematikan mesin mobilnya lalu cepat-cepat keluar untuk melihat gadis itu. Gadis itu mencoba untuk duduk. Sebelah tangannya memegangi kepalanya.
“Agashi, apa kau baik-baik saja?” tanya Eunhyuk sambil membantunya berdiri. Tapi tiba-tiba saja ia muntah di tubuh Eunhyuk.
“YAA!! Apa yg kau lakukan?? YAA!!” teriak Eunhyuk sambil mendorong gadis itu menjauh. “Aiish. . . Ini sangat menjijikkan!” desis Eunhyuk sementara gadis itu bersandar di kap mobil Eunhyuk sambil bergumam tidak jelas.
“Anak muda, apa kau baik-baik saja?” tanya seorang pria tua tiba-tiba. Dilihat dari seragam yang dipakainya, sepertinya ia seorang polisi daerah.
“Tidak apa-apa, saya baik-baik saja!” jawab Eunhyuk sedikit terkejut.
Pria itu mengamati gadis yang sedang mabuk itu “Sepertinya kekasihmu mabuk berat, cepat bawalah pulang. Malam-malam begini sungguh berbahaya,”
“Tapi saya tidak mengenalnya!” jelas Eunhyuk.
Tiba-tiba saja gadis itu melantur “Yeobo. . . Kemarilah. . . Jangan pergi. . . Yeobo. . .”
Pria itu langsung memandang curiga pada Eunhyuk.
“Sa-saya benar-benar tidak mengenalnya,” kata Eunhyuk gugup.
“Tidak perlu malu begitu! Kalian pasti baru saja bertengkar. Bawalah dia pulang dan bicarakan baik-baik. Wanita itu memang sangat sensitif, kita sebagai pria harus berhati-hati saat berkata,” kata pria itu panjang lebar.
Eunhyuk mendesah pelan. Karena tidak ingin memancing keributan terpaksa diraihnya gadis itu “Terima kasih atas nasehatmu Ajushi,” katanya mengalah.
“Cepat bawa dia pulang!”
“Ne, sampai jumpa,” Eunhyuk memberi hormat sejenak kemudian memasukkan gadis itu dengan sedikit kasar ke dalam mobilnya. Lalu ia kembali ke kursi kemudi dan segera pergi dari tempat itu.
.
.
Eunhyuk menjatuhkan tubuh gadis itu di sofa apartementnya dengan muka masam. Ditatapnya gadis yg berpenampilan aneh itu dengan wajah keruh.
“Yeobo. . .” ia masih bergumam tidak jelas, tapi Eunhyuk tidak perduli. Cepat-cepat laki-laki itu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
***

Seo Rin menggeliat pelan dalam tidurnya kemudian. . .
Bruuuk. . .
Ia terjatuh. Kepalanya terasa berdenyut-denyut nyeri dan bibirnya mengerang pelan. Ia mencoba bangun sambil mengusap-usap pantatnya yang sakit.
“Aiish. . . Apa yg terjadi. . ?” gerutunya pelan sambil mengerjap-ngerjapkan mata.
Tiba-tiba saja ia tertegun melihat ruangan yang asing untuknya.
“Di mana aku??” gumamnya sambil memandang sekeliling “Apa yg terjadi??”
Tiba-tiba pandangan matanya tertuju pada seseorang yang tengah tidur di atas ranjang dengan tubuh tertutup selimut.
Seo Rin beranjak dari duduknya kemudian berjingkat-jingkat menghampirinya. Seketika ia tersentak begitu melihat siapa yg ada di situ.
Otaknya langsung teringat dengan pertemuannya di restoran kemarin serta kata-kata kejam dari mantan kekasihnya itu. Setelah itu, ia minum-minum hingga akhirnya mabuk dan sekarang, ia ada di sini. satu ruangan bersama laki-laki itu?! Apa yg telah dilakukannya semalam??
Seo Rin mulai panik, ia mondar-mandir tidak jelas kemudian berlari ke arah pintu dan mencoba membukanya. Ia benar-benar panik.
“Apa yg kau lakukan??”
Seo Rin terkesiap dan langsung berbalik merapat ke pintu. Di depannya, namja itu sudah berdiri sambil melipat tangan di depan dada dan menatapnya tajam.
“Ka-kau, apa yang. . .kau lakukan padaku semalam??” tanya Seo Rin terbata.
Laki-laki itu mendengus “Aku tidak tertarik untuk melakukan apa-apa denganmu!” sautnya dingin sambil berjalan menghampiri lemari es lalu mengambil sebotol minuman.
Seo rin menatapnya tidak percaya “Kau. . . bukan Lee Hyuk Jae. . .”
Sontak laki-laki itu langsung menyemburkan minumannya dan tersedak.
Melihat itu, Seo Rin berlari menghampirinya “Kau tidak apa-apa?” ditepuk-tepuknya punggung laki-laki yang terbatuk itu.
“Ka-kau bilang apa??” tanya laki-laki itu sambil memegangi dadanya yang sakit akibat tersedak tadi.
“Aku tidak percaya. . . Wajahmu sungguh mirip. Bentuk tubuhmu juga, tapi kalian bukan orang yang sama. . .” gumam Seo Rin sambil menatap laki-laki itu.
“Apa maksudmu?”
“Kau. . . bukan lee hyuk jae!!” tegas seo rin.
“Kau mengenal Lee Hyuk Jae??”
“Ya. . .” jawab seo rin dengan wajah murung.
“Bagaimana kau tau aku bukan dia?!”
“Kalian. . .berbeda. . .”
Laki-laki itu tertegun beberapa saat “Katakan kepadaku, apa hubunganmu dengan Lee Hyuk Jae?!”
“Kenapa aku harus memberitahumu??”
“Kau sudah menyusahkanku tapi tidak mau menjawab pertanyaanku?!” sebelah alis Eunhyuk terangkat.
“Katakan dulu siapa dirimu?! Kenapa bicaramu begitu kasar?!”
Laki-laki itu mendesah pelan “Aku Lee Eunhyuk! Saudara kembarnya!”
“Kembar??” Seo Rin membelakkan matanya terkejut “Ini benar-benar sulit dipercaya. . .”
“Sekarang katakan kepadaku, apa hubunganmu dengannya?? Apa kau pembantunya?”
Seo Rin membulatkan matanya tidak percaya “Pembantu?? Yaa!! Kau pikir aku ini apa?? Meskipun aku sudah dicampakkannya, aku tidak serendah itu!!”
“Dicampakkan?? Jadi kau ini mantan kekasihnya??”
Seo Rin terdiam mendengar itu.
Eunhyuk mendengus pelan “Aku tidak heran mendengarnya! Kau seperti Itik buruk rupa begini siapa yg mau?!”
“Apa? Apa katamu?? Aku tidak percaya mulutmu sama tajamnya dengannya!!”
“Aku tidak perduli! Sekarang kau pergilah!”
“Mwo?”
“Bukankah tadi kau ingin pergi?! Cepat pergi!”
“Kembalikan dulu tasku!”
“Tas apa?! Kau tidak membawa apapun saat bertemu denganku! Jangan mencoba menipuku! Cepat pergi atau kuseret kau keluar!”
“Aku tidak punya uang sepeser pun! Tasku juga hilang! Bagaimana aku bisa pulang?!”
“Kau pikir aku perduli?! Cepat pergi!!”
“Aku benar-benar tidak tau jalan!”
Eunhyuk mendecak kesal kemudian menarik paksa Seo Rin keluar.
“Yaa!! Lepaskan aku!”
“Kau_ bukan urusanku!!”
BLAAM
Dibantingnya pintu kuat-kuat.

Tbc…