Tags

, , ,

YOUR EVIL VOICE

Author : Silvia

Cast :

–        Yesung

–        Mizuno Ai

–        Yamashita Tomohisa

–        Lee Hongki

Ini adalah ff seri evil dengan cast yesung bikinan tante silvia. Cerita murni milik tante silvi, aku hanya mengedit dan menambal sedikit supaya mudah di mengerti oleh kalian.
thanks banget tante buat ff-nya, *cium*
happy reading ^^


# Chapter Four

Yesung duduk di sebuah kursi di pinggir kolam di luar area Kuil, dia mengatur nafasnya. Nafasnya terengah-engah seolah dia baru saja berlari jauh (padahal cuma beberapa meter =_=). Ia menoleh kebelakang dan melihat atap bangunan kuil tersebut
“Sial, aku lupa siapa aku sebenarnya. Aaarrghh sial aku sudah terlalu lama bergaul dengan manusia,” Yesung mengutuk dirinya sendiri (bukannya setan udah terkutuk O,o?). “sudah berapa lama aku disini?” Yesung mulai komat-kamit sambil menghitung jari-jarinya (kayak orang dzikir gitu =_=”)
“APA??!!! Waktu ku tinggal 1 minggu, aishh kenapa aku bisa lupa akan tugasku? Ya!! Kim TaeYeon apa yang kau lakukan disana?, kenapa tidak memperingatkan aku!!!” Yesung menunduk sambil membentak-bentak tanah (Author : Yesung pinter, neraka itu ada dibawah, bukan di atas. Readers : Tapi kenapa diawal cerita Yesung jatoh, harusnya kan timbul dari tanah?? Author : aiish, molla, bikin ribet author aja mikirnya XP).
Yesung terduduk, dia mengacak-ngacak rambutnya. “bagaimana kalau aku gagal? Aku pasti akan di bully oleh mereka karena aku gagal menjadi iblis seutuhnya (TeukChulHanKangShinMinHyukWonHaeWookBumKyu mkasudnya #Author rempong)….. tidak boleh!!! Aku harus membuat Ai menangis dengan segera,”
Yesung berniat menghampiri Ai tapi dia ingat kalau Ai masih di dalam kuil. Akhirnya Yesung mengintip-ngintip dari balik pintu pagar kuil berharap ia bisa memanggil Ai keluar.
Seketika dia melihat Ai berlari keluar kuil, dia melambaikan tangannya tapi Ai melewati Yesung begitu saja.. wusss (hehehe ga keren neh efeknya). Ai berhenti di bawah pohon dan memeluk pohon tersebut lalu menangis sejadi-jadinya.
‘Apa yang dia lakukan?’ Yesung sweatdrop. (_ _’).
Ia menghampiri Ai dan mecolek-colek punggungnya “Sudah berapa lama kau tidak bertemu pohon ini?” tanya Yesung.
Ai menghadap Yesung sambil sesenggukan “Apa maksudmu?”
“Kau berpelukan dengan pohon, seolah-olah sudah lama tidak bertemu dengannya,” ucap Yesung sambil menunjuk pohon dengan dagunya.
Ai sedikit tertawa dan justru memeluk Yesung “Aku hanya ingin memeluk seseorang, tapi tidak menemukan siapapun. Kumohon Yesung, peluk aku, berikan aku kekuatan,” Ai semakin mempererat pelukannya.
‘degg…’ Yesung termenung, baru kali ini dia dipeluk oleh seseorang, dia merasakan ada yang aneh. Seolah pusat bumi berputar di dirinya sekarang, seolah-olah waktu berhenti. Perlahan tangan Yesung bergerak ke atas, ikut memeluk Ai. Tapi baru saja ia meletakkan tangannya di punggung Ai, ia merasakan tubuhnya panas dan kesakitan. Seketika itu juga Yesung melepaskan pelukan Ai darinya. Ia mulai menguasai hatinya dengan akalnya.
“Ehm.. Ceritakan padaku, apa yang membuatmu menangis,” ucap Yesung yang mulai membenahi perasaannya. Ia mengajak Ai untuk duduk dikursi dekat kolam tadi.
Ai mulai menceritakan semuanya, di mulai dari awal dia berpacaran dengan Tomohisa. Sesekali dia mengusap air matanya. Yesung yang sedari tadi menatap Ai mengangguk-angguk paham “
Jadi ini hal yang bisa membuat gadis ini menangis…Aku mengerti sekarang…Aku harus membuatnya jatuh cinta padaku lalu aku akan menghianatinya hahaha’ ucap Yesung dalam hati, ia justru mengeluarkan evil smirknya di hadapan Ai. Ai yang kesal melihat reaksi Yesung dengan ceritanya, memukul kepala Yesung dengan tasnya.
“Aww, kenapa kau memukulku?”
“Seharusnya kau membelaku dengan cara menghajar Tomohisa habis-habisan, bukan malah menertawaiku!”
“Kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah” ucap Yesung sok bijaksana (padahal ga bisa martial art kayak Sungmin atau Hangeng +_+)
“Lalu apa yang harus ku lakukan?” kata Ai yang sudah putus asa
“Kau mencintainya?” tanya Yesung
“Entahlah, mungkin dulu aku mencintainya, tapi setelah kejadian itu aku muak melihatnya”
“Kenapa tidak kau coba menuruti kemauannya?”
Ai menoleh dan memiringkan kepalanya tanda ia tidak mengerti maksud Yesung “apa maksudmu?”
“Tidur dengannya hehehe…” Yesung mulai berwajah yadong (bisikan setan woiii)
“Ya! Mana ada malaikat menyuruhku berbuat zina??!” bentak Ai dan memukul kepala Yesung (lagi) dengan tasnya
Yesung yang tadinya tertawa seketika diam karena Ai lagi-lagi menyebut dia adalah seorang malaikat. “Kenapa kau mengira aku malaikat?”
“Karena kau selalu menemaniku di saat aku tidur,”
“Bodoh!, mana pernah aku tidur denganmu” Yesung menoyor kepala Ai
“Kau yang bodoh!” balas Ai yang lagi-lagi memukul kepala Yesung “Maksudku, aku selalu mendengar suaramu di tidurku, membangunkan aku setiap pagi,”
“Aku bukan jam beker” dengus Yesung. ‘Tapi bagaimana bisa dia mendengar suaraku di tidurnya?’ gumam Yesung dalam hati
“Kalau kau bukan malaikat, lalu siapa kau?”
“Mungkin aku pasangan hidupmu” ucap Yesung asal, tapi kata-kata itu justru membuat jantung Ai berdegup kencang. Matanya tak lepas dari Yesung yang sedang melihat kedepan, tangannya ingin menyentuh wajah Yesung
“Ai-chan……” seketika Yesung menghadap ke arah samping Ai, ia melihat ada orang yang memanggil gadis itu. Ai yang merasa kepergok oleh Yesung karena menatapnya cepat-cepat menurunkan tangannya.
“Pria itu memanggilmu,” Yesung menatap Ai dan kembali menatap tajam pria itu.
Ai menoleh kesamping dan melihat Tomohisa berdiri beberapa meter di sampingnya. Ai kembali ke posisi semula, duduk menghadap kolam.
“Aku tidak ingin bertemu dengannya lagi”
“Kalau begitu katakan padanya,” Yesung bangkit dan menggenggam tangan Ai. Ai tetap tidak mau berdiri. Yesung merunduk dan berbisik ke telinga Ai “Tenanglah, aku akan menjagamu” bisiknya. Jantung Ai mulai tidak karuan lagi.

“Ai-chan, gomenne. Aku mohon maafkan aku” ucap Tomohisa dengan penuh penyesalan
“Aku sudah memaafkanmu” ucap Ai yang tangannya masih digenggam Yesung
“Benarkah?? Domo arigato” Tomohisa melangkah maju untuk memeluk Ai
“Tapi mulai sekarang aku tidak ada hubungan apa-apa lagi denganmu, aku mengundurkan diri jadi manajermu dan menjadi kekasihmu,”
Tomohisa termenung, dia sudah menduganya. Ai tidak semudah itu memaafkannya. Tapi ia sadar kalau ini adalah salahnya. Sungguh ia sangat mencintai Ai, tapi ia tidak pernah berani menunjukannya bahkan saat mereka sudah berpacaran sekalipun.
“Aku mengerti, kau butuh waktu.” ucap Tomohisa tanpa berani menatap Ai.
“Aku tidak butuh waktu Hisa-kun, ini sudah berakhir,” ucap Ai menahan tangisnya dengan cara menggigit bibirnya.
Yesung yang mulai merasakan Ai akan menangis mulai menggenggam tangan gadis itu dengan kuat, memberinya kekuatan untuk tegar.
“Baiklah,… Untuk terakhir kalinya, bolehkah aku memelukmu” Tomohisa memandang Ai dengan penuh harap.
Ai sedikit bimbang tapi ia menyetujuinya dan mulai melangkah ke arah Tomohisa, tapi Yesung menahannya, dia tetap memegang tangan Ai dengan kuat. (Sumpah, pas bikin kalimat ini MP3 Player gw langsung muterin lagu Yesung-It has to be you… kyakyakya). Akhirnya Ai dan Tomohisa berpelukan tapi sebelah tangan Ai tetap di genggam oleh Yesung. Tomohisa melepas pelukannya dan menatap ke arah Yesung
“Aku tidak tau asal-usulmu, tapi satu hal yang aku pinta, jangan pernah membuat gadis ini menangis seperti ku. Berjanjilah” ucap Tomohisa.
Yesung menatap Tomohisa dingin, tapi sebenarnya ada keraguan di hatinya. Sudah pasti dia tidak bisa berjanji, tapi ada satu perasaan yang tidak dimengertinya terhadap Ai
“Baiklah…..aku berjanji” ucapnya..

TBC