Tags

,

 

cfmAku juga tidak tau… Tidak ada alasan untukmu menyukaiku, itu yang sering kukatakan kepadamu tapi kau bilang padaku tidak ada alasan juga untukku untuk tidak menyukaimu…

 

Part 2

 

 

Cho Kyuhyun mengamati kamar itu. Baru kali ini ia masuk ke dalam kamar seorang gadis. Ada beberapa foto di meja lampu di samping ranjang. Kyuhyun mengamati salah satunya. Di foto itu, ada seorang wanita yang sedang memeluk Yoon Hye dengan sayang. Ia yakin itu adalah ibu Yoon Hye. Dan di sisi seberang ranjang itu, ada sebuah rak yang penuh boneka. Ia tidak menyangka gadis seperti Yoon Hye senang mengoleksi boneka. Karena dilihat dari tingkahnya, gadis itu akan lebih senang berkutat dengan buku atau laptop daripada dengan boneka. Namun itu juga tidak sepenuhnya salah karena di sebelah rak penuh boneka itu, ada sebuah rak yang berisi penuh buku-buku novel.

Setelah puas melihat-lihat kamar itu, kini pandangannya beralih pada penghuni kamar itu. Kyuhyun mendekat, lalu menatapnya. Nafas gadis itu naik turun dengan teratur. Ia memeluk sebuah boneka beruang besar erat-erat seolah hanya boneka itu satu-satunya yang ia miliki di dunia ini.

 

Kriiing…

 

Tiba-tiba ponsel Yoon Hye di meja itu berdering. Cepat-cepat Kyuhyun meraih dan mematikannya. Baru disadarinya bahwa tidak ada jam dinding atau pun jam beker di dalam kamar itu. Kesimpulan yang di dapatnya adalah gadis itu tidak bisa tidur tanpa suasana tenang.

 

Entah berapa lama Kyuhyun menatap gadis itu. Raut lelah terlihat jelas pada wajah Yoon Hye. Tanpa sadar, tangan Kyuhyun terulur, menyentuh kening gadis itu. mengusap-usapnya lembut kerutan di dahinya.

 

Yoon Hye membuka matanya tiba-tiba. Seketika ia terbelak dan terbangun dengan cepat. Di tatapnya Kyuhyun bingung. Lalu ia mulai ingat sesuatu.

 

“Kau- sedang apa di sini?? Ini kamar seorang gadis kau tau?!”

 

“Bagiku kau bukan seorang gadis,” jawab Kyuhyun acuh sambil mengalihkan tatapannya pada boneka-boneka itu lagi. Menyentuhnya sambil memainkannya.

 

“Apa kau ingat sesuatu??” tanya Yoon Hye.

 

Kyuhyun mengerutkan keningnya “Ingat apa?”

 

Yoon Hye menggeleng pelan “Lain kali jangan masuk ke kamarku seenaknya. Walaupun kau arwah tapi kau tetap seorang laki-laki.”

 

Kyuhyun mendengus “Walaupun aku laki-laki tapi aku tidak akan tertarik pada gadis sepertimu.”

 

Yoon Hye tercenung. Ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Ia tau pasti dan sekarang mengapa rasanya aneh? Bukankah itu yang di inginkannya?

 

“Jam berapa sekarang??” tanya Yoon Hye pada dirinya sendiri sambil meraih ponselnya di meja lampu, “OMO! JAM TUJUH KURANG??” pekiknya.

 

“Waeyo??” tanya Kyuhyun polos.

 

“Cho Kyuhyun, kalau kau mematikan alarm ponselku lagi, mati kau!!” ancam gadis itu sambil berlari menuju kamar mandi.

 

BLAM…

 

Pintu dibanting keras.

.

.

“Ingatlah untuk tidak berbicara denganku di depan orang lain, mereka tidak bisa melihatku!”

 

Yoon Hye hanya mendengus pelan sambil mengunci rumahnya. Baru semalam laki-laki itu tinggal bersamanya, paginya sudah rusak berantakan. Dengan cepat gadis itu berjalan menuju halte bus.

Bell masuk berbunyi tepat saat ia baru melewati pagar gerbang sekolah. Ia menghela nafas lega karena tidak terlambat.

 

“Jadi aku bersekolah di sini?!” gumam Kyuhyun pelan sambil menatap bangunan itu.

 

Yoon Hye berjalan sambil mengacuhkan laki-laki itu. Pagi yang dirasakannya sangat berbeda, ia tau itu. Tidak ada seseorang yang menghalangi jalannya saat tiba di sekolah. Tidak ada seseorang yang mengoceh panjang lebar kepadanya. Yah karena orang itu sekarang sedang celingukan, sibuk dengan pikirannya sendiri.

 

Yoon Hye menghela nafas pelan sambil melanjutkan jalannya menyusuri koridor menuju kelasnya. Tiba-tiba beberapa gadis mencegat jalannya. Beberapa di antaranya sedang menangis.

 

“Kau pasti senang bukan?” tuduh gadis yang berambut keriting itu tiba-tiba.

 

Yoon Hye mengerutkan keningnya bingung.

 

“Kyuhyun Oppa kemarin mengalami kecelakaan dan koma.”

 

Kyuhyun yang mendengar namanya disebut ikut mengerutkan kening bingung.

 

“Seharusnya dia mendengar kata-kata kami…” saut gadis yang matanya sudah bengkak itu masih menangis.

 

“Kau itu pembawa sial!!”

 

Yoon Hye mendengus pelan. Apa hubungan dirinya dengan kecelakaan kyuhyun?! Bukan ia penyebab kecelakaan Kyuhyun.

 

“Apa kalian tidak bisa minggir?” tanya Yoon Hye jengah.

 

“Yaa, kami tidak akan membiarkan Kyu Oppa bersama gadis sepertimu!”

 

“Katakanlah lebih keras, aku yakin dia mendengarnya saat ini!” saut Yoon Hye.

 

“Apa maksudmu? Kyu Oppa saat ini sedang ada di rumah sakit, hueee…” gadis itu langsung menangis sambil memeluk temannya.

 

“YAA sedang apa kalian di sini?” teriak seorang seongsaengnim.

 

Gadis-gadis itu tersentak lalu cepat-cepat pergi.

 

“Yoon Hye ssi, tolong bawa ini ke kelas. Aku ada urusan sebentar jadi sedikit terlambat. Bagikan lembaran ini pada yang lainnya, jika sudah selesai mengerjakan letakkan di atas mejaku.”

 

Yoon Hye meraih tumpukan kertas itu, membungkuk lalu berjalan menuju kelas.

 

“Waaah aku tidak tau kalau aku sangat populer,” gumam Kyuhyun.

 

“Kepopuleranmu itu nyaris membunuhku setiap hari,” desis Yoon Hye tapi sepertinya arwah itu tidak mendengarnya karena dia sedang asyik mengamati kelas-kelas yang ada.

 

Yoon Hye meninggalkan Kyuhyun dan segera menuju kelasnya. Setelah membagikan lembaran kertas tugas pada teman sekelasnya, ia kembali duduk di mejanya. Sejenak ia terdiam melihat meja kosong itu. Tidak ada sebuah teddy bear lucu yang bertengger manis di atasnya sambil membawa setangkai mawar putih.

.

.

“Heiiish… Aku berkeliling untuk mencarimu ternyata kau ada di sini,” kata Kyuhyun.

 

Yoon Hye yang sedang makan ramyeon hanya diam saja saat makhluk itu muncul di depannya.

 

“Yaa, aku sudah menemukan beberapa gadis cantik yang mungkin saja ku sukai,” kata Kyuhyun lagi “Coba kau lihat gadis di sana itu, yang memakai pita merah. Sangat cantik bukan?!”

 

Yoon Hye melirik sekilas gadis yang di maksud Kyuhyun. Ia ingat dulu pernah bilang pada kyuhyun mengenai gadis itu.

 

‘Mengapa tidak memilih kim seohyun? Dia sangat cantik bukan?!’

 

‘Aniyo… Dia memang sangat cantik, tapi yang dicintainya hanya harta.’

 

Yoon hye menghela nafas pelan “Gadis itu hanya mencintai uang,” gumamnya pelan sambil melanjutkan makannya.

 

“Benarkah? Aku tidak percaya, dia terlihat sangat polos,” jawab kyuhyun “Kalau yang di sana itu bagaimana?”

 

Yoon hye kembali menoleh pada gadis yang di maksud kyuhyun. Song Victoria. Lagi-lagi ia teringat kata-kata kyuhyun.

 

‘Kudengar Victoria ssi menyatakan cinta kepadamu, mengapa tidak menerimanya?’

 

‘Aku akan menerima kalau kau yang menyatakan cinta kepadaku!’

 

‘Dia lebih baik dariku Kyuhyun ssi, kenapa kau tidak memilihnya?’

 

‘Aku tau siapa yang terbaik untukku. Apa kau tidak tau kalau victoria itu adalah playgirl? Aku tidak suka dengan gadis seperti itu.’

 

“Dia playgirl,” gumam Yoon Hye lagi.

 

“YAA kenapa setiap gadis yang kubicarakan selalu kau anggap jelek?”

 

Yoon hye menghentikan makannya dan menatap kyuhyun tajam “Kau sendiri yang mengatakannya kepadaku. Apa menurutmu aku tipe orang yang peduli terhadap urusan orang lain?!”

 

Yoon Hye sadar, suaranya tidak pelan tadi. Beberapa anak menatapnya aneh. Lalu ia beranjak dari duduknya pergi begitu saja meninggalkan Kyuhyun. Entah mengapa ia merasa kesal saat mendengar kyuhyun membela gadis-gadis itu. Dulu dia sendiri yang mengatakan hal itu, tapi kenapa sekarang dia malah marah-marah?! Ah, benar dia hilang ingatan. Yoon Hye menghela nafas pelan. Mengapa Kyuhyun tidak hilang ingatan saat ia masih hidup saja? Bukan arwah seperti saat ini yang justru malah semakin mengganggunya.

 

 

***

 

Sudah dua hari ini Yoon Hye mengabaikan Kyuhyun. Ia sangat malas menanggapi laki-laki itu. Karena merasa tidak ditanggapi, Kyuhyun akhirnya pergi. Mencari tau sendiri gadis yang kira-kira disukainya.
“Dasar laki-laki bodoh!!” teriak Yoon Hye sambil melempar tas sekolahnya.
Ditatapnya boneka-boneka lucu yang berjajar rapi itu. Juga sebuah guci yang berisi mawar-mawar putih. Memang bukan asli, tapi Yoon Hye tetap menyukainnya. Sangat mengherankan mengingat semua boneka dan bunga itu adalah pemberian Cho Kyuhyun, laki-laki yang tidak ingin dikenalnya.

Alasannya tidak membuang benda-benda itu dan malah menyimpannya adalah karena ia memang menyukai boneka. Dulu Ibunya selalu membelikannya boneka. Namun saat Ibunya pergi tidak ada lagi yang memberinya boneka selain Kyuhyun. Juga mawar-mawar itu. Ibunya paling menyukai mawar putih. Ia ingat saat Ibunya selalu meletakkan bunga mawar segar di meja setiap harinya.
Tapi semenjak Kyuhyun muncul di hadapannya menjadi arwah, tidak ada lagi boneka dan mawar yang di dapatnya. Yoon Hye menghela nafas pelan. Itu bukan urusannya, seharusnya ia tidak merasa kesal. Tapi saat melihat Kyuhyun yang membela gadis-gadis itu rasanya semua kata-kata Kyuhyun yang di ucapkannya dulu hanyalah sebuah canda yang tidak berarti. Dan itu membuatnya sedikit… Aneh.
Terus terang saja, hingga saat ini ia masih belum bisa percaya bahwa Kyuhyun menyukainya. Ia juga ragu akan hal itu. Bisa saja laki-laki itu hanya mempermainkannya atau memakainya untuk taruhan. Entahlah… Selama ini Yoon Hye tidak pernah memperdulikannya. Alasan pertama karena ia ingin fokus pada sekolahnya dan alasan kedua ia tidak punya waktu. Sepulang sekolah ia harus kerja sampingan di toko buku dan pulang malam. Ia juga harus belajar hingga ia tidak ada waktu untuk berkencan atau hal-hal semacamnya.
Bukannya Appanya tidak pernah mengiriminya uang, ia hanya ingin hidup mandiri karena jika suatu saat nanti semua meninggalkannya ia masih bisa bertahan. Mungkin… Saat ini semua sudah meninggalkannya. Walaupun Yoon Hye mengerti alasan Appanya untuk bekerja di luar negeri itu karena tidak bisa melupakan Eommanya, tapi tetap saja seorang anak masih membutuhkan orang tuanya. Jika kau kira Yoon Hye akan menangis, itu salah. Gadis itu terlalu kosong. Untuk apa menangisi hal yang tidak berguna?!
Braaak…
Ia terkejut saat mendengar suara pintu di tutup dengan keras. Cepat-cepat ia keluar kamar dan mendapati Kyuhyun sedang menghempaskan tubuhnya di sofa. Wajahnya kusut dan suram.
“Kau benar,” katanya “Gadis itu hanya menggilai harta dan yang satunya play girl. Tidak mungkin aku menyukai mereka.”
“Bukan aku, tapi kau yang benar.” Saut Yoon Hye sambil melangkah menuju dapur.
“Apa maksudmu??”
“Kau yang mengatakannya kepadaku bagaimana mereka. Aku tidak suka mencampuri urusan orang lain Kyuhyun ssi, jadi aku tidak mungkin tau bagaimana mereka jika bukan kau yang mengatakannya. Tapi sayangnya kau tidak ingat hal itu bukan?!”
“Kalau begitu__”
“OMO! Yaa, Demi tuhan…” Yoon Hye terlonjak kaget saat laki-laki itu tiba-tiba saja berbicara tepat di belakangnya, “Jangan mengagetkanku seperti itu!” dipelototinya Kyuhyun yang sedang meringis lebar.
Yoon Hye menetralkan jantungnya sejenak lalu menatap laki-laki itu lagi “Kalau apa?” tanyanya.
“Kalau… begitu, apa aku memang menyukaimu?”
Yoon Hye terdiam. Jika beberapa hari yang lalu ia bersikeras mengatakan bahwa Kyuhyun menyukainya, sekarang ia menjadi ragu. “Aku tidak tau…” gumamnya.
“YAA kemarin kau bilang aku menyukaimu!” protes Kyuhyun.
“Itu kau yang mengatakannya kepadaku Kyuhyun ssi. Bagaimana hatimu sebenarnya aku tidak tau. Bisa saja kau mempermainkanku atau memakaiku hanya untuk taruhan,” bela Yoon Hye.
“Kau benar…” gumam Kyuhyun pelan tapi sanggup membuat Yoon Hye tertohok. “Tapi… bagaimana jika aku memang benar-benar menyukaimu?”
Yoon Hye kembali terdiam. Entah mengapa jantungnya yang tadi sudah berdetak normal, kini mulai kacau lagi “Aku juga tidak tau… Tidak ada alasan untukmu menyukaiku, itu yang sering kukatakan kepadamu tapi kau bilang padaku tidak ada alasan juga untukku untuk tidak menyukaimu. Kau membuatku pusing Kyuhyun ssi,”
“Apakah, apa aku benar-benar menyebalkan untukmu selama ini? Maksudku saat aku masih hidup?”
“Aku tidak tau bagaimana mengatakannya. Kau membuatku dimusuhi semua gadis di sekolah itu sangat menyebalkan. Kau membuatku diremehkan laki-laki di sekolahan itu juga menyebalkan. Kau selalu mengikutiku, itu benar-benar menyebalkan. Tapi… Ada sisi di mana aku menyukai apa yang kau lakukan. Aku suka dengan semua boneka-boneka pemberianmu, itu sama dengan yang di lakukan Eomma dulu. Aku juga suka dengan mawar putih pemberianmu, itu bunga favoritu dan Eomma. Jadi aku tidak tau apa yang kurasakan terhadapmu. Sekarang, kau tiba-tiba saja berada di sini bersamaku dan sedang membicarakan dirimu seolah-olah kau adalah orang lain. Apa kau tidak merasa aneh? Karena aku merasa hidupku aneh saat ini.”
Kyuhyun terdiam mendengar semua kata-kata Yoon Hye. Mungkin selama ini gadis itu tidak bisa mengatakannya langsung. “Jadi… semua boneka dan mawar itu adalah pemberianku?” tanyanya sambil tersenyum. Tiba-tiba saja tangannya terulur, menangkup wajah gadis itu “Maaf jika aku menyebalkan untukmu. Tapi aku berjanji, aku akan menjagamu saat aku bersamamu.”
Jantung Yoon Hye berdetak cepat. Mata itu seperti menangkap dirinya. Memikat ke dalam manik matanya. Dan hangat tangan itu, membuat Yoon Hye merasa bahwa ia tidak sendirian lagi. Kemudian ia tersadar. Dilepaskannya tangan Kyuhyun sambil mendesah pelan.
“Saat ini kau arwah, jadi bagaimana bisa kau menjagaku sementara memegang benda selain milikku saja kau tidak bisa?” tanya Yoon Hye sambil berjalan menuju kamar.
“YAA setidaknya aku akan berusaha!”
“Seharusnya kau lebih berusaha untuk dirimu sendiri. Jangan lupa kau masih koma saat ini.”
“Aiiishh…”

 

 

 

To be continue…

 

last edited 21 Oktober 2013 ; 11.45