Tags

, , ,

YOUR EVIL VOICE

Author : Silvia

Cast :

– Yesung

– Mizuno Ai

– Yamashita Tomohisa

– Lee Hongki

Ini adalah ff seri evil dengan cast yesung bikinan tante silvia. Cerita murni milik tante silvi, aku hanya mengedit dan menambal sedikit supaya mudah di mengerti oleh kalian.
NO EDITING! gak sempet, aku lagi sibuk, tapi gak tau kalo udah ku edit kemaren2, aku lupa,

thanks banget tante buat ff-nya, *cium*
happy reading ^^

# Chapter Five

Malam harinya Yesung duduk di atap rumah Ai. Ia menggunakan ilmu meringankan tubuh (?) untuk naik ke atap rumah. Ia menghela nafas dan merebahkan tubuhnya ‘sepertinya aku akan gagal. Aku sudah berjanji untuk tidak membuat Ai menangis, tapi mana ada setan yang menepati janjinya??’ =_= ‘ Ini hanya karna aku tidak ingin dianggap remeh oleh pria kulkas itu’ (dingin maksudnya, waktu Yesung pertama kali liat kulkas dia takjub sambil bilang “coba ada kulkas di neraka” #abaikan). ‘Bagaimana dengan Ai, kenapa dia bisa mendengar suaraku selama ini?’
“Aarrgghh… siapa saja, tolong bantu aku!!!” teriak Yesung sambil menghadap langit.
Tringgg…
Seketika ada cahaya menyilaukan yang datang ke arah Yesung. Dia mulai bersikap waspada dan mulai berdiri mengambil ancang-ancang untuk mempertahankan diri alias lari hehehe karena dia tau makhluk apa yang datang itu. Malaikat……Malaikat imut berbaju putih dan senyum yang menawan
“Hah, setan yang sedang ikut ujian rupanya…” ucap malaikat yang ternyata bernama Lee Hongki tersebut (kyaaaa…).
“Kenapa kau menggangguku” Yesung merasa malaikat itu tidak akan membahayakan dirinya.
“Kau yang memanggilku!”
“Heh malaikat narsis, aku tidak memanggilmu!” hardik Yesung
“Bukankah kau membutuhkan bantuan? Dan aku kebetulan lewat (?) kau tau kan aku ini seorang malaikat baik hati yang suka menolong semua makhluk tuhan termasuk makhluk terkutuk sepertimu,”
“Astagaaaa hidupmu susah sekali” Yesung mencemooh
“Kau ingin kubantu atau tidak?!!” bentak Hongki
“Mau ditaruh di mana mukaku, aku dibantu oleh malaikat?!” gumam Yesung sambil membayangkan ke 12 saudaranya akan menertawainya habis-habisan. “Baiklah aku pergi” Hongki mulai mengembangkan sayapnya, tapi seketika Yesung mencegah kepergian Hongki.
“Oke oke tolong aku mengatasi masalahku,” ucapnya dengan setengah hati. (demi iblis di seluruh neraka, si cung-cung bener-bener njatuhin image evil, huwaaaaaa…. #vea nangis bareng kyu)
“Baiklah akan ku bantu.” Hongki lagi-lagi bersiap mengembangkan sayapnya.
“Oiii aku kan belum menceritakan masalahku!” cegah Yesung
“Aku ini malaikat pintar, bodoh! Tanpa kau ceritapun aku sudah mengerti. Muka bodohmu itu telah menceritakan semuanya, baiklah aku pergi dulu. Kapan-kapan aku mampir.”
Yesung meraba-raba wajahnya, apa benar wajahnya bisa bercerita? =_=
Triiiingg.
Hongki si malaikat narsis pun menghilang.
“Malaikat macam apa itu?! Kepercayaan dirinya tak bisa ditolong lagi. Yak! Mana ada malaikat tukang cela sepertimu?! Dasar banci!!” Yesung mulai berteriak mengucapkan sumpah serapah.
Jedeeerrr
Seketika petir berbunyi, membuat nyali Yesung ciut. “Baiklah, malaikat yang suka menolong, aku tidak akan menyumpahimu lagi” gumam Yesung dan ia merebahkan dirinya lagi.
.
.
Yesung menatap Ai yang sudah tertidur di sofa, dia memandangi gadis itu. Ada banyak pertanyaan dibenaknya, dan semua pertanyaan itu diawali dengan kata ‘Kenapa’…. Yesung lagi-lagi duduk di meja dan duduk menghadap Ai, ia melihat selama ini Ai tidur selalu tidak tenang, dahinya mengernyit.
“Apa dia mimpi buruk?” Yesung memiringkan kepalanya, “Setan mana yang memberinya mimpi buruk?” gerutu Yesung.
Perlahan dia bangkit dan pindah duduk di sofa yang ditiduri Ai. Tangannya perlahan bergerak ke kepala Ai, tapi ia mengurungkan niatnya. Ia mendekatkan wajahnya, berbisik di telinga Ai…”Seberapa buruk pun mimpimu, aku tidak akan membuatmu menangis hanya karena mimpi itu,” seketika Ai tersenyum dalam tidurnya, senyum yang indah. Yang bisa membuat jantung Yesung berdebar-debar. Perlahan ia mendekatkan bibirnya ke bibir Ai, degggg!!! Tiba-tiba perasaan sakit itu datang lagi, saking sakitnya bisa membuat Yesung terpental kebelakang. Tubuhnya membentur dinding.
“Aaarrgghh” Yesung mengerang kesakitan, sakit akibat perbuatannya yang hampir mencium Ai dan sakit karena tubuhnya terhempas ke dinding. Ia duduk sambil melipat lututnya dan meletakkan dagunya ke lututnya. Ia memaju mundurkan tubuhnya. Dan malam itu Yesung menghabiskan malamnya dengan penuh penderitaan (khukhukhu Author ketawa evil)
.
.
“Yesung-chan hari ini kau akan bertemu produser sekaligus pencipta lagu,” ucap Ai pada saat mereka berdua sarapan.
“Hmmm…” Yesung hanya menjawab sekenanya
“Lalu pemotretan untuk cover albummu dan meeting untuk syuting MV perdanamu,” kata Ai lagi
YOUR EVIL VOICE

Author : Silvia

Cast :

–        Yesung

–        Mizuno Ai

–        Yamashita Tomohisa

–        Lee Hongki

Ini adalah ff seri evil dengan cast yesung bikinan tante silvia. Cerita murni milik tante silvi, aku hanya mengedit dan menambal sedikit supaya mudah di mengerti oleh kalian.
thanks banget tante buat ff-nya, *cium*
NO EDITING!! aku lagi deadline, gak sempat ngedit, ato kemarin uda kuedit tapi lupa, yah terserahlah,,
happy reading ^^

“Hmm..”
“Kau kenapa? Sejak tadi kuperhatikan kau tidak bersemangat,” tanya Ai
“Apa yang harus kulakukan agar membuatmu menangis?” tanya Yesung memandang Ai dengan wajah memohon.
Ai menunduk, dia teringat akan perkataan Yesung di awal-awal bahwa dia hanya punya waktu satu bulan untuk membuat Ai menangis.
“Aku akan menangis kalau kau meninggalkanku” ucap Ai datar
“Tapi aku tidak bisa pergi kalau kau tidak menangis” Yesung memegang kepalanya dan mengacak-acak rambutnya putus asa.
Ai meletakkan sumpitnya lalu berdiri..“kalau begitu, selamat mencoba…” ucapnya datar.
Yesung hanya menatap Ai lalu membentur-benturkan kepalanya ke meja makan….
***

Yesung mulai memberikan perhatian lebih pada Ai, membawakan tasnya, membuatkan makanan, membersihkan rumah, bahkan menyetir mobil pun dilakukan Yesung. Tujuannya hanya satu, agar Ai jatuh cinta padanya. Tapi hasilnya selalu nihil. Setiap Yesung mencoba mendekati Ai, justru tubuhnyalah yang merasa kesakitan.
Saat ini Yesung lagi-lagi menatap Ai yang sedang tidur di sofa… Tiba-tiba Hongki si Malaikat narsis datang
“Hmmm gadis yang cantik” gumamnya
“Hoaaaaa yak! Malaikat aneh, kau mengagetkanku!!” Yesung terjatuh dari atas meja (Yesung tadi duduk di meja =_=).
Ai yang mendengar teriakan Yesung terbangun “ada apa, kenapa kau berteriak?” Ai melihat ada orang lain dirumahnya, dia memandang Hongki lalu memandang Yesung…
Hongki yang di pandangi Ai melambai-lambaikan tangannya sambil tersenyum “kau Ai kan? Aku Hongki aku temannya makhluk bodoh ini” Hongki menjulurkan tangannya bermaksud untuk bersalaman dengan Ai tapi Ai mengacuhkannya dan justru bertanya kepada Yesung
“Dia temanmu?”
“Bukan” jawab Yesung yang duduk menjauhi Hongki
“Apa kau malaikat juga?” tanya Ai pada Hongki
“Mm….” Hongki mengangguk-cepat, terlihat seperti anak kecil.
“Kyaaaaa” tiba tiba Ai histeris dan berlari memeluk Hongki “Betapa beruntungnya aku, ada dua malaikat di rumahku!!”
“Eh… Dua??” tanya Hongki heran
“Bisakah kalian berdua tidak berpelukan seperti itu? Dan kau malaikat, mana boleh kau berpelukan?! Itu bukan muhrim” ucap Yesung protes.
Hongki sweatdrop, Ai meloncat-loncat bahagia.
“Kau malaikat yang lucu Hongki-chan. Tidak seperti dia yang sangat menyebalkan. Dia berusaha untuk membuatku menangis. Hmmmm Kalau dilihat-lihat penampilan kalian berbeda. Hongki-chan terlihat bersinar, tapi kenapa Yesung-chan tidak? Astaga!!! Yesung-chan, apa kau malaikat maut yang akan mencabut nyawaku???” sekarang Yesung yang sweatdrop sementara Hongki tertawa terpingkal-pingkal
“Buahahaha malaikat maut lebih cool dibanding dia” Hongki menunjuk Yesung.
“Aissshh….. Ai, kau tidurlah…. ini sudah malam. Lebih baik kau tidur di kamar saja, di sini berisik!” Yesung melirik Hongki dan mendorong Ai ke kamar.
Tapi sial, Ai tersandung dan terjatuh. Yesung seketika meraih pinggangnya. Mata mereka saling bertemu… Jantung Ai berdegup kencang. Begitupun dengan Yesung. Lagi-lagi Yesung merasakan sakit
“Aaaarrggh” Yesung merintih memegang dadanya (Yesung ga jantungan, sumpah #Author numpang lewat)
“Yesung-chan, daijoubu???” Ai bertanya dengan nada khawatir.
“Masuklah..” Yesung mendorong Ai pelan menuju kamar.
“Tapi…”
“AKU BILANG MASUKLAH!!!” Yesung membentak Ai. Seketika Yesung benar-benar terlihat sangat menyeramkan bagi Ai.
Ai terdiam. Tapi Hongki menenangkannya. “Dia tidak apa-apa Ai, biar aku yang membantunya. Kau tidurlah…” Hongki memegang bahu Ai sekaligus menyalurkan kekuatannya untuk bisa menenangkan Ai. Ai pun melangkah memasuki kamarnya.
***

Yesung dan Hongki kini berada di atas atap (mereka pindah karena takut Ai nguping +_+). Yesung masih meringis kesakitan, Hongki hanya bisa memandang nya dengan rasa kasihan.
“Jangan mengasihaniku” ucap Yesung lemah
“Hah, aku ini malaikat yang punya rasa belas kasihan,” dengus Hongki. Yesung terdiam. Melihat Yesung yang hanya diam, akhirnya Hongki yang memulai pembicaraan
“Kau mencintai Ai,” itu pernyataan.
“Aku tidak boleh mencintai manusia, aku akan musnah,”
“Pantas saja…” Hongki mengangguk-angguk paham.
“Apa maksudmu?”
“Otak dan Hatimu tidak sinkron” ucap Hongki polos. Seketika Aura kelam Yesung bangkit
“Mood ku akhir-akhir ini tidak bagus,malaikat. Lebih baik kau pergi sekarang sebelum aku menghabisimu,” ucapnya dingin
“Bu…bukan itu maksudku” Hongki mengkeret. “Di otakmu telah terpatri bahwa kau tidak boleh jatuh cinta, tetapi hatimu berkata lain.” Hongki menjelaskan maksudnya dengan ragu-ragu.
Yesung terdiam, dia benar-benar bingung akan dirinya sendiri. Yang dia inginkan adalah Ai yang mencintai dirinya, bukan dia yang mencintai gadis itu, tunggu…. ‘Cinta?? Tidak…. Aku tidak mencintai Ai’. Yesung menggelengkan kepalanya lemah.
“Kapan waktumu habis?” tanya Hongki
“Besok”
“Kau benar-benar ingin membuatnya menangis?” Yesung mengagguk pelan
“Kau akan menyesalinya setan bodoh!” Hongki memukul belakang kepala Yesung
“Yak!!!” bentak Yesung tapi kali ini Hongki tidak menghiraukan kemarahannya.
“Sampai jam berapa waktumu?” tanya Hongki lagi
“12 siang”
“Hmmm kalo begitu sampai jumpa besok,”
Tringgg… Hongki si malaikat pun menghilang.
.
.
Yesung membuka pintu kamar Ai pelan-pelan, takut membangunkan si empunya kamar. Dia duduk di pinggir tempat tidur, memandangi Ai.
‘kenapa orang lain dengan gampang membuatmu menangis, sedangkan aku? Kau tak kasihan padaku hah? Aku sudah pasti gagal, karena mulai detik ini aku menyerah. Bukan karena perasaan aneh yang merasuk kedalam diriku tapi aku benar-benar tidak tau dengan cara apa membuatmu menjatuhkan air mata untukku, hanya untukku….. Apakah aku harus pergi Ai??? Kau bilang kau akan menangis jika aku pergi…… Tapi…. Apa aku sanggup meninggalkanmu sendirian? Yah… Aku pasti sanggup. Aku akan minta tolong malaikat yang asli untuk menjagamu…’

TBC