Tags

, , , ,

Tittle : Different Heart
Cast:
– Lee Eunhyuk
– Lee Hyuk Jae
– Min Seo Rin (Saya)
– Kim Yoon Hye (Sudah pasti saya juga)
– Hyo Yeon
– Cho kyuhyun + Lee Hyo Ra (jelas ini juga saya, wkwkwk maruk!)


NB : mungkin sudah ada yang pernah baca ini, ini hanya pengulangan setelah saya revisi. Saya jadikan satu part biar enak bacanya jadi nggak pendek-pendek kayak dulu,,
Happy reading ^^
————–

Part 2

Seo Rin melangkah dengan gontai di jalan. Banyak orang-orang yang meliriknya saat gadis itu lewat. Rambut kusut, jaket yang kebesaran ditambah celana panjang dan sepatu yang tidak cocok warnanya. Juga syal warna orange terang yang melilit di lehernya.
Seo Rin mendesah pelan sambil memegangi perutnya. Ia merasa sangat lapar. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Lee Hyo Ra.
“Min Seo Rin, ada di mana kau??” bentak gadis itu sebelum Seo Rin sempat membuka mulutnya.
“Aku… ceritanya panjang,”
“Aku sudah ada di rumahmu sekarang, cepat pulang!”
“Masakkan aku sesuatu yang enak, aku sangat lapar!”
“Yaa dasar Babi! Kenapa otakmu itu hanya memikirkan makanan saja?!” maki Hyo Ra.
“Aku akan segera pulang!” Seo Rin menutup ponselnya dengan kasar “Apa dia tidak tau kalau aku baru saja dapat sial?!” gerutunya pelan dan. . . Bruuk. . .
Seo Rin jatuh tersungkur. Ia meringis kesakitan “Dasar sial, kau sengaja ya?!” makinya kesal sambil menendang bongkahan batu yang membuatnya tersandung itu.
“Agashi, apa kau baik-baik saja?”
Seo Rin mengangangkat wajahnya dan mendapati seorang gadis berpakaian sederhana tengah menatapnya dari atas sepeda roda duanya.
“Gwenchanae,” jawab seo rin sopan.
Gadis itu mengulurkan tangannya membantu Seo Rin berdiri.
“Kasahamnida,” ucap seo rin sambil membungkukkan badannya.
“Kau kelihatan berantakan, apa benar kau baik-baik saja?”
“Ne, mmm… itu, bolehkah aku minta tolong padamu?”
“Katakan saja,”
“Bolehkah aku meminjam sedikit uang untuk naik bus? Tasku dirampok, aku tidak punya uang sepeser pun untuk pulang,”
Gadis itu tersenyum kemudian merogoh sakunya, “Pakailah. . .”
“Kau sungguh sangat baik, berikan nomor ponselmu agar aku bisa mengembalikannya,”
“Tidak perlu. . . Kalau kita bertemu lagi, kau harus mentraktirku makan, bagaimana??”
“Tentu saja,” jawab Seo Rin sambil tersenyum.
“Baiklah, aku pergi dulu, sampai jumpa!” gadis itu mengayuh sepedanya meninggalkan Seo Rin.
“Terima kasih banyak!!!” teriak Seo Rin.
.
.
Hyo Ra menatap temannya yang makan dengan rakus itu sambil melipat tangan di depan dada. Begitu tiba di rumah, Seo Rin langsung melahap semua makanan yang ada di meja. Tidak memperdulikan tatapan temannya yang justru ingin memakannya hidup-hidup.
“Benar-benar seperti Babi!” desis Hyo Ra.
“Kau pasti tidak percaya apa yang kualami!” kata Seo Rin dengan mulut penuh.
“Kalau setelah ini kau tidak menjelaskannya kepadaku, aku akan membunuhmu!”
“Mana tega kau membunuhku,”
Hyo Ra mendesah pelan “Bagaimana bisa kau bertahan hidup kalau aku tidak ada?!”
Seo Rin meletakkan sumpitnya kemudian meneguk segelas air. “Haah. . . Kenyang sekali. . .”
“Sekarang jelaskan kepadaku kenapa kau tidak pulang semalaman?!”
“Kau tau, kemarin aku mengikuti Lee Hyuk Jae. Kau tau apa yang dikatakannya kepadaku??”
“Apa?”
“Dia__” kalimat seo rin terputus ketika ponselnya berbunyi “Sebentar!” katanya pada Hyo Ra yang mendecak kesal.
“Yeobseo??. . .Benar, Min Seo Rin imnida. . . Ige mwoya??” pekik Seo Rin tiba-tiba “Ye, aku akan datang!! Terima kasih, anyeong, ”
“Ada apa?” tanya hyo ra saat seo rin menutup ponselnya.
“Naskah yang kubuat diterima!!” pekik Seo Rin senang.
“Jjinjayo??”
“Hyo Ra, drama yang kutulis akan difilmkan!! Gyaaaa. . .” jerit Seo Rin senang “Aku harus segera ke sana!!” katanya sambil berlari ke kamar mandi.
“Akhirnya otakmu menghasilkan sesuatu juga,” timpal Hyo Ra.
***

“Kim Yoon Hye ssi, bisa kita bicara sebentar?”
“Ye?” Yoon Hye yang sedang mengepel aula menghetikan kegiatannya dan menatap bingung seorang pria yang baru saja datang.
“Aku Kim Jong Won, sekretaris Direktur Lee!”
“Oh, Anyeong hasimnida!” ucap Yoon Hye sambil menunduk sedikit.
“Begini, aku sudah melihat profilmu dan kurasa sangat disayangkan jika kau hanya menjadi seorang tukang bersih-bersih,” kata Jong Won “Benarkah kau lulusan sastra dan bisa menguasai bahasa jepang, mandarin dan inggris?”
“Benar,”
“Karena itu, aku menawarimu untuk menjadi seorang editor naskah drama baru yang akan dibuat!”
“Editor??”
“Ya, apa kau bersedia?”
“Tentu saja saya bersedia,”
“Kalau begitu tunggu apalagi? Tinggalkan tongkat pelmu itu dan ganti pakaianmu, kau harus bertemu Direktur sebentar lagi!”
“Ba-baik. . .”
.
.
Braak. . .
Hyuk Jae yang tengah tidur, membuka matanya pelan.
“Itu file-file yg harus kau lihat! Mulai hari ini kau akan menjadi produser sebuah film drama!”
Hyuk Jae bangun dari tidurnya. Ia duduk sambil mengusap wajahnya “Apa kau sudah memutuskan wanita itu??” tanyanya santai.
Ayah Hyuk Jae menatapnya dengan wajah masam “Kutunggu kau di bawah, kita ke kantor sama-sama!”
“Sayang sekali aku tidak melihat apa yang terjadi di restoran itu, apakah sangat seru??” tanyanya sambil turun dari ranjangnya.
BRAAK. . .
Ayah Hyuk Jae membanting pintu keras-keras sementara Hyuk Jae hanya tersenyum sinis. Ia segera mandi dan bersiap-siap.
Sejam kemudian Hyuk Jae dan Ayahnya tiba di kantor. Sekretaris Kim sudah menyambutnya di depan ruangan Ayah Hyuk Jae.
“Kau sudah mendapatkan editornya??” tanya Ayah Hyuk Jae.
“Sudah pak, dia ada di dalam!” jawab Sekretaris Kim.
“Di mana penulisnya?”
“Sebentar lagi dia tiba!”
Ayah Hyuk Jae masuk ke ruangannya. Seorang gadis yang tengah duduk di sofa langsung berdiri dan membungkuk. Tapi ketika ia selesai memberi hormat, matanya langsung terbelak kaget begitu melihat siapa yang ada di belakang Direktur.
“Kau gadis pembersih itu?? Untuk apa kau di sini??” tanya Hyuk Jae sambil menatap gadis yang pernah menyiram tubuhnya dengan air pel itu sinis.
“Dia adalah editormu!” saut Direktur Lee sambil duduk di kursinya.
“Mwoya??” tanya Hyuk Jae kaget “Appa, apa kau tidak salah??”
“Kau yang bernama Kim Yoon Hye??” tanya Direktur Lee pada Yoon Hye, mengabaikan putranya.
“Benar Direktur!” jawab Yoon Hye.
“Aku percaya pada kemampuanmu, kuharap kau bisa berkerja dengan baik! Kulihat sepertinya kalian sudah saling mengenal, dia adalah produser dari drama ini! Kalian harus berkerja sama dengan baik!” tegas Direktur Lee.
“Tapi appa_” kata-kata Hyuk Jae terpotong oleh ketukan pintu.
“Ya masuk!” seru Direktur Lee.
Sekretaris Kim muncul di ambang pintu ” Nona Seo Rin sudah tiba,” jelasnya.
“Suruh dia masuk!” jawab Direktur Lee.
Sekertaris Kim menoleh ke belakang memberi isyarat seseorang untuk masuk ke dalam. Setelah gadis itu masuk, ia menutup pintunya.
“YAA! Sedang apa kau di sini??” Hyuk Jae tidak mampu menahan keterkejutannya saat melihat gadis berkaca mata itu masuk ke dalam ruangan dengan pakaian kemeja dan rok hitam yang tidak cocok.
Gadis itu menatap Hyuk Jae bingung tapi kemudian membungkuk hormat pada Direktur Lee.
“Kulihat kau sudah mengenal Seo Rin ssi juga, itu bagus. Dialah penulis drama ini, jadi berkerja samalah dengan baik!”
“Aiiish ini tidak masuk akal!!” kata Hyuk Jae kesal sambil berjalan keluar ruangan lalu membanting pintu dengan keras.
Direktur Lee menatap kedua gadis yang masih di dalam ruangan itu, “Dan kalian, mulailah berkerja sama dengan baik! Kim Yoon Hye ssi, aku juga mengangkatmu sebagai asisten Lee Hyuk Jae. Kuserahkan dia kepadamu!”
“Sa-saya??” tanya Yoon Hye kaget.
“Ya, kau! Sekarang kalian boleh keluar!”
“Baik Direktur!” saut kedua gadis itu.
.
.
“Yaa, bukankah kau yg menolongku tadi pagi?” tanya Seo Rin ketika ia dan Yoon Hye keluar dari ruangan Direktur.
“Benar, apa kau baik-baik saja??” tanya Yoon Hye ramah.
“Terima kasih untuk bantuanmu, kau sangat baik. kau sudah makan?? Ayo kutraktir, kita bisa membahas tentang perkerjaan ini,”
“Hmm. . . Boleh juga,”
Akhirnya kedua gadis itu pergi ke sebuah cafe yang ada di dalam gedung itu dan makan bersama.
“Kudengar kau juga menjadi sekretaris Lee Hyuk Jae, kau harus berhati-hati kepadanya,” kata Seo Rin sambil memegang sumpitnya untuk mengambil sepotong daging.
” Kau mengenalnya?”
“Ya, meskipun aku tidak ingin mengenalnya. . .”
Yoon Hye tertawa kecil “Aku bisa mengerti kenapa kau tidak ingin mengenalnya. Aku pun tidak ingin,”
“Apa kau mantan kekasihnya juga??” tanya Seo Rin kaget.
Yoon Hye mengerutkan keningnya “Tentu saja bukan. Tadi kau bilang ‘juga’, apa kau. . . Mantan pacarnya??”
Seo Rin tergelagap tapi kemudian mendesah pelan “Aku benar-benar malu jika harus mengatakan hal itu kepadamu. . .”
“Kurasa aku tau. . . Ah siapa namamu?”
“Oh, aku lupa, kita belum tau nama masing-masing, Min Seo Rin imnida!”
“Kim Yoon Hye imnida, senang bisa mengenalmu Min Seo Rin ssi,”
***

“Aku tidak mau jadi produser dari drama itu!” tegas Hyuk Jae.
“Oh tentu saja kau harus! Kau tidak ingin semua kartu kreditmu kututup bukan?!”
“Tapi appa. . .”
“Aku tidak tau apa masalahmu dengan kedua gadis itu, tapi kita sudah membuat kesepakatan, jadi berkerjalah dengan baik!”
Hyuk Jae mendecak kesal.
“Ah, satu lagi! selain jadi editormu, Kim Yoon Hye juga akan menjadi asistantmu!”
“Mwoya?? Kenapa harus dia??”
“Aku tidak ingin membahas ini lagi, aku ingin tau seberapa kemampuanmu!” kata Ayah Hyuk Jae dan langsung menutup pintu kamar.
Hyuk Jae memandang kesal kemudian ia menarik selimut tempat tidurnya hingga berantakan.
.
.
Keesokan harinya Yoon Hye sudah menyambutnya di depan ruangannya.
“Hari ini anda akan bertemu dengan Sutradara Shin untuk membahas drama ini. Saya sudah mengedit skrip pertama, silahkan anda periksa,” kata Yoon Hye.
“Kenapa aku harus menuruti kata-kata dari seorang gadis tukang bersih-bersih?!” saut Hyuk Jae dingin.
“Maaf Sangjanim, tapi jabatan saya saat ini sebagai editor dan asistant anda!” balas Yoon Hye.
“Memangnya apa yg bisa dilakukan oleh tukang bersih-bersih sepertimu selain mengepel lantai?! Kau lebih cocok memakai seragammu yang dulu!”
Baru saja Yoon Hye akan membuka mulut, seorang pria menghampiri mereka.
“Tsumimasen, Watashi ga motomeru koto ga dekiru?” (permisi, bolehkah saya bertanya?) Tanya orang itu “Doko ni machiaishitsu?” (Di manakah letak ruang tunggu?)
Hyuk Jae tergelagap mendengar kata-kata orang Jepang itu.
“Ah, anata o massugu ni shite kudasai, sonogo hru no owari o sasetsu..” jawab Yoon Hye ramah.
“Domo arigatou gozaimasu..” orang Jepang itu membungkukkan badannya.
“Doitashimashite..” balas Yoon Hye sambil membungkuk juga sementara Hyuk Jae menatap tidak percaya.
“Jadi Tuan Lee, bisa kita berkerja sekarang?” tanya Yoon Hye setelah orang Jepang itu pergi “Sebaiknya anda mulai memeriksa naskah drama itu sebelum Sutradara Shin datang,”
Tanpa bicara apa-apa lagi, Hyuk Jae masuk kedalam ruangannya dengan wajah masam.
***

“Oh Hyuk ah, kau sudah di sini rupanya!”
“Hyung Nim,” Eunhyuk membungkukan badannya memberi hormat.
“Ayo, kita langsung saja menemui produsernya!” ajak Sutradara Shin.
Kedua orang itu langsung pergi ke restoran dalam gedung, yang ternyata Hyuk Jae dan Yoon Hye sudah menunggu sambil membahas naskah.
“Oh, Sutradara Shin, anda sudah. . .” kata-kata Yoon Hye terhenti saat melihat siapa orang yang ada di belakang sutradara itu.
Hyuk Jae yang mendengarnya, beranjak dari duduknya dan membalikkan badan. Seketika tubuhnya membeku melihat kedua orang di depannya. Begitu juga sebaliknya.
Untuk beberapa detik, waktu terasa berhenti. Kemudian Hyuk Jae tersenyum tipis “Lama tidak bertemu Eunhyuk ah. . .” sapa Hyuk Jae datar.
“Apa kabar Hyung?” balas Eunhyuk sama datarnya. Bibirnya tersenyum pahit.
“Ini tidak mungkin. . .” desis Yoon Hye pelan sementara Sutradara Shin hanya bisa memandang keduanya penuh tanya.
“Yoon, kau gantikan aku untuk membahas masalah naskah dengan Sutradara Shin karena aku harus berbicara dengan Lee Eunhyuk!”
Eunhyuk menatap Sutradara Shin meminta pendapat, pria itu mengangguk pelan tanda mengijinkan.
.
.
Ruangan itu tertutup. Dua cangkir teh yang terletak di meja tidak tersentuh sedikit pun. Kedua orang itu hanya duduk sambil menunduk tanpa menatap satu sama lain.
“Sudah lima tahun lebih bukan??” tanya Hyuk Jae memecah keheningan.
“Ya. . . Tidak kusangka kau akan menjadi seorang Produser. Bagaimana kabar Appa?” tanya Eunhyuk.
“Kau bisa bertemu sendiri dengannya nanti!”
Eunhyuk hanya bisa tersenyum masam.
“Jadi. . . Kau asistant Sutradara Shin??”
“Ya, begitulah. . .”
“Berniat untuk menggantikanku??”
“Mwo?”
Hyuk Jae tertawa kecil “Bukankah kau tau jika aku lebih tertarik dengan musik?!”
Eunhyuk diam mendengarnya “appa tidak mengijinkanmu bermain musik?” tanya Eunhyuk pelan.
“Jadi bagaimana? Mau menggantikanku? Bukankah di dunia ini hanya Eomma yang bisa membedakan kita?!”
“Kau salah. . .”
“Mwo?”
“Ada satu orang lagi yang bisa membedakan kita. . .”
“Siapa?”
“Dia tidak penting. . .” jawab Eunhyuk “Kurasa kita harus kembali bukan?! Sutradara Shin pasti sudah menungguku!”
***

Seo Rin sedang mengobrak abrik lemari dapurnya, juga lemari es, sebelah tangannya sibuk memegangi ponselnya.
“Kau ada di mana?? Aku sangat lapar. . . Tidak bisakah kau juga mengajakku?? . . . Ne, ne araseo! Bersenang-senanglah dengan Kyuhyun, aku tidak akan mengganggu!” ditutupnya ponselnya dengan kasar.
Wajah Seo Rin terlihat cemberut. Tangannya yang bebas mengelus-elus perutnya yang lapar. Karena semua lemari dan kulkasnya kosong, seo rin memutuskan untuk pergi belanja.
Gadis itu keluar dengan memakai jaket besar, syal kuning, celana piama putih bermotif kartun dan sandal berhias Micky Mouse. rambutnya yang keriting diikatnya menjadi dua. Ayahnya meninggal saat ia masih kecil, dan ibunya meninggal 5 tahun yang lalu karena sakit, sejak itu ia tinggal sendiri di rumah orang tuanya karena tidak mau tinggal bersama kakeknya di amerika. Hyo Ra temannya dari kecil, saat ini sudah seperti saudara untuknya. Meskipun sang kakek selalu mengiriminya uang, tapi Hyo Ra-lah yang selalu menjaganya.
.
.
Seo Rin tengah memilih-milih sayur yang segar di sebuah super market. Beberapa orang selalu melirik ke arahnya. Apalagi kalau itu gadis-gadis remaja, pasti menatapnya dengan pandangan aneh. Tapi Seo Rin Tidak perduli. Setelah membayar semua belanjaannya, ia kembali berjalan pulang.
Braaak. . .
Kantong-kantong belanjaan jatuh ketanah saat seseorang tidak sengaja menabraknya.
“Maaf, aku buru-buru!” kata namja itu.
“Yaa! Lee Eunhyuk ssi!!” teriak Seo Rin saat namja itu mencoba kabur.
Eunhyuk berhenti melangkah kemudian membalikkan badannya “Kau. . . Si itik buruk rupa itu??”
“Apa katamu?? Kau, kau sudah salah masih juga mengatai orang lain, dasar tidak sopan!”
“Bagaimana kau tau aku Eunhyuk?!”
“Apa?” Seo Rin menatap bingung.
Eunhyuk mendesah pelan “Sudahlah, aku harus pergi!”
“Apa? Kau mencoba untuk kabur?? Kau sudah menjatuhkan barang-barangku! Lihat ikan-ikan ini sudah tidak bisa di masak lagi!”
“Kau ingin aku mengganti rugi??” tanya Eunhyuk dengan satu alis terangkat “Lupakan!”
“Kalau kau tidak mau aku akan berteriak kalau kau copet!”
Eunhyuk mendengus pelan “Silahkan!” sautnya sambil membalikkan badan.
“YAA COPE_hmmf. . . Hmmpff. . .” belum selesai Seo Rin berteriak, Eunhyuk sudah membekap mulutnya.
“YAA!!” Eunhyuk melepaskan bekapannya sambil mengibas-ngibaskan jari tangannya yg baru saja digigit Seo Rin “Aiiish. . . Dasar gadis gila!”
“Traktir aku makan!”
“Mwo?”
“Atau aku akan berteriak lagi,”
Eunhyuk menghela nafas dalam-dalam “Di mana kita makan?” tanyanya datar.
“Ayo ikut aku!” kata Seo Rin senang sambil memunguti kantong-kantongnya kemudian menyeret Eunhyuk ke sebuah kedai Jjangjamyeon.

“Kau tidak makan?” tanya Seo Rin dengan tangan sibuk menjejalkan makanan dari sumpitnya sementara Eunhyuk hanya menatapnya jijik.
“Benar-benar seperti Babi,” desisnya.
“Makan itu penting! Kau tidak akan bisa hidup tanpa makan!” saut Seo Rin dengan mulut penuh.
“Kau pasti berbohong soal hubunganmu dengan hyung, mana mungkin dia berpacaran dengan gadis sepertimu!”
“Dia berpacaran denganku karena ingin menang taruhan. . .”
“mwo??”
“Jika dia tahan berpacaran denganku selama 2 bulan maka dia menang, tapi akhirnya dia menyerah karena tidak tahan denganku,”
Tiba-tiba saja Eunhyuk tergelak “Sudah kuduga! Mana mungkin Hyung mau berpacaran dengan gadis jadi-jadian yang makan seperti Babi!”
“Memangnya kenapa jika aku seperti Babi? Aku masih lebih baik darimu yang bermulut pisau!”
Eunhyuk mendengus pelan kemudian terdiam sejenak “kau. . . Bagaimana bisa kau tau kalau aku bukan Hyung?” tanyanya.
“Kenapa kau selalu menanyakan hal itu?” tanya seorin.
“Karena selama ini, yang bisa membedakan kami hanyalah Eomma kami!”
“Benarkah? Aku juga tidak mengerti. . . Kalian seperti orang yang berbeda di mataku. . . Walaupun kalian kembar, kalian tetap bukanlah orang yang sama!”
Eunhyuk tercenung mendengarnya. Tiba-tiba saja ponselnya berbunyi. Segera dijawabnya panggilan itu.
“Kyuhyun ah, maaf aku tidak bisa datang. . . Benarkah? Mungkin lain kali kita bertemu lagi! . . . Ne, anyeong,”
“Kau. . . Mengenal Cho Kyuhyun?” tanya Seo Rin saat eunhyuk menutup flap ponselnya.
“Kau kenal dia?” eunhyuk balik tanya.
Seo Rin mengangguk pelan, “Dia pacar temanku, Lee Hyo Ra!”
“Dunia benar-benar sempit!” dengus Eunhyuk.
***

“Bagaimana rasanya menjadi produser?” tanya Choi Siwon teman Hyuk Jae.
Hyuk Jae tertawa mendengarnya “Akan sangat menyenangkan jika asistantmu tidak seperti ular!”
“Apakah dia sangat cantik?”
“Seberapa cantik yang kau maksud dengan sangat cantik itu?! bahkan awalnya dia hanya tukang pel,”
“Jjinjayo?? Tidakkah menurutmu itu sangat menarik?”
“Tunggu sampai kau tergigit olehnya, kita lihat apa itu masih menarik!”
Tiba-tiba saja ponsel Hyuk Jae berbunyi, langsung dijawabnya panggilan itu “Yeoboseo Hyo Yeon ah, kau sudah sampai??”

Tbc…