Tags

,

cfm

“Mungkin saja aku sudah mulai menatapmu.”

 

Part 5

 

Kyuhyun berdiri di pinggir jalan itu. Jalan tempat ia kecelakaan. Masih di ingatnya dengan jelas saat pertama kali ia menjadi arwah. Saat itu ia bingung. Tidak ada satu pun yang diingatnya. Ditatapnya jam tangan yang dipakainya. 00:00:13. Hanya tersisa tiga belas menit lagi.

Laki-laki itu menghela nafas pelan “Yoon ah, mianhae…”

“Apa yang kau pikirkan?”

Kyuhyun tersentak dan langsung menoleh ke belakang. Ajhusi itu sedang duduk santai sambil mengotak-atik ponselnya “Waktumu tinggal 13 menit lagi,” ujarnya.

“Araseo…” gumam Kyuhyun pelan sambil berbalik lagi menatap jalan itu.

“Jadi bagaimana? Kau sudah siap ikut denganku?”

“Apa aku punya pilihan?” jawab Kyuhyun sendu “Aku tidak ingat apapun tentang hidupku. Aku tidak tau apakah Yoon benar-benar gadis yang kusukai dulu meskipun aku sangat yakin itu adalah dia. Kalaupun aku benar, aku tidak mengerti apa yang kau maksud dengan ketulusan itu, Ajhusi.”

“Paboya! Apakah sebelumnya aku pernah berkata gadis yang kau sukai itu adalah gadis yang kau sukai saat kau masih hidup?! Aiish… Jinjja!!”

Kyuhyun mengerutkan keningnya “Jadi maksudmu… Bukan gadis dari hidupku, tapi gadis yang kucintai sekarang?”

“Selama hidup kau ini genius, tapi kenapa menjadi bodoh sekali saat jadi arwah?!”

“YAA kenapa tidak bilang dari dulu?” bentak Kyuhyun kesal “Tapi percuma saja… Aku tetap tidak mengerti arti ketulusan yang kau maksud.”

“Hhaah… Kasian sekali kau ini. Sayang sekali aku tidak boleh mencampuri urusan manusia,” saut Ajhusi itu “Yaa, apa kau tidak ingin menemuinya? Waktumu hanya tinggal… Sembilan menit dan kau tidak akan bisa melihatnya lagi.”

Kyuhyun tercenung sejenak. Gadis itu ada di sekolah. Setidaknya, ia ingin melihat tawanya walau hanya sekali. Tiba-tiba saja kakinya tergerak untuk berlari. Ia ingin melihat gadis itu. Ingin menyimpan bayangnya. Karena jika ia terlahir lagi ke dunia, ia ingin tetap menyimpan sosok gadis itu.

Laki-laki itu terus berlari ke sekolahan Yoon Hye. Ia berhenti tepat di depan kelas gadis itu dan mengerutkan kening sejenak saat mendengar guru itu berbicara dengan seorang pria.

“Namanya Kim Yoon Hye, aku tidak tau mengapa dia tiba-tiba saja berlari keluar. Kata temannya dia sempat bertanya jam berapa Cho Kyuhyun kecelakaan.”

“Baiklah akan kuurus nanti.”

Kyuhyun tertegun. Apa gadis itu sudah tau batas waktunya? Sial, dia harus menemui gadis itu sekarang juga. Kyuhyun berlari ke rumah yoon hye dengan cepat. Dia bersyukur saat menjadi arwah, kecepatannya meningkat seratus kali lipat karena tidak ada rasa lelah yang dirasakannya. Namun sampai di sana, rumah itu kosong.

Enam menit lagi. Kyuhyun mengumpat dalam hati. Di mana gadis itu? Apakah dia… Mungkinkah gadis itu ke sana? Ia harus memastikannya.

.

.

Braaak…

Yoon Hye membuka pintu itu dengan keras. Nafasnya tersegal. Untuk pertama kalinya, ia melihat sendiri raga Kyuhyun yang terbaring di ranjang itu. Berbagai alat menempel pada tubuhnya. Detak jantung itu masih terdengar dari monitor di sebelah kiri ruangan. Ia berjalan pelan menghampiri laki-laki itu. Mata itu terpejam. Ada beberapa luka gores di wajah dan tubuhnya. Perlahan di sentuhnya tangan laki-laki itu. Hangat… Kehangatan yang masih sama.

“Kenapa kau bohong kepadaku?” lirih Yoon Hye “Apa kau berniat meninggalkan aku tanpa pamit huh? bagaimana bisa kau melakukan hal itu?”

Dada gadis itu mulai sesak. Rasanya sakit…

“Jangan pergi kyuhyun ah…”

“Yoon ah!”

Yoon Hye tersentak dan berbalik ke belakang “Kyuhyun ah…”

“Maaf sudah berbohong kepadamu.”

“Dasar bodoh!! Apa kau pikir bohongmu itu berguna huh?” bentak Yoon Hye dengan suara gemetar.

Kyuhyun melihat jamnya. 15 detik lagi. Laki-laki itu merengkuh wajah Yoon Hye dengan kedua tangannya. Ditatapnya dalam gadis itu sambil tersenyum sedih “Waktuku sudah habis. Ingatlah untuk berusaha tidak sedih. Ingatlah untuk menjaga diri baik-baik. Kau tau, aku akan sangat marah bila terjadi sesuatu pada dirimu. Yoon ah, Saranghae…”

Tes…

Air mata itu jatuh dari kelopak mata Yoon Hye. Gadis itu mencengkeram tangan Kyuhyun yang memegang pipinya erat “Jangan pergi, kumohon…” lirihnya.

Perlahan, tubuh Kyuhyun berpendar menjadi sebuah cahaya. Sebelum cahaya itu lenyap. Perlahan, ia mengecup bibir gadis itu.

“Nado saranghae…” bisik Yoon Hye sambil memejamkan mata, terisak.

Hingga akhirnya genggaman tangannya itu terasa kosong. Kaki gadis itu terasa lemas hingga ia terjatuh. Air matanya tidak bisa berhenti. Ada rasa sakit yang menderanya. Mengapa semua orang yang dicintainya pergi meninggalkannya?

Namun, ada yang luput dari perhatian Yoon Hye. Suara itu masih ada. Masih berdetak.

“OMO KYUHYUN AH? KAU SADAR??” teriakan itu membuat Yoon Hye tersentak.

Yoon Hye beranjak dari tempatnya dengan cepat berbalik menatap Kyuhyun di ranjang itu. Seorang gadis yang diyakini sebagai kakak Kyuhyun sedang menggenggam tangan Kyuhyun sambil menangis.

“Syukurlah kau sudah sadar… Akan kupanggilkan dokter,” gadis itu berlari keluar ruangan tanpa memperhatikan sosok lain yang berada di kamar itu.

Yoon Hye membekap mulutnya, menahan isaknya sambil menatap Kyuhyun yang tengah mengerjapkan matanya lemah. Apakah ini nyata tuhan?! Kau mengembalikannya ke dunia ini.

“Yoon…”

Gadis itu dapat mendengar dengan jelas bisikan Kyuhyun yang memanggil namanya. Air mata gadis itu terus mengalir. Kali ini bukan kehilangan, namun rasa lega yang teramat sangat. Tiba-tiba saja seorang dokter masuk diikuti beberapa suster dan kakak Kyuhyun. Yoon Hye memilih keluar dari ruangan itu. Belum waktunya menemui laki-laki itu.

“Terima kasih sudah kembali Kyuhyun ah…” bisiknya pelan sambil berjalan pergi meninggalkan ruangan itu.

Tanpa disadari gadis itu, ia sudah melewati seorang laki-laki mirip Jung Il Woo yang sedang duduk di kursi lorong rumah sakit.

“Akhirnya dia menangis juga…” gumam laki-laki itu “Kenapa mereka bodoh sekali? Ketulusan itu adalah air mata harapan. Tapi sudahlah, laki-laki itu beruntung. Tepat satu detik sebelum waktunya habis. Ini sangat mengagumkan.”

***

 

~Epilog~

Sudah seminggu sejak kejadian itu. Yoon Hye sama sekali belum bertemu dengan Cho Kyuhyun. Semua penghuni sekolah sangat bahagia mendengar kabar Kyuhyun sadar dari komanya. Tidak heran, karena Kyuhyun adalah namja populer. Ia pintar juga tampan.

Hari ini gadis itu hanya duduk di tempat favoritenya. Di bawah pohon di samping gedung sekolah. Ia menatap kotak bekal yang dibawanya dari rumah. Telur gulung. Makanan yang sangat ingin di makan Kyuhyun saat laki-laki itu menjadi arwah. Tanpa sadar, bibirnya tersenyum mengingat kejadian itu. Bagaimana keadaan laki-laki itu sekarang? Bagaimana reaksinya jika mereka bertemu nanti?!

“Bisakah aku memutar ulang senyummu barusan?”

Jantung Yoon Hye terasa berhenti berdetak. Suara itu… Dengan cepat ia menoleh ke samping dan mendapati Kyuhyun sedang duduk di sebelahnya. Laki-laki itu tengah tersenyum menatapnya.

“Rasanya sudah lama sekali kita tidak bertemu, tidakkah kau merindukanku?”

Yoon Hye mendengus pelan sambil mengalihkan tatapannya. Laki-laki ini tidak berubah.

“Kau tau Yoon ah? Saat aku sadar dari koma, aku seperti melihat bayanganmu… Kau berdiri di sana sambil menatapku.”

“Kyuhyun ssi, apa kau ingat sesuatu?”

“Ingat apa?”

Yoon Hye menggeleng pelan “Mianhae…”

“Untuk apa kau minta maaf?”

“Karena aku, Kau… Kau mengalami hal itu.”

“Ya, itu memang salahmu!!”

Yoon Hye memutar kepalanya sambil mengerutkan kening menatap laki-laki itu. Oke, ini memang salahnya. Tapi… tapi mengapa ia sama menyebalkannya saat menjadi arwah?!

“Kau tau kenapa aku bisa kecelakaan? Itu karena bayangmu yang hanya terlihat di mataku hingga aku tidak bisa melihat sekelilingku. Tidakkah kau merasa kau harus bertanggung jawab huh?”

Yoon Hye menaikkan salah satu alisnya. Kenapa laki-laki ini semakin menyebalkan?!

Kruuuuk…kruuuuk…

Bunyi apa itu? Yoon Hye menatap Kyuhyun tanda tanya. Laki-laki itu mengusap tengkuknya sambil meringis “Maaf, aku tidak sempat sarapan tadi pagi.”

“Ahahah…” seketika tawa Yoon Hye meledak “Aigooo… Baru kemarin kau bilang tidak bisa makan, kenapa sekarang rasanya aneh saat kau merasa lapar?”

“Mwo?”

“Aniyo… “ Yoon Hye masih tertawa saat menyodorkan kotak bekalnya “Makanlah!”

“Kau yang membuatnya sendiri?” tanya Kyuhyun sambil membuka kotak bekal itu “Telur gulung?”

“Wae? Kau tidak suka?”

“Kau tau? Ini pertama kalinya kau memberikanku sesuatu. Ah, aku jadi ingin mengabadikannya.”

“Cho Kyuhyun ssi, jangan bodoh!!”

Kyuhyun tertawa kecil sambil memakan bekal itu. Sementara Yoon Hye hanya menghirup nafas, menikmati aroma angin yang segar.

“Ini hanya perasaanku saja atau benar-benar terjadi? Sikapmu sedikit berbeda. Apa kau sudah mulai menatapku? kalau seperti ini aku tidak keberatan harus kecelakaan setiap hari_”

“Yaa, diam dan makan saja!!” potong Yoon Hye. Memikirkan Kyuhyun menjadi arwah saja sudah membuat Yoon Hye takut. Ia tidak ingin laki-laki itu nyaris pergi seperti kemarin.

“Kyu… Boleh aku bertanya sesuatu?”

“Hmm? Apa aku mau menjadi kekasihmu? Jawabannya sudah pasti mau.”

Gadis itu mendelik “Bukan itu!” katanya sambil memberengut.

“Aku melihat banyak ekspresimu hari ini dan itu menyenangkan. Baiklah, apa yang ingin kau tanyakan?”

“Apa kau menyukaiku?”

‘Apakah aku menyukaimu? Ya, benar, aku menyukaimu. Foto-foto itu sudah cukup jelas…’

 

“Tentu saja, sudah terlihat jelas bukan?”

Yoon Hye tersenyum kecil “Mengapa kau menyukaiku?”

‘Mengapa aku bisa menyukaimu? Itu karena kau. Aku menyukaimu karena kau Kim Yoon Hye…’

 

“Karena kau! Karena Kau Kim Yoon Hye. Bukankah aku pernah mengatakannya kepadamu?”

“Ya… Kau pernah berkata kepadaku,” yoon hye menatap lembut.

‘Dan mengapa aku tidak ingin pergi meninggalkanmu? Karena… aku ingin melihat senyumm. Aku ingin mengubah ekspresi datar itu. Aku ingin melihat ekspresimu saat marah, menangis, sedih, kecewa, senang, bahagia dan saat malu. Aku ingin melihat semuanya…’

 

“Dan aku tidak ingin meninggalkanmu Yoon ah, apapun yang terjadi. Karena… aku ingin melihat senyummu. Aku ingin mengubah ekspresi datar itu.  Aku ingin melihat ekspresimu saat marah, menangis, sedih, kecewa, senang, bahagia dan saat malu.  Aku ingin melihat semuanya…”

Yoon Hye tertawa kecil “Sangat tepat!”

“Eh?”

“Mungkin saja aku sudah mulai menatapmu.”

Kyuhyun membulatkan matanya “Apa katamu?”

Yoon Hye hanya tersenyum sambil memejamkan matanya. Menikmati angin musim gugur yang membelai lembut wajahnya. Mengacaukan rambutnya dan menggugurkan daun-daun. Sementara Kyuhyun menatapnya sambil tersenyum.

 

 

Rambut panjangnya yang tergerai tertiup angin

Tawa bebasnya yang membuat dunia menjadi cerah

Terima kasih karena mengijinkanku melihatnya lagi

Melihat lagi senyumnya

Mendengar lagi suaranya

Dan aku rela menukar apapun untuk itu…

 

 

Meskipun telah terlupa

Meskipun tidak lagi di ingat

Tapi rasa itu masih sama, masih seperti sebelum-sebelumnya

Terima kasih sudah kembali, terima kasih karena tidak meninggalkanku…

Dan terima kasih sudah memberiku kesempatan untuk membalas cintamu…

 

 

FIN

 

last edited 21 Oktober 13 ; 12.00