Tags

, , , ,

Tittle : Different Heart
Cast:
– Lee Eunhyuk
– Lee Hyuk Jae
– Min Seo Rin (Saya)
– Kim Yoon Hye (Sudah pasti saya juga)
– Hyo Yeon
– Cho kyuhyun + Lee Hyo Ra (jelas ini juga saya, wkwkwk maruk!)


NB : mungkin sudah ada yang pernah baca ini, ini hanya pengulangan setelah saya revisi. Saya jadikan satu part biar enak bacanya jadi nggak pendek-pendek kayak dulu,,
Happy reading ^^
————–

Part 4

“Aku senang sekali bisa bertemu dengan kalian,” Hyo Yeon mendongak menatap bintang.
Eunhyuk tersenyum sipul sambil memandangi minuman kaleng yang dipegangnya.
“Kudengar. . . orang tua kalian bercerai?” tanya Hyo Yeon pelan.
“Ne,” jawab Eunhyuk pendek.
Hyo Yeon menunduk kemudian tersenyum “Aku ingat saat kita kecil dulu. Sebelum Appa mengajakku pindah, kau tau? Aku lebih menyukai saat-saat sebelum itu. Dan ku pikir kau juga pasti sama,”
“Ya, karena saat itu aku masih mempunyai orang tua yang lengkap,”
“Kita tidak ada bedanya eunhyuk ah, aku juga harus berusaha keras menunjukkan kemampuanku kepada orang tuaku agar aku tidak lagi dibandingkan dengan Eonniku,”
“Di mana dia sekarang? Selama ini aku hanya mendengarmu bercerita tentangnya tapi tidak pernah tau seperti apa dia,”
“Tentu saja. untuk gadis sepintar dia, dia harus bersekolah di sekolah faforite dan tinggal di asrama. Aku menyukai hal itu, setidaknya aku tidak perlu bertemu dengannya setiap hari,” Hyo Yeon berhenti sejenak “Saat lulus kuliah, dia meninggalkan rumah begitu saja dan meminta kami untuk tidak mencarinya,”
“Kenapa?”
Hyo Yeon mengangkat bahunya “Aku tidak tau. . . Dia tidak pernah mengatakan apapun, padahal Appa dan Eomma lebih menyayanginya daripada aku. Dan sekarang, aku harus berusaha menunjukkan kemampuanku kepada mereka. Aku bisa berhasil dengan caraku sendiri!”
“Aku yakin kau bisa, kau tipe orang yang harus mendapatkan apapun yang kau inginkan,”
Hyo Yeon tersenyum “Ya, dan aku ingin kau selalu mendukungku,”
“Apa kau tidak ingat? Ada seseorang yang selalu bersedia mendukungmu Yeon ah, Hyung tidak pernah mengabaikanmu,”
“Benarkah?”
“Aku masih ingat saat dulu aku membuatmu menangis. Dia sangat marah kepadaku dan mengatakan agar aku menjauhimu,”
“Mwo? Hyuk Jae melakukan itu?”
“Kau tidak tau kalau dia menyukaimu?”
Hyo Yeon menggeleng pelan “Yang aku tau, dari dulu aku menyukaimu Eunhyuk ah,”
Eunhyuk menatap diam “Jangan, jangan menyukaiku Yeon ah. . . Atau kau akan terluka nantinya,”
****

“Ada apa mengajakku ke tempat ini pagi-pagi?” tanya Hyo Yeon sambil menikmati makanan yang dipesannya. Saat ini ia dan Lee Hyuk Jae sedang sarapan di sebuah cafe.
Hyuk Jae tidak menjawab, ia mengulurkan sebuah map dan menaruhnya tepat di hadapan Hyo Yeon “Teardrops In The Rain, drama yang akan kukerjakan. Kau bersedia bermain di dalamnya?”
Hyo Yeon menaikkan sebelah alisnya sambil menatap Hyuk Jae “Kenapa kau memilihku untuk drama ini?”
“Kurasa kau cocok. Pelajari dulu, bicarakan dengan managermu. Aku tidak memaksa kau melakukannya, hanya saja aku meminta jawaban secepatnya,”
“Baiklah, akan kupelajari skrip ini dulu,” jawab Hyo Yeon.
Hyuk Jae menyesap kopinya kemudian berdehem pelan “Jadi kemarin kau bertemu dengannya?”
“Siapa?”
“Apa aku harus menyebutkan namanya?”
Hyo Yeon tertawa kecil “Mianhae. . . Aku tidak bermaksud mengkhianatimu kemarin, hanya saja aku terlalu senang saat itu,”
“Jadi kau merasa mengkhianatiku?” tanya Hyuk Jae sambil mengangkat sebelah alisnya.
Hyo Yeon tertawa “Aku mengingkari janji untuk bertemu denganmu, bisa dibilang aku sudah mengkhianatimu,”
“Tapi sepertinya kau tidak menyesal sudah melakukannya,”
“Hyuk Jae ya, apa kau marah kepadaku?”
“Aniyo,”
“Benarkah?” Hyo Yeon memiringkan tubuhnya sambil memasang wajah aegyo, mengintip wajah Hyuk Jae yang sedang menatap cangkir kopinya.
Hyuk Jae mendesah pelan “Kau tau aku tidak akan pernah bisa marah kepadamu,”
Hyo Yeon tersenyum “Kau memang sahabat yang sangat baik,”
Sahabat. . . Hyuk Jae tersenyum masam. Ia tau Hyo Yeon akan terus berpura-pura tidak tau tentang perasaannya. Dan Hyuk Jae tidak ingin memaksa gadis itu.
***

Seorang gadis berjalan dengan terburu-buru. Beberapa kali barang yang dibawanya terjatuh dan beberapa kali juga ia harus memungut barang-barang itu.
“Aiiish. . .” dengan cepat ia menaiki tangga gedung itu tapi tiba-tiba saja tali sepatunya terputus. Gadis itu mendesah keras tapi karena ia diburu waktu, akhirnya ia harus rela berjalan dengan terpincang-pincang. Penampilannya sedikit berantakan dengan rambut terurai dan baju yang sedikit acak-acakan. Dengan cepat ia memasuki lift tanpa memperhatikan orang-orang yang menatapnya aneh dan berhenti di lantai empat.
“YAA Eunhyuk ssi!!” teriaknya setelah keluar dari lift saat melihat sosok yang dikenalnya sedang berjalan di koridor itu.
Laki-laki itu berhenti berjalan dan berbalik. Sambil meletakkan kotak alat yang dibawanya. Ia menatap gadis itu dari atas hingga bawah.
“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya gadis itu dengan nafas terengah. Kemudian matanya menatap kartu tanda pengenal yang dipakai Eunhyuk. “Wooaa jadi kau asisten sutradara?! Apa kau ikut rapat juga? Tapi mengapa kau ada di sini? Apa rapatnya sudah selesai? Aku benar-benar terlambat. . . bagaimana keputusannya? Apa mereka marah karena aku tidak datang?”
“Apa yang kau bicarakan?” tanya Eunhyuk dengan pandangan ‘dasar aneh!’
“Bukankah PDnim, Sutradara, Editor dan yang lainnya ada rapat jam sebelas? Kau tidak tau??”
Eunhyuk menyingkap lengan kemejanya panjangnya sejenak, melihat jam tangannya “Rapat dimulai jam sebelas, itu artinya tiga puluh menit lagi!!”
“Apa?”
“Min Seo Rin ssi, apa kau tidak punya jam di rumah?!”
“Tapi aku yakin melihat jam sepuluh lebih empat puluh tujuh tadi saat bangun, bagaimana bisa sekarang masih jam setengah sebelas??”
“Apa kau yakin jam milikmu itu berputar dengan benar?!” dengus Eunhyuk “Dasar bodoh!!”
“YAA aku tidak bodoh!!”
“Kau sangat bodoh! Juga ceroboh dan serampangan! Sama sekali tidak masuk dalam kriteria wanita!!”
“Mwoya??”
“Sedang apa kalian di sini?”
Sontak Seo Rin dan Eunhyuk mengalihkan pandangan mereka ke asal suara. Lee hyuk jae, laki-laki itu tengah berdiri menatap mereka terkejut bersama Yoon Hye dibelakangnya.
“Hyung bukankah sebentar lagi kita ada rapat? Kutunggu kau di ruang meeting!” ucap Eunhyuk sambil mengangkat kembali kotak peralatannya “Mantan pacarmu ini sangat payah!” tambahnya kemudian berbalik dan berjalan pergi.
“YAA Eunhyuk ssi!! Apa maksudmu hah??!” teriak Seo Rin kesal. Tapi tiba-tiba saja seseorang memegang lengannya kemudian menyentakkannya berbalik cukup keras.
“Kau mengenalnya?”
“Tentu saja, dia asisten sutradara bukan?!”
“Sejak kapan kalian kenal?”
“Itu bukan urusanmu!!”
“Kau—“
“Seo Rin ssi, kenapa sepatumu?”
“Oh? Tadi putus saat aku naik tangga,”
“Ayo ikut aku, kurasa aku punya sepatu untukmu,” ucap Yoon Hye mengambil alih lengan Seo Rin “Rapat di mulai sepuluh menit lagi, dan pastikan anda tidak terlambat, PDnim!!”
“YAA apa maksudmu??”
Tanpa memperdulikan Hyuk Jae yang mendelik kesal, Yoon Hye membawa Seo Rin ke ruang pantry.
“Cobalah,” ucapnya sambil menyodorkan sepatu putih tanpa hak pada Seo Rin “Kurasa ukuran kita sama,”
“Kam-kamsahamnida,” dipakainya sepatu itu dan ternyata ukurannya memang pas “Waaah. . . ternyata memang pas,”
“Kau boleh memilikinya,” Yoon Hye tersenyum.
“Jjinjayo?? Gomawo. . . mm Yoon Hye ssi, apa kau punya ikat rambut? Aku terburu-buru tadi. padahal jam di kamarku pukul sepuluh lebih empat puluh tujuh. Kurasa batrainya habis tadi malam,”
Yoon Hye tertawa kecil sambil mengulurkan sebuah tali rambut yang diambil dari lokernya “Ayo, rapat sudah harus dimulai!!”
.
.
“Jadi siapa artis yang akan mengisi drama ini?” tanya Sutradara Shin.
“Dia akan datang kemari sebentar lagi!” jawab Hyuk Jae “Untuk aktornya, aku sudah menghubungi Jung Yong Hwa, personil dari CN. Blue dan mereka sudah setuju untuk tanda tangan kontrak. Besok aku akan menemuinya,”
“Nona Min Seo Rin ssi, apakah menurutmu Jung Yong Hwa cocok untuk peran ini?” tanya Sutradara Shin “Kau penulisnya bukan? Kami membutuhkan imaginasimu untuk menyesuaikan karakter dengan wajah aktornya,”
“Apa maksudmu?” saut Hyuk Jae “Kau tidak setuju jika dia yang mengisi drama ini? Mereka sudah setuju untuk tanda tangan kontrak, dan kau ingin membatalkannya?!”
“Seharusnya sebelum meminta artis untuk memainkan drama, si penulis berhak mengemukakakan pendapatnya karena naskah drama ini, lahir dari otak dan imaginasinya!!” balas Sutradara Shin.
“Jadi seharusnya dia yang menentukan siapa pemainnya?!” tanya Hyuk Jae mulai emosi.
“Bagaimana kalau kita tanyakan saja sekarang?” potong Yoon Hye “Seo Rin ssi, bagaimana Jung Yong Hwa menurutmu?”
Seo rin menatap mereka semua dengan gugup “Jung Yong Hwa. . . siapa dia??” tanyanya pelan dan langsung mendapat tatapan tidak percaya dari Hyuk Jae, Sutradara Shin dan Yoon Hye. Sementara Eunhyuk memalingkan wajahnya sambil menahan senyum.
“Kurasa kau bisa menjelaskan kepadanya,” kata Hyuk Jae dingin.
Tanpa mengatakan siapa, Yoon Hye tau dirinya yang dimaksud. Gadis itu menghampiri Seo Rin sambil membawa sebuah map besar. Dibukanya map itu lalu menunjukan foto profil Jung Yong Hwa.
“Kurasa dia cocok, tenang dan tidak banyak bicara juga sedikit dingin.” gumam Seo Rin.
“Ya, dia berhasil membintangi film You’re Beautiful dan Heartstring bersama Park Shin Hye. Karakternya di film itu dan di sini tidak berbeda banyak,”
“Baiklah, aku setuju dia yang menjadi tokoh utamanya,”
“Untuk soundtracknya juga aku akan memakainya. Kebetulan dia adalah penyanyi dari grub CN. Blue,” saut Hyuk Jae.
“kurasa tidak masalah,” gumam sutradara shin “Tapi di mana artis yang kau bicarakan itu? jam berapa dia akan datang?”
Hyuk Jae merogoh ponsel di sakunya dan melihat jam sekilas. Kemudian dihubunginya seseorang. Tidak diangkat. Dicobanya sekali lagi, tetap tidak diangkat.
“Kurasa dia masih di perjalanan sekarang, tunggu sebentar lagi,”
Dua puluh menit berlalu. Sutradara Shin dan Eunhyuk sedang berdiskusi mencari lokasi-lokasi syuting yang tepat sementara Seo Rin dan Yoon Hye sedang sibuk dengan naskah mereka. Hanya Hyuk Jae sendiri yang sedang berdiri di dekat jendela sambil berkali-kali memandangi ponselnya.
Tiba-tiba saja pintu terbuka dan seorang gadis masuk ke dalamnya bersama seorang wanita yang sudah berumur “Maaf aku terlambat,” ucap gadis itu.
“Ah, Yeon ah kau sudah datang rupanya,” sapa Hyuk Jae dengan senyuman.
Untuk sesaat, gadis itu hanya mematung sambil menatap yang lainnya, kemudian ia buru-buru membungkuk memberi salam “Ini managerku, Miss Cha,”
“Duduklah dulu,” kata Hyuk Jae “Baiklah seperti yang kalian lihat, artis yang akan mengisi drama ini adalah Kim Hyo Yeon,”
Sutradara Shin melemparkan tatapannya pada Seo Rin, begitu juga Eunhyuk. Dengan gugup Seo Rin menatap Hyo Yeon “Kurasa tidak masalah. . . “ jawab Seo Rin.
“Bagaimana menurutmu Sutradara Shin?”
“Nona Seo Rin sudah setuju jadi aku ikut saja,”
“Kalau kau Yeon ah? Bagaimana?” tanya Hyuk Jae.
“Aku sudah membicarakan ini dengan Cha Ajhuma, kurasa aku akan mencobanya,”
“Jadi kau setuju?”
Hyo Yeon tersenyum “Ya, aku setuju,”
.
.
“Ajhuma, aku tidak ada acara lagi kan? kau bisa pulang lebih dulu, aku masih ingin di sini,”
“Begitu? Baiklah, jangan lupa kau ada variety show besok,”
“Ne,”
Hyo yeon menatap managernya sejenak kemudian ia menatap pintu ruang meeting itu. Eunhyuk keluar ruangan bersama Sutradara Shin. Langsung dihampirinya laki-laki itu.
“Eunhyuk ah, kau ada waktu kosong?” tanyanya riang.
“Ada apa?”
“Ayo kita makan bersama, ne?”
“Tidak bisa Yeon ah, aku harus menyiapkan drama ini bersama Shin Hyung,”
Terlihat raut kecewa di wajah Hyo Yeon “Baiklah. . .”
“Anyeong,” ucap eunhyuk kemudian berlalu.
Hyo Yeon masih saja memandangi sosok Eunhyuk sebelum akhirnya ia memutuskan untuk berbalik. Tapi langkahnya terhenti saat melihat seorang gadis sedang berjalan menuju lift. Diikutinya gadis itu dengan cepat.
“Tidak kusangka setelah sekian lama kita akhirnya bertemu di sini. . . Eonni,”
Yoon Hye menghentikan langkahnya kemudian berbalik menatap Hyo Yeon “Senang melihatmu baik-baik saja Yeon ah,”
Hyo Yeon mendengus “Apa kau sedang berakting?”
“Kurasa kau lebih tau siapa yang berprofesi sebagai artis,”
“Kenapa kau meninggalkan rumah? Kau ingin membuat Appa dan Eomma semakin menekanku?”
“Yeon_”
“Kenapa kau selalu saja menyulitkanku??”
“Bukan begitu Yeon_”
“Sekarang tuhan mempertemukan kita, aku tidak akan kalah darimu Eonni. Akan kubuktikan kepada Appa dan Eomma jika aku bisa. Kau tau, saat ini aku benar-benar menyesal kenapa harus bertemu lagi denganmu. Aku masih berharap bahwa aku tidak pernah punya Eonni sepertimu!!”
“Bicaralah sepuasmu Yeon, tapi kau tidak akan pernah tau bagaimana rasanya kelebihan yang kau miliki malah menjadikanmu sebuah beban. Dan alasan kenapa aku pergi dari rumah adalah karena aku mencintai dongsaengku!!” saut Yoon Hye dengan suara bergetar kemudian langsung masuk lift. Begitu pintu lift tertutup, air mata itu langsung jatuh. Sementara Hyo Yeon masih terpaku di tempatnya. Tanpa sadar, ada seseorang yang mendengarkan pembicaraan mereka. Lee Hyuk Jae, laki-laki itu saat ini sedang berdiri di balik dinding dengan raut wajah tidak percaya.

Tbc…