Tags

, , , , ,

Tittle : Different Heart
Cast:
– Lee Eunhyuk
– Lee Hyuk Jae
– Min Seo Rin (Saya)
– Kim Yoon Hye (Sudah pasti saya juga)
– Hyo Yeon
– Lee Donghae
– Cho kyuhyun + Lee Hyo Ra (jelas ini juga saya, wkwkwk maruk!)


“Eomma…”
Wanita itu terlihat hampir menangis menatap putra yang bertahun-tahun tidak di lihatnya itu “Kau Hyukiku…” bisiknya lirih.
Hyuk Jae tercekat. Pikirannya berkecamuk “Maaf, saya tidak sengaja,” katanya parau lalu cepat-cepat pergi.
“Hyuki!!! Tunggu!! Hyuki ya!!” teriak wanita itu di sela tangisnya.
Yoon Hye mengerutkan keningnya heran. Tapi kemudian dengan cepat ia menghampiri wanita itu, memunguti belanjaannya.
“Ajhuma anda baik-baik saja?” tanya Yoon Hye sambil menggandeng lengan wanita itu “Mari kita duduk sebentar,” ajak Yoon Hye pelan.
.
.
“Sudah bertahun-tahun… ternyata dia belum bisa memaafkanku,” suara itu memecah keheningan.
“Ye?” Yoon Hye hanya bisa menatapnya.
“Agashi, apa kau mengenal baik Lee Hyuk Jae?” tanya wanita itu.
“N-ne, dia adalah atasan saya,”
Wanita itu tersenyum “Kau sangat cantik,”
“Y-ye? oh, Kam-kamsahamnida,” balas Yoon Hye gugup.
Sejenak mereka berdiam diri “Ajhuma, apa anda mengenal atasan saya?” tanya Yoon Hye sedikit ragu.
Wanita itu tersenyum pahit kemudian menoleh “Apakah aku masih pantas di sebut sebagai Eommanya?”
“Mwo? Anda… Anda Eomma Lee Hyuk Jae ssi?”
“Panggil saja aku Soo Ajhuma. Sepertinya Hyuki tidak mau menganggapku sebagai Eommanya lagi,” ada nada kecewa dalam kalimat itu.
“Apa… anda eomma dari Lee Eunhyuk ssi juga?” tanya Yoon Hye pelan.
“Benar,” jawab wanita itu “Kau mengenalnya juga?”
“Dia bekerja di tempat kami. Sebenarnya saya sedikit terkejut saat pertama kali melihat mereka berdua. Mereka terlihat sama,”
“Wajah mereka memang sama, tapi mereka berbeda,” kata Soo Eun sambil menerawang. “Eunhyuk adalah laki-laki yang penurut dan pendiam. Dia selalu mempertimbangkan pilihannya dengan matang. Berbeda dengan Hyuki. Dia adalah laki-laki yang sedikit frontal. Dia akan menolak sesuatu jika itu tidak sama dengan hatinya. Teman-temannya pun lebih banyak dari Eunhyuk karena dia anak yang hiperaktif, tidak pendiam seperti Eunhyuk. Dibanding Eunhyuk, Hyuki selalu mengeluarkan emosinya. Ia akan berteriak jika marah, juga akan tertawa saat bahagia. Aku benar-benar merindukan tawanya…”
Yoon Hye terdiam mendengarnya “Ajhuma, anda bilang sudah bertahun-tahun anda tidak bertemu dengannya. Tapi sepertinya anda sangat mengenali keduanya dengan baik,”
“Karena mereka adalah belahan jiwaku,” nada itu terdengar begitu tulus.
Ada sedikit rasa iri yang menyelip di hati Yoon Hye. Seandainya saja orang tuanya seperti Ajhuma ini. seandainya saja orang tuanya mengenali dengan baik dirinya dan Hyo Yeon, pasti ia akan sangat senang. “Ajhuma… Apa saya boleh tau mengapa Lee Hyuk Jae ssi dan Lee Eunhyuk ssi bisa terpisah?” tanya Yoon Hye pelan.
Soo Eun terdiam. pikirannya menerawang jauh kembali ke masa lalu. “Kakek mereka, Appa dari Lee Jae Suk tidak menyetujui pernikahan kami. Mereka dari golongan atas sementara aku dari keluarga biasa-biasa saja. Ini yang menyebabkan kami sering bertengkar. Suatu saat Eommaku sakit, aku harus kembali ke rumah yang ada di Gwangju untuk merawatnya. dan Jae Suk memintaku memilih antara dirinya dengan Eomma. Bagaimana bisa aku meninggalkan Eomma, orang yang sudah melahirkanku. Akhirnya kami bercerai. Dia… Dia membawa Hyuki. Karena menurutnya Hyuki lebih bisa berinteraksi dengan orang lain. Mereka membutuhkan penerus perusahaan mereka. Sampai senior high school Hyuki dan Eunhyuk bersekolah di tempat yang sama.. Saat itu Eunhyuk tetap tinggal di Seoul bersama Rae Ajhuma, pembantu kami selama ini. akhirnya setelah Eomma meninggal, aku membawa Appa ke Seoul. Aku tidak bisa bertemu Hyuki karena Jae Suk selalu mengawasinya. Sebelum kami bercerai, aku sudah berjanji tidak akan menemui Hyuki lagi. karena kalau tidak, Jae Suk juga akan membawa Eunhyuk bersamanya. Hanya melalui Eunhyuk aku bisa mengetahui kabar Hyuki. Itu pun tidak berlangsung lama karena saat lulus senior highschool, Eunhyuk memilih untuk belajar ke luar negeri dengan beasiswa yang di dapatnya. Aku tidak mungkin menghalanginya, dan sejak saat itu aku tidak pernah lagi mendengar kabar tentang Hyuki. Kau tau bagaimana rasanya melihat salah satu dari jiwamu pergi sementara kau tidak bisa menahannya? Dia pasti membenciku karena selama ini dia yang paling dekat denganku. Dia selalu terbuka padaku, tidak seperti Eunhyuk. Tapi aku tidak bisa menahannya…”
Yoon Hye mengangkat tangannya. Jarinya mengusap air mata yang sudah membasahi pipi wanita itu. “Dia masih menyayangimu Ajhuma… Mungkin dia memang kecewa, tapi dia masih menyayangimu,” hibur Yoon Hye “Aku pernah mendengarnya menyebutmu dalam tidurnya,”
“Benarkah?” Soo Eun tersenyum “Agashi, sepertinya kalian cukup dekat,”
“Y-ye? A-aniyo, saya hanya asistantnya Ajhuma… Dia laki-laki yang keras kepala, sampai direktur Lee meminta saya untuk menjadi asistennya. Saya harus memastikan dia datang ke kantor, termasuk menyeretnya paksa dari tempat tidurnya,”
Soo Eun tertawa kecil “Aku tau. Dia tidak akan suka di paksa. Dari kecil dia sangat suka musik. Dia tidak akan suka bila dipaksa menjalankan perusahaan seperti sekarang. Agashi, siapa namamu?”
“Oh? Kim-Kim Yoon Hye imnida,” ucap Yoon Hye sambil membungkuk sedikit. Ia baru sadar kalau ia belum memeperkenalkan dirinya.
“Yoon ah, bolehkah aku meminta bantuanmu?”
“Y-ye? Tentu Ajhuma,”
“Bisakah kau menjaganya? Menjaga Hyukiku?”
Yoon Hye sedikit terkejut mendengarnya “Sa-saya?”
“Aku tau kau orang yang baik. Kau asistannya bukan? Jangan lupa ingatkan dia untuk makan. Dia tidak suka makanan pedas dan alergi Udang. Dia juga punya sesak nafas dalam gelap,”
“Sesak nafas?”
“Dulu Jae Suk pernah menghukumnya saat hyuki mendapatkan nilai merah. Dia mengurung Hyuki dalam gudang yang gelap. Sejak saat itu Hyuki selalu sesak nafas jika dalam gelap,”
“N-ne,”
Tiba-tiba saja ponsel Yoon Hye bergetar. Terlihat nama atasannya itu berkedip-kedip di layar ponselnya. Segera dijawabnya telepon itu. Tapi baru sedetik benda itu menempel di telinga, Yoon Hye harus menjauhkannya lagi jika tidak ingin telinganya rusak.
“Araseo, aku akan segera ke sana!” jawabnya cepat kemudian menutup telepon dengan kasar “Iishh…” desisnya pelan sambil menatap benda itu.
“Sepertinya kau harus pergi sekarang,”
“Ajhuma, mianhae,”
“Gwenchanae, senang bertemu denganmu Yoon ah. Kau boleh mampir ke butikku jika kau mau, ini kartu namaku,” Soo Eun memberikan kartu namanya pada Yoon Hye. Gadis itu beranjak dari duduknya sambil menerima kartu nama itu.
“Anyeong hasimnida,” ucap Yoon Hye sebelum ia pergi.
***

“Kau mau pergi?” tanya Hyo Ra yang baru datang sambil memeluk kantong belanjaan.
“Aku harus ke L agency hari ini, Sutradara Shin meminta cerita tambahan untuk karakter Han Eunki dalam drama,”
“Tidak makan dulu?”
Seo Rin menggeleng pelan “Aku harus cepat-cepat,”
“Baiklah, nanti malam aku ada di tempat Kyuhyun kalau kau mencariku,”
“Araseo!!” jawab Seo Rin sambil memakai sepatunya. “Aku pergi dulu, anyeong,” pamitSeo Rin sambil berjalan menuju pagar yang terbuat dari kayu.
Lima belas menit kemudian Seo Rin tiba di L agency. Dia langsung menuju lantai tiga, tempat Yoon Hye berada. Saat berjalan di koridor, tidak sengaja ia bertemu dengan Hyuk Jae.
“Lee Hyuk Jae ssi, apa Yoon Hye ssi ada di tempatnya?” tanya Seo Rin sambil menghampiri laki-laki itu.
Hyuk Jae terdiam sejenak. Ia berfikir sejenak. Saat ini ia hanya memakai kemeja putih dan celana hitam. Kebetulan jasnya ia tinggal di ruangannya tadi. “Kau salah orang, aku bukan Lee Hyuk Jae!!” katanya datar.
Seo Rin mengerjapkan matanya “Apa kau ingin bercanda dengaku??”
“Aku Lee Eunhyuk,”
“Yaa Lee Hyuk Jae ssi, kau pikir kau bisa mempermainkanku lagi?! Kau pikir aku akan tertipu huh? aigooo… Kau ini lucu sekali…” tawa Seo Rin.
“Apa aku terlihat seperti bercanda?”
“Tentu saja… Aku tau kalau kalian itu punya wajah sama. Tapi kalian tetap berbeda. Jangan menganggapku seolah-olah anak TK,” cibir Seo Rin kemudian melegang pergi ke tempat Yoon Hye.
‘jadi bagaimana? Mau menggantikanku? Bukankah di dunia ini hanya eomma yang bisa membedakan kita?’
‘kau salah, ada satu orang lagi yang bisa membedakan kita…’
‘siapa?’
‘dia tidak penting,’
Hyuk Jae tersentak menatap sosok Seo Rin yang sudah menjauh. “Dia…”
***

Ruangan itu tampak berdetum oleh musik. Seorang gadis hanya duduk sambil menatap malas dua temannya yang sekarang sedang karaoke. Diminumnya jus jeruk untuk yang kedua kalinya.
Seorang gadis menjatuhkan diri tepat di sebelahnya “Aah… aku jadi haus,” kata gadis itu sambil mengibas-ngibaskan tangannya ke arah lehernya.
“Hyo ya, kapan dimulai acaranya??” dengus Seo Rin sebal.
“Sebentar lagi. kyuhyun masih menunggu temannya,”
“Ini sudah setengah jam, perutku sudah lapaaar…”
“Bersabarlah sedikit,”
“Kyuhyun ah, mianhae aku terlambat,”
“Oh, Eunhyuk ah, kau sudah datang rupanya,” balas laki-laki yang sedang memegang mic karaoke itu.
“Lee-Lee Eunhyuk ssi? Kau teman Kyuhyun??” tanya Seo Rin kaget.
“Sedang apa kau di sini?” tanya Eunhyuk tanpa ekspresi.
“Kalian sudah kenal?” tanya Kyuhyun “Seo Rin adalah teman kami,”
Eunhyuk mendengus “Bukankah dunia sangat sempit?!”
Kyuhyun tertawa kecil. Sepertinya dia tau bagaimana keadaan hubungan kedua temannya itu. Eunhyuk adalah tipe laki-laki yang berfikiran ke depan sementara Seo Rin adalah gadis yang ceroboh. Bisa dibayangkan seperti apa hubungan mereka.
“Ah, kenalkan. Ini kekasihku yang kuceritakan kepadamu,”
“Anyeong, Lee Hyo Ra imnida,” sapa Hyo Ra.
Eunhyuk hanya tersenyum sambil menundukkan kepalanya.
“Jja, kita mulai acaranya!!” ajak Hyo Ra sambil menarik lengan Kyuhyun untuk duduk di sofa.
Mereka memulai acara tiup lilin kemudian makan-makan serta karaoke bersama. Yang paling banyak karaoke hanya Kyuhyun dan Hyo Ra sementara Seo Rin sibuk memakan makanan yang ada. Dan Eunhyuk? Dia hanya menatap yang lainnya sambil mencoba merilekskan badannya.
Jam terus bergulir. Mereka minum-minum dan terus menikmati acara itu.
“Eunhyuk ah, bisa kau antarkan Seo Rin pulang? Aku mau mengantar Hyo Ra,” pinta Kyuhyun sambil mengangkat tubuh gadis yang sudah lemas karena banyak minum itu.
“Aku tidak tau tempat tinggalnya,” tolak Eunhyuk.
“Nanti kukirimi kau alamatnya,” kata Kyuhyun kemudian keluar ruangan itu.
Eunhyuk mendecak kesal. Dilihatnya gadis yang tengah tergeletak di sofa itu. “Dasar Babi,” dengusnya pelan.
Mau tidak mau ia mengangkat tubuh gadis itu lalu mengantarnya pulang. Sampai di depan rumah Seo Rin, sejenak Eunhyuk terdiam. sepertinya gadis itu dari golongan menengah ke atas. Rumahnya cukup besar meskipun dengan gaya yang sedikit kuno.
Digendongnya gadis itu lalu dibawanya masuk ke dalam. “Apa dia seceroboh ini hingga tidak mengunci rumah?!” gumamnya ketika semua pintu itu tidak terkunci “Kalau ada yang masuk bagaimana?!”
“Uunghh… “ Seo Rin mengerjapkan matanya “Turunkan a-ku” ucapnya sambil merosotkan tubuhnya dari atas punggung Eunhyuk.
Gadis itu langsung berlari ke salah satu ruangan dan muntah-muntah.
“Setidaknya ia ingat untuk muntah di mana,” dengus Eunhyuk lalu melihat-lihat sekeliling ruangan besar itu.
BRUUUK…
Eunhyuk menoleh kaget. Gadis itu tengah tergeletak di depan pintu kamar mandi. Dihampirinya gadis itu “Yaa, apa kau baik-baik saja?”
“Nghh…” Seo Rin hanya memejamkan mata sambil merintih pelan. kedua tangannya menekan perut erat-erat.
“Yaa, jawab aku!!”
“Nghh… eomma…” lirih gadis itu.
Eunhyuk tertegun mendengarnya. Diangkatnya gadis itu. Digendongnya kemudian masuk ke sebuah ruangan yang ia yakin itu kamar Seo Rin. Dibaringkannya di tempat tidur. Gadis itu memiringkan tubuhnya sambil menekuk lutut. Tangannya menekan perut kuat-kuat. Bibirnya merintih pelan dan keringat dingin mulai membasahi keningnya.
Eunhyuk membuka laci-laci yang ada di kamar itu berharap menemukan obat. Dan tepat sekali, ia menemukan beberapa obat pencernaan di sana. Segera ia pergi ke dapur untuk mengambil segelas air kemudian kembali lagi ke gadis itu. Dibantunya gadis itu minum obat.
Setelah minum obat, diselimutinya Seo Rin. Sesaat ia tertegun melihat air mata gadis itu yang mengalir.
“Eomma Appo…” lirih gadis itu di luar kesadarannya. “Eomma…”
Eunhyuk tidak tau harus berbuat apa. Ia menatap bingung. Kemudian ia ingat sesuatu dan segera pergi untuk mengambil lap dan air hangat. Ia mendecak pelan sejenak sebelum mengompres perut gadis itu. Dengan amat terpaksa, Eunhyuk menyingkap kaos gadis itu ke atas hingga perutnya terlihat. Lalu diletakkannya lap itu di atas perut Seo Rin.
“Engh…” Seo Rin melenguh nyaman. Tiba-tiba saja tangan Seo Rin menggenggam tangan Eunhyuk yang ada di atas kain lap itu. Menekannya lebih sedikit. “Eomma…”
Eunhyuk hanya bisa diam dan membiarkan tangan Seo Rin menahan tangannya. Laki-laki itu kemudian duduk di lantai yang di lapisi karpet sambil menatap gadis itu. Ia mengira gadis itu tinggal bersama orang tuanya. Tapi ternyata tidak. Lalu di mana orang tuanya sekarang? Tanpa sengaja mata Eunhyuk menatap sebuah foto di atas meja lampu itu. Tangannya yang bebas meraih foto itu untuk dilihat lebih dekat.
Di situ, ada Seo Rin yang masih kecil kira-kira umur delapan tahun. Di kanan dan kirinya ada seorang wanita cantik sedang memeluknya dan seorang pria sedang memegang dua ikat balon berwarna biru dan merah. Sementara Seo Rin sendiri sedang menjilat permen besarnya. Sepertinya mereka sedang liburan. Dari foto itu tampaknya keluarga mereka dulu baik-baik saja. Lalu apa yang terjadi setelah itu?! Eunhyuk menatap gadis itu lagi. Tanpa sadar, bibirnya tersenyum dan tangannya terulur mengusap-usap kening gadis itu lembut.
***

Seorang laki-laki berpakaian kasual tampak sedang menatap gedung L Agency itu. Sesekali matanya melirik secarik kertas yang dipegangnya. Bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman saat yakin itu adalah alamat yang ditujunya. Ia membenarkan letak kaca matanya lalu melangkah dengan pasti menuju gedung Agency itu.
Setelah masuk ke dalam ia langsung saja menemui receptionist “Aku ingin bertemu dengan Lee Jae Suk ssi,” ucapnya pada gadis receptionist itu.
“Maaf, apakah anda sudah punya janji tuan?!”
“Belum, tapi katakan saja putra dari Shin Min Ah ingin bertemu dengannya.”
“Mohon tunggu sebentar,”
Laki-laki itu mengangguk sambil tersenyum pada gadis itu. sambil menunggu, matanya menatap sekitar.
“Tuan, silahkan anda naik ke lantai lima lalu lurus kemudian belok kiri, nanti anda akan bertemu dengan Kim Jong Woon ssi, sekretaris Direktur Lee,”
“Ah, kamsahamnida,” ucap laki-laki itu kemudian berjalan menuju lift “Direktur?!” gumamnya sambil tersenyum tipis.
.
.
Pintu diketuk pelan. Sekretaris Kim muncul dari baliknya “Tuan, orangnya sudah datang,” ucapnya sambil mempersilahkan laki-laki itu masuk.
Lee Jae Suk mengangguk pelan. Sebenarnya ia sendiri tengah meredam kegugupan yang melandanya. Ditatapnya laki-laki itu dengan intens. Usiannya tidak lebih tua dari Hyuk Jae.
“Anyeong hasimnida, direktur,” ucap laki-laki itu sambil membungkuk pelan setelah Sekretaris Kim menutup pintu.
“Ada perlu apa kau kemari?”
“Saya hanya ingin memberikan sesuatu pada anda,” laki-laki itu mengeluarkan sebuah amplop dalam tasnya lalu menyerahkan pada Lee Jae Suk.
Lee Jae Suk membuka amplop itu kemudian membeku saat melihat sebuah saputangan berserta sepucuk surat ada di dalam amplop itu. Ia sangat mengenali sapu tangan merah bersulam bunga Daisy itu. sapu tangan miliknya. Cepat-cepat dibacanya surat itu.
Tubuh Jae Suk bergetar hebat setelah membaca surat itu. Ditatapnya laki-laki itu. “Di mana Shim Min Ah sekarang?” tanyanya dengan suara berat.
Tatapan laki-laki itu menjadi sayu “Dia sudah meninggal sebulan yang lalu, kanker hati,”
Hati Jae Suk mencelos mendengarnya. “Jadi, kau adalah putranya?”
“Benar, Lee Donghae imnida,”
“Dan kau adalah anakku??” tambah Jae Suk dengan suara bergetar.

Tbc…