Tags

,

MY EVIL HEART

– CHAPTER ONE –
Cast :
– Kim HeeChul
– Song HyoJin/Sylvia (ini nih untungnya punya nama yg rada western hehe)

Annyeong readers… *waving hand*.. aku balik lagi bawa ff seri evil yang prolognya asli dari Vea. Kali ini castnya adalah uri Cinderella. Happy reading n mudah-mudahan ga mengecewakan…


~prolog~
Di suatu dunia iblis sedang diadakan perkumpulan untuk para Iblis muda yg belum sempurna menjadi Iblis (?).
“Seperti yg kalian ketahui, untuk menjadi Iblis sempurna, kalian harus membuat seorang manusia menangis,” ucap Mentri Kependudukan Iblis (?) “Oleh karena itu, kalian masing-masing akan tinggal di dunia manusia bersama sebuah keluarga manusia. Jika kalian berhasil membuat salah satu anggota keluarga tersebut menangis maka kalian lulus, jika tidak, maka kalian akan dieliminasi dari dunia Iblis ini, khukhukhu. . .

Waktu yg kalian punya hanya 2 bulan! Dan ingat baik-baik, larangan utama untuk seorang Iblis adalah cinta. Jika kalian terkena yg namanya cinta, maka kalian akan gagal. Dan cinta itu ada bermacam-macam jenisnya, rasa suka itu juga termasuk! Pokoknya jika kalian merasa menyukai sesuatu dan tidak ingin menyakiti, merusak ataupun kasihan, maka kalian akan gagal dalam ujian!!”
“Yeeeess!!!”
BOUUUGH. . .
“Yaaak, kenapa kau melempariku penghapus??” teriak namja Iblis muda yg sekarang berdiri dari duduknya.
“Siapa suruh bermain psp dan tidak mendengarkan kata-kataku?!” balas Bu Mentri sebal.
“Bukannya itu memang pekerjaan setan?! Apa kau ingin aku menjadi iblis yang baik?” tanya namja itu sambil mengelus-elus sayap hitamnya yg indah berkilau karna sudah dirawat dengan produk sunslik oleh 7 pakar sayap didunia.
#plak
Mentri Iblis wanita itu menggaruk-garuk rambutnya yg tidak gatal “Ah benar juga, kau memang pintar!”
“Itu sudah jelas!” saut si namja angkuh, sementara semua teman-temannya sibuk dgn urusannya masing-masing. Shindong yang makan makanan hasil curiannya, Siwon yg sibuk memasang jebakan, Eunhyuk yg membaca buku (wow, buku yadong maksudnya T.T), dan lain sebagainya.
“Baiklah, ke13 Devilku, jaga baik-baik diri kalian selama didunia, bersikaplah selayaknya Iblis, kalian berhak menunjukkan identitas kalian, dan tenang saja, kekuatan kalian tidak akan menghilang!”
“Memangnya kapan kami harus berangkat?” tanya Ryeowook, devil yg punya skill babyface untuk menipu lawannya.
“Abad depan! Tentu saja sekarang pabo!!!”
“Tapi aku belum berpamitan pada Appa dan Eomma,” saut Yesung yang punya skill deadvoice.
“Setan tidak butuh itu!!!” maki Bu Mentri Taeyeon kesal. “Tidak perlu memberi salam perpisahan juga!!!” sambungnya kesal saat si Sungmin akan membuka mulut.
“Wow, pembaca pikiran yg bagus!” gumam Donghae.
“Tentu saja, khukhukhu. . .” Taeyeon tertawa setan.
Kim Heechul, seorang (dia bukan orang), Seekor (kejam amat), sebuah (bukan benda juga), sesuatu deh (Syahrini lewat). Iblis yang merasa paling perfect sejagad raya, dia tergolong sadis melalui kata-katanya tidak perduli berhadapan dengan yang lebih senior pun, dia tidak pernah sopan tapi dia ingin semua makhluk bersikap sopan padanya. Ketika dia ditanya kenapa sikapnya seperti ini, dia hanya menjawab “aku tidak punya hati….”
“Oi, jadi kapan kita berangkat? Be-te ni, daritadi ngoceh mulu!” maki Heechul yg terkenal dengan hotmouth-nya.
“Ah benar, aku jadi lupa! Ok semuanya, are you ready??”
*ala sponsbob*
“Aya captain!”
“I cant heaaaar you,”
“Aya captain!”
“Berangkaaaaat!”
Bluuuush. . .
Ke-13 devil itu langsung berubah jadi asap dan menghilang dari pandangan, samar-samar masih terdengar suara teriakan seorang Devil “PSP-kuuuuuu. . .”
Dan suara itupun semakin lama semakin menghilang bersama kabut.
“Bagaimana ujiannya?” tanya seorang devil tiba-tiba.
Taeyeon tersentak dan mendongak keatas kemudian tersenyum “Sangat lancar Yang Mulia Lee Soo Man! Mereka baru saja berangkat!” jawab Taeyeon kepada devil yg sedang bergelantungan seperti kelelawar itu diatap.
“Kemana saja mereka?”
“Hmm. . . Leeteuk ke Inggris, Siwon ke Paris, Shindong ke Ethiopia (faktanya disana gak ada makanan mangkanya banyak org miskin ma kelaparan, kasian amat big oppa), Sungmin ke Venezuela, Donghae ke Mesir, Hangeng ke Cina, Heechul ke Brazil, Yesung ke Jepang, Ryeowook ke Thailand, Kangin ke Hongkong, Kibum ke Amerika, Eunhyuk ke Indonesia (kerumahq, wkwkwk) dan Kyuhyun ke Korea!”
“Hmm. . . Bagus-bagus! Kalau begitu persiapkan para lucifer untuk ujian bulan depan! Ada berapa orang?”
“hmm 5 orang! Minhoo, Jonghyun, Key, Onew, Taemin!”
“Baiklah, aku mau pergi main airball dulu, ok, see you!!” Soo Man a.k.a raja Iblis mengepakkan sayapnya yang hitam dan besar kemudian terbang menghilang menembus dinding.

– Kota Seoul, 3 bulan lalu –

Seorang gadis berdiri dibawah pohon di tengah padang rumput. Ia menunduk memandangi gundukan tanah dihadapannya, sebuah makam…… air matanya jatuh…. Bibirnya bergumam lirih “oppa…..”

:: Flash Back ::

“Jinnie ah, kau tau, aku baru saja memeriksakan kesehatanku ke Rumah Sakit”
“mwo?? Wae?? Oppa gwenchanayo??” tanya Hyojin khawatir
“Aniyo… aku baik-baik saja, aku memeriksakan hatiku, apakah hatiku cocok untukmu, dan ternyata hasilnya cocok” ucap namja itu tersenyum. Hyojin mengerucutkan bibirnya
“aku tidak ingin kau mendonorkan hatimu untukku, oppa”
“wae? Apa kau ingin melihatku tersiksa karena kehilanganmu?”
“tapi nantinya aku yang akan kehilanganmu oppa”. Hyojin berkata dengan wajah sedih.
Namja itu menyunggingkan senyumnya
“aku tidak akan mati Jinnie ah, setidaknya aku akan selalu ada dalam dirimu”

:: Flash Back End ::

Hyojin berlutut di makam itu, tangannya meremas dadanya kuat “kau lihat oppa? Aku bertahan karna mu, kenapa kau harus berkorban untuk gadis yang punya penyakit mematikan sepertiku? KAU BODOH KIM HEECHUL!!!”…………

– Kota Rio De Jenaeiro – Brazil, present day –

Song Hyojin memasuki apartementnya, dan menghempaskan tubuhnya di sofa. Matanya memandang langit-langit ruang tamunya, bayangan seorang namja terlihat di langit-langit itu. Ia tersenyum miris… “menyedihkan” gumamnya merutuki dirinya sendiri. Dua minggu lalu Hyojin memutuskan pindah ke kota Rio de jenaeiro untuk melanjutkan studinya di bidang fashion sekaligus untuk melupakan masa lalunya yang tragis. Seorang namja bernama Kim Heechul yang dikenalnya sejak kecil mendonorkan hatinya untuk Hyojin, Heechul mengalami kecelakaan tepat setelah dia mengatakan akan mendonorkan hatinya kepada Hyojin. Entah itu suatu kebetulan atau disengaja, tapi yang jelas Hyojin sangat kehilangan dirinya. Mereka saling mencintai, tapi tidak pernah mengucapkannya, mereka sama-sama mempunyai gengsi yang tinggi, yang mereka tau, mereka tidak akan bisa dipisahkan satu sama lain.
Hyojin bangkit dan melangkah ke meja belajarnya, memandangi foto terakhir yang dia ambil bersama Heechul. Di foto tersebut tampak Heechul sedang merangkul bahu Hyojin, dan tangannya yang satu lagi membentuk “V sign”, ciri khas dari namja tersebut. Hyojin tersenyum… tapi setelah itu dia mengerutkan dahinya, dia melihat di belakang Heechul terdapat sebuah patung, namun badan patung itu terhalang oleh tubuh Heechul, hanya sayap dari patung itu yang terlihat, seolah-olah Heechul lah yang memakai sayap tersebut dan sayap itu adalah sayap iblis “aku tidak menyadari ini sebelumnya” gumam Hyojin sambil mengelus foto tersebut……
.
.
.
.

Hyojin baru saja menyelesaikan kuliahnya hari ini, dia membereskan bukunya dan memasukkannya ke dalam tas, ketika dia berdiri dari kursinya, tiba-tiba dia merasa pusing dan terhempas kembali ke kursinya.
“Sylvia, are you oke?” temannya yang bernama Alicia bertanya dengan nada khawatir. Semenjak tinggal di Brazil, Hyojin mengganti namanya dengan Sylvia, guna mempermudah orang-orang disini memanggilnya. Dan selama ini dia selalu berkomunikasi dengan bahasa inggris.
“hm, I guess so” Hyojin menjawab dan kembali bangkit dari duduknya.
“you look pale, this few days. You should go to the doctor” kata Alicia lagi,
Hyojin hanya tersenyum.
“come on” Hyojin menggandeng Alicia dan mengajaknya pulang.
.
.
.
.
Sesosok berwarna hitam melayang di atas sebuah rumah, kemudian turun dengan anggunnya tepat di depan pintu rumah tersebut.
“hmmm pendaratan yang sempurna” gumamnya sambil mengeluarkan evil smirknya.
“Who are you?” dia mendengar seseorang bertanya di belakangnya, kemudian dia berbalik dan melihat seorang gadis, tubuhnya kurus, ada ekspresi lelah diwajahnya namun tidak menutupi kecantikannya. Mata gadis itu melebar ketika melihatnya dan langsur menghambur kepelukannya.
“oppa, bogoshippo….” gumam Hyojin sambil memeluk Heechul erat. Tapi seketika tubuhnya terjatuh ketanah, pria itu mendorongnya hingga jatuh.
“yak! Kenapa kau menyentuhku” bentak Heechul. Hyojin melihat Heechul yang telah berubah, ada sepasang sayap hitam dipunggungnya. Heechul yang sadar kalau Hyojin menatap sayapnya buru-buru menyembunyikannya.
“oppa, apa yang terjadi padamu?” Hyojin masih syock dengan apa yang dilihatnya barusan, bahkan posisinya yang terduduk di tanah pun tidak dihiraukannya.
“siapa yang kau panggil oppa huh?” tanya Heechul ketus “hufftt dimana aku?” gumamnya sambil melihat-lihat sekeliling dan kembali menatap Hyojin “hey gadis bodoh, dimana ini? Apa ini rumahmu?” bentaknya. Hyojin hanya mengangguk. “begitu ya, siapa namamu? Dan berdirilah, leherku sakit kalau melihatmu duduk dibawah seperti itu!!” bentaknya lagi. Hyojin buru-buru bangkit dan mengibas-ngibaskan bajunya yang kotor. Lalu ia memandang Heechul lagi.
“kau tidak ingat aku?” tanyanya
“apa aku harus mengingatmu?” Heechul balik bertanya “yak! Tadi aku yang bertanya padamu!!” kesabaran Heechul mulai habis.
“sebelum aku menjawabmu, aku ingin bertanya dulu, siapa kau? Kenapa ada didepan rumahku”
“Heechul, iblis tercantik sekaligus tertampan di seluruh lapisan neraka” ucapnya bangga sambil mengeluarkan kaca yang datangnya entah dari mana. =_= “dan aku datang kemari hanya ingin membuatmu meneteskan airmatamu untukku, maka aku akan langsung pergi” sambungnya lagi
“iblis….?” Gumam Hyojin tak percaya
“yak! Sekarang jawab pertanyaanku!”
“Sylvia” jawab Hyojin. Dan dia pun mengeluarkan kunci untuk membuka pintu rumahnya.
“kau tinggal sendiri?” tanya Heechul sambil melangkah masuk kedalam rumah Hyojin, ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling rumah Hyojin
“orang tuaku tinggal di Korea, aku kuliah disini” ucap Hyojin sambil masuk ke kamar, Heechul mengikutinya tapi buru-buru Hyojin menahannya. “kau tidak boleh masuk kekamarku”
“huh, kau pikir aku akan mematuhimu? Bermimpilah” Heechul menepis tangan Hyojin yang menahannya dan masuk ke kamar Hyojin.
“Apa benar dia Heechul oppa? Tapi kenapa berbeda? Dia terlihat menakutkan. Kenapa dia bisa menjadi iblis?” ucap Hyojin dalam hatinya.

Heechul memandangi foto yang terletak di meja belajar Hyojin, ia terbelalak melihat ada fotonya bersama gadis itu. “kapan ini?” tanyanya sambil menunjuk foto yang ada di genggamannya kepada Hyojin
“itu… diambil pas hari ulang tahunku”
“apa ini aku?” tanya Heechul lagi
“tidak!!, dia lebih baik dan lebih sopan darimu”

Heechul melengos dan menghempaskan tubuhnya di atas kasur Hyojin, perlahan-lahan matanya terpejam, dia tertidur…

TBC