Tags

, , ,

Tittle : Different Heart
Cast:
– Lee Eunhyuk
– Lee Hyuk Jae
– Min Seo Rin (Saya)
– Kim Yoon Hye (Sudah pasti saya juga)
– Hyo Yeon
– Lee Donghae

————–

Donghae memalingkan wajahnya “Sebenarnya aku tidak ingin mempercayainya,” jawabnya dengan nada pahit.
“Min Ah mengatakan dengan jelas bahwa kau adalah anakku,”
“Dan anda mempercayainya??” Donghae balik bertanya.
Lee Jae Suk terdiam. Ia menatap anak laki-laki di hadapannya itu tanpa tau apa yang harus di lakukannya. Shin Min Ah, adalah sekretarisnya sebelum Kim Jong Woon. Saat itu Jae Suk baru saja bertengkar dengan ayahnya. Ia minum hingga mabuk pada pesta peluncuran drama terbaru. Dan tidak sengaja melakukan kesalahan. Ia meniduri sekretarisnya sendiri.
Jae Suk memang telah meminta maaf pada gadis itu. Saat itu ia sudah menikah dengan ibu Hyuk Jae dan Eunhyuk jadi dia tidak mungkin menikahi gadis itu. Shin Min Ah juga sudah memaafkan Jae Suk. Namun sebulan kemudian ia mengundurkan diri dari perusahaan dengan alasan ingin merawat orang tuanya yang sakit di luar kota. Jae Suk sendiri tidak mungkin menahan gadis itu untuk pergi.
“Saya tidak menuntut anda untuk bertanggung jawab Direktur. Saya hanya menyampaikan amanat Eomma saya. Awalnya saya tidak percaya. Tapi, melihat selama ini Eomma saya tidak pernah berhubungan dengan pria mana pun membuat saya sadar bahwa memang anda adalah Appa saya. Ajhuma saya bercerita bahwa dulu Eomma saya diusir dari rumah karena hamil di luar nikah. Dia hidup sendirian dan berjuang keras untuk menghidupi saya. Dia tidak menikah dengan pria mana pun dan memilih untuk hidup berdua dengan saya,”
“Kenapa baru sekarang dia memberi tahu hal ini?” tanya Jae Suk lirih.
“Saya juga tidak mengerti… Itu saja yang ingin saya sampaikan pada anda, saya permisi dulu Direktur,” Donghae membungkuk pelan kemudian berbalik.
“Tunggu!!” Jae Suk beranjak dari duduknya lalu menghampiri Donghae “Kau mau pergi ke mana?”
“Saya harus bekerja Direktur,”
“Berhenti memanggilku Direktur. Mulai sekarang panggil aku Appa!!”
“Apa?”
“Siapkan dirimu, kau harus pindah ke rumah secepatnya!! Aku akan mengenalkanmu pada hyungmu,”
“Hyung??”
BRAAAK…
“Appa! Serahkan saja pekerjaan ini pada orang lain, aku benar-benar tidak berminat!!!” kata Hyuk Jae yang tiba-tiba menerobos ke dalam ruangan.
“Maafkan saya direktur, saya tidak bisa mencegahnya,” Sekretaris Kim berdiri di dekat pintu sambil menunduk.
“Keluarlah Jong Woon ssi,” perintah direktur.
Laki-laki itu membungkuk sebentar kemudian keluar sambil menutup ruangan.
“Lee Hyuk Jae, bisakah kau bersikap sopan?!”
Hyuk Jae mendecak pelan. kemudian baru disadarinya bahwa ada orang lain dalam ruangan itu. Ia menatap orang itu dari atas hingga bawah “Siapa dia??” tanyanya.
“Dia akan bekerja bersama kita,”
Donghae menatap terkejut sementara hyuki mendengus pelan “KALI ini apa lagi? sudah cukup kau menyuruhku mengurus drama ini!”
“Bertanggung jawablah Lee Hyuk Jae, kau adalah laki-laki! Selesaikan pekerjaanmu dengan baik!”
“Bertanggung jawab? Seperti apa? memisahkan putra dari Ibunya sendiri? Sangat mengagumkan!!”
“Hyuk Jae!!” Jae Suk mengeram menahan emosi.
“Kalau aku bisa menyelesaikan drama ini dengan sukses, apa kau akan memenuhi permintaanku?” tantang Hyuki.
“Apa yang kau mau?”
Hyuki terdiam sejenak “Seharusnya kau tau ini. produser musik! Aku ingin menjadi produser musik,”
Jae Suk menatap tercengang. Jadi hanya hal itu yang diinginkan putranya? Produser musik? Sesederhana itu?
“Hanya itu?”
“Hanya? Kau tidak pernah tau itu Appa, bagiku itu bukan sekedar hanya! Dan jangan memaksaku untuk menjadi penggantimu, kupastikan perusahaan ini akan bangkrut secepatnya,”
Donghae hanya tercengang mendengarnya. Sepertinya ia tau kini seperti apa hubungan antara Appa dan anak ini. apakah nanti Hyuk Jae bisa menerima dirinya dengan baik? Ia meragukan hal itu.
“Baiklah, selesaikan drama ini lalu jadilah produser musik,”
“Kau tidak akan menarik ucapanmu?”
“Aniyo,”
“Yaa kau!” panggilnya pada donghae “Kau mendengarnya cukup jelas bukan? Jadilah saksi kalau dia mengingkari janjinya!!”
“Nanti malam kita makan sama-sama, sekarang kembalilah bekerja,” perintah Jae Suk.
Tanpa mengucapkan salam apapun hyuki keluar dari ruangan itu.
.
.
Seo Rin mengerang pelan. ia mengerjapkan mata sambil mencoba mengingat apa yang terjadi. Matanya berputar memandang sekelilingnya. Bukankah ini kamarnya? Ia mengingat lagi kejadian sebelumnya. Kemarin ia karaoke bersama teman-temannya. Apa Hyo Ra yang mengantarnya pulang?
Perlahan Seo Rin bangun dari tidurnya. Gadis itu membuka pintu kamar dengan pelan. hidungnya seperti mencium bau masakan. Kakinya perlahan melangkah mengikuti aroma itu hingga ke dapur.
Matanya terbelak melihat siapa yang sedang memakai dapurnya. Bukan hyo ra seperti biasanya, tetapi seorang laki-laki.
“Lee Eunhyuk ssi?? Se-sedang apa kau di sini??” tanya Seo Rin bingung.
“Kau sudah bangun? Bagaimana perutmu?” tanya Eunhyuk masih meneruskan pekerjaan memasaknya.
“Eung?” Seo Rin menunduk menatap perutnya, di sentuhnya bagian itu “Perutku tidak apa-apa…”
“Apa kau memiliki gangguan pencernaan?”
“Y-ye?”
“Semalam penyakitmu kambuh,” jelas Eunhyuk tanpa menatap gadis itu.
“Ba-bagaimana bisa kau ada di sini?”
“Kyuhyun menyuruhku mengantarmu pulang. Benar-benar merepotkan,” desisnya.
Seo Rin mengerucutkan bibirnya “Lalu kenapa kau tidak langsung pergi?!” kesalnya.
“Kau ingin aku pergi saat melihatmu tergeletak di lantai sambil merintih mengenaskan? Baiklah, lain kali akan kulakukan!” jawab Eunhyuk sambil menata makanan di meja makan.
“Jadi… jadi kau ada di sini sejak semalam?”
“Cuci mukamu lalu makan, aku harus pergi sebentar lagi,”
Dengan pandangan masih kesal, Seo Rin berjalan ke kamar mandi. Dua menit kemudian ia keluar lagi lalu duduk di meja makan.
“Kau yang memasak ini semua??” tanyanya tanpa bisa menyembunyikan nada kagum.
“Kau lihat ada orang lain di sini?!” balas Eunhyuk sambil duduk lalu mengambil sumpitnya.
Seo Rin melakukan hal yang sama. Disuapnya sepotong daging ke dalam mulutnya “Mm… Ini enak… tidak terlalu manis juga pedas. Aku tidak tau kalau kau bisa memasak,”
“Jangan sering makan yang pedas-pedas, itu tidak baik untuk lambungmu. Juga hindari rasa asam. Kau punya penyakit gangguan pencernaan seharusnya lebih memperhatikan makanan yang kau makan. Tidak memasukkan apa saja ke dalam mulut seperti babi!!”
Hening…
Eunhyuk menghentikan gerakannya lalu mengangkat wajah. Didapatinya gadis itu sedang menatapnya. “A-apa?” tanyanya gugup.
“Apa kau sedang mencoba memperhatikanku?” tanya Seo Rin dengan nada pelan tapi jelas.
“Mwo?”
Seo Rin tersenyum “sepertinya aku sudah mulai mengenal karaktermu. Walaupun kau bermulut pedas tapi kau sebenarnya sangat baik,” gadis itu mulai melanjutkan makannya lagi “Selama ini, hanya Hyo Ra yang seperti itu kepadaku. Kadang… aku sangat merindukan orang tuaku. Lee Eunhyuk ssi, kamsahamnida,”
“Aku harus pergi sekarang,” saut Eunhyuk sambil meletakkan sumpitnya lalu beranjak dari duduknya.
***

“Apa kita sudah pernah melakukan briefing?”
Yoon Hye mengerutkan keningnya. Gadis itu mengangkat wajah dan terheran menatap Eunhyuk sudah berdiri di depan mejanya “Saya sudah mengingatkan hal itu tiga hari yang lalu tapi anda tidak perduli PDnim,”
“Beritahu yang lainnya, kita adakan briefing besok jam dua siang!!”
Yoon Hye masih menatap heran. Apa laki-laki di depannya ini baru saja terbentur sesuatu? “Ini sangat mengejutkan anda yang memintanya sendiri,” sindir Yoon Hye.
Hyuk Jae menghembuskan nafasnya “Yoon ah…”
Kening Yoon Hye semakin mengerut. Laki-laki itu tidak memanggil sapaan tidak formal kepadanya.
“Yoon ah… Aku butuh bantuanmu!!”
Well, sepertinya dunia sudah terbalik bukan?!
“Ayo kita selesaikan drama ini, kita ke tempat lokasi syuting sekarang juga,”
Yoon Hye masih diam menatapnya. Ini benar-benar sulit dipercaya.
“Tunggu apa lagi?”
“N-ne,” cepat-cepat Yoon Hye beranjak dari duduknya.
.
.
“CUT!!” teriak Shin Sutradara “Kita break untuk makan malam dulu,”
“Bagaimana perkembangannya?” tanya Hyuk Jae. Untuk sejenak, Eunhyuk menaikkan alisnya heran.
“Semuanya berjalan lancar sejauh ini, tidak ada masalah serius,”
“Kira-kira kapan drama ini akan selesai?!”
“Mungkin satu atau satu setengah bulan lagi,”
Hyuk Jae mengangguk mengerti “Kapan syuting hari ini selesai?”
“Cuaca sedang bagus, mungkin ini akan berakhir sedikit lebih lama. Kira-kira jam sepuluh malam,”
“Kami akan makan dulu, kau mau bergabung?” tanya Sutradara Shin.
“Eunhyuk ah, kita akan makan di mana?”
Hyuk Jae menatap Hyo Yeon tajam. Gadis itu bahkan sama sekali tidak menatap dirinya.
“Itu terserah Sutradara Shin. Hyung, ayo kita makan,”
“Kalian saja dulu,” jawab Hyuk Jae “Yoon ah, kau ikut aku,”
Hyuk Jae berjalan dengan cepat meninggalkan orang-orang itu diikuti Yoon Hye dibelakangnya.
“PDnim, selanjutnya kita akan kemana?” tanya Yoon Hye sambil membenarkan setbell saat mereka sudah masuk ke dalam mobil.
“Temani aku menemui Direktur,”
Yoon Hye menaikkan alisnya sejenak, tapi kemudian menurut saja. Ternyata mereka pergi ke sebuah restoran mewah. Di lantai dua restoran itu, Direktur sudah menunggu.
“Ada apa Appa memanggilku kemari?” tanya Hyuk Jae saat ia sudah di hadapan Appanya. Sedikit heran saat melihat laki-laki yang pernah dilihatnya di ruangan Appanya tadi siang ada di sana.
“Bisakah kita bicara sebentar bertiga?” tanya Jae Suk.
“Sa-saya akan menunggu di bawah,” ucap Yoon Hye sambil membungkuk.
“Pesanlah makanan dulu, nanti aku akan menyusulmu,” kata Hyuk Jae yang dibalas dengan anggukan dari Yoon Hye.
“Ada apa?” tanya Hyuk Jae sambil duduk setelah Yoon Hye menghilang dari pandangannya.
“Kau tidak mau pesan makanan dulu?”
“Aku tidak lapar,”
“Baiklah,” Jae Suk menghela nafas sejenak “Kenalkan, dia Lee Donghae,”
Donghae menundukkan kepala sejenak pada Hyuk Jae sementara laki-laki itu mengerutkan kening lalu menatap appanya lagi.
“Aku tidak punya banyak waktu, sebentar lagi aku harus kembali ke lokasi syuting,” katanya datar.
“Dia adalah adikmu,”
Kata-kata itu membuat Hyuk Jae semakin mengerutkan keningnya “Apa maksudmu?”
Jae Suk menghela nafas sejenak kemudian menceritakan apa yang terjadi. Hyuk Jae hanya diam saja tidak menyela sedikitpun.
“Aku harap kau bisa menerimanya menjadi bagian dari keluarga kita,” Jae Suk mengakhiri pembicaraannya.
Hyuk Jae menatap Donghae dan Appanya bergantian “Keluarga?” tanyanya sinis “Bahkan aku tidak sadar kalau aku masih punya keluarga sejak kau membawaku pergi dari rumah,”
Jae Suk menatap tajam. Tapi Hyuk Jae tidak takut sedikitpun. Tatapannya beralih pada Donghae “Yaa, kau akan tinggal di rumah bukan? Itu sangat bagus karena kau bisa menjaga Appa. Ingatkan dia untuk tidak berkencan dengan Ajhuma-Ajhuma genit,”
“Lee Hyuk Jae!!” Jae Suk mengeram marah.
“Selamat Appa, akhirnya ada seseorang yang bisa menggantikanmu. Dan orang itu bukan aku,” saut Hyuk Jae “Bekerjalah dengan baik Donghae ya, kurasa kau perlu mengenal satu orang lagi yang berwajah sama denganku!” tatapannya kembali pada Jae Suk “Jangan lupakan dia yang satu jiwa denganku Appa!!” ucapnya dingin lalu beranjak dari duduknya dan melangkah pergi.
.
.
Yoon Hye sedang menyuap Lasagnanya saat tiba-tiba Hyuk Jae datang dan langsung duduk di hadapannya. Laki-laki itu sudah akan menarik piring Lasagna Yoon Hye saat gadis itu menahannya.
“Jangan makan yang ini, ini terlalu pedas dan ada udangnya, biar kupesankan yang lain untukmu,”
Sejenak Hyuk Jae tercenung. Dibiarkannya lagi Yoon Hye menarik piringnya kembali lalu memanggil pelayan dan memesankan makanan untuk Hyuk Jae.
Yoon Hye kembali menyuap Lasangnanya saat menyadari Hyuk Jae masih menatapnya “A-apa?”
“Bagaimana kau tau aku tidak suka makanan pedas dan udang?”
“I-itu… Seseorang yang memberitahuku,” jawabnya pelan.
“Siapa?”
“Lebih baik kau tidak perlu tahu untuk saat ini, mungkin saja hal itu bisa mempengaruhi suasana hatimu. Sepertinya kau tidak dalam keadaan baik,”
Laki-laki itu membenarkan perkataan Yoon Hye. Untuk pertama kalinya sejak ia berpisah dari seseorang yang disayanginya, ada seseorang yang mengenal dengan baik dirinya. Tidak lama kemudian pesanan hyuk jae datang. Segera saja laki-laki itu memakannya dengan lahap.
Yoon hye hanya tersenyum melihatnya.
“Kau mau ice cream?” tanya Yoon Hye tiba-tiba membuat Hyuk Jae mengangkat wajah menatapnya “Itu dapat membuat suasana hatimu membaik bukan?”
“Bisa aku mendapatkan satu gelas besar Strowberry Vanila Cream Cips??”
Yoon Hye tersenyum “Akan kupesankan,”
***

“Saengil chukae hamnida eomma,” Eunhyuk mengecup pipi wanita itu sambil mengulurkan sebuah kotak kado.
“Gomawo Eunhyuk ah…” Soo Eun tersenyum.
“Ajhuma, kubawakan sup rumput laut untukmu, ayo dimakan!!”
“Gomawo Hyo Yeon ah, ayo kita makan sama-sama,” Soo Eun menggiring kedua anak itu ke meja sofa yang ada di butiknya.
“Bagaimana pekerjaan kalian?” tanya Soo Eun.
“Sejauh ini semuanya baik-baik saja Eomma, kami baru saja selesai,”
“Bagaimana… bagaimana dengan Hyuki, Eunhyuk ah?”
“Hyuk Jae ah baik-baik saja Ajhuma,” saut Hyo Yeon sebelum Eunhyuk sempat menjawab “Dia juga lebih sering datang ke lokasi syuting,”
“Aku tidak tau… tapi sepertinya ada sesuatu yang membuatHyung menjadi lebih memperhatikan pekerjaannya,”
Soo Eun tersenyum “Apa kalian mengenal kim Yoon Hye? Asistantnya?”
Tubuh Hyo Yeon menegang mendengar hal itu “Ajhuma… tau darimana?”
“Sebenarnya aku sempat bertemu dengan mereka beberapa hari yang lalu… Hyuki masih membenciku. Aku tau dia kecewa kepadaku,” Soo Eun mendesah keras. Wajahnya berubah menjadi murung.
“Eomma, tidak seharusnya kau bersedih di hari ini,” Eunhyuk meraih lalu menggenggam tangan Soo Eun lembut.
“Kau benar… Seharusnya aku tidak perlu khawatir. Dia memiliki asistant yang baik seperti Yoon Hye,”
“Ayo Ajhuma, sup rumput lautnya nanti dingin,” Hyo Yeon tersenyum tipis.
.
.
Hyuk Jae menatap piano itu dalam diam. Syuting sudah selesai beberapa menit yang lalu. Semua crew sudah pulang tapi ia masih ada di sana. Di dalam ruangan musik itu. perlahan, ia berjalan lalu duduk di hadapan piano hitam itu. dirogohnya sesuatu dari dalam kantongnya. Ia mengeluarkan sebuah kalung berbandul liontin jam. Kalung yang mengingatkannya pada seorang gadis yang telah memberinya kekuatan. Gadis yang bisa meredam emosi yang ia pendam selama ini. diletakkannya kalung itu diatas piano hitam itu lalu mulai memosisikan jari-jarinya di atas tuts.
yoon Hye yang baru dari toilet, sedang mencari-cari di mana atasannya itu. Langkahnya terhenti di ambang pintu saat melihat Hyuk Jae ada di sana, sedang menatap piano itu denganposisi jari siap menekan tuts-tuts itu.
Ucapan itu begitu lirih. Namun dalam ruang kosong yang begitu legang, masih dapat ditangkapnya kalimat yang keluar dari bibir laki-laki itu.
“Saengil chukae hamnida Eomma…”
Lalu, lagu twinkle-twinkle little star itu pun mengalun pelan. Lagu pertama yang diajarkan Eommanya dulu. Lagu yang begitu berarti untuknya.
‘twinkle twinkle little star… how I wonder what you are up above the word so high, like a diamond in the sky…’
Tiba-tiba saja ponsel Yoon Hye berbunyi nyaring. Menghentikan alunan lagu itu disertai tatapan tajam oleh pemainnya. Gadis itu diam menatapnya tanpa berniat melihat pesan yang baru saja masuk ke dalam ponselnya. Perlahan, ia berjalan menghampiri Hyuk Jae. Jemarinya menyentuh tuts itu lalu menekannya, menyambung lagu yang terputus tadi.
Sejenak, Hyuk Jae hanya menatap datar, tapi kemudian ia mulai meneruskan permainannya. Mengimbangi permainan Yoon Hye. Hingga akhirnya lagu itu memelan kemudian berakhir, menciptakan suasana yang legang, lagi.
Keduanya masih menikmati suasana legang itu dalam pikiran kosong saat tanpa sengaja mata yoon hye menangkap sesuatu yang tergeletak di atas piano itu. sebuah kalung berbandul liontin jam…
Diraihnya dengan cepat benda itu “Bagaimana benda ini bisa ada padamu??” ditatapnya Hyuk Jae dengan pandangan tidak percaya.
“Apa maksudmu??”
“Ini… ini adalah milikku!!”
Hyuk Jae tersentak kaget “Bagaimana bisa kau mengatakan itu adalah milikmu?!”
“Lihat!” Yoon Hye menunjukkan kalung itu pada Hyuk Jae. Gadis itu membuka kaca pada liontin jam itu “Jika pertengahan jarum ini ditekan, bagian bawahnya akan terbuka,”
Yoon Hye menekan besi pertengahan jam itu lalu terdengar suara klik. Dan benar saja, bagian bawah jam itu terbuka. dan di dalamnya, ada sebuah foto. “Ini adalah foto Appaku…”
Hyuk Jae hanya menatap terdiam. Gadis ini adalah pemilik kalung itu… Kalau begitu, artinyaYoon Hye adalah gadis itu? Gadis yang mengajarkan pada Hyuk Jae untuk tidak kalah pada emosi.
“Bagaimana bisa benda ini ada padamu? Aku sudah kehilangan kalung ini sejak masih senior highschool,”
Hyuk Jae memalingkan wajahnya “Hanya saja tidak kusangka bahwa kau adalah kakak dari Hyo Yeon,” gumamnya.
Yoon Hye menatap terkejut “Kau tau?”
“Aku mendengar pembicaraan kalian dulu,”
Yoon Hye diam sambil ikut duduk di samping hyuk jae. Matanya menerawang. “Bukankah dunia ini sangat luas?? Kau tidak akan pernah bisa melihatnya sepanjang sisa usiamu. Namun dunia ini juga begitu sempit… Terkadang sesuatu yang terlihat jauh itu saling terikat dan berhubungan…”
“Aku tau kau menyayanginya,”
“Dan aku tau kau menyukainya,”
“Tapi dia mengacuhkanku,”
“Dan dia membenciku…”
Hening… Lalu Keduanya saling tertawa pahit.
.
.
“Eunhyuk ssi, kau juga dipanggil kemari??” tanya seo rin riang.
“sedang apa kau di sini?” tanya eunhyuk datar sambil masuk ke dalam lift itu.
“Yoon Hye ssi memintaku untuk datang hari ini, dia bilang kita ada briefing,”
Eunhyuk tidak menjawab lagi. jari-jarinya sibuk menekan angka pada tombol nomor di lift itu.
“Bagaimana perkembangan dramanya? Apa semuanya baik-baik saja?”
“Karena yang bermain di dalamnya bukan kau, jadi semuanya lancar!!”
Seo Rin menatap kesal sambil menggerakkan bibirnya “mulutnya ternyata masih tetap pedas,” gumamnya.
“Aaakh…” Seo Rin memekik pelan saat lift itu tiba-tiba berguncang dan berhenti. Tangannya reflek mencengkeram lengan kemeja Eunhyuk.
“Ck, apalagi ini?” gerutu eunhyuk.
“a-apa yang terjadi?” tanya seo rin takut karena lampu lift itu mati.
Tiba-tiba saja lift itu bergerak lagi dengan cukup keras. Membuat Seo Rin kaget dan tidak sengaja tubuhnya oleng “UWAAAAAAA…”
“YAAAA…”
Bruuuk…
Seo Rin mengerang pelan saat punggungnya membentur lantai lift yang dingin. Tangannya mencengkeram erat-erat kemeja laki-laki itu. Kemeja laki-laki??
Sontak gadis itu membelakkan mata saat mendapati Eunhyuk sedang berada di atasnya. Sepertinya tanpa sadar tadi ia menarik laki-laki itu hingga ikut jatuh bersamanya.
“Apa yang kalian lakukan??”
Kedua orang itu tersentak dan langsung menoleh ke samping. Ternyata pintu lift sudah terbuka dan di sana ada Hyuk Jae, Yoon Hye, Hyo Yeon berserta managernya.
Reflek Seo Rin mendorong tubuh Eunhyuk. Lalu keduanya berdiri dengan gugup.
SET
“Eh?” gadis itu membelak saat tiba-tiba Hyuk Jae menariknya.
“Jangan pernah menyentuhnya! Dia kekasihku!!” katanya tajam pada Eunhyuk. Membuat semua yang ada di situ terkejut.

Tbc…