Tags

, , , , , ,

Tittle : Different Heart
Cast:
– Lee Eunhyuk
– Lee Hyuk Jae
– Min Seo Rin (Saya)
– Kim Yoon Hye (Sudah pasti saya juga)
– Hyo Yeon
– Lee Donghae

————–

Seo Rin meremas kain rok yang dipakainya sambil menatap gelisah ke pemandangan depan. Sudah berjam-jam mereka hanya diam di dalam mobil tanpa berbicara satu kata pun. “Apa maumu sebenarnya?” tanyanya sambil menoleh ke samping. Ke arah laki-laki itu untuk menuntut penjelasan.
“Aku sudah bilang sebelumnya!”
“Kau tidak menyukaiku Lee Hyuk Jae ssi!!”
“Memang,”
Seo Rin menggigit bibir bawahnya putus asa. Laki-laki itu masih diam memandang lurus ke depan. “Kau benar-benar berengsek Lee Hyuk Jae!!”
“Kau sudah tau itu!”
“Aku- tidak mau menjadi kekasihmu, LAGI!!” ditekannya kata terakhir dari kalimatnya.
“Kau tidak punya pilihan!!”
“YAA!! Kau pikir kau ini siapa??! Kau tidak berhak mengaturku karena kau bukan siapa-siapaku!! Mungkin dulu aku memang pernah menyukaimu, tapi itu dulu sebelum aku tau tingkah berengsekmu!! Dan sekarang kau ingin aku menjadi kekasihmu lagi? apalagi tanpa adanya rasa suka, kau pikir aku akan menerimanya begitu saja? Ak__”
Mata seo rin membelak. Tiba-tiba saja seluruh sistem di tubuhnya berhenti mendadak saat bibir itu membungkam mulutnya. Menghentikan semua kata-katanya. Tidak ada lumatan, namun itu cukup membuat tubuhnya membeku sempurna.
“Diam atau aku akan melakukan hal yang lebih kepadamu!!” bisik Hyuk Jae tegas sambil melepaskan kecupannya.
Gadis itu masih menatap dengan pandangan kosong. Apa dunianya sudah terbalik kini??
“Mianhae…” kata itu meluncur bersama tatapan sendu dari Hyuk Jae. Tangannya mengusap pipi gadis itu lembut kemudian ia memalingkan wajahnya dan mulai menjalankan mobilnya. Meninggalkan tepi sungai han itu ketika hari sudah sore. Bersama gadis yang menatapnya dengan tatapan tidak mengerti.

“YAA Min Seo Rin ssi, aku sudah belasan kali meneleponmu dan tidak ada satu pun yang kau jawab!! Kemana saja kau??”
Seo Rin berjalan dengan gamang. Tatapannya bahkan tidak fokus kemana. Pikirannya masih terpaku pada kejadian tadi. Saat Hyuk Jae tiba-tiba saja menariknya dan mengatakan bahwa ia adalah kekasihnya. Dan tanpa permisi, laki-laki itu membawanya pergi begitu saja.
“A-ada apa denganmu?” tanya Hyo Ra yang heran melihat Seo Rin seperti mayat berjalan.
Seo Rin masih diam sambil melepas sepatunya. Kemudian gadis itu menghempaskan diri di sofa ruang tengah. Ia sangat kesal dengan sikap Lee Hyuk Jae. Apa maksudnya bersikap seperti ini? tapi saat melihat tatapan sendunya, merasakan jari yang mengusap pipinya beserta kata maaf, ia yakin itu bukan pura-pura. Ia menjadi bingung sekarang. Ada kepedihan yang dirasakan laki-laki itu lewat tatapannya. Tapi Seo Rin tidak tau apa itu.
“Yaa Min Seo Rin, apa terjadi sesuatu denganmu?” tanya Hyo Ra lagi sambil duduk di sebelah Seo Rin.
“Hyo… Kalau aku… Kalau aku menjadi kekasih Lee Hyuk Jae lagi, bagaimana menurutmu??”
“IGE MWOYA?? Kau berpacaran dengan si berengsek itu lagi?? YAA, aku tau kalau kau bodoh, tapi ini sama saja dengan kau tidak punya otak!! Apa kau tidak punya harga diri huh??”
“Aku tidak punya pilihan…” lirih Seo Rin sambil beranjak dari duduknya kemudian berjalan pelan ke kamarnya.
“YAA Seo Rin, sebenarnya apa yang terjadi?? YAA!!”
***

“Aku tidak menyangka mereka berpacaran,”
Eunhyuk hanya meminum soda kalengnya tanpa berniat mengomentari kata-kata gadis itu.
“Eunhyuk ah, bagaimana mereka menurutmu?”
“Apa maksudmu Hyo Yeon ah?”
“Menurutku sebenarnya mereka kurang cocok. Gadis seperti Seo Rin bersanding dengan laki-laki seperti Lee Hyuk Jae rasanya kurang pas. Menurutmu, tidakkah gadis itu terlalu norak?”
“Dia istimewa!!” saut Eunhyuk datar.
Hyo Yeon terdiam mendengarnya “Apa maksudmu dengan istimewa?” tanyanya pelan.
“Apa aku perlu menjawabnya??”
Hyo Yeon terdiam lagi. Ia merasa malam ini terasa lebih dingin. Seperti laki-laki yang duduk di sampingnya. Membuat badannya menggigil pelan.
“Eunhyuk ah… Tidak bisakah… Tidak bisakah kita bersama seperti mereka??” tanya Hyo Yeon pelan.
Hening…
Hyo Yeon menggigit bibir bawahnya. Baru kali ini ia meminta dengan jelas. Selama ini ia hanya menunjukkan rasa sukanya pada laki-laki itu, namun setiap kali laki-laki itu selalu menolaknya.
“Bukankah sudah kukatakan kepadamu untuk tidak menyukaiku??”
“Tapi kenapa??” potong Hyo Yeon langsung.
Eunhyuk menatap sejenak “Karena kau akan terluka nantinya,”
“Aku tidak perduli!!”
“Sejak awal aku sudah membatasi hubungan kita Hyo Yeon ah,”
“Kenapa?? Kenapa kau lakukan itu? Apa aku tidak cukup pantas untuk berada di sisimu??”
Eunhyuk menghela nafasnya pelan “Seharusnya kau menyadari siapa yang sebenarnya menyukaimu! Hyung menyukaimu Hyo Yeon ah, dan aku tidak akan melukainya,”
Hyo Yeon mengepalkan tangannya erat-erat “Dia sudah mempunyai gadis itu!!”
Eunhyuk meminum colanya sejenak “Kau bisa menanyakannya sendiri padanya kalau kau menganggapku mengarang semuanya,”
***

“Baiklah, kutunggu kau di kantor sekarang,”
“Aku tidak akan lama,”
Seo Rin menutup teleponenya. Pagi ini ia ingin menemui Yoon Hye untuk meminta pendapat mengenai naskah yang baru di ketiknya.
Sampai di perusahaan, Seo Rin langsung naik ke lantai dua. Sebisa mungkin ia tidak ingin bertemu dengan Lee Hyuk Jae. Sedikit lagi ia sampai di tempat Yoon Hye. Tinggal satu belokan.
“Katakan kepadaku, apa kau menyukaiku??”
Suara itu membuatnya berhenti melangkah. Terlambat. Pria itu Lee Hyuk Jae sudah melihatnya. Seo Rin tidak dapat mundur lagi.
“Katakan padaku Hyuk Jae ya, apa kau menyukaiku??” tanya gadis yang berdiri di hadapan Hyuk Jae itu lagi.
Sesaat, Hyuk Jae menatap tajam pada Seo Rin, kemudian ia menatap gadis di depannya “Aku tidak menyukaimu!!” tegasnya “Tapi aku mencintaimu!!”
DEG
Seo Rin mencengkeram tas yang digenggamnya erat. Ia tau itu, sangat tau. Tapi kenapa rasanya… Ia benar-benar seperti bola yang tengah dipermainkan.
“Kenapa harus aku??” tanya gadis itu. “Kenapa harus aku Hyuk Jae ya?? Kenapa kau harus menyukaiku??” gadis itu berbalik hingga Seo Rin dapat melihat jelas wajahnya.
Kim Hyo Yeon. Gadis itu melangkah cepat dengan air mata yang sudah membasahi wajahnya. Melewati Seo Rin begitu saja.
Kedua orang itu saling bertatapan. Kemudian Seo Rin kembali melangkah melewatiLee Hyuk Jae begitu saja tanpa berbicara apapun.

“Seo Rin ssi, kau mendengarkanku??”
Gadis itu terdiam sejenak “Yoon Hye ssi, apa menurutmu aku ini bodoh?” tanyanya dengan tatapan menerawang.
Yoon Hye menatap Seo Rin diam. Menunggu gadis itu berbicara lagi.
“Sejak dulu aku selalu sendirian. Mereka juga tidak pernah serius saat berpacaran denganku. Aku seperti sebuah bola yang ditendang kesana kemari tanpa bisa melakukan apapun. Sekarang meskipun Hyuk Jae menyebutku sebagai kekasihnya, kenyataan yang sebenarnya adalah dia mencintai wanita lain, dan mengatakan kepada wanita itu tepat di hadapanku. Aku tidak bisa berkata apapun atau melakukan apapun. Seperti tidak punya harga diri. Benar-benar bodoh bukan?”
“Aku tidak bisa menasihatimu untuk bagaimana karena aku pun tidak akan tau harus bagaimana bila di posisimu. Tapi, aku akan berusaha menjadi diriku sendiri. Saat aku tidak menyukai hal itu, aku akan mengatakan tidak suka. Apa kau masih menyukai Lee Hyuk Jae??”
“Aku tidak tau… Terkadang, dia bersikap lembut kepadaku. Membuatku ragu… Tapi saat aku bersama dengan Eunhyuk ssi, dia begitu marah. Aku tidak tau kenapa dia begitu marah, bukankah dia tidak menyukaiku, lalu kenapa dia harus marah?!” keluh Seo Rin.
“Mungkin suatu saat nanti kita tau apa penyebabnya,”
“Apa yang harus kulakukan sekarang?!”
Tiba-tiba ponsel Seo Rin berbunyi. Nama Hyo Ra berkedip-kedip di layar ponselnya.
“Yeoboseo?? Ne? Aku? … sebentar lagi selesai, … Baiklah, aku akan langsung ke sana!!”
“Kau sudah mau pergi??” tanya Yoon Hye saat melihat Seo Rin menutup ponselnya.
“Maafkan aku sudah merepotkanmu,”
“Gwenchanae, kau bisa mengirimkannya lewat email nanti, jadi tidak perlu repot-repot datang kemari,”
“Yoon Hye ssi, terima kasih…”
“Sama-sama,”
***

“Aiiish… Kenapa kau lama sekali??” tanya Hyo Ra kesal saat Seo Rin baru saja tiba di butik tempat Hyo Ra berada.
“Di mana Kyuhyun ssi?” tanya Seo Rin.
“Dia akan menyusul sebentar lagi. Aku sudah memilih beberapa gaun, aku tau kau tidak pandai berpenampilan tapi bisa kau bantu aku melihatnya??”
“Baiklah…” jawab Seo Rin “Tidak terasa kalian sudah akan menikah…”
“Hyo mianhae,”
“Oh kau sudah datang??” sapa Hyo Ra pada Kyuhyun yang baru saja tiba.
“Jadi ini pengantin pria-nya?!” tanya seorang Ajhuma ramah “In Hwa ssi, tolong kau antarkan tuan ini untuk memilih jasnya,” pintanya pada salah satu pegawai.
“Aku suka gaun ini, tapi terlalu rumit di bagian bawahnya,” komentar Hyo Ra sambil memperhatikan gaun yang dipakainya pada cermin besar.
“Kalau begitu cobalah yang ini. Ini lebih sederhana,” Ajhuma itu menyerahkan sepotong gaun lain pada Hyo Ra.
“Sangjangnim, Nona Jong Eun baru saja mengabari kalau dia tidak bisa datang karena kakinya terkilir saat akan pergi kemari, bagaimana ini? Photografernya sudah datang,”
“Aigoo… Kita harus menyerahkan contoh-contohnya nanti, bagaimana ini?!” Ajuma itu terlihat panik sesaat, kemudian matanya menatap Seo Rin yang tengah melihat-lihat gaun pengantin.
“Agashi, boleh aku meminta tolong kepadamu??” tanya Ajhuma itu tiba-tiba.
“Y-ye?” Seo Rin mengerjap kaget.
“Jadilah model kami untuk berfoto menggunakan gaun pengantin, kami akan membayarmu,”
“M-mwo??”
“Tolonglah… Kami tidak punya waktu untuk mencari model pengganti,”
Seo Rin menatap bingung “Ba-baiklah…”
“Soo Eun ssi, bantu Nona Hyo Ra ssi.Silahkan anda ikut saya nona…”
“Se-Seo Rin imnida,”
“Nona Seo Rin, mari!!”
Ajhuma itu mengajak Seo Rin masuk ke sebuah ruangan lalu menyuruh seseorang untuk meriasnya. Setelah itu, ia membenarkan gaun yang akan dipakai Seo Rin untuk pemotretan.
“Eomma!!”
“Ah, kau sudah siap rupanya, nona ini yang akan menjadi pasanganmu,”
“Eunhyuk ssi??” mata Seo Rin membulat begitu melihat laki-laki berpakaian jas yang baru saja masuk ruang pemotretan.
“Kau? sedang apa kau di sini?” Eunhyuk tanya balik.
“Kalian sudah saling mengenal? Itu bagus!!” saut Ajhuma itu senang.
“Eomma, bagaimana bisa kau mengenalnya??” erang Eunhyuk.
“Aku meminta bantuannya karena Nona Jong Eun yang menjadi pasanganmu sebenarnya tidak bisa hadir,” jawab Ajhuma itu yang ternyata ibu eunhyuk.
Eunhyuk mendecak kesal. “Dan kau bagaimana bisa kau ada di sini?” tanyanya.
“Hari ini Kyuhyun dan Hyo Ra mencari baju pengantin, kau tidak tau kalau mereka akan menikah??”
“Sudahlah, kita tidak punya banyak waktu, kau bilang kau ada syuting jam dua nanti,” potong Eomma Eunhyuk.
***

“Ne?? Hyo Yeon ssi tidak hadir?? Baiklah, akan saya cari … Ne, kamsahamnida Sutradara Shin,” Yoon Hye menutup ponselnya dengan lelah.
Dihubunginya nomor Lee Hyuk Jae, tapi tidak diangkat-angkat juga. Akhirnya ia memutuskan untuk mencari Hyo Yeon sendiri. Ia menemui Manager Hyo Yeon dan semua orang yang berhubungan dengannya. Tapi nihil. Hyo Yeon tidak ditemukan.
Hingga malam Yoon Hye masih mencari ke tempat-tempat yang mungkin didatangi oleh Hyo Yeon. Tapi tidak ketemu juga. Akhirnya, ia mendudukkan dirinya di sebuah bangku taman dengan lelah. Kenapa semua berubah menjadi aneh sekarang. Kenapa ia harus selalu terlibat?? Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Dari Lee Hyuk Jae.
“YAA!! Aku sudah menghubungimu seharian ini kenapa tidak dijawab?? Di mana saja dirimu?? Hyo Yeon menghilang apa kau tau itu?? kenapa kau selalu lari dari tanggung jawabmu?? Aku lelah Hyuk Jae ssi!!”
“Mi-mianhaeyo… Apa kau mengenal pemilik ponsel ini??”
“Ye??” Yoon Hye mengerjapkan mata pelan saat mendengar bukan Hyuk Jae yang berbicara.
“Bisa anda datang kemari? Pemilik ponsel ini sedang mabuk berat,”
Yoon Hye mendesah pelan “Tolong anda kirimkan alamatnya, saya akan menjemputnya, kamsahamnida,”
Yoon Hye segera datang ke tempat bar di mana Hyuk Jae berada. Saat tiba di sana laki-laki itu benar-benar sudah mabuk.
“Apa yang harus kulakukan kepadamu?? Walaupun aku ingin pergi, tapi aku tidak bisa. Kenapa kau begitu menyedihkan??” katanya pada Hyuk Jae yang sudah tidak sadar.
Dengan dibantu bartender, Yoon Hye membawa Hyuk Jae pulang naik taksi dan mengantarnya ke rumahnya. Sampai di depan pintu, Hyuk Jae tiba-tiba muntah, membuat pakaian laki-laki itu kotor. Dipencetnya bell pintu beberapa kali sebelum seorang pelayan membukakannya.
“Maaf, tolong bersihkan kotoran di depan pintu dan saya minta air hangat, tolong antarkan ke kamar Hyuk Jae ssi,”
Pelayan itu mengangguk lalu mengerjakan apa yang dipinta Yoon Hye sementara ia membawa Hyuk Jae ke kamarnya.
“Ada apa dengannya?”
Yoon Hye berhenti melangkah saat melihat seseorang yang pernah ditemuinya di restoran bersama Hyuk Jae dulu bertanya padanya. Lee Donghae, wakil direktur itu sedang menatap mereka berdua.
“Dia sedang mabuk, boleh saya membawanya ke kamarnya??”
“Tentu,” jawab laki-laki itu “Kalau kau butuh sesuatu, kau bisa memanggilku,”
“Ne kamsahamnida,” ucap Yoon Hye sambil menunduk sedikit lalu melanjutkan langkahnya meskipun sebenarnya ia heran mendapati laki-laki itu ada di rumah ini.
Direbahkannya tubuh Hyuk Jae di tempat tidurnya. Pelayan yang tadi datang mengantarkan sebaskom air hangat. Setelah mengucapkan terima kasih sebelum pelayan itu pergi, Yoon Hye melepas sepatu, jas dan kemeja Hyuk Jae yang kotor.
“Aku tidak percaya harus melakukan ini,” gumamnya pelan. Perlahan, dibersihkannya tubuh Hyuk Jae dengan air hangat. Setelah itu diambilnya sebuah kaos longgar dari lemari di kamar itu lalu memakaikannya pada laki-laki itu.
Hyuk Jae memberontak pelan saat Yoon Hye mencoba memasukkan lengannya ke dalam kaos itu. “Hyuk Jae ssi, diamlah,” pintanya dengan lemah. Tubuhnya benar-benar lelah saat ini.
Tepat setelah lengan terakhir masuk ke dalam kaos tiba-tiba saja Hyuk Jae menarik Yoon Hye.
“AAAKH…” gadis itu memekik pelan sambil memejamkan mata.
Perlahan ia membuka matanya dan mendapati Hyuk Jae sedang menindihnya sambil menatapnya tajam. Mereka saling bertatapan sesaat sebelum tiba-tiba Hyuk Jae mencium bibir Yoon Hye.
Mata Yoon Hye terbelak. Lagi. ia merasa jantungnya berhenti.
“Mianhae…” bisikan itu membuatnya tidak dapat bergerak sama sekali untuk melawan. Ia melihat air mata itu mengalir dari mata laki-laki itu sebelum melumat bibir Yoon Hye lagi. Entah untuk siapa kata-kata itu ditujukan. Tapi yang jelas, itu membuat otak Yoon Hye kosong seketika. Membiarkan laki-laki itu melumat bibirnya lembut. Perlahan, ia memejamkan matanya lelah.

Tbc…