Tags

, , , , ,

Tittle : Different Heart
Cast:
– Lee Eunhyuk
– Lee Hyuk Jae
– Min Seo Rin (Saya)
– Kim Yoon Hye (Sudah pasti saya juga)
– Hyo Yeon
– Lee Donghae

————–

Lee Hyuk Jae terbangun dari tidurnya ketika hari hampir siang. Ia merasakan kepalanya sangat berat. Laki-laki itu termenung. Ia mengingat lagi apa yang dilakukannya semalam. Ia ingat saat bersama Hyo Yeon, ia ingat saat minum di club. Tiba-tiba Hyuk Jae tersentak. Sekilas, bayangan gadis itu terlintas di ingatannya. Saat bibirnya melumat bibir gadis itu…
Hyuk Jae mengerang lirih sambil mengusap wajahnya kasar. Ia turun dari tempat tidur lalu berjalan ke kamar mandi. Pikirannya sangat kacau. Tapi… Dimana gadis itu? biasanya pagi-pagi dia sudah tiba di sini untuk menyeret Hyuk Jae ke kantor. Apa mungkin karena kejadian tadi malam?
Setelah mandi dan bersiap-siap, ia segera keluar dari kamar. Saat menuruni tangga, dilhatnya Lee Donghae, adik tirinya sedang berkutat dengan pekerjaannya.
“Oh, hyung kau sudah bangun,” sapanya.
Hyuk Jae tidak menjawab, ia hanya menatap.
“Aku tidak tau kalau kau juga menjadi foto model,”
Kening laki-laki itu berkerut “Apa maksudmu?”
“Aku mendapat proyek untuk membuat promo film terbaru Jang Geun Suk. Karena dramanya bercerita tentang pernikahan, jadi aku membutuhkan desain gaun pengantin, kemarin aku mendapatkan contoh-contohnya dari stafku. Lihat, bukankah ini foto-fotomu?”
Dengan ragu Hyuk Jae menghampiri Donghae. Menerima album yang disodorkan laki-laki itu. seketika mengeram marah. Ia tau siapa yang ada di dalam foto itu. Lee Eunhyuk dan Min Seo Rin. Dibantingnya album itu ke meja “Dia bukan aku!!” katanya dingin lalu pergi begitu saja.
Hyuk Jae mengeluarkan ponselnya. Dihubunginya seseorang.
“Yeoboseo?”
“Dimana kau?” tanyanya begitu nomor telepon tersambung.
“Aku ada di kantor sekarang, Yoon Hye ssi bilang Hyo_”
“Tunggu aku di sana!!” potongnya lalu menutup sambungan telepon. Ia semakin berjalan cepat menuju mobilnya.
.
.
PLAK
Tamparan itu terasa keras dan menyakitkan. Seo Rin menatap tidak percaya laki-laki di depannya.
“Bukankah sudah kuperingatkan untuk menjauhinya?? Kau kekasihku kenapa masih berhubungan dengannya??” desis Hyuk Jae tajam.
“Apa maksudmu??”
“Untuk apa kau menjadi model gaun pengantin bersamanya??” bentak Hyuk Jae.
“Itu aku dalam keadaan terpaksa!!”
“Aku tidak perduli!!”
“Memangnya siapa kau selalu mengaturku??!” bentak Seo Rin akhirnya.
“Kau kekasihku!!”
“Aku tidak mau menjadi kekasih orang sepertimu!! Kau tidak mencintaiku, jadi apa alasanku untuk menerimamu menjadi kekasihku?? Aku memang bodoh, aku juga tidak menarik, tapi aku tidak ingin diperlakukan seperti bola yang selalu bisa kau mainkan seenaknya!!” air mata gadis itu meleleh, tangannya masih memegang bekas tamparannya “Kenapa kau bisa bersikap semaumu sementara aku tidak?? Memangnya siapa dirimu?? Aku punya kehidupan sendiri!! Bukankah dulu kau pernah memintaku untuk menghilang dari hidupmu? Sekarang aku minta kau menghilang dari hidupku!! Kenapa kau selalu saja menyakitiku? Apa salahku padamu?? Katakan padaku kenapa kau memaksaku untuk menjadi kekasihmu?? Karena ini tidak adil untukku!!”
SET
BRUUK…
Nafas laki-laki itu tersegal. Matanya menatap tajam. Baru saja didorongnya gadis itu hingga membentur dinding. Dikurungnya di kedua lengan.
“Kau melawanku?”
“Aku hanya menyelamatkan harga diriku!! Kau pikir aku gadis rendahan seperti anjing yang selalu mengikuti tuannya? Aku bukan anjing dan kau bukan tuanku!! Kenapa aku harus mengikuti kata-katamu?!”
“Kau_”
BOUUUGH…
“Sudah cukup Hyung!! Tidakkah kau fikir kelakuanmu itu sudah berlebihan?” tatap Eunhyuk.
BOUUGH…
“Ini bukan urusanmu!!” balas Hyuk Jae.
“Sekarang menjadi urusanku!! Kenapa kau begitu egois? Apa maksudmu sebenarnya? Kita dalam situasi sulit saat ini! Hyo Yeon menghilang, kami semua berusaha mencarinya. Sedangkan kau? Hal tidak penting apalagi yang kau permasalahkan? Tidakkah kau berfikir bagaimana Yoon Hye ssi menanggung semuanya? Dia berusaha menyelesaikan semuanya. Tidakkah kau kasihan terhadapnya? Ini bukan tanggung jawabnya. Dan sekarang kau membuat seorang gadis yang tidak tau apa-apa menjadi pelampiasanmu, apa hal itu menarik bagimu? Aku tau kau hanya iri kepadaku, kau iri karena aku yang hidup bersama Eomma, jadi kau ingin merebut semua yang ada bersamaku,”
“TUTUP MULUTMU!!”
“KAU hanya tidak ingin aku mengambil Seo Rin, benar bukan?! Sikapmu hanya akan menyakiti orang lain, jadi sekarang berhentilah bersikap kekanak-kanakan. Dan mulai sekarang aku tidak akan melepaskan Seo Rin untukmu, karena kau hanya akan menyakitinya!!”
Eunhyuk menarik tangan Seo Rin kemudian membawanya pergi meninggalkan Hyuk Jae yang masih mematung di tempatnya.
‘Kalau kau membiarkan amarah menguasaimu, kau tidak akan pernah menang…’
Hyuk Jae tersentak. Ia harus melakukan sesuatu.
***

“Ternyata benar kau di sini!!”
“Hyuk Jae ya…”
“Kenapa kau melarikan diri? Apa karena kata-kataku saat itu??”
Gadis itu terdiam. “Bagaimana bisa kau menemukanku?”
Hyuk Jae tidak menjawab. Laki-laki itu berjalan pelan ke arah gadis itu lalu berdiri di sebelahnya. Melihat pemandangan dari balkon teras itu. Menikmati anginnya.
“Kau tau? Aku selalu memperhatikanmu Hyo Yeon ah… Aku tau semua tentangmu. Kebiasaan-kebiasaan kecilmu… Setiap kau ingin menyendiri, kau pasti akan datang ke tempat ini…” kata Hyuk Jae pelan tanpa mengalihkan pandangannya “Kau menyukai dia bukan? Aku tidak tau kenapa kau selalu memilihnya? Bukankah aku yang begitu baik kepadamu? Tapi kau sama sekali tidak memandangku…”
“Hyuk Jae ya, mianhae…” bisik gadis itu pelan “Dia sudah menolakku…”
Hyuk Jae menoleh terkejut “Dia menolakmu? Kupikir kalian sangat dekat,”
Hyo Yeon menghela nafas sambil menatap danau di depannya “Dia menolakku sejak dulu bahkan sebelum aku menyukainya. Kau tau kenapa? Karena dia tau kalau kau menyukaiku… Dia sangat menyayangimu…”
Hyuk Jae tercenung mendengarnya. Apa semua itu benar?!
“Aku sangat menyedihkan bukan?”
“Berhentilah mengasihani dirimu sendiri, kita semua punya ego dan keinginan. Bukan hanya kau, aku juga sudah kau tolak bahkan sebelum menyukaimu. Ada hal yang lebih penting untuk dilakukan. Ayo kita selesaikan pekerjaan kita. Bukankah kau ingin menunjukkan kepada orang tuamu bahwa kau mampu dan tidak sama dengan Yoon Hye? Kau punya kesempatan untuk itu!!”
Hyo Yeon memandang tidak percaya, tapi kemudian matanya terbelak “Kau tau kalau Eonni…”
Hyuk Jae menggangguk pelan “Aku tidak sengaja mendengarkan percakapan kalian saat itu…”
Gadis itu terdiam. Pikirannya berkecamuk.
“Dia memang wanita yang hebat Yeon… Dia berusaha mengejar impiannya sendiri. Dan dia sangat menyayangimu…”
“Kau tidak tau_”
“Aku tau lebih banyak daripada dirimu sendiri,” potong Hyuk Jae “Dia pergi karena ingin memberimu kesempatan untuk menunjukkan pada orang tuamu bahwa kau mampu… Jangan mengecewakannya, aku tau dia sangat berharap kepadamu. Jadi, bisakah kau kembali agar kita bisa membuktikan bahwa kita semua juga mampu?! Tanpamu aku tidak akan bisa menjadi produser musik sesuai cita-citaku…”
Gadis itu terdiam. Mulai memahami semua kata-kata Hyuk Jae. Laki-laki itu benar, ia masih punya mimpi yang harus di raih.
“Kutunggu kau di Seoul secepatnya. Aku pergi dulu, ada yang masih harus kukerjakan,”
Hyuk Jae benar. Ternyata Hyo Yeon pergi ke villanya yang ada di pinggir gunung. Begitu kembali ke Seoul, ia langsung mencari seseorang. Seseorang yang tanpa sadar selalu memberinya kekuatan. Seseorang yang tanpa sadar menjadi inspirasi untukknya.
***

“Minumlah…”
Seo Rin menerima kaleng soda itu dengan eksperesi datar.
“Kau tidak perlu khawatir lagi, mulai sekarang aku yang akan men__”
“Aku tidak ingin melihat kalian lagi,” potong gadis itu dengan suara bergetar “Sudah cukup kalian menjadikanku bola yang bisa kalian tendang kesana kemari semau kalian. Aku terlihat seperti gadis yang tidak punya harga diri. Diriku sangat menyedihkan karena terus mengikuti kalian seperti seekor anak anjing,” air mata itu meleleh lagi.
“Seo Rin,”
“Kau- sama saja dengannya!! Kalian semua sama!! Selama ini kupikir kalian berbeda, tapi ternyata kalian sama. Apakah seperti ini cara kalian untuk mempermainkan perasaan seorang wanita? Ini benar-benar menyedihkan untuk wanita sepertiku. Aku sendiri di dunia ini, aku tidak menarik juga tidak pintar. Tapi bukan berarti kalian bisa mempermainkanku seenaknya. Aku masih punya harga diri,”
“Seo Rin…”
“Aku berharap tidak akan pernah bertemu dengan kalian lagi, terima kasih, selamat tinggal,”
SET
Greeep…
Gadis itu terkejut saat lengannya ditarik ke dalam dekapan seseorang.
“Mianhae…” lirih Eunhyuk.
Tangis Seo Rin pecah dalam dekapan laki-laki itu “Aku membenci kalian… Benar-benar benci…”
***

Hyuk Jae menatap kontrakan itu sejenak. Kontrakan yang sangat sederhana. Apa gadis itu sudah pulang? Ini sudah malam, dan ponselnya tidak aktif.
“Kau mencari siapa?”
Laki-laki itu tersentak saat seseorang menegurnya. Ia berbalik dengan cepat dan membungkukkan badannya begitu melihat ajhuma itu.
“Joeseonghamnida, apa Kim Yoon Hye ssi benar tinggal di sini?”
“Aigoo… Aku tidak menyangka gadis itu punya kekasih yang tampan…”
Hyuk Jae hanya tersenyum canggung mendengarnya.
“Dia belum pulang, biasanya sore dia sudah pulang. Tapi akhir-akhir ini dia selalu pulang malam jadi tidak pernah mampir ke kedai mieku lagi,”
“Benarkah? Baiklah, kalau begitu saya pergi dulu…”
“Ne, kapan-kapan mampirlah ke kedai…”
“Ne, kamsahamnida Ajhuma…”
Hyuk Jae masih mencoba menghubungi gadis itu sambil menyetir mobilnya. Kemana dia? Dia tidak ada di kantor dan tidak ada yang tau kemana dia pergi. Tiba-tiba saja dilihatnya seorang gadis sedang duduk di sebuah kedai pinggir jalan. Cepat-cepat ditepikan mobilnya lalu turun menghampiri gadis itu.
“Yoon ah…” panggilnya.
“Oh, PDnim!! Bagaimana bisa kau menemukanku?”
“Kau mabuk?” tanyanya saat melihat dua botol soju di meja.
“Benar… Aku ingin mabuk malam ini… Aku ingin mabuk hingga lupa semuanya…”
Hyuk Jae duduk di hadapan gadis itu. Ditatapnya lekat sosok itu. Wajahnya terlihat lelah dan kesakitan.
“Aku ingin berhenti…” gadis itu mulai bicara lagi. “Aku ingin berhenti bekerja untukmu… Tapi aku tidak bisa…” ia mulai terisak lirih “Kenapa aku tidak bisa berhenti?? Aku tidak bisa menemukan Hyo Yeon… Apa yang harus kulakukan?? Kenapa aku memikirkan ini? Kenapa aku harus menanggung semuanya? Aku tidak ingin tetapi tidak bisa berhenti… Apakah ini semua tanggung jawabku?? Jawab aku Lee Hyuk Jae!! Apa yang kau bisa hanya bermain dengan perempuan-perempuan itu??”
Yoon Hye meminum soju di gelasnya lagi “Aku lelah… sungguh…”
Ada perasaan sesak ketika melihat tangis gadis itu. Gadis yang selama ini dilihatnya kuat, ternyata sama-sama rapuh. Dihampirinya gadis itu lalu dipeluknya kuat “Mianhae…” bisiknya.
.
.
Yoon Hye mengerjapkan matanya saat didengarnya suara pintu terbuka. Kepalanya terasa berat seakan ingin pecah. Ia mengerang pelan mencoba untuk bangun.
“Kau sudah bangun?” seseorang menghampirinya, membantunya untuk duduk.
“Hyuk jae ssi, kenapa kau disini?” tanyanya heran sambil mencoba menghilangkan sakit kepalanya.
“Kau mabuk semalam, aku yang mengantarmu pulang. Minumlah,”
Yoon Hye menatap segelas teh hangat yang di sodorkan laki-laki itu. Ia masih belum mengerti kenapa Hyuk Jae melakukan hal ini. Dengan ragu Yoon Hye menerima teh itu.
“Aku baru saja membeli bubur hangat, makanlah… Hari ini kau tidak usah kerja,”
“Mwo? Tapi_”
“Aku memberimu libur!!”
“Bagaimana dengan Yeon?!”
“Aku sudah menemukannya kemarin, dan tadi pagi dia menghubungiku siap untuk syuting lagi. Biar aku yang mengurusnya. Kau istirahatlah, aku tau kau lelah,”
Gadis itu tercenung “Apa aku berbicara yang tidak-tidak kemarin?” tanyanya pelan.
Hyuk Jae tersenyum “Aniyo… Kau tidak berbicara apapun…”
“Apa… Kau disini sejak semalam?”
“Aku tidak bisa meninggalkanmu. Yoon ah, terima kasih…”
“Untuk apa kau berterima kasih?”
“Sudah mulai siang, aku harus pulang lalu ke kantor. Kau istirahatlah, besok kau boleh kerja kembali,” laki-laki itu menyambar jaketnya di lantai lalu berjalan menuju pintu.
“Lee Hyuk Jae ssi…”
Langkahnya terhenti lalu menoleh “Ye?”
“Tuhan akan selalu melindungimu dan malaikat menjagamu. Berhati-hatilah…”
Kata-kata itu… Membuat hati Hyuk Jae berdebar seketika. Kata-kata singkat namun dalam. Bibirnya tersenyum tulus “Akan kuhubungi kau lagi nanti…”
***

tbc…

Huwaaaaaaaa……. Akhirnya berhasil ngetik part ini *goyang bareng nyuk*
ngetiknya cuma sehari, tapi balikin modnya berhari-hari u_u
Ini ff terlama yang aku bikin wkakakka… otak udah terkontaminasi yunjae *peluk gajah*
smoga di part ini gak kecepetan alurnya, yang ngerasa kecepetan silahkan baca lagi dengan pelan-pelan gyahahahha *ditimpuk sendal*