Tags

, ,

 

be your wife

“Maaf Nyonya, saya tidak bisa menemukan Nona Ji Su,”
“Bagaimana tidak bisa ditemukan??” seorang wanita bertubuh kurus mengeram kesal.
“Menurut pencarian saya, Nona sudah terbang ke Jepang setengah jam yang lalu!!”
“Bagaimana sekarang??” wanita lain yang memiliki rambut pendek mendesah pelan.
“Pernikahan ini tidak bisa dihentikan,” kata seorang pria berkaca mata.
“Ini akan mempengaruhi reputasi perusahaan,” tambah pria lain yang rambutnya sudah mulai beruban.
“Lee Hyuk Jae, carikan aku seorang gadis seumuran siapa saja untuk menikah sekarang juga!!”
“Mwo? Apa kau serius yeobo?” wanita berambut pendek itu menatap terkejut.
“Tidak ada lagi waktu untuk berfikir, cari sekarang juga!” perintah pria berkaca mata itu.
“Baik direktur,” Lee Hyuk Jae, pria berumur dua puluh delapan itu segera undur diri.

Jalanan itu terlihat macet. Seorang gadis yang duduk di dalam taxi berkali-kali melihat jam tangannya “Ajhusi, apa yang terjadi di depan?” tanyanya.
“Sepertinya terjadi kecelakaan,”
“Berapa lama lagi kira-kira?” matanya menatap cemas ke depan. Kedua tangannya memegang sebuah kotak sepatu.
“Kalau begitu aku turun di sini saja. Ini uangnya, gomawo ajhusi,”
Gadis itu turun dari taxi kemudian langsung berlari menuju sebuah gedung. Sepuluh menit ia sampai di tempat itu tapi ia tidak tau harus pergi ke ruangan mana. Dihampirinya seorang laki-laki yang tampaknya juga sedang mencari sesuatu.
“Cogiyo, apa anda pengurus wedding Nona Han Ji Su? Boleh aku tau dimana ruang riasnya? Aku harus mengantarkan sepatu pernikahannya,” tanyanya dengan nafas tersegal.
Laki-laki itu mengamati gadis itu sejenak. Kemudian tangannya menarik tangan gadis itu “Ayo ikut aku!!”
Meskipun sedikit terkejut, gadis itu tidak bisa memperotes saat tangan laki-laki itu menariknya kuat.

Ke empat orang di ruangan itu terlihat sedang gelisah.
“Sebentar lagi harus di mulai,” desah sang wanita berambut pendek.
“Kami benar-benar minta maaf… Bagaimana mungkin Ji Su bisa melarikan diri…”
“Tenanglah, semuanya pasti baik-baik saja…”
“Anak itu benar-benar keterlaluan,” gumam pria beruban.
“Lima belas menit lagi upacara pernikahannya harus di mulai,” pria berkaca mata itu melirik jam tangannya.
Braaak…
Pintu terbuka keras. Seorang laki-laki masuk ke dalam “Saya menemukannya tuan,”
“Siapa namamu agashi?” tanya laki-laki berkaca mata itu.
Gadis itu menatap bingung, masih dalam cekalan laki-laki itu “Ki-Kim Yoon Hye…”
“Kim Yoon Hye ssi, sekarang juga kau akan menikah!!”
“Ahahah… Ajhuma, jangan bercanda, aku hanya mau mengantarkan sepatu,”
“Agashi, cepat kau rias dia!!” perintah wanita berambut pendek.
Mata Yoon Hye membulat sempurnya “MWOYA???”
Dua orang wanita segera menghampiri Yoon Hye yang masih menatap tidak percaya “Mari nona,”
“Tu-tunggu dulu!! yaa aku mau dibawa kemana?? Yaa!!!”
BLAAAM…
Jeritan itu teredam saat pintu ruang rias tertutup.
“Apakah gadis itu tidak apa-apa??” tanya wanita bertubuh kurus “Aku sangat cemas,”
“Kita tidak punya pilihan lagi,” jawab pria berkaca mata “Hyuk Jae ssi, carikan aku data Kim Yoon Hye!!”
“Baik direktur,”

Yoon Hye menggigit bibir keras. Ia menunduk ingin menangis. Tangannya menggandeng lengan seorang pria yang rambutnya sudah beruban. Bagaimana mungkin ia bisa mengalami hal ini?! Ia hanya ingin mengantarkan sepatu pernikahan, bukannya menikah. Dalam hati ia terus mengutuk laki-laki yang telah membawanya itu.
“Agashi kumohon, angkat wajahmu dan tersenyumlah. Reputasi kami ada di tanganmu,”
Yoon Hye mengangkat wajah menuruti perintah itu. Meskipun tidak pernah bertemu, entah mengapa ia senang mendengarkan suara pria yang dalam itu. Seolah memberinya ketenangan.
“Maafkan aku harus melibatkanmu,” tambah pria itu lagi.
Yoon Hye tidak mampu menjawab. Pikirannya hanya bingung. Apakah ini benar sebuah pernikahan?!
“Sebentar lagi, bersiap-siap… Sekarang!!”
Kedua orang Wedding Organizer membuka pintu gedung besar itu. Yoon Hye melangkah pelan bersama pria itu. Bibirnya tersenyum terpaksa. Ribuan blitz kamera menerpanya bertubi-tubi. Membuatnya sedikit pusing. Bahkan ia tidak mampu melihat calon suaminya dengan jelas karena silau oleh lampu kamera. Saat jemarinya terulur dan berpindah tangan, ia merasakan keraguan dalam genggaman itu.
“Baiklah, kita mulai acara pernikahan ini. bila ada yang ingin menyampaikan sesuatu, silahkan dikatakan sekarang atau tidak selamanya!!” ucap pastur itu.
Hening beberapa saat.
“Kita mulai acaranya sekarang,” kata pastur itu lagi. “Saudara Cho Kyuhyun, apakah anda menerima saudara Kim Yoon Hye menjadi pasangan hidup anda? Menemaninya dalam suka ataupun duka, menjaganya dalam keadaan apapun dan mencintai segala kekurangan dan kelebihannya hingga maut memisahkan kalian?”
“Aku…Bersedia…” suara itu terdengar mengambang.
“Dan anda saudara Kim Yoon Hye, apakah anda menerima saudara Cho Kyuhyun menjadi pasangan hidup anda? Menemaninya dalam suka ataupun duka, menjaganya dalam keadaan apapun dan mencintai segala kekurangan dan kelebihannya hingga maut memisahkan kalian?”
“Aku…” Yoon Hye menelan ludahnya pelan “Aku bersedia…” pasrahnya.
“Atas nama bapa, kunyatakan kalian sebagai pasangan suami istri. Silahkan pengantin pria mencium istrinya,”
Tubuh Yoon Hye mematung. Ia tidak tau apa yang harus di lakukannya hingga seseorang memegang bahunya, memutar tubuhnya. Jantungnya terasa berdenyut lambat saat melihat mata tajam itu. mata yang tidak bersahabat. Perlahan, tangan pria itu menyentuh dagu Yoon Hye sambil mendekat.
“Tutup matamu,” desisnya.
Yoon Hye langsung menutup matanya. Sedetik kemudian ada yang menekan bibirnya lembut. Oh dear… Ia sudah menikah sekarang.
***

“AKU TIDAK MAU!!! POKOKNYA AKU AKAN BERCERAI!!!”
BLETAK
“YAA!!”
“Diam kau Cho Kyuhyun!!” bentak pria berkaca mata itu “Kau tau dengan jelas dimana posisimu!!”
“Tapi aku tidak mau menikah dengan gadis asing sepertinya!!!” teriak Kyuhyun.
“Dia sudah menjadi istrimu!!”
“Dimana Han Ji Su?? Kenapa aku menikah dengan itik buruk rupa sepertinya?!”
“Mianhae… Ji Su… dia, dia melarikan diri ke Jepang,” jawab wanita bertubuh gemuk, eomma dari Han Ji Su.
“Ige mwoya??” Kyuhyun tampak shock mendengarnya.
“Mau tidak mau Kim Yoon Hye ssi adalah istrimu!!”
“ANDWAE!!!”
“Kau tidak punya hak untuk menolak Kyuhyun ah!!”
“Tu-tunggu dulu!!! Aku punya kehidupan, bagaimana mungkin kalian seenaknya memutuskan sendiri?!” protes Yoon Hye.
“Kami sudah tau semua tentangmu!!” jawab pria berkaca mata, Appa dari Cho Kyuhyun. Direktur Cho.
“Mwo?”
“Namamu Kim Yoon Hye, usia dua puluh empat tahun. Kau tinggal di panti asuhan sejak usiamu tiga tahun. Saat umur empat tahun, kau diadopsi oleh pasangan Kim. Kau punya kakak angkat yang bernama Kim Ha Ni atau Park Ha Ni karena dia sudah menikah saat ini. Lima tahun yang lalu orang tua angkatmu mengalami kecelakaan dan tewas. Saat ini kau dan kakakmu membuka sebuah toko sepatu di kawasan Myeondong,”
“Kalian gila?? Kalian menikahkanku dengan gelandangan buruk rupa??” saut Kyuhyun.
“Aku akan mengangkatnya menjadi putriku!!” kataAppa dari Han Ji Su, Direktur Han.
“Dan kami yang akan mengubahnya menjadi seorang putri!!” tatap Eomma Kyuhyun dengan mata berbinar.
“Haah… Dia pasti menjadi cantik…” sambung Eomma Ji Su.
“Siapapun tampar aku…” gumam Yoon Hye.
PLAK
“YAA!!”
“Apa?? Kau bilang ingin ditampar!!” saut Kyuhyun yang kebetulan berdiri di sebelah gadis itu “Kami akan bercerai secepatnya!!”
“Kau tidak bisa bercerai Cho Kyuhyun!” tegas Direktur Cho.
“Kenapa tidak?!”
“Itu akan mempengaruhi reputasi keluarga. Kau, selamanya tidak boleh bercerai!!”
“Selamanya???” namja itu mendelik.
“Selamanya!!!”
Selamanya… selamanya… selamanya…
Kata-kata itu terus terngiang di telinga Yoon Hye hingga ia merasa sekelilingnya berputar dan berubah menjadi gelap.
***

Gadis itu perlahan mengerjapkan mata. Kepalanya terasa sedikit pusing. Ia asing dengan tempat itu. dimana dia?? Tiba-tiba ia tersentak dan langsung bangun.
Pernikahan itu??
Hanya mimpi…?
“Kalau kau sudah sadar cepat pindah tempat!! Kau hanya akan mengotori tempat tidurku!!”
Yoon Hye terkesiap dan langsung menoleh. Ia mendapati laki-laki itu sedang duduk di sofa kamar sambil memainkan psp.
“Jadi ini bukan mimpi??”
“Paboya!!”
Gadis itu langsung terlonjak. Ia turun dengan cepat kemudian berlari ke arah pintu. Terkunci.
“Kenapa pintunya terkunci??” katanya panik.
“Kalau tidak terkunci mana mau aku ada dalam satu ruangan dengan gadis buruk rupa sepertimu!!” saut Kyuhyun yang masih fokus dengan pspnya.
Yoon Hye mengeram kesal. Ia berbalik menatap laki-laki itu “Kau pikir aku mau satu ruangan denganmu?? Bahkan dalam mimpi pun aku tidak sudi untuk menikah denganmu!! Itu adalah mimpi terburuk dalam hidupku!!”
“Lalu apa? Sana cepat pergi!!”
“Kau tidak lihat pintunya terkunci?!”
“Cih, itu hanya alasanmu saja! Bilang saja kau bahagia karena mendapatkan laki-laki tampan dan kaya sepertiku!!”
“Mwoya?? Percaya diri sekali kau?? kau pikir aku tidak punya harga diri?! Aku juga mempunyai kekasih saat ini!!” bentak Yoon Hye.
“Kekasih?! Gadis sepertimu siapa yang mau?!”
“Aku tidak heran jika calon istrimu melarikan diri! Laki-laki sepertimu, siapa yang sudi untuk hidup bersama orang tidak punya hati sepertimu!!”
“Tutup mulutmu!! Han Ji Su bukan wanita sepertimu!!!” seru Kyuhyun marah sambil berdiri.
“Apa? Apa? Sudah jelas-jelas dia melarikan diri!!”
Kyuhyun mengeram marah “Aku benar-benar akan menceraikanmu!!”
“Lakukan sekarang juga!! Kau pikir aku mau menunggu? Sedetik pun tidak!!”
“YAA KIM YOON HYE!!!”
“Apa?? Kau mau bilang apa??” balas Yoon Hye. “Apa yang harus kukatakan pada kekasihku nanti…” keluhnya. Raut wajah gadis itu tiba-tiba saja berubah menjadi sendu.
Tiba-tiba terdengar bunyi ponsel. Kedua manusia itu menoleh kaget. Cepat-cepat Yoon Hye mengambil benda itu dari dalam saku bajunya.
“Aiiish… Eonni akan membunuhku…” gumamnya saat melihat layar ponsel itu.
“Yeoboseo…” jawabnya pelan.
“YAA KIM YOON HYE SSI!!! PERGI SAJA KAU TIDAK USAH PULANG!!!”
Gadis itu langsung menjauhkan ponselnya dari telinga. Kyuhyun bahkan dapat mendengar suaranya.
“Eonni… Mianhae… Aku dalam situasi sulit saat ini…” jawab gadis itu memelas.
“Apa yang terjadi padamu?? Apa Ryeowook mengajakmu kabur?”
“Aniyo… Akan lebih baik kalau seperti itu…”
“Mwo?? Apa dia berbuat macam-macam padamu?!”
“Aniyooo!!! Dia sedang di Jepang saat ini, bagaimana mungkin dia mengajakku kabur?! Aku akan menjelaskannya saat di rumah dan aku akan segera pulang,”
Gadis itu memutus sambungan tanpa menunggu jawaban dari seberang. Kemudian ia menggedor-gedor pintu.
“YAA yang di luar!! Buka pintunya!!” teriaknya keras.
“YAA bisakah kau diam?! Kepalaku seperti mau pecah mendengar suaramu!!”
“YAA BUKAKAN PINTUUU!!!”
“YAA KIM YOON HYE!!!”
Well, seperti itulah cerita malam pertama kedua tokoh kita…
***

Pagi hari yang cerah…
Yoon Hye menghela nafas pelan. Matanya terasa berat karena semalaman tidak tidur. Hari ini, ia pulang ke rumahnya sendiri. Dengan di antar oleh orang kepercayaan keluarga Cho.
“Aku Lee Hyuk Jae, dan aku minta maaf karena telah menyeretmu dalam kehidupan ini,”
Gadis itu hanya diam. Ia malas untuk berbicara dengan laki-laki yang duduk di sebelahnya.
“Saat itu aku harus mencari seorang gadis secepatnya untuk menikah dengan Tuan Cho. Dan kebetulan kau menghampiriku,”
“Kebetulan kau bilang??” seru Yoon Hye “Benar-benar kebetulan jika aku bisa menaruh peledak di kepalamu!!”
“Kau tidak bisa apa-apa lagi sekarang. Sebaiknya kau mulai belajar untuk menjadi Nyonya Cho,”
“Kenapa aku harus belajar, aku pasti akan bercerai darinya!!”
Hyuk Jae menghela nafas “Kau belum mengenal keluarga Cho. Mereka selalu mendapatkan apa yang mereka mau,”
Yoon Hye melengos, memandang pemandangan luar dari kaca jendela mobil.
“Karena kau belum tau, aku akan memberimu gambaran. Kau pasti pernah mendengar tentang Cho Siwon, pengusaha terkenal yang menjalin kerja sama dengan Han Geng, pengusaha terkenal juga. Hubungan mereka dari dulu sangat erat karena mereka sudah berteman sejak sebelum mendirikan usaha masing-masing. Tuan Cho Kyuhyun dan nona Han Ji Su sudah bersahabat sejak kecil. Dan Direktur, sepakat menjodohkan mereka berdua. Tuan tidak keberatan, tapi Nona hanya diam saja. Siapa yang menyangka kalau ternyata dihari pernikahannya, ia kabur ke Jepang.”
“Aku tidak tertarik dengan ceritamu,” saut Yoon Hye.
“Terserah, aku hanya berusaha membantumu. Karena bagaimanapun aku yang telah menarikmu dalam hal ini,”
Tiba-tiba saja gadis itu menoleh dan menatap laki-laki itu dengan berbinar “Kau mau membantuku?? Bagaimana kalau membantuku agar bisa bercerai darinya??”
“Itu mana mungkin!!! Sama saja dengan kau berusaha membelah lautan!! Sangat mustahil!!”
Yoon Hye mengerucutkan bibirnya “Apa gunanya bilang bersedia membantu…”
“Setidaknya aku tidak akan membiarkanmu kesulitan! Tapi dari awal, aku yakin kalau Nyonya sudah menyukaimu. Kau tidak perlu cemas,”
“Kalian mungkin anggap ini mudah, tapi apa kalian pernah berfikir bahwa aku punya kehidupan sendiri?! Kau, apa kau pernah berfikir bahwa aku sudah mempunyai seorang kekasih?! Bagaimana aku harus mengatakan hal ini kepadanya?!”
“Kau punya kekasih??”
“Tentu saja!!”
“Kalau begitu cepat putuskan kekasihmu!”
“YAA kau benar-benar brengsek ternyata!!”
“Kau tidak punya pilihan!!” sautnya tenang “Kita sudah sampai!”
Yoon Hye menatap horor bangunan di depannya. Sebuah butik tingkat tiga yang paling atas digunakannya untuk rumah. Kakaknya pasti akan mencincangnya jika tau hal ini.

“APA?? KAU SUDAH MENIKAH???”
Bruuk…
Sebuah kotak sepatu jatuh dari atas rak ketika teriakan itu keluar. Yoon Hye menutup telinganya erat-erat sementara Hyuk Jae merasakan telinganya berdengung pelan.
“Dengan siapa kau menikah??? Apa kau hamil duluan??? Apa laki-laki ini yang menghamilimu??? Jawab aku Kim Yoon Hye!!!” wanita itu, Park Ha Ni, mengambil sepatu-sepatu lalu melemparnya pada Yoon Hye dan Hyuk Jae dengan membabi buta “Aku tidak menyangka kau akan seperti ini!! Bagaimana bisa kau mengecewakanku seperti ini?? Jawab aku!! Sejak kapan kau berhubungan dengan pria ini?!!”
“Eonni… Sebentar…” Yoon Hye dan Hyuk Jae berusaha melindungi kepalanya dari sepatu-sepatu yang melayang itu.
“Eomma dan Appa pasti benar-benar kecewa padamu!! Bagaimana bisa kau menghianati kami?! Bagaimana bisa kau menikah diam-diam?? Bagaimana kau bisa hamil?? Berapa bulan kandunganmu??”
“Eonni dengarkan aku!!”
“Apa?? Apa yang mau kau katakan?? Kau mau bilang bahwa kau menyesal? Kau ingin bilang bahwa ini hanya kecelakaan??”
“KANGIN!! SHINDONG!!!” teriak Hyuk Jae masih menghindari sepatu-sepatu yang melayang.
Tidak lama kemudian, dua bodiguard itu langsung masuk dan menghampiri kakak Yoon Hye, mencekal kedua tangannya.
“YAA mau apa kalian??!! Lepaskan aku!! Kim Yoon Hye!! Apa kau menikahi seorang mafia huh??!”
PRAAANG…
“EONNI DIAMLAH!!”
Hening…
Keadaan sunyi seketika saat Yoon Hye baru saja membanting sebuah vas bunga.
“Eonni, ini tidak seperti yang kau kira! Aku tidak hamil!!” jelas Yoon Hye “Dan pria ini bukan suamiku!!”
“La…lalu…?” tanya Ha Ni masih dalam cekalan Kangin dan Shindong.
“Biar aku saja yang menjelaskan,” saut Lee Hyuk Jae “Kenalkan namaku Lee Hyuk Jae…”

“Jadi, kau sekarang sudah menjadi Nyonya Cho?”
Yoon Hye mendesah pelan “Aku benci nama itu,”
“Benar, dia sekarang adalah istri dari tuan Cho Kyuhyun,”
“Cho Corps yang punya lima hotel berbintang lima, tujuh pabrik minuman kelas dunia, lima belas pusat kebugaran, tiga puluh bioskop, lima puluh tempat karaoke, seratus toko perhiasan dan lima ratus lebih mini market??”
“Benar!!” jawab Hyuk Jae tanpa keraguan sementara Yoon Hye hanya ternganga menatap Eonninya yang mengetahui hal seperti itu.
“Aigooo Yoon aaaah… Bagaimana bisa kau seberuntung ini???” pekiknya sambil memeluk Yoon Hye erat.
“Eonni le…pass…”
“Gyaaaa… Aku tidak menyangka punya menantu seorang milyader,”
“EONNI!!!” bentak Yoon Hye keras membuat Ha Ni langsung mengkeret “Kenapa kau bilang seperti itu?!” marahnya sambil memukulkan map ke atas meja “Seharusnya kau membantuku agar terlepas dari masalah ini!! Aku menikah dengan orang asing, apa kau tidak khawatir??”
Ha Ni hanya berkedip-kedip saat map yang dipegang Yoon Hye menghentak-hentak meja “Seharusnya kau marah!! Seharusnya kau melaporkan ini ke polisi!! Bagaimana mungkin adik semata wayangmu ini dipaksa menikah begitu saja?! Apa kau tidak perduli kepadaku?! Aku menikahi orang asiiing!!!”
“Dia bukan orang asing!! Dia itu Cho Kyuhyun!! Cho-Kyuhyun Yoon ah!! Pewaris tunggal Cho Corps!! Kau tidak akan kekurangan sampai tujuh turunan!!”
“Aku tidak perduli dengan hartanya!! Bagaimana aku harus menjelaskan ini pada Ryeowook??!”
“Putuskan saja dia!!” jawab Ha Ni santai, membuat Hyuk Jae yang sedang menyesap kopinya hampir saja tersedak karena ingin tertawa. Well, jawaban yang sama persis bukan?!
“YAA bagaimana kau bilang semudah itu?? Bagaimana jika kau yang diminta cerai dengan Jung Soo Hyung?! Apa akan mudah bagimu???”
“Kenapa aku harus cerai?!”
“Aiiish… Kenapa tadi kau marah dan sekarang tidak??”
“Karena yang menikah denganmu itu Cho Kyuhyun!!”
“Akan kubunuh sekarang juga laki-laki itu!!!” teriak Yoon Hye sambil berdiri.
PLETAK
“Berani kau bunuh dia, aku akan membunuhmu lebih dulu!!”
Hyuk Jae tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala “Kalian sangat mirip!”
“KAMI TIDAK MIRIP!!!” sembur kedua gadis itu.
“Ba-baiklah… Tapi sekarang aku harus membawa Nona Yoon Hye kembali,”
“Ah, araseo!! Bawa saja dia. Aku percaya kalian akan menjaganya dengan baik,”
“Eonni kenapa sekarang kau mengusirku?!”
“Aiiish… Sebagai istri yang baik kau harus pulang ke rumah suamimu!! Jangan lupa sering mampir, ah rumah akan sepi tanpamu…”
“Kalau begitu aku akan tinggal di sini saja!”
“ANDWAE!!!” pekik Ha Ni seketika, ia tersenyum manis sekali “Cepat pulang, suamimu pasti sudah menunggu,”
“Aniyo, dia tidak pernah menunggu!”
“Pulang sekarang juga!!!” bentak Ha Ni.
***
“Hyuk Jae ssi, boleh kita pergi ke suatu tempat dulu?”
Hyuk Jae mengerutkan keningnya “Kau ingin pergi kemana?”
“Bisa kita pergi ke sungai Han? Kurasa itu tempat yang cocok untuk bunuh diri…”
Tawa Hyuk Jae meledak “Ribuan wanita bermimpi untuk bisa mendapatkan tuan muda dan kau ingin bunuh diri karena menikah dengannya?”
“Aku bukan pemimpi seperti mereka!!” kesalnya.
Hyuk Jae menghela nafasnya “Akan lebih mudah jika kau mengikuti semuanya,”
Air muta Yoon Hye mulai mengambang, gadis itu menggigit bibir bawahnya “Aku tidak pernah berharap seperti ini…” bisiknya dengan suara bergetar.
Hyuk Jae hanya bisa diam menatapnya “Kau akan baik-baik saja, jangan khawatir…” bisik laki-laki itu lembut sambil mengusap bahu Yoon Hye “Sebentar lagi kita sampai. Jangan menangis, atau Nyonya besar akan terus mencemaskanmu,”

Tubuh Yoon Hye benar-benar lelah. Berkali-kali ia mencoba berbagai pakaian. Dan ia juga terus mengikuti kedua orang wanita itu memilih-milih pakaian untuknya. Langkah kakinya sudah seperti diseret. Kenapa kedua wanita ini gila shoping?!
“Baiklah… Setelah ini kita harus ke salon!!”
“Ajhuma… Apakah kita harus pergi?!”
“YAA siapa suruh kau memanggil kami Ajhuma?? Panggil aku Eomma!! Arachi?!”
Yoon Hye hanya mengangguk pasrah.
“Jja, kau harus bersemangat, Kyuhyun pasti tidak mengenalimu nanti,”
Yoon Hye meringis lebar “Eomma… Bagaimana dengan Han Ji Su? Kenapa kalian tidak mencarinya? Apa… kau tidak khawatir??”
“Ah, dia sudah biasa kabur, nanti juga pulang sendiri…” jawab Eomma Han santai.
Doeeeeng…. Yoon Hye menatap tidak percaya ibu angkatnya itu. bagaimana mungkin dia bisa menjawab sesantai itu?!
“Seandainya dia juga dapat pulang seperti Ji Su… Aku tidak mungkin kehilangannya…”
“Ne?”
“Ah aniyo!!”
“Yoon ah, saatnya perawataaaan!!!” teriak Eomma Cho.

TBC