Tags

, , ,

be your wife

Jepang, Tokyo

“Oppa… Aku bosaaan…” rengek seorang gadis.
“Aku tidak memintamu mengikutiku. Lagipula sedang apa kau di sini?” jawab laki-laki itu acuh sambil menjepretkan kameranya beberapa kali pada object yang dianggapnya menarik.
“Tentu saja untuk menemuimu!! Kau tau, aku sudah mengorbankan sahabatku untuk bisa kemari. Aku lari dihari pernikahan kami… Hahhh… Eomma pasti akan membunuhku…”
Laki-laki itu tertawa kecil “Kau benar-benar nekat,”
“Aku bosan… Kenapa aku harus menikah muda, lagipula orang yang kusukai itu hanya kau!!”
“Ji Su ya, tidak seharusnya kau seperti ini. Kau tau kalau aku orang yang bebas bukan?”
“Apa kau masih menyukainya?”
“Mwo?”
“Apa kau masih menyukai wanita itu? Kekasihmu, atau sekarang sudah berubah menjadi mantan?!”
“Entahlah… Aku sudah mengatakan kepadanya untuk tidak menungguku. Dia juga tau kalau aku tidak bisa terikat. Jika dia pintar, seharusnya dia bisa memahami kata-kataku,”
“Ryeowook Oppa… Kau terlalu sulit ditebak. Kami wanita tidak bisa mengartikan sendiri,”
“Kalian memang rumit,” kata Ryeowook sambil menjepretkan kameranya lagi.
“Oppa aku lapaar… Ayo kita makan siang dulu,”
“Lebih baik kau kembali ke Korea,”
“Aku akan pulang bersamamu,”
Ryeowook menghentikan kegiatannya lalu menatap gadis itu “Lusa aku akan pulang,”
“Benarkah? Secepat itu? Aku belum siap pulang ke rumah!!”
“Itu bukan urusanku,”
“Aiish… Kau benar-benar tidak punya perasaan…”
“Itu pilihanmu, aku sudah memperingatkan,” saut Ryeowook sambil melangkah lagi menyusuri jalan Yokohama yang sepi itu.
Han Ji Su menghela nafas pelan sebelum mengikuti laki-laki itu. Gadis itu berjalan pelan tanpa berbicara lagi. Ia masih ingat saat pertama kali mereka bertemu. Disebuah pameran photografi. Saat itu ia dipaksa ikut oleh orang tuanya untuk pergi ke sana. Ia tidak mengerti seni dan benar-benar bosan. Begitu banyak pria dari pengusaha-pengusaha yang ada di sana mengajaknya berkenalan. Tapi perhatiannya hanya terpaku pada sosok seorang laki-laki yang sibuk memotret dengan kameranya. Yang ketika di sapanya hanya melirik sekilas.
Kim Ryeowook. Sejak saat itu Ji Su selalu mencari tau tentang laki-laki itu hingga saat orang tuanya memberitahu perjodohannya dengan Kyuhyun. Teman dari kecilnya. Ia sempat kabur untuk menemui laki-laki itu, tapi kenyataan bahwa laki-laki itu punya kekasih benar-benar membuatnya patah hati. Tapi dia tidak menyerah. Ia terus menempel pada laki-laki itu.
Dan di sinilah dia. Menyusul laki-laki itu tepat di hari pernikahannya. Dua bulan yang lalu ryeowook pergi ke Jepang untuk mengejar karirnya menjadi photografer. Berkat orang suruhannya, ia dengan mudah bisa menemukan tempat laki-laki itu. Tapi sekarang ia tidak tau harus apa. Ia tidak siap untuk pulang. Ia sadar, masalah yang di tinggalkannya sangat besar. Nama baik keluarganya bisa saja tercoreng karena kelakuannya.
***
korea, seoul

kyuhyun menghela nafasnya pelan. Ia tidak ingin pulang, tapi Eommanya bisa membunuhnya nanti. Pernikahan itu benar-benar membuatnya frustasi. Bagaimana bisa ia menikah dengan orang asing yang sama sekali tidak di cintainya? Sementara jejak Han Ji Su lenyap begitu saja.
Kyuhyun menyukai gadis itu. Gadis yang selalu manja itu. Satu-satunya teman yang dia punya dari kecil. Ia sama sekali tidak keberatan saat keluarga mereka menjodohkannya. Tapi ia tidak menyangka kalau Ji Su melarikan diri saat pernikahan mereka. Sebelumnya gadis itu baik-baik saja. Bahkan ia tidak berkata apapun. Lalu, kenapa sekarang dia pergi? Apa dia punya orang lain yang disukainya? Dulu memang gadis itu pernah berkata menyukai seseorang yang tidak dikenalnya. Tapi Kyuhyun menganggap bahwa itu hanya perasaan suka sekilas saja. Gadis itu juga tidak pernah bercerita apapun tentangnya.
Berkali-kali dihubunginya nomor ponsel yang tidak aktif itu. Berkali-kali pula ia mendesah pelan. akhirnya ia memutuskan untuk turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.
“Kenapa baru pulang selarut ini? Kau sudah makan?” tanya Eomma Cho yang berada di ruang tengah.
“Sudah,” jawab Kyuhyun pendek lalu naik ke atas tangga.
Ia langsung menuju kamarnya dan masuk ke dalamnya. Ia sedikit heran mendapati seorang gadis sedang duduk di kursi sofa kamarnya sambil menelungkupkan wajahnya dalam kedua lengan.
“Siapa kau?” tanya Kyuhyun.
Gadis itu mengangkat wajah dengan malas “Siapa lagi?!”
Kyuhyun mengerjapkan matanya. Tidak mungkin dia salah lihat. Kenapa gadis yang dinikahinya jadi berubah? Rambut keriting acak-acakan itu kini menjadi bergelombang dengan warna coklat gelap, jari-jari yang kasar, terlihat bagus dengan cat kuku warna ungu lembut. Singkat cerita, gadis yang berpenampilan aneh itu sekarang menjadi seperti seorang putri.
“Eomma benar-benar melakukannya,” dengus Kyuhyun pelan sambil melepas dasinya.
“Eomma tidak mengijinkanku tidur di kamar tamu, aku terpaksa berada di sini,”
“Terserah tapi aku tidak ingin tidur satu ranjang denganmu!” jawab Kyuhyun lalu masuk ke kamar mandi.
Yoon Hye merebahkan tubuhnya di sofa itu. Memang tidak nyaman, tapi apa boleh buat. Tubuhnya sangat lelah setelah mengikuti kedua Eomma itu. Pikirannya tidak tenang. Tadi dia mendapatkan pesan dari Kim Jong Woon, teman Ryeowook bahwa laki-laki itu akan pulang lusa. Sekarang apa yang harus dikatakannya pada Ryeowook?!

Kyuhyun keluar dari kamar mandi ketika gadis itu sudah tertidur. Berendam dalam air hangat membuatnya sedikit rileks. Ia mengeringkan rambutnya lalu bersiap-siap untuk tidur. Tapi saat dilihatnya gadis itu, ada sesuatu yang mendorongnya untuk menghampirinya. Yoon Hye tidur dengan posisi miring. Ia menekuk tubuhnya, tangannya memeluk erat kedua lututnya. Sepertinya dia kedinginan.
“Oppa…” suara itu terdengar tepat ketika kaki Kyuhyun akan beranjak.
Kyuhyun membalikkan badan lagi menatap gadis itu yang ternyata masih memejamkan mata.
“Oppa mianhae…” bisik gadis itu sedikit melantur. Sepertinya ia mengigau.
Yang membuat Kyuhyun terkejut, ada tetes bening yang keluar dari sudut mata gadis itu. Mengalir turun ke bawah. Saat itulah Kyuhyun sadar bahwa gadis ini tidak bersalah. Bahwa ia juga tidak menginginkan hal ini.
Perlahan, ia mengulurkan jemarinya. Mengusap aliran bening itu kemudian pergi mengambil sebuah selimut lalu menyelimuti gadis itu “Jaljayo…” bisik kyuhyun lembut.

Hari minggu yang cerah…
Kyuhyun sedang menguap lebar-lebar di balkon kamarnya, menghirup udara pagi menjelang siang sebanyak-banyaknya. Hari ini ia bebas bekerja. Ia melihat selimut yang terlipat rapi di atas bantal di sofa kamarnya, gadis itu sudah bangun sejak tadi. Namja berumur dua puluh enam tahun itu kemudian pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajah lalu keluar kamar.
Langkahnya terhenti di atas anak tangga saat melihat kegiatan yang sedang dilakukan gadis itu dengan eommanya dan eomma angkat gadis itu, well bisa dibilang eomma mertuanya juga. matanya menatap lekat, seakan mendapatkan hiburan tersendiri dari rumahnya yang selama ini hampa itu.
“ayo jjagiya, kau pasti bisa!!” teriak Eomma Cho.
Bruuuk…
Yoon hye mendengus kesal saat buku yang berada di atas kepalanya itu jatuh “eomma… aku lelah…” desahnya.
“kau harus bisa berjalan dengan baik, karena nanti akan ada banyak acara pesta yang harus kau hadiri,” kata eomma han.
“aku tidak cocok di acara seperti itu…”
“karena itu kau harus belajar, jja!!” eomma cho meletakkan buku tebal itu lagi di atas kepala gadis itu “ikuti garis lurus hitam ini, ne?!”
Yoon hye mendesah pasrah, gadis itu mulai melangkah mengikuti garis dengan sepatu hak tingginya yang membuat tubuhnya sempoyongan. Ia berusaha agar bukunya tidak jatuh.
“angkat wajahmu yoon ah, tegapkan badanmu,” perintah eomma cho.
Tiba-tiba saja appa cho datang dan berbicara sesuatu dengan eomma-eomma itu. langsung saja yoon hye mengambil kesempatan. Ia melepas higheelsnya pelan-pelan, lalu melangkah pergi diam-diam sambil mendekap buku dan sepatu itu.
Kyuhyun menaikan sebelah alisnya. Ingin kabur eh?!
“yaa kim yoon hye mau kemana kau??!” teriak eomma han.
“aku masih ada urusan dengan kyuhyun ssi eomma!!!” teriak gadis itu langsung berlari menaiki tangga. Menyambar lengan kyuhyun dan menariknya berlari.
Mereka berdua sampai di kamar dengan nafas sedikit tersegal. “kenapa kau menarikku?” tanya kyuhyun yang sudah sadar bahwa dirinya telah diculik.
“aku lelah harus berjalan mengikuti garis itu ratusan kali,”
“bilang saja kau tidak bisa berjalan dengan benar!”
“YAA, aku memang bukan seorang putri jadi hal itu sudah biasa, lagipula apa bagusnya berjalan seperti itu,” dengus yoon hye.
“mana ada putri berantakan sepertimu,” ejek kyuhyun sambil berjalan ke balkon.
Yoon hye mengikutinya dari belakang “siapa juga yang mau menjadi putri, huh aku lebih suka kehidupan rakyatku,” sautnya.
“apa yang kau lakukan?” tanya kyuhyun saat yoon hye terlihat seperti mengamati sesuatu.
“apa kau berpikir sama seperti yang kupikirkan?” tanyanya balik.
Kyuhyun mengerutkan keningnya “apa maksudmu??”
“sepertinya aku bisa kabur,”
“mwo??”
Tanpa menjelaskan lebih, gadis itu mulai melompati pagar balkon. Membuat kyuhyun tersentak kaget “yaa, ma-mau apa kau?? jangan bunuh diri di rumah ini, setidaknya lompatlah di jembatan sungai han sana!!”
“bagaimana aku bisa ke sana kalau keluar dari sini saja aku harus dijaga bodiguard, dasar bodoh,” dengus yoon hye. Gadis itu perlahan turun dengan berpijak pada batu-batu dinding di sebelah balkon kamar. Tangannya berpegangan di tralis dan berusaha menggapai batang pohon di dekatnya.
“hati-hati!! Perhatikan pijakanmu!! Kau bisa jatuh!! Dibawah itu tanaman bunga favoriteku, kalau sampai kau menimpanya aku akan membunuhmu!!”
Yoon hye mengumpat dalam hati. Benar-benar manusia tidak punya perasaan. Gadis itu mencoba menjejakkan kakinya di batang pohon, memindahkan tubuhnya dari dinding ke pohon. Sejauh ini dia berhasil hingga…
“ulaaat???? Gyaaaaaaaaa……….”
“awaaaaaaaaasssss……..!!!!”
Grusaaak…gruusaaaak… bruuuuuk…
“ADAAAWW….”
Yoon hye meringis pelan sambil berusaha bangun. Keningnya terasa sakit karena membentur sesuatu. Matanya terbelak begitu melihat apa yang terjadi. Ada manusia tidak bersalah yang menjadi korban tertimpa tubuhnya.
“hyuk jae ssi… sedang apa kau di sini??” tanyanya beranjak bangun dari atas tubuh laki-laki itu sambil meringis memegangi keningnya.
“punggungku…” erang hyuk jae sambil mencoba bangun.
“Yaa kalian!!!” teriak seseorang dari atas sana “apa tanamanku baik-baik saja???”
Yoon hye mendongak, menatap kyuhyun sambil mendesis pelan “lihat saja setelah ini,”
“yaa jawab aku!!”
Braak…braak…
“yaa apa yang kau lakukan??!! Kim yoon hye pabo!!!” teriak kyuhyun saat yoon hye menendang pot-pot tanaman itu.
“nona hentikan!!” eunhyuk menarik yoon hye mundur.
“melihat wajahnyamembuatku semakin ingin menendangnya!” desis yoon hye.
“apa yang kau lakukan nona? Kau bisa saja patah tulang,” kata hyuk jae.
Yoon hye mendesah pelan “percuma saja aku memberitahumu,”
“YAA!! Apa yang kalian bicarakan???” teriak kyuhyun “kim yoon hye!!! Apa yang kau lakukan disana?? Cepat kabur dan jangan kembali!!!”
“kalau kau bicara lagi aku bersumpah akan menyumpal mulutmu!!!” balas yoon hye.
“sedang apa kalian di sini??”
“eomma,” yoon hye tersentak kaget.
“aiish… gadis nakal!!” eomma han menjitak kepala yoon hye pelan “ayo kau harus belajar duduk, makan, dan bahasa!!”
“eomma aku bukan bayi…”
“eommaaa hati-hati!!! Dia bilang tadi ingin kaburr!!!” teriak kyuhyun.
“gezz… aku benar-benar akan membunuhnya…” desis yoon hye.
“kau ingin kabur?? Andwae!! Kau tidak boleh pergi sebelum kau bisa berjalan dengan benar!!” tegas eomma cho.
“ayo kita lanjutkan!!”
“hyuk jae ssi, bantu aku…” gadis itu menatap hyuk jae memelas.
“nyonya, apa tidak besok saja dilanjutkan lagi? sepertinya nona sudah lelah,”
“aniyo!! Hari ini dia harus bisa berjalan dengan benar!! Jja!!”
Dengan pasrah yoon hye membiarkan kedua eomma itu menyeretnya kembali ke dalam rumah.
“belajar yang rajin jjagia!!!” teriak kyuhyun sambil tergelak. Ah, ia senang sekali melihat wajah tersiksa gadis itu. sangat menarik.
***

Sudah dua hari sejak kepulangan ryeowook ke korea. Tapi yoon hye tidak menerima satu pun pesan atau telepone dari laki-laki itu. sengaja, ia tidak menghubungi laki-laki itu. apa yang terjadi? Ia harus bisa keluar dari rumah ini apapun yang terjadi.
Gadis itu menatap seisi kamar kyuhyun. Kemudian mulai di bukanya laci satu per satu. Digeledahnya setiap sudut isi kamar dan menemukan sesuatu yang membuatnya tersenyum lebar. Sebuah album foto yang di dalamnya terdapat foto kyuhyun dengan dandanan perempuan lengkap dengan gaunnya yang sedang menangis.
Yoon hye tergelak melihatnya kemudian ia segera sadar dan cepat-cepat mengambil ponsel untuk memfoto foto itu. gothca, dia dapat duplikatnya sekarang.
“mati kau cho kyuhyun!!” senyumnya.
.
.
Kyuhyun, pulang ke rumah seperti biasanya. Namun, begitu ia membuka pintu kamar tiba-tiba suasananya terasa seram. Ia melihat gadis itu duduk anggun di sofa dengan senyum manis terpampang di wajahnya.
“a-apa yang kau lakukan?” tanya kyuhyun sedikit gagap.
“aniyo,” jawab yoon hye manis.
Meskipun merasakan aura aneh dari gadis itu, kyuhyun mencoba untuk tidak memperdulikannya. Laki-laki itu segera masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri.
“cho kyuhyun ssi, apakah kau sudah makan?” tanya yoon hye saat kyuhyun baru saja keluar dari kamar mandi.
Kyuhyun mengernyitkan kening heran. Ia semakin bingung. “untuk apa kau bertanya itu?”
“aniyo… “
“baiklah, cukup!! Sikapmu sangat mengerikan! Ada apa sebenarnya?”
“besok kau harus membawaku keluar dari rumah ini!”
Kyuhyun mendengus “kau pikir aku mau melakukannya?”
“aah… kau tentu saja akan melakukannya,”
“bermimpilah!”
“aku tidak harus bermimpi untuk menyebarkan foto yang kupunya ini. haaah… lihatlah dirimu, memakai pakaian merah muda dengan rambut coklat panjang. Sangat cantik… sayangnya kau menangis di sini, itu membuatmu sangat jelek,” kata yoon hye dramatis sambil menatap layar ponselnya.
Beberapa detik laki-laki itu hanya mengerutkan kening tidak mengerti. Tapi kemudian dia tersentak “YAA darimana kau dapat foto itu??!!” pekiknya reflek menerjang yoon hye, merebut foto itu.
Yoon hye tidak begitu saja melepaskannya. Gadis itu menahannya mati-matian “YAA lepaskan!!!” teriaknya sambil tarik-menarik dengan kyuhyun.
“berikan ponselnya!!”
“andwae!!!”
“uugh…” laki-laki itu menarik sekuat tenaga hingga…
Bruuuk…
“Yaaa….”
DEG
Mata itu saling bertatapan dengan jarak minimum. Karena yoon hye tidak mau melepaskan ponselnya, gadis itu ikut tertarik hinga jatuh menimpa tubuh kyuhyun. Hembusan nafas mereka saling menerpa hingga kemudian yoon hye tersentak dan cepat-cepat beranjak dari atas tubuh kyuhyun, menyambar ponsel yang terlempar tidak jauh dari mereka.
“kau harus membawaku keluar besok, jika tidak ingin foto ini menyebar di internet!!” ancamnya sadis.
.
.
“kenapa yoon harus ikut?” tanya eomma cho tidak rela sementara yoon hye asyik mengunyah roti isi sebagai sarapannya.
“dia harus tau di mana tempatku bekerja eomma… bukankah dia istriku? Aku ingin dia tau seperti apa tempat suaminya bekerja,” jawab kyuhyun jengah.
“aah… eomma senang kalian akhirnya bisa saling menerima… kalau begini aku akan segera mempunyai cucu,”
“uukhuk,” seketika yoon hye tersedak. Ia jadi merasa bersalah pada wanita itu. hei, jangan lupa kalau ia keluar karena ingin bertemu kekasihnya.
“yoon ah? Gwenchana??” tanya eomma cho khawatir.
Yoon hye menggeleng pelan sambil meringis. Sementara kyuhyun menatap masam.
Akhirnya eomma cho percaya bahwa kyuhyun mengajak yoon hye untuk pergi ke perusahaan. Padahal kenyataannya laki-laki itu malah menurunkan yoon hye di depan toko sepatu milik kakak yoon hye.
“ingat, sebelum jam makan siang kau harus kembali!!”
“araseo!!”
“jangan sampai tersesat!!”
“aku tidak bodoh sepertimu!!” dengus yoon hye sambil turun dari mobil.
“dasar… nenek lampir!!” maki kyuhyun kesal.
Baru saja gadis itu menutup pintu, mobil langsung melesat cepat. Membuatnya kaget. Bibirnya menggerutu sambil menatap kesal. Setelah itu ia langsung saja masuk ke dalam toko hani.
Hani sedang melayani beberapa pengunjung saat ia masuk ke dalam. Langsung saja gadis itu duduk di sofa sambil melepaskan topi rajutannya beserta kaca mata bening yang di pakainya.
“ada apa kau kemari?” tanya hani ketika selesai dengan pekerjaannya.
“aniyo… hanya ingin kemari.”
“pengawalmu tidak ikut?” hani mengulurkan sekaleng softdrink dingin.
Yoon hye menggeleng pelan sambil menerima softdrink itu “kyuhyun yang mengantarku.”
“cho kyuhyun suamimu?”
Yoon hye mengangguk sambil meminum softdrink.
BLETAK
“ukhuk,” yoon hye tersedak saat pukulan itu mengenai kepalanya.
“kenapa kau tidak mengajaknya masuk?? Aigooo… bahkan setelah seminggu lebih kau menikah dengannya kau tidak pernah mengenalkannya kepadaku!! Dongsaeng macam apa kau ini?!”
“YAA!!” teriak yoon hye sambil mengurut dadanya “kau pikir dia akan suka rela kuajak menemuimu?? Apa yang kau harapkan? Kami suami istri yang mesra? Dalam mimpimu saja!”
BLETAK
“YAA!!”
“dasar tidak sopan!!” maki hani “ehem… jadi… kalian masih belum akur huh?”
Yoon hye hanya memutar bola mata jengah.
“kau mau kuberi jurus ampuh menaklukkan pria??”
Sekarang gadis itu melotot lalu berdiri “aku tau apa yang kau pikirkan eonni!! Jangan mengajariku untuk berbuat yadong!!” dengusnya sambil berjalan keluar.
“yaa mau keman kau??”
“aku harus bertemu dengan ryeowook oppa!!”
“mwo?? Yaa kim yoon hye, apa kau mau selingkuh huh??!”
Yoon hye terus berjalan tidak memperdulikan teriakan park hani. Gadis itu pergi ke halte bus lalu pergi menuju rumah kontrakan ryowook.
.
.
“aiish… kenapa kau selalu mengikutiku??” laki-laki itu berusaha melepaskan rangkulan seorang gadis di lengannya.
“aku ingin menemanimu…” rengek gadis itu.
“ryeowook oppa…” panggil yoon hye pelan.
Laki-laki bertubuh jakung itu menatap yoon hye diam. Sementara gadis di sebelahnya semakin mempererat pelukan lengannya.
“jong woon ssi memberitahuku kalau kau pulang sudah dua hari yang lalu. Kenapa tidak menghubungiku?” tanya yoon hye pelan. ia merasa kosong saat menatap gadis di sebelah ryeowook.
“kau sudah makan? Bagaimana dengan secangkir kopi?” tanya ryeowook. Kemudian ia menoleh pada gadis itu “kau pulanglah, aku harus pergi,”
Dengan bibir mengerucut, gadis itu terpaksa melepaskan rangkulannya.

tbc…